1,720,959 research outputs found
Studi kasus posttraumatic growth pada single parent yang memiliki anak Autism Spectrum Disorder (ASD)
Pengalaman menjadi single parent yang juga mengasuh anak dengan kondisi autis menjadi menjadi krisis bagi informan. Informan mampu memaknai dan mengalami perubahan positif dalam hidupnya. Fenomena saat krisis justru menumbuhkan pertumbuhan pribadi yang dinamankan sebagai posttraumatic growth. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-studi kasus dengan jumlah informan sebanyak tiga orang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dinamika posttraumatic growth orangtua single parent yang memiliki anak dengan kondisi autis. Didapati hasil, pengalaman yang tidak mengenakkan dalam menerima kondisi autis anak ditambah dengan banyaknya tantangan yang harus informan hadapi membuat informan mengalami suatu krisis dalam hidupnya. Namun, melalui dukungan sosial yang diberikan oleh adik informan untuk mengikuti retret membuat informan mampu untuk menerima kondisi anak dan mendorong informan untuk bisa mengalami perubahan positif dalam memandang anaknya. Informan bukan hanya sekedar menerima kondisi anak tetapi mengalami suatu transformasi dan reformulasi menjadi suatu kondisi baru yang jauh lebih baik dari kondisi sebelum mengalami fenomena trauma tersebut. Informan dapat mencapai posttraumatic growth karena adanya dukungan dari berbagai pihak yakni keluarga serta tenaga-tenaga ahli lainnya (dokter, psikolog, dan guru) dan berhasilnya coping yang dilakukan dalam menjalani peran sebagai orangtua single parent yang mengasuh anak autis
Pengaruh Fleksibilitas Psikologis Melalui Acceptance Commitment Therapy (ACT) terhadap Peningkatan Psychological Well-Being pada Individu yang Mengalami Quarter Life Crisis (QLC)
Quarter life crisis merupakan periode potensial krisis selama tahap perkembangan dewasaa awal, dimana ketidakstabilan dan ketidakpastian menjadi fokus utama dalam tahap perkembangan ini. Individu yang mengalami krisis emosional ini memunculkan perasaan tidak mampu, cemas, meragukan diri sendiri serta takut akan kegagalan. Quarter life crisis terjadi akibat adanya tekanan dari lingkungan eksternal untuk mencapai keberhasilan dalam aspek kehidupan tertentu. Secara internal karakteristik dan sumber daya individu untuk menyelesaikan permasalahan menjadi penting. Respon yang adaptif dan fleksibel membantu partisipan bertindak efektif ketika mengalami krisis. Sebaliknya, penghindaran dan usaha mengontrol yang dilakukan terhadap setiap masalah dalam jangka panjang berakibat negatif terhadap kondisi kesejahteraan psikologis individu. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis (psychological well-being) pada perempuan yang mengalami quarter life crisis melalui peningkatan fleksibilitas psikologis dengan menerapkan intervensi acceptance commitment therapy (ACT) yang dilakukan sebanyak lima sesi. Metode penelitian berbentuk quasi experiment dengan desain single case A-B-A. Partisipan penelitian adalah dua orang perempuan yang berada pada rentang dewasa awal yang memiliki skor sangat tinggi pada skala quarter life crisis. Data utama penelitian ini diperoleh dari observasi, self recording dan wawancara serta didukung dengan data skala. Data observasi dan self recording diolah dengan teknik analisis trend, sementara data skala digunakan untuk mengetahui tingkat quarter life crisis dan tingkat kesejahteraan psikologis partisipan.Asesmen dengan big five inventory dilakukan untuk mengetahui gambaran tipe kepribadian partisipan. Hasil yang diperoleh pada tahap asesmen yaitu partisipan memiliki skor yang tinggi pada tiap aspek quarter life crisis dan berdampak pada kondisi kesejahteraan psikologisnya. Beberapa faktor seperti pemikiran irasional dan berbagai tindakan penghindaran yang dilakukan serta tekanan lingkungan sosial membuat krisis yang dialami semakin besar dan memengaruhi seluruh aspek kehidupannya. Hasil yang diperoleh pada tahap intervensi yaitu terjadi penurunan trend kemunculan aspek kesejahteraan psikologis yang rendah pada keenam aspek sehingga membuat peningkatan kesejahteraan psikologis pada partisipan. Kondisi yang masih belum optimum mengalami peningkatan kualitas positif yaitu pada penerapan ketrampilan mindfulness dan observing self, khususnya pada perilaku melabeli diri secara negatif
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Psikoedukasi dan Konseling Kelompok untuk Peningkatan Kesehatan Mental pada Dewasa Awal
ABSTRAK Tidak ada kesehatan tanpa kesehatan mental, salah satu slogan yang sering dibicarakan sebagai pengingat komponen kesehatan perlu diperhatikan secara menyeluruhk. Seseorang dikatakan sehat secara mental ketika dapat berfungsi secara adaptif, mampu menyesuaikan diri dan mengelola tekanan serta dapat berdampak dan berperan dalam komunitas. Dengan demikian, penting sekali untuk menjaga kesehatan mental sebab akan mempengaruhi banyak aspek dalam kehidupan sehari-hari. Di masyarakat saat ini, banyak sekali isu dan permasalahan psikologis yang muncul akibat minimnya pengetahuan dan kesadaran terkait ketrampilan penyelesaian masalah dan kemampuan mengelola stress. Menyadari hal tersebut, stigma negatif terkait kesehatan mental masih melekat pada masyarakat dan perlu untuk terus dilakukan psikoedukasi. Dengan adanya edukasi terkait pentingnya menjaga kesehatan mental serta pelaksanaan konseling kelompok memberikan dampat terhadap peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat serta mengalami secara langsung pemberian layanan psikologis yang diberikan oleh professional yakni psikolog klinis. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Angkatan Muda Ranting Dekapolis Jemaat GPM Getsemani, Bere-bere. Kata Kunci : Psikoedukasi, Konseling Kelompok, Dewasa Awal ABSTRACT There is no health without mental health, one slogan often mentioned as a reminder that the health component needs to be considered thoroughly. A person is said to be mentally healthy when they can function adaptively, adjust and manage pressure, and impact and play a role in the community. Thus, it is very important to maintain mental health because it will affect many aspects of daily life. In today's society, many psychological issues and problems arise due to the lack of knowledge and awareness related to problem-solving skills and the ability to manage stress. Realizing this, negative stigma related to mental health is still attached to society and psychoeducation is necessary. Education related to the importance of maintaining mental health and the implementation of group counseling has the effect of increasing public knowledge and awareness and experiencing firsthand the provision of psychological services provided by professionals, namely clinical psychologists. This community service activity was carried out at the Young Force of the Branch Branch of the GPM Gethsemani Church, Bere-bere. Keywords: Psychoeducation, Group Counseling, Early Adulthoo
Analisis Minat Peserta Didik dengan Tes SDS-Holland
ABSTRAK Pengenalan potensi diri adalah hal yang utama dalam peningkatan jenjang karir seseorang. Seseorang dikatakan adaptif apabila ia mampu bekerja sesuai dengan bidang ilmu yang ia minati atau gemari. Dengan demikian, penting untuk mengetahui minat seseorang dalam menunjang karirnya kedepan. Di masyarakat banyak sekali permasalahan yang muncul seperti mahasiswa merasa salah jurusan saat berkuliah, ataupun pekerjaan yang dijalani tidak sesuai dengan bidang ilmu yang dipelajari sehingga mengakibatkan stres dan depresi. Permasalahan ini muncul akibat minimnya pengetahuan dan kesadaran akan pentingnya melakukan pemeriksaan bakat minat. Dengan adanya pemeriksaan psikologis berupa tes bakat dan minat pada siswa akan menambah referensi bagi siswa dalam memilih jurusan saat berkuliah serta memilih pekerjaan sesuai bidang ilmu yang diminati. Dari hasil pemeriksaan didapatkan hasil bahwa siswa di SMA Laboratorium Unversitas Pattimura memiliki minat pada bidang Ilmiah dan matematika. Hal ini menunjukkan bahwa mereka menyukai pekerjaan yang berfokus pada sains eksperimen. Hasil ini kemudian akan diberikan kepada guru dan orang tua sebagai pertimbangan dalam mengarahkan anak untuk memilih masa depannya. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada siswa SMA Laboratorium Universitas Pattimura. Kata Kunci: Tes Minat SDS-Holland , Minat Siswa ABSTRACT Recognition of self-potential is the main thing in improving one's career path. A person is said to be adaptive if he is able to work in accordance with the field of knowledge that he is interested in or passionate about. Thus, it is important to know one's interests in supporting his future career. In society, there are many problems that arise, such as students feeling that they have the wrong major while studying, or the work they do is not in accordance with the field of knowledge studied, resulting in stress and depression. This problem arises due to the lack of knowledge and awareness of the importance of conducting an interest aptitude examination. With the psychological examination in the form of aptitude and interest tests on students, it will add references for students in choosing majors at college and choosing jobs according to their fields of study. From the results of the examination, it was found that students at Pattimura University Laboratory High School have an interest in the fields of science and mathematics. This shows that they like jobs that focus on experimental science. These results will then be given to teachers and parents as a consideration in directing children to choose their future. This service activity was carried out on students of Pattimura University Laboratory High School. Keywords: SDS-Holland Interest Test, Student Interes
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
