1,720,959 research outputs found
Analisis rasio keuangan dalam meningkatkan kinerja keuangan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Singkawang
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Singkawang perlu mengetahui sejauh mana kemampuan perusahaan dalam mengelola sumber daya yang dimilikinya dan kinerja yang telah dicapai selama ini, untuk itu perusahaan perlu melakukan analisa laporan keuangan dengan rasio-rasio yang lengkap oleh karena selama ini perusahaan baru sebatas menggunakan analisa rasio likuiditas dan rasio profabilitas untuk menilai kinerja keuangan perusahaan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laporan keuangan selama lima tahun yaitu mulai tahun 2000 sampai tahun 2004 guna mengetahui kinerja keuangan pada perusahaan tersebut.
Identifikasi Variabel yaitu : 1. Analisis Rasio Keuangan dan 2. Penilaian Kinerja Keuangan. Adapun ruang lingkup penelitian ini adalah Manajemen Keuangan dengan menilai empat perspektif dari rasio keuangan. Jenis data penelitian yaitu Kuantitatif dan Kualitatif dengan teknik
pengumpulan data melalui Wawancara, dan Dokumentasi, data dianalisis dengan analisis rasio keuangan untuk posisi likuiditas, profitabilitas, aktivitas dan leverage perusahaan dalam rangka menilai kinerja perusahaan.
Rasio Likuiditas yaitu Current Ratio (CR), rasio tersebut tidak stabil tahun 2000 hingga tahun 2002 mengalami kenaikan, tahun 2003 mengalami penurunan dan tahun 2004 terjadi kenaikan. Quick Ratio (QR), rasio ini juga
tidak stabil dimana tahun 2000 hingga tahun 2002 mengalami kenaikan, tahun 2003 mengalami penurunan dan tahun 2004 terjadi kenaikan. Cash Ratio, tahun 2000 hingga tahun 2002 mengalami kenaikan, tahun 2003 mengalami penurunan dan tahun 2004 terjadi kenaikan. INWC tahun 2000 hingga tahun 2002 mengalami penurunan, tahun 2003 mengalami kenaikan dan tahun 2004 terjadi penurunan.
Pada penelitian ini diketahui bahwa pada PDAM Singkawang Rasio Likuiditas untuk Current Ratio (CR), dan Quick Ratio (QR) tahun 2000 hingga 2004 tidak stabil yaitu naik dan turun. Rasio Rasio Aktivitas yaitu TATO, WCTO dan ITO tahun 2000 hingga 2004 juga tidak stabil yaitu naik dan
turun. Rasio Utang yaitu Debt Rasio (DR), CLEAR dan Debt Equity Ratio (DER) tahun 2000 hingga 2004 juga tidak stabil yaitu naik dan turun. Rasio Profitabilitas yaitu Return On Invesment (ROI) dan Return On Equity (ROE)
tahun 2000 hingga 2004 juga tidak stabil yaitu naik dan turun.
Dari hasil tersebut disarankan agar PDAM Kota Singkawang harus dapat meningkatkan kemampuannya dalam membayar hutang jangka pendek, harus mampu meningkatkan kemampuan dalam memenuhi kewajiban-kewajibannya, harus lebih meningkatkan kemampuan dalam memenuhi hutang lancar dengan kas yang tersedia upaya yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan aktiva lancar. Mempertahankan efisiensi penggunaan modal dan aktiva tetap dalam kegiatan penjualan. Meningkatkan efektifitas dan efisiensi manajemen PDAM Singkawang dalam mengelola persediaan. meningkatkan kestabilan perbandingan antara total hutang dengan modal. Harus berupaya untuk lebih meningkatkan kestabilan perbandingan antara hutang jangka
panjang dengan modal. Guna mempertahankan dan meningkatkan kinerja keuangan pada PDAM Singkawang secara menyeluruh maka perlu dilakukan peningkatan kemampuan sumber daya yang ada termasuk pula kemampuan
sumber daya manusianya
Etika Komunikasi Dakwah Pembawa Acara Pada Program Religi di Televisi Nasional
Program religi merupakan program yang berisi tentang ajaran-ajaran agama dan salah satunya adalah agama Islam. Program religi dapat menjadi sarana dakwah yang disiarkan melalui media televisi nasional, program religi tersebut memiliki da’i sebagai penyampai dakwah, mad’u yang dihadirkan secara langsung, materi yang menarik dan mengkuti zaman, dan pembawa acara sebagai pemandu acara dan membantu da’i dalam menyampaikan dakwah. Pembawa acara pada program religi disini ialah yang membantu da’i dalam memandu acara dakwah, pembawa acara juga bisa berfungsi sebagai da’i dengan menjelaskan kembali secara singkat apa yang disampaikan oleh da’i. Sebab yang harus menjaga etika komunikasi dalam menyampaikan dakwah bukan hanya si da’i, tetapi juga pembawa acara. Sebab salah satu faktor yang mendukung keberhasilan dakwah da’i adalah etika komunikasi pembawa acara tersebut. Program religi yang memiliki pembawa acara sebagai pendamping da’i diantaranya; Damai Indonesiaku, Islam itu Indah, Mamah dan Aa, dan Siraman Qolbu.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Pengolahan data dilakukan dengan melalui koleksi data, mengklasifikan data, dan editing, kemudian dianalisis menggunakan anilisis isi yang bersifat pembahasan mendalam mengenai isi terhadap suatu informasi yang terdapat dalam media massa.
Etika komunikasi dakwah dari hasil penelitian pada seluruh program religi yang penulis teliti menunjukkan bahwa etika komunikasi dakwah yang terdapat pada program religi di televisi nasional meliputi qaulan baligha, qaulan karima, qaulan sadida, qaulan maisura, qaulan layyina dan qaulan ma’rufa. Adapun pada qaulan baligha terdapat 5 adegan, adegan yang terdapat qaulan karima sebanyak 1 adegan, untuk qaulan syadida sebanyak 2 adegan, qaulan maisura sebanyak 3 adegan, untuk qaulan layyina sebanyak 5 adegan, dan untuk qaulan ma’rufa sebanyak 6 adegan
PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENYUSUN KELENG KAPAN MENGAJAR MELALUI IN-HOUSE TRAINING YANG BERMUARA KEPADA HIGHER ORDER THINKING SKILLS/ HOTS PADA SD. NEGERI 136537 TANJUNGBALAI TAHUN PALAJARAN 2021/2022
This School Action Research (PTS) aims to prove scientifically whether in-house training (IHT) coaching and training can improve teacher competence in compiling Higher Order Thinking Skills (HOTS) assessments. The method used in this study is the School Action Research (PTS) method. The study subjects were state elementary school teachers 136537 the Nibung Bay Of Tanjungbalai City, with the number of teachers as many as 8 (eight) people. The data collection techniques used are observation techniques, interviews. This research was conducted 2 cycles, namely the first cycle carried out by the guidance method, based on the above discussion there was an increase in teacher competence in compiling HOTS assessments. In cycle I the average value of the HOTS assessment component is 12.5%, in cycle II the average value of the HOTS assessment component becomes 100%, there is an increase of 87.5% and the success indicator is exceeded which is 78.00%. This means that through coaching and training can be
PERAN LEMBAGA PELATIHAN KETERAMPILAN “JILLI” YOGYAKARTA DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN PESERTA KURSUS MENJAHIT
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) peran lembaga pelatihan keterampilan “JILLI” Yogyakartadalam mengembangkan keterampilan peserta kursus menjahit; dan (2) faktor pendorong dan penghambatlembaga pelatihan keterampilan “JILLI” Yogyakarta dalam mengembangkan keterampilan peserta kursusmenjahit. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan metode studi kasus. Subjek penelitianadalah pengelola lembaga pelatihan keterampilan “JILLI” Yogyakarta dan peserta kursus menjahit sebanyak 7orang. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Teknik analisis data menggunakanmodel analisis dari Miles Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, display data, dankesimpulan. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitianmenemukan bahwa (1) peran dari Lembaga Pelatihan Keterampilan (LPK) JILLI Yogyakarta yaitu memberikanpelatihan dan kursus yang diselenggarakan bagi masyarakat yang ingin mempunyai bekal pengetahuan, meningkatkan keterampilan, program kecakapan hidup (PKH), membentuk sikap untuk mengembangkan diri,dan membangun usaha mandiri; dan (2) faktor pendorong dalam mengembangkan keterampilan pesertapelatihan kursus menjahit di LPK “JILLI”, yaitu materi pembelajaran, media pembelajaran dan kurikulum, sertatutor yang profesional. Faktor penghambat meliputi sarana dan prasarana yang dirasa masih kurang lengkap,waktu pembelajaran yang terkadang masih kurang efektif, dan modal bagi mereka yang ingin memulai usahabaru. Kata kunci: LPK “JILLI”, Keterampilan, dan Kursus Menjahi
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
