1,720,984 research outputs found
THE MOSLEM YOUTH POLITICAL ETHICS IN THE NOW ERA
Ethics is a view that is considered very urgent in the order of social life. The implementation of ethics is usually carried out in accordance with the habits of people or each individual in absorbing everything, whether seen, felt or also experienced. Habits that arise are also based on various backgrounds such as appropriate norms from the customs of certain ethnic groups, religions or races. Islam has provided space and opportunity for anyone in politics, of course, in ways that are in accordance with the Shari'a based on the Koran and As-Sunnah, and cannot be separated from anyone who wants to build this country in the future. The important role of Islamic youth is certainly highly expected in changing the concept of politics, which must be accompanied by productive youths in how to take a stand and take part in politics in our loving country. In today's era, there are many problems that occur in the field regarding the character and events that originate from the youth, who are preoccupied with virtual world activities and activities that are not related to the influence of the nation, even being concerned with bad behavior among the community. Here the author wants to examine the extent to which youth are involved in playing an active role and participating in nation building which is related to knowledge in the world of politics
Menggagas Sistem Penilaian Kelulusan: Analisis Problematika Moratorium Ujian Nasional Terhadap Peningkatan Mutu Pendidikan
The National exam is a tool to measure the achievement of national competence. But with different pressures and paradigms in receiving information based on the past experience that the Nasional exam is determinant of graduation rates which makes students and teachers are encouraged to do a lot of activities that are not expected aslike cheat answers, utilizing smart students to help friends who can not answer the many exam questions, eventhough selling an answer key. Based on that problems appeared various arguments of filing moratorium because it is ineffective. But the government responded to the plan by rejecting the proposed moratorium because the purpose of the government held a national exam to measure the achievement of students’ cognitive competence to determine, improve and enhance the quality of education in indonesia. Meaning the quality not only on the quality and fasilities but also in customer satisfaction in service. Therefore that National exam was decided to go ahead. It’s just that the government should be more concentration on the review with more concederation of the evaluation system, aspects of morality, religious and psychological aspects of student so that the realization system can be done well
Pintu Langit Prigen dalam Sustainable Resort Wear
Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, menawarkan kekayaan alam yang memukau di seluruh wilayahnya, termasuk dataran tinggi yang indah. Salah satu destinasi ialah Pintu Langit Prigen, sebuah wisata yang menghadirkan pesona alam Desa Ledug, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Tempat ini menggambarkan keindahan alam Indonesia melalui panorama perbukitan, langit biru, dan suasana yang nyaman. Pintu Langit Prigen inilah yang menjadi inspirasi dalam penciptaan karya kali ini dan akan dibuat menjadi motif batik komtemporer untuk direalisasikan dalam sustainable resort wear.
Metode penciptaan dalam TA ini meliputi tahap pra-perancangan, perancangan, perwujudan dan tahap Penyajian. Penerapan metode penciptaan digunakan untuk memperkuat konsep mulai dari pengumpulan data hingga pewujudan karya. Teknik pengerjaan yang dilakukan menggunakan teknik menggambar, mordanting, pembuatan pola, ekstraksi warna, batik tulis, pewarnaan, penguncian warna, jahit, dan finishing. Tugas akhir ini berhasil membuat lima buah karya dari sepuluh desain. Keseluruhan karya memiliki judul yang sama dengan penggambaran secara kontemporer dari Pintu Langit Prigen dalam sustainable resort wear
The Islamic Education In Responding To The Barrenness Of Information Technology
This research aims to find the extent of Islamic education in addressing and follow the flow of information technology. the progress in information technology has resulted in massive changes in human culture. As part of the world community, at the same time Muslims growing niche to be less-able to keep abreast of the times. Moreover if you want to Compete of other nations in the mastery of science and technology to change towards a better life. Certainly it is more complicated. It all proved by few problems in general items, namely how to prepare the young generation who are very Easily influenced by the flow of information technology while the foundation is not solid faith, to have the ability in the future to address all the challenges they face adequately through Islamic education. The results Showed that 1) an Islamic education both institutionally and in the education system of the nation's children must work in synergy among families, institutions, government and the community to be well controlled. Because of to repair a nation's moral obligation is not only an obligation but Also Islamic education obligation of all parties. While the position of Islamic education is as neutralizer between technology and reality. 2) the role of teachers to educate students to be human is always with the times without leaving the roots are very important in Determining the nation's next trip. 3) The role of the government as controller movement of information technology is always evolving in order to continue to conduct monitoring and analysis with more specific to the problem in society. Overall this aspect shows that between Islamic education and technology must always be paired with continuous control by implementing three key controlling Islamic education to the technology that is commanding the good, nahi unjust, and fait
Hoax Dalam Perspektif Al-Qur’an (Kajian Tematik)
Tesis berjudul Hoax dalam Perspektif Al-Qur’an (Kajian Tematik). Diangkat
menjadi penelitian ilmiah untuk menjelaskan tentang fenomena hoax yang marak
terjadi di zaman sekarang ini, khususnya di media sosial, telah meracuni pikiran
dan membawa dampak negatif bagi masyarakat. Ditambah lagi Indonesia
menduduki peringkat keenam sebagai negara dengan pengguna internet terbesar di
dunia. Sayangnya hal ini tidak diimbangi dengan sikap masyarakat yang selektif
terhadap berita yang diterima sehingga hoax lebih mudah tersebar.
Penelitian ini tidak hanya membahas tentang fenomena hoax saat ini saja, namun
membahas tentang fenomena penyebaran hoax yang banyak tercatat dalam AlQur’an. Berawal dari kisah Nabi Adam dan Hawa yang tertipu dengan hoax yang
disampaikan setan tentang 'pohon keabadian', berujung pada pengusiran Nabi
Adam dan Hawa dari Surga. Juga dalam kisah Fir'aun, penguasa yang membuat
hoaks dan membentuk opini publik tentang Nabi Musa yang ingin mengkudeta
penguasa dan mengusir rakyatnya serta zaman para Rasul.
Hoax dalam Al-Qur'an diwakili oleh istilah ifk, kazaba (kepalsuan), fitnah, khuda
(penipuan), qaul al-zuur (kesaksian palsu), buhtan (kebohongan besar), iftara
(merusak), dan tahrif (mengubah). Setelah membaca ayat-ayat yang berkaitan
dengan istilah tersebut, hal tersebut dapat diminimalisir dengan merujuk kembali
pada sistem nilai yang dimiliki yaitu Al-Qur’an yang kaya akan khazanah sejarah
dan tentunya sarat dengan pesan-pesan moral di dalamnya
Negosiasi Partai Islam pada Pilkada Kab. Tanah Datar 2024-2029 serta Keterkaitannya dengan Tafsir Surat An-Naml Ayat 36
The 2024-2029 Tanah Datar Regency Pilkada becomes an important moment for political parties, especially Islamic parties, to demonstrate their influence and strategies in gaining public support. In this context, the negotiation between the Islamic party and its endorsed candidate becomes crucial and draws attention among the people of the Tanah Datar region. The purpose of this research is to analyze the dynamics of negotiating support from Islamic parties in the context of regional elections. The method used is qualitative analysis with a case study approach. Data were obtained through interviews with party officials, regional head candidates, and political observers. The research results show that support negotiations are based on ideological considerations, mass base, and local interests. Islamic parties tend to choose candidates who align with religious values and have popularity among voters. In addition, coalition strategy is also an important aspect in strengthening the bargaining position of the party in negotiations. In this finding, it can be concluded that the negotiation of support for the Islamic party not only involves political aspects but also the social and cultural aspects of the local community
Pengaruh Proses Islamisasi dalam Bidang Arsitektur di Indonesia
Kajian ini diawali oleh banyaknya  khazanah pemikiran keislaman, yaitu isu tentang Islamisasi dalam hal disiplin ilmu, arsitektur bahkan daam berbagai tatanan sosial masyarakat  di Indonesia yang merupakan salah satu isu yang selalu menarik diperbincangkan beberapa dekade ini. Hal ini terjadi karena ada berbagai pandangan dan penafsiran tentang Islamisasi . Konsep ini meniscayakan umat Islam untuk memahami realitas secara utuh.Islamisasi adalah proses peralihan  masyarakat menjadi Islam baik terpengaruh dalam keagaman atau kepercayaan, budaya, sosial kemasyarakatan ekonomi maupun dalam bidang politik, yang dalam bahasa lain disebutkan sebagai mengislamkan masyarakat yang disebabkan karena kedatangan ajaran  agama Islam. Oleh sebab itu penulis ingin mengkaji bagimana proses islamisasi yang terjadi pada masyarakat indonesia sehingga dapat tercermin bahakan menjadi karakter islamisasi yang di seluruh wilayah indonesia,seperti halnya islamisasi dalam hal arsitektur ditinjau dari aspek bangunan fisik seperti Masjid, Batu Nissan, hingga dalam bentuk seni kaligrafi
Karakterisasi Material Pasir Kuarsa di Sungai Saddang Kabupaten Pinrang dengan menggunakan Metode X-Ray Diffraction (XRD)
Hasil penelitian yang diperoleh bahwa kandungan mineral kuarsa atau silicon dioksida (SiO₂) yang tinggi terdapat pada bagian kedalam 50 cm yakni sebanyak 72.60% memiliki stuktur kristal trigonal dengan sumbu a dan b sama panjang sedangkan sumbu c berbeda dengan rasio perbandingan sumbu a = b ≠ c. Parameter kisi silicon dioksida (SiO₂) dari hasil analisis diperoleh a = 4,7050 Å c = 5,2500 Å dengan ukuranrata-rata kristal sebesar 51,174 nm dan nilaidensitasnya adalah 2,974 g/cm3
Dinamika politik hukum dalam penyususnan hukum perkawinan
dari sistem hukum nasional. Guna menciptakan hukum yang dapat melindungi rakyat, perlakuan adil, hukum yang mengayomi setiap warga bangsa agar hak-haknya terjamin, tentu harus ada peraturan yang dijadikan pedoman dalam penyusunan peraturan perundang-undangan sebagai aturan pokok yang berlaku untuk menyusun peraturan dari proses awal pembentukannya sampai dengan peraturan tersebut diberlakukan kepada masyarakat. Dengan adanya aturan yang baku maka setiap penyusunan peraturan dapat dilaksanakan dengan cara dan metode yang pasti, baku, dan standar yang mengikat semua lembaga yang berwenang membentuk peraturan perundang-undangan. Dengan demikian peraturan dimaksud dapat memenuhi kebutuhan masyarakat atas peraturan perundang-undangan yang baik
- …
