4 research outputs found
PERILAKU BENTUK VERBA DALAM KALIMAT BAHASA INDONESIA TULIS SISWA SEKOLAH ARUNSAT VITAYA, PATTANI, THAILAND SELATAN
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perilaku bentuk verba dalam kalimat bahasa Indonesia tulis siswa Sekolah Arunsat Vitaya, Pattani, Thailand Selatan. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan pendekatan kajian teks. Berdasarkan hasil temuan penelitian, ditemukan: (1) bentuk verba sebagai verba utama; (2) bentuk verba sebagai adverbia pendamping verba utama; (3) bentuk verba sebagai perluasan nomina; dan (4) bentuk verba sebagai preposisi dalam sebuah kalimat. Dari hasil temuan tersebut, ketiadaan verba yang berfungsi sebagai verba utama, adverbia dari verba utama, perluasan nomina, dan preposisi berpengaruh pada pemenuhan kelengkapan unsur wajib sebuah kalimat. Hal ini tergantung verba apa yang digunakan
تحليل المعاني الإشارية في نظم ألفية إبن مالك ( دراسة تحليلية دلالية في باب الكلام والمعراب والمبني والنكرة والمعرفة)
تهدف هذه الدراسة إلى الكشف بعمق عن معنى الإشاري الواردة في نظام ألفية ابن مالك. وكذلك تحليل النُّظم التي تحتوي على معاني العلامات في ندزم ألفية ابن مالك. من خلال إجراء هذا البحث، يمكن ملاحظة أنه في ندزم ألفية ابن مالك، هناك العديد من الندمات التي تحتوي على معاني الإشارة. أما الأهداف لهذا البحث هي: لمعرفة النُّظم التي تحتوي على معنى الإشاري في نظم ألفية ابن مالك. وكذلك معنى أي من العلامات الواردة في نظم ألفية ابن مالك. الطريقة المستخدمة في دراسة معنى الإشاري في نظم الألفية بن مالك هي استخدام المنهج التحليلي لعلم الدلالة. يهدف استخدام هذه الطريقة إلى تحديد عناصر النظم التي لها معنى الإشارة، وكذلك الكشف عن معنى الإشارات الواردة فيه. استخدمت هذه الدراسة المنهج الوصفي النوعي. في هذه الدراسة استخدم الباحث المنهج الوصفي لأن البيانات التي تم جمعها كانت في شكل كلمات وليس أرقام. الطريقة المستخدمة في جمع البيانات هي طريقة البحث في المكتبات، مع الإشارة إلى قواعد علم دلالة وشرح معنى الإيشارة. النتائج التي حصل عليها الباحثون في "نظوم عافية بن مالك"، بالتفصيل: هناك 14 مقطعاً في ثلاثة أبواب (كلام ومعراب ومبني ونكيرة ومعرفاة) لها معاني الإشارا
Ragam Bentuk Kata dalam Kalimat Bahasa Indonesia Siswa Sekolah Arunsat Vitaya, Pattani, Thailand Selatan
Salah satu cara untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menguasai bahasa adalah dengan melihat seberapa banyak variasi kosakata yang digunakan dalam berbahasa, baik itu bahasa lisan maupun bahasa tulis. Bahasa tulis merupakan salah satu media yang bagus untuk mengetahui hal itu karena dalam bahasa tulis seseorang akan bisa berbahasa secara terkendali dan terstruktur dengan lebih baik daripada bahasa lisan. Berkaitan dengan itu, peneliti menetapkan bahasa tulis berupa kalimat untuk mengetahui keragaman kosakata yang digunakan dalam kalimat bahasa Indonesia siswa Sekolah Arunsat Vitaya, Pattani, Thailand Selatan.Dalam penelitian ini, terdapat dua fokus penelitian yaitu (1) bentuk dasar dan (2) bentuk turunan yang digunakan dalam kalimat siswa Sekolah Arunsat Vitaya. Pada setiap fokus, bentuk kata diteliti dari segi kata isi dan kata fungsi. Hal ini bertujuan untuk mempermudah dalam mengetahui ragam kata yang digunakan.Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Hal ini didasarkan pada proses pengolahan data yang bersifat deskripsi dari peneliti sesuai dengan fokus penelitian. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu studi dokumentasi. Data penelitian berupa data verba dan sumber data dari kalimat dalam hasil evaluasi ujian tengah semester dan ujian akhir semester. Data penelitian dianalisis dengan tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan ragam bentuk dasar dan turunan yang ditinjau dari segi isi dan fungsinya. Ragam bentuk dasar yang digunakan siswa Sekolah Arunsat Vitaya ditinjau dari segi isinya mencakup bentuk dasar verba, nomina, adjektiva, dan adverbia. Bentuk dasar verba adalah yang paling banyak di antara empat bentuk itu. Bentuk dasar nomina yaitu ada sembilan, mencakup nomina dasar yang memiliki komponen makna orang, nama institusi, buah-buahan, peralatan, makanan dan minuman, nama geografi, bacaan, waktu, dan letak. Adjektiva dasar meliputi adjektiva yang berkaitan dengan waktu, ketahanan, jumlah, bentuk fisik, dan kesungguhan. Adverbia dasar yaitu ada tiga, di antaranya adalah adverbia pendamping verba, nomina, dan adjektiva. Sementara itu, dilihat dari segi fungsinya ada konjungsi dan preposisi.Ragam bentuk turunan yang ditinjau dari segi isi ada empat yaitu katergori verba, nomina, adverbia, dan reduplikasi. Bentuk verba turunan ada yang berasal dari gabungan verba + afiks, nomina + afiks, dan adjektiva + afiks. Bentuk nomina turunan ada yang berasal dari nomina + afiks dan verba + afiks. Bentuk adverbia turunan hanya ada satu yaitu berupa kata ulang. Bentuk reduplikasi ada yang berasal dari reduplikasi berimbuhan yang didalamnya ada reduplikasi berimbuhan dari bentuk dasar verba dan nomina dan reduplikasi utuh yang di dalamnya ada reduplikasi utuh dari bentuk dasar verba dan nomina.Berdasarkan hasil temuan-temuan yang diperoleh maka disarankan kepada guru untuk memberikan variasi bentuk selain bentuk verba karena hasil penelitian menunjukkan penggunaan verba lebih bervariasi daripada bentuk nomina, adjektiva, maupun adverbia. Selain itu, dibutuhkan bahan ajar khusus untuk pelajar Thailand Selatan yang berbahasa ibu bahasa Melayu dialek Thailand Selatan. Sehingga dari hasil penelitian ini, pengembang bahan ajar dapat memberikan materi lebih pada ragam variasi kosakata berdasarkan kelas kata yang beragam mengingat minimnya kosakata yang dikuasai. Untuk peneliti lanjutan bisa meneliti tentan ragam kesilapan dalam pemerolehan bahasa kedua di Sekolah Arunsat Vitaya. orang lain. Nilai budaya dalam mantra bercocok tanam padi tersebut berfungsi melandasi, memandu, mengarahkan, menjaga, serta memberi petunjuk kepada manusia dalam berucap, bertindak, dan berperilaku. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat dikemukakan saran kepada beberapa pihak yang dipandang relevan. Kepada peneliti selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian dengan fokus yang lebih mendalam, yakni pada aspek implementasi mantra dengan mengkaji mantra dari konteks yang lebih praktis. Kepada lembaga penelitian disarankan untuk mendokumentasikan mantra dengan merekam kemudian mentranskripsi mantra supaya sastra lisan di Indonesia tidak punah. Kepada masyarakat Indonesia disarankan untuk tetap menjaga dan melestarikan sastra lisan, khususnya mantra, dengan terus menggunakan mantra pada kegiatan tertentu dan mewariskan mantra kepada generasi selanjutnya sehingga mantra tersebut akan tetap hidup dan berkembang
Kuliah Kerja Nyata : KKN Tematik Di Desa Kanorejo
Desa Kanorejo merupakan salah satu desa yang berada di kecamatan Rengel Kabupaten Tuban. Desa Kanorejo mempunyai potensi besar di sektor Pertanian, Peternakan, dan usaham UMKM . Mayoritas masyarakat Desa Kanorejo bekerja sebagai petani karena memiliki tanah yang subur sehingga pemerintah bisa memajukan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian. Di sektor peternakan, warga Desa kanorejo memiliki ternak sapi, lele, kambing, dan ayam. Sekitar dua tahun lalu banyak warga menernak lele tetapi karena adanya banjir banyak warga yang kehilangan lele dan akhirnya tidak bisa meneruskan usaha tersebut terlebih karena harga pakan yang lumayan mahal.
Adanya wabah Covid-19 ini juga berdampak bagi perekonomian masyarakat Desa Kanorejo. Hal ini pekerja termasuk pertanian mengalami penurunan pendapatan. Covid-19 menyebabkan penurunan produktivitas tenaga kerja dan hasil produksi pertanian. Lebih lanjut, Covid-19 juga berdampak pada penurunan harga jual hasil pertanian masyarakat desa sehingga menimbulkan kerugian ekonomi. Selain itu, Covid-19 juga berdampak terhadap kesehatan masyarakat Desa Kanorejo. Kondisi tersebut terjadi karena pertanian merupakan pekerjaan yang perlu dilakukan secara berkelompok dan kondisi tersebut merupakan salah satu jalur penularan Covid-19. Oleh karena itu, KKN UNU Sunan Giri hadir untuk membuat program yang sesuai dengan permasalahan yang dihadapi Desa Kanorejo.
Program yang kami laksanakan ini melibatkan BUMDES, PKK, Karang Taruna dan masyarakat Desa Kanorejo yang kami harapkan nantinya akan memberikan dampak pada perekonomian Desa Kanorejo dan mencegah penularan Covid-19. Program yang kami laksanakan bersama dengan BUMDES, PKK, Karang Taruna dan masyarakat Desa Kanorejo yaitu : Program Unggulan berupa Dry Maggot (pakan ternak) dan olahan lele dan nasi (Nugget lele dan nasi, cireng, dan kerupuk). Sedangkan program pendukung berupa Bimbel, ngajar TPQ, pelatihan budidaya maggot, pelatihan pembuatan olahan lele dan nasi, aksi tanam pohon, penyemprotan disinvektan dan masih banyak lainnya Seluruh kegiatan berjalan dengan lancar dan sesuai harapan. Serta mendapat antusias dan apresisasi yang sangat luar biasa dari masyarakat dan seluruh mitr
