81 research outputs found
PERILAKU PRODUSEN DALAM MENGHADAPI PANDEMI COVID-19 TERHADAP TINGKAT PENDAPATAN USAHA PENETASAN AYAM ARAB (Studi Kasus Mahfut Farm Desa Tugu Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung)
ABSTRAK
Perilaku Produsen Dalam Menghadapi Pandemi Covid- 19 Terhadap Tingkat
Pendapatan Usaha Penetasan Ayam Arab (Studi Kasus Mahfud Farm Desa Tugu
Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung)” yang ditulis oleh Viqy Nizarul Fauzy,
NIM 17402153568, pembimbing Ahmad Syaichoni, M.Sy.
Penelitian dalam skripsi ini dilatarbelakangi oleh adanya pandemi covid-19 yang
mempengaruhi segala faktor salah satunya adalah ekonomi yang berakibat pada
penurunan pendapatan yang dimiliki oleh sebuah perusahaan atau bisnis. Berdasarkan hal
tersebut tujuan dari peneliti adalah menganalisis dampak pandemic covid19 terhadap
pendapatan usaha Mahfud Farm
Focus penelitian ini adalah 1.Bagaimana Upaya Yang Dilakukan Penetasan
Ayam Arab Mahfut Farm Desa Tugu Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung? 2
Bagaimana Dampak Covid-19 Terhadap Tingkat Pendapatan Usaha Penetasan Ayam
Arab Mahfut Farm Desa Tugu Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan jenis penelitian
kualitatif. Sumber data diperoleh dari hasil pengamatan atau observasi, wawancara dan
dokumentasi.
Hasil penelitian ini adalah 1) Adapun hasil dari upaya yang dilakukan adalah
menurunkan jumlah produksi, mengurangi tenaga kerja, melakukan strategi pemasaran
diantaranya meningkatkan kualitas porduk, menjamin harga serta melakukan promosi di
media social, 2) Dampak dari adanya pandemi Covid-19 membuat pendapatan usaha
pelaku usaha menurun karena adanya PSBB dan menurunya permintaan pasar.
Kata Kunci: Pendapatan Usaha, Pandemi Covid-19, Pelaku Usah
EVALUASI TAKSIRAN KERUGIAN PIUTANG DAGANG PADA PT. GUNUNG MAS SAMARINDA
Mahfut Syaifudin, Fakultas Ekonomi Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda. Dengan mengambil judul Evaluasi Taksiran Kerugian Piutang Dagang Pada PT.Gunung Mas Samarinda. Dibawah bimbingan Bapak LCA. Robin Jonathan dan Ibu Rina Masithoh Hariyadi. Berlatar belakang dari besarnya investasi pada piutang dagang yang tergantung pada prosentase penjualan kredit terhadap total penjualan, yang langsung mencerminkan tingkat piutang dagang perusahaan. Semakin besar penjualan kredit semakin besar pula piutang dagang. Sedang pada piutang dagang akan timbul kerugian piutang akibat dari piutang yang tak tertagih. Oleh karena itu diperlukan penetapan kerugian piutang yang sesuai dengan metode yang lebih teliti sehingga laba bersih yang didapat lebih banyak dan juga pajak yang dikeluarkan lebih sedikit.Adapun tujuan penulisan ini adalah untuk mengevaluasi taksiran kerugian piutang dagang pada perusahaan pada tahun 2011 dan 2012 serta dapat diperguanakan sebagai bahan informasi kepada pimpinan PT. Gunung Mas dalam penetapan kerugian piutangnya pada tahun mendatang. Kerugian piutang atau taksiran piutang tak tertagih pada PT. Gunung Mas adalah piutang yang diberikan pada debitur-debitur yang berasal dari toko-toko maupun pasar swalayan yang tidak dapat ditagih karena ketidakmampuan atau ketidakmauan debitur untuk membayarnya.Landasan teori yang dipergunakan adalah akuntansi keuangan dengan menggunakan alat analisis metode prosentase dari penjualan kredit, dan analisis umur piutang digunakan juga sebagai pembanding dengan kerugian piutang yang sesungguhnya. Menurut perhitungan perusahaan kerugian piutang ditetapkan sebesar 1 % dari penjualan kredit, sedang menurut hasil penelitian yang dilakukan, ternyata kerugian piutang yang sesungguhnya adalah sebesar 2,05 % dari penjualan kredit untuk tahun 2011 dan 2,23 % dari penjualan kredit untuk tahun 2012.Dengan demikian dapat diketahui bahwa kerugian piutang yang sesungguhnya dialami perusahaan adalah lebih besar dari kerugian yang telah ditetapkan atau yang diperkirakan oleh perusahaan, sehingga hipotesis yang telah dikemukakan oleh penulis terbukti dan dapat diterima
Indonesia Darurat Konservasi: Sudah Amankah Kebun Raya Kita?
Kebun raya merupakan kawasan konservasi ex situ yang digunakan sebagai pusat pelestarian keanekaragaman tumbuhan dari kepunahan. Anggrek alam adalah salah satu koleksi kebun raya dan merupakan flora asli Indonesia yang memiliki peran penting sebagai induk persilangan.Infeksi penyakit masih menjadi salah satu faktor pembatas dalam upaya pelestarian anggrek. Deteksi penyakit terhadap anggrek alam di Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Purwodadi, dan Kebun Raya Balikpapan menunjukkan reaksi positif terinfeksi Odontoglossum ringspot virus (ORSV). Hasil karakterisasi diketahui ORSV Indonesia diduga berasal dari negara Jerman. Berdasarkan data diketahui bahwa penyebaran virus terjadi melalui aktifitas perdagangan bibit dan bunga potong anggrek. Laporan ini menjadi pertimbangan besar mengingat peran kebun raya sebagai lembaga konservasi serta benteng terdepan dalam penyelamatan tumbuhan. Pihak kebun raya berkewajiban menjaga dan memelihara setiap koleksi yang dimiliki agar tumbuh dengan baik. Selain itu, usaha mencegah penyebaran penyakit yang terlanjur masuk harus mendapat perhatian lebih melalui peningkatan mutu penelitian. Temuan ini juga menunjukkan kebun raya di Indonesia belum aman dan bebas terhadap penyakit. Upaya pemeliharaan tanaman koleksi oleh pihak kebun raya masih sangat kurang. Deteksi sebaiknya dilakukan secara rutin untuk pemantauan perkembangan dan penyebaran penyakit, serta tindakan pengendalian sedini mungkin. Cara lain yang efektif untuk melindungi dan mempertahankan status kesehatan anggrek alam di Indonesia adalah dengan membatasi dan mengontrol importasi anggrek dari negara lain.Kebun raya merupakan kawasan konservasi ex situ yang digunakan sebagai pusat pelestarian keanekaragaman tumbuhan dari kepunahan. Anggrek alam adalah salah satu koleksi kebun raya dan merupakan flora asli Indonesia yang memiliki peran penting sebagai induk persilangan.Infeksi penyakit masih menjadi salah satu faktor pembatas dalam upaya pelestarian anggrek. Deteksi penyakit terhadap anggrek alam di Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Purwodadi, dan Kebun Raya Balikpapan menunjukkan reaksi positif terinfeksi Odontoglossum ringspot virus (ORSV). Hasil karakterisasi diketahui ORSV Indonesia diduga berasal dari negara Jerman. Berdasarkan data diketahui bahwa penyebaran virus terjadi melalui aktifitas perdagangan bibit dan bunga potong anggrek. Laporan ini menjadi pertimbangan besar mengingat peran kebun raya sebagai lembaga konservasi serta benteng terdepan dalam penyelamatan tumbuhan. Pihak kebun raya berkewajiban menjaga dan memelihara setiap koleksi yang dimiliki agar tumbuh dengan baik. Selain itu, usaha mencegah penyebaran penyakit yang terlanjur masuk harus mendapat perhatian lebih melalui peningkatan mutu penelitian. Temuan ini juga menunjukkan kebun raya di Indonesia belum aman dan bebas terhadap penyakit. Upaya pemeliharaan tanaman koleksi oleh pihak kebun raya masih sangat kurang. Deteksi sebaiknya dilakukan secara rutin untuk pemantauan perkembangan dan penyebaran penyakit, serta tindakan pengendalian sedini mungkin. Cara lain yang efektif untuk melindungi dan mempertahankan status kesehatan anggrek alam di Indonesia adalah dengan membatasi dan mengontrol importasi anggrek dari negara lain
APLIKASI FILOGENETIK DI DUNIA BIOLOGI KESEHATAN: MELACAK PANDEMI PATOGEN
Phylogenetics is known as a study related to biological science. Phylogenetics provides facilities in the fields of human epidemiology, ecology, and evolutionary biology. In evolutionary science, this field of science is used to integrate spatial data in detecting the journey of living things over time. In health biology, the development of this science is also used to detect the spread of disease/pathogens from a region to the global direction. Phylogenetic analysis is able to describe the origin of the disease, the pattern of distribution, and speciation. In the pandemic analysis, several diseases that have been analyzed are the Chikungunya virus outbreak in 2007, Ebola and H3N2 influenza virus in 2014, and the SARS-CoV-2 virus in 2020. The study results reveal that the SARS-CoV-2 virus has three variants of lineage groups, namely types A, B, and C. The Covid-19 virus type A was first discovered in Wuhan City, China. Meanwhile, the type A virus mutation is seen in the United States and most of these viruses have also been found in corona positive patients from Australia. The Covid-19 type B virus was detected in patients living in East Asia, while the Covid-19 type was concentrated in the European region
Variation Symptoms and Resistance Response of Different Types on Orchids (Orchidaceae) Against Odontoglossum ringspot virus (ORSV) Infection
Odontoglossum ringspot virus (ORSV) is one of the viruses that are reported to infect the most orchids in Indonesia. Viral infections cause economic losses. This research was conducted to study the introduction of symptoms of infection that appear as the initial stages of disease control. The source of the virus is orchid leaves Phalaenopsis amabilis positively infected by ORSV collected from Magelang. Virus isolation was carried out by mechanical inoculation to indicator plants (Chenopodium amaranticolor and Nicotiana tabaccum). Furthermore, the results of inoculation were multiplied using various types of orchids (Dendrobium, Cymbidium, Chattleya, Phalaenopsis, Spatthoglotis, Liparis, and Pecteilis). Virus detection on orchid tissue was done trough the DAS-ELISA and observation of virus structure using TEM. The results showed that Pectelis sussanae (L.) Raf. was the only orchid plant that was immune against ORSV approached. Dendrobium sp., Cymbidium sp., Chattleya sp., Phalaenopsis sp., and Spathoglotis sp. showed a response of susceptible of ORSV severe infection symptoms, while Liparis sp. were resistant. The variation of resistance from several orchid plant against infection ORSV showed severe symptoms with the incubation periode was seen earlier. The observation of virus structure using TEM showed rigid road shape particle, 300 x 18 nm in size, which is general characteristic of Tobamovirus. This indicate an infection of ORSV is a dangerous disease and require serious contro
Evolusi virus anggrek di Indonesia
Odontoglossum ringspot virus (ORSV) merupakan virus anggrek yang penting di dunia.Virus ini telah masuk dan menginfeksi di Indonesia, baik anggrek alam maupun anggrek hibrida. Deteksi mengindikasikan virus ini ditemukan pada lokasi hutan alam, kebun raya, dan nurseri di Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Papua. Hasil-hasil penelitian berikut menunjukkan bahwa anggrek hibrida pada nurseri lebih rentan terinfeksi ORSV dibandingkan anggrek alam pada hutan alam dan kebun raya. ORSV ditemukan lebih banyak menginfeksi anggrek hibrida yaitu 8 lokasi nurseri, dibandingkan anggrek alam pada hutan alam dan kebun raya yaitu masing-masing hanya 3 lokasi. Uji serologi DAS-ELISA menunjukkan rerata nilai absorbansi ORSV yang menginfeksi anggrek hibrida pada nurseri lebih tinggi (1,125-1,152), daripada anggrek alam pada kebun raya dan hutan alam yaitu masing-masing 0,520-0,918 dan 0,520. Anggrek Phalaenopsis merupakan inang yang cocok dan paling rentan terinfeksi ORSV dengan kejadian 57%, diikuti Calanthe (14%), Dendrobium (9%), serta Bulbophylum, Calanthe, Cattleya, Oncidium, dan Liparis masing-masing 5%. Analisis sekuen gen coat protein menunjukkan isolat ORSV Indonesia asal hutan alam dan kebun raya menunjukkan nilai indeks similaritas yang lebih tinggi dengan isolat asal negara lain (100%), dibandingkan dengan isolat ORSV Indonesia asal nurseri (99,3%). Isolat ORSV asal hutan alam dan kebun raya mengalami kejadian mutasi yang lebih sedikit yaitu masing-masing sebesar 18% dan 36%, dibandingkan isolat ORSV asal nurseri (45%). Hasil analisis sekuen juga mengindikasikan bahwa virus telah berevolusi, bahkan mengarah terjadinya spesiasi. Rekonstruksi pohon filogenetik menunjukkan ORSV Indonesia diduga berasal dari negara Jerman
Analisis Kualitas Limbah Cair Pada Kolam Anaerob IV di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) PT. Perkebunan Nusantara VII (Persero) Unit Usaha Bekri
RESPONSE OF GREEN BEANS (Vigna radiata L.) GERMINATION ON LEAVES AND RHIZOMES COGONGRASS (Imperata cylindrica L.) ALLELOPATHY
Cogongrass is a plant that contains allelochemicals, so it has the capability to reduce viability and early growth in green bean germination. This study aimed to determine the effect of allelopathy extract on the size and number of root cells in mung bean sprouts. The study uses the Completely Randomized Design with 1 treatment and 5 concentration levels of reed extract and repeated twice. The concentrations of the reeds used were 0% (control), 25%, 50%, 75%, and 100%. The results showed that high concentrations of Cogongrass allelopathic extract inhibited the growth of soybean sprouts based on plant length. Each concentration of reed extract did not show a significant difference in cell length or cell density of mung bean sprouts
Salt Stress Resistance of In Vitro Selection Results-Moon Orchid (Phalaenopsis amabilis (L.) Blume)
Anggrek bulan adalah satu jenis anggrek yang banyak diminati karena mempunyai keindahan yang dapat dilihat dari ukuran, bentuk, dan warna–warni bunganya sehingga menjadikan produksi anggrek bulan meningkat, tetapi terdapat kendala lahan pertanian yang semakin luas dialihfungsikan ke sektor lainnya dan lahan kurang produktif akibat cekaman garam atau salinitas. Salah satu cara alternatif yang efisien dan efektif untuk mengatasi cekaman garam yaitu dengan menggunakan varietas yang toleran terhadap cekaman garam dengan agen seleksi yaitu NaCl. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat konsentrasi NaCl yang toleran terhadap anggrek bulan dan menentukan tingkatan resistensi anggrek bulan terhadap cekaman garam (NaCl) secara in vitro. Rancangan percobaan pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 taraf konsentrasi NaCl 0 % ; 0,25 % ; 0,50 % ; 0,75 %, dan 1 % pada medium Vacin and Went. Parameter yang diamati yaitu, persentase jumlah planlet, visualisasi planlet, tinggi, jumlah daun, indeks stomata, berat basah, kandungan klorofil, dan indeks resistensi cekaman garam. Data kuantitatif dari setiap parameter dianalisis dengan menggunakan Analisis Ragam pada taraf nyata 5% dan uji lanjut dengan Uji Tukey pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat konsentrasi NaCl 0,25% sampai 0,50% yang ditoleransi oleh tanaman anggrek bulan secara in vitro terdapat pada kisaran 0,25-0,5 dikategorikan cekaman sedang, sedangkan konsentrasi NaCl 0,75% sampai 1% terdapat pada kisaran 0,5-1,0 yang dikategorikan cekaman berat dan tingkatan resistensi anggrek bulan seluruh konsentrasi adalah resistensi moderat.
Kata kunci: cekaman garam, NaCl, Phalaenopsis amabilis (L.) Blume, resistensi, seleksi in vitro,
Moon orchid is the one of orchids that most people like because it has a beauty that can be seen on its size, shape, and its colors so that it makes the production of moon orchid becoming increase, but has a problem such as the larger of agricultural land that converted into other sector, the land becomes less productive because of the salt stress or salinity. The one alternative way that efficient and effective to overcome the salt stress is with using varieties that are tolerant to salt stress with selection agent such as NaCl. This research aims to determine the level of of NaCl concentrations that are tolerant to moon orchid and determine the level of resistance of moon orchid with the salt stress by in vitro. The experimental design of this research used completely randomized design with 5 concentration level NaCl 0%; 0,25%; 0,50%; 0,75%; and 1% in Vacin and Went medium. Parameters observed were plantlet percentage, plantlet visualization, height, number of leaves, stomata index, wet weight, chlorophyll content, and salt stress resistance index. The quantitative data from each parameter is analyzed by using Analysis of Variance at 5% significance level and further test with Tukey test at the significant level 5%. The result of this research showed that the concentration level of NaCl 0,25% to 0,50% that tolerated by moon orchid plants by in vitro was in the range of 0,25 - 0,5 categorized by moderate stress, and 0,75% to 1% was in the range 0,5 – 1,0 that categorized with severe stress and the resistance level of the whole concentration in moon orchid is moderate resistance.
Keywords: NaCl, Phalaenopsis amabilis (L.) Blume, selection in vitro, salt stress, resistance
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING DAN PROBLEM CENTERED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI DITINJAU DARI KETEKUNAN BELAJAR SISWA
ABSTRAK
Kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam pembelajaran matematika merupakan suatu kemampuan yang diperlukan untuk dikuasai oleh peserta didik sebagai penunjang dalam menyelesaikan permasalahan matematika. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Creative Problem Solving dan Problem Centered Learning terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi ditinjau dari ketekunan belajar siswa.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif yaitu Quasy Experimental Design. Populasi dalam penelitian ini adalah MAN 1 Lampung Timur. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Cluster Random Sampling.
Teknik analisis data yang digunakan adalah uji Anova dua jalan dengan sel tak sama dengan taraf signifikansi 0,05 dan diperoleh bahwa (1) Terdapat pengaruh model pembelajaran Creative Problem Solving dan model pembelajaran Problem Centered Learning terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi, (2) Terdapat pengaruh ketekunan belajar siswa terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi, dan (3) Tidak terdapat interaksi model pembelajaran Creative Problem Solving dan Problem Centered Learning ditinjau dari ketekunan belajar siswa terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi.
Kata Kunci: CPS, PCL, Berpikir Tingkat Tinggi, dan Ketekunan Belajar
iiABSTRACT
Higher order thinking skills in mathematics learning is an ability that is needed to be mastered by students as a support in solving mathematical problems. The purpose of this study was to determine the differences in student learning outcomes using the Creative Problem Solving and Problem Centered Learning learning models on higher-order thinking skills in terms of student learning persistence.
This research uses quantitative research, namely Quasy Experimental Design. The population in this study was MAN 1 East Lampung. The sampling technique used in this research is Cluster Random Sampling.
The data analysis technique used is the two-way ANOVA test with unequal cells with a significance level of 0.05 and it is found that (1) There is an effect Creative Problem Solving and Problem Centered Learning learning models on higher-level thinking skills. is high, (2 There is an effect of student learning persistence on higher-order thinking skills, and (3) There is no interaction between Creative Problem Solving and Problem Centered Learning learning models in terms of student learning persistence towards higher order thinking skills.
Keywords: CPS, PCL, Higher Order Thinking, and Persistence in Learnin
- …
