1,722,802 research outputs found

    Mahesa Theory: Relation Between Internal Magnetic Field Curvature and Tensor Interaction

    No full text
    Mahesa Theory (Magnetic Field Curvature Theory) This paper proposes a new theory relating the internal curvature of magnetic fields to space curvature, combining dot product, rotation, and differential operators. It may also give insight into Hawking radiation and singularity behavior. Download Paper: https://osf.io/zbvw3/files/osfstorage/67d65117312fee9c815aeb37 Author: Mahesa A.K.A Komang Indra Pradjana Mahesa Legawa Email: [email protected] Date: 16 march 202

    Dataset on The Sustainable Smart City Development in Indonesia

    No full text
    mart city movements are growing all over the world. The un-dertaking is expected to solve a plethora of problems arising from urbanization. Indonesia is one of the countries who march toward the development of sustainable smart cities. However, before the government can start a smart city project, they need to assess the readiness of each target city. Data in this article illustrate the readiness of six major cities in Indonesia, which are Semarang, Makassar, Jakarta, Samarinda, Medan, and Surabaya. They repre-sent the four biggest islands in Indonesia. The readiness assess-ment was based on three main elements and six Smart City Pillars taken from Smart City Master Plan Preparation Guidance Book prepared by Ministry of Communication and Information Tech-nology of the Republic of Indonesia. Those elements serve as a checklist to determine the readiness of the cities. Data for quali-tative analysis were gathered through interviews and triangulated through secondary sources, such as publication from Statistics Indonesia and the assessment reports. The dataset contains in-formation on the readiness assessment is presented in this article. The indices of the six region's readiness assessment are presented in percentages

    ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL DAN STRATEGI PENGEMBANGAN PETERNAKAN SAPI PERAH PADA KOPERASI MAHESA DI KABUPATEN JEMBER

    No full text
    Sapi adalah hewan ternak dimana daging, susu, dan kulitnya dapat dimanfaatkan oleh manusia. Kebutuhan susu sapi oleh penduduk di dunia sebesar 95%. Beberapa peternakan sapi perah yang ada di Jawa Timur menjalin kerja sama dengan koperasi susu sapi perah. Beberapa koperasi susu sapi perah di Jawa Timur menjalin kerja sama dengan perusahaan susu Nestle. Fungsi koperasi susu sapi perah adalah mengumpulkan susu sapi dari peternak. Di Kabupaten Jember, salah satu koperasi susu sapi perah yang menjalin kerja sama dengan Perusahaan Susu Nestle adalah Koperasi Mahesa yang digunakan sebagai objek penelitian. Terdapat 20 peternakan yang tergabung dalam koperasi ini. Tujuan penelitian : (1) mengetahui kesesuaian agroekologi pada peternakan sapi perah dalam Koperasi Mahesa; (2) mengetahui kelayakan finansial pada peternakan sapi perah dalam Koperasi Mahesa; (3) mengetahui sensitivitas terhadap kenaikan harga pakan dan penurunan produksi susu sapi pada peternakan sapi perah dalam Koperasi Mahesa; (4) mengetahui strategi pengembangan yang dapat dirancang Koperasi Mahesa. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) Peternakan sapi perah dalam Koperasi Mahesa tidak sesuai dengan standard agroekologi; (2) Peternakan sapi perah dalam Koperasi Mahesa secara finansial tidak layak; (3) Peternakan sapi perah dalam Koperasi Mahesa peka terhadap penurunan harga pakan sebesar 60% dan peningkatan produksi susu sebesar 15%; (4) Strategi pengembangan yang dapat dilakukan peternak dalam Koperasi Mahesa adalah dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas susu, pengadaan modifikasi lingkungan untuk mengantisipasi cuaca yang tidak menentu, dokter hewan atau mantri hewan memberi pengetahuan kepada peternak cara menangani hewan yang sakit, dan pemanfaatan teknologi pengolahan pakan ternak dengan memanfaatkan hasil samping dari kegiatan pertanian

    ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL DAN STRATEGI PENGEMBANGAN PETERNAKAN SAPI PERAH PADA KOPERASI MAHESA DI KABUPATEN JEMBER

    No full text
    Sapi adalah hewan ternak dimana daging, susu, dan kulitnya dapat dimanfaatkan oleh manusia. Kebutuhan susu sapi oleh penduduk di dunia sebesar 95%. Beberapa peternakan sapi perah yang ada di Jawa Timur menjalin kerja sama dengan koperasi susu sapi perah. Beberapa koperasi susu sapi perah di Jawa Timur menjalin kerja sama dengan perusahaan susu Nestle. Fungsi koperasi susu sapi perah adalah mengumpulkan susu sapi dari peternak. Di Kabupaten Jember, salah satu koperasi susu sapi perah yang menjalin kerja sama dengan Perusahaan Susu Nestle adalah Koperasi Mahesa yang digunakan sebagai objek penelitian. Terdapat 20 peternakan yang tergabung dalam koperasi ini. Tujuan penelitian : (1) mengetahui kesesuaian agroekologi pada peternakan sapi perah dalam Koperasi Mahesa; (2) mengetahui kelayakan finansial pada peternakan sapi perah dalam Koperasi Mahesa; (3) mengetahui sensitivitas terhadap kenaikan harga pakan dan penurunan produksi susu sapi pada peternakan sapi perah dalam Koperasi Mahesa; (4) mengetahui strategi pengembangan yang dapat dirancang Koperasi Mahesa. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) Peternakan sapi perah dalam Koperasi Mahesa tidak sesuai dengan standard agroekologi; (2) Peternakan sapi perah dalam Koperasi Mahesa secara finansial tidak layak; (3) Peternakan sapi perah dalam Koperasi Mahesa peka terhadap penurunan harga pakan sebesar 60% dan peningkatan produksi susu sebesar 15%; (4) Strategi pengembangan yang dapat dilakukan peternak dalam Koperasi Mahesa adalah dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas susu, pengadaan modifikasi lingkungan untuk mengantisipasi cuaca yang tidak menentu, dokter hewan atau mantri hewan memberi pengetahuan kepada peternak cara menangani hewan yang sakit, dan pemanfaatan teknologi pengolahan pakan ternak dengan memanfaatkan hasil samping dari kegiatan pertania

    Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja tentang Bahaya Seks Bebas di SMKN 1 Koto Baru Dharmasraya

    No full text
    ABSTRACT According to data owned by (WHO) in 2021 the highest number of young girls aged <15 years who have had sexual intercourse in the world occurs in the Melanesian country, namely 51%, while in the Asian region, especially Indonesia, is ranked 5th with teenage girls who have had sexual intercourse by 35%. Based on data obtained from the 2021 Central Health Statistics Agency, it was stated that 17.8% of adolescents aged 15-19 years had been pregnant and had free sex. Based on the results of the initial survey, it was obtained from 10 students, 6 of this study was to determine the effect of health education on knowledge and attitudes about the dangers of free sex. This study used a pre-experimental type of research using a design (one group pre-post test), research time 10 May 2023 at SMKN 1 Koto Baru with a sample of 77 adolescents who had fulfilled the inclusion and exclusion criteria using a random sampling technique. Based on bivariate analysis using the One Sample T-Test with data processing using the SPSS application. The research results obtained for adolescent knowledge of the influence of health education with P vulue = 0.000 for adolescent attitudes there is an influence of health education with a P volue = 0.000 because the P value is 0.05. There is an influence of health education on the knowledge and attitudes of adolescents about the dangers of free sex.Respondents are expected to understand and understand the dangers of free sex for health after being given health education about free sex. Keywords: Health Education, Knowledge and Attitudes, The Dangers of Free Sex  ABSTRAK Menurut data yang dimiliki (WHO) tahun 2021 jumlah remaja perempuan berusia <15 tahun yang telah melakukan hubungan seksual tertinggi didunia terjadi di Negara Melanesia yaitu sebesar 51%, sedangkan di wilayah Asia, khususnya Negara Indonesia berada pada peringkat ke-5 dengan remaja perempuan yang telah melakukan hubungan seksual sebesar 35%. Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kesehatan 2021  menyatakan bahwa 17,8% anak remaja usia 15-19 tahun pernah hamil dan melakukan seks bebas. Tujuan dari penenilian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap tentang bahaya seks bebas. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Pra-Ekperimental dengan menggunakan rancangan (One group pre-post test), waktu penelitian 10 Mei 2023 di SMKN 1 Koto Baru dengan sampel 77 remaja yang telah memenuhi Kriteria inklusi dan ekslusi dengan teknik random sampling. Berdasarkan analisa bivariat menggunakan One Sample T- Test dengan pengolahan data menggunakan aplikasi SPSS. Hasil penelitian didapat untuk pengetahuan remaja adanya pengaruh pendidikan kesehatan dengan P vulue = 0,000 untuk sikap remaja  ada pengaruh pendidikan kesehatan  dengan nilai P volue = 0,000 karna nilai P , 0,05. Ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap remaja tentang bahaya seks bebas. Responden diharapkan memahami dan mengerti bahaya seks bebas untuk kesehatan setalah diberikan pendidikan kesehatan tentang seks bebas. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Pengetahuan dan Sikap, Bahaya Seks Beba

    PENGARUH SIKAP KEUANGAN, PENGETAHUAN KEUANGAN, PENDAPATAN PRIBADI DAN TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP PERILAKU KEUANGAN PADA KARYAWAN CV MAHESA INTERIOR KABUPATEN KEDIRI

    Get PDF
    Thesis with the title "The Effect of Financial Attitudes, Financial Knowledge, Personal Income, and Education Level on Financial Behavior in employees of CV Mahesa Interior Kediri Regency" is written by Lilia Ainun Istikharoh, NIM. 12403193037, Supervisor Dr. Lantip Susilowati, S.Pd., M.M. This study aims to examine (1) the effect of Financial Attitudes, Financial Knowledge, Personal Income and Education Level on Financial Behavior in employees of CV Mahesa Interior Kediri Regency, (2) the effect of Financial Attitudes on Financial Behavior in employees of CV Mahesa Interior Kediri Regency, (3) the effect of Financial Knowledge on Financial Behavior in employees of CV Mahesa Interior Kediri Regency, (4) the effect of Personal Income on Financial Behavior in employees of CV Mahesa Interior Kediri Regency, (5) the effect of Education Level on Financial Behavior in employees of CV Mahesa Interior Kediri Regency. The research method used is a quantitative approach with an associative research type. The population used is employees of CV Mahesa Interior Kediri Regency. The data source is primary data, data collection methods by distributing questionnaires, samples obtained using non-probability sampling types with saturated sampling techniques. Data analysis using IBM SPSS version 26. The results showed that partially (1) Financial Attitudes, Financial Knowledge, Personal Income, and Education Level have a significant positive effect on Financial Behavior of CV Mahesa Interior, (2) Financial Attitudes have a significant positive effect on Financial Behavior of CV Mahesa Interior, (3) Financial Knowledge has a significant positive effect on Financial Behavior of CV Mahesa Interior, (4) Personal Income has a significant positive effect on Financial Behavior of CV Mahesa Interior (5) Education Level has a significant positive effect on the Financial Behavior of CV Mahesa Interior. Keywords: Financial Attitude, Financial Knowledge, Personal Income, Education Level, Financial Behavior

    Canda Mahesa

    No full text
    Canda mahesa berarti kerbau yang bercanda, penciptaan komposisi ini diilhami oleh gerakan- gerakan kerbau yang kemusian diangkan kedalam musikal. Gerakan kerbau yang dimaksud adalah pada saat kerbau berlari, dari gerakan kerbau tadi perancang mencoba untuk mentransformasikan kedalam sebuah pola ritme. Komposisi ini menggunakan tangganada pentatonis hematonis, tekhnik penggarapan komposisi ini banyak menggunakan unsur-unsur musik jazz, terutama pola ritme yang digunakan oleh sinkop, dimana pola ritme ini merupakan ciri yang khas dari musik jazz

    Implementasi sistem rekrutmen, seleksi, dan penempatan karyawan baru pada Mahesa Institute Pare Kediri: Studi kasus pada Mahesa Institute Pare Kediri

    Get PDF
    INDONESIA: Pengelolaan sumber daya manusia sangat diperlukan untuk efektifitas sumber daya manusia dalam suatu lembaga. Pihak manajemen lembaga harus mampu memahami bagaimana cara terbaik dalam mengelola karyawan yang berasal dari latar belakang, keahlian dan kemampuan yang berbeda-beda sehingga karyawan dapat bekerja sesuai dengan keahlian dan jenis pekerjaan yang diberikan. Aktivitas dalam pengelolaan SDM adalah rekrutmen, seleksi dan penempatan tenaga kerja. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, untuk mendiskripsikan Sistem Rekrutmen, Seleksi, dan Penempatan Karyawan baru pada Mahesa Institute. Subyek penelitian ada lima orang yaitu Direktur, Manajer Administrasi dan kesekretariatan, Manajer Program, Devisi Homestay, Manajer Keuangan. Data dikumpulkan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan metode triangulasi dan ditarik kesimpulannya. Hasil penelitian, Sistem rekrutmen pada Mahesa Institute dengan menentukan terlebih dahulu kriteria yang dibutuhkan oleh pihak Lembaga. Kemudian menyebarkan informasi tentang open recruitment melalu media. Proses seleksi dimulai dengan memeriksa berkas-berkas yang telah dikumpulkan oleh calon karyawan, kemudian Tes Potensi Akademik (TPA) kemudian proses tes wawancara. Sistem penempatan karyawan apabila karyawan telah memenuhi persyaratan yang telah di standardkan pihak Mahesa melakukan training selama kurang lebih 3 bulan untuk selanjutnya ditempatkan pada posisi dengan poksinya. ENGLISH: Management of human resources is needed for the effectiveness of human resources in an institution. Institutional management should be able to understand how best to manage employees from different backgrounds, skills and abilities so that employees can work in accordance with the skills and types of work provided. Activities in HR management are recruitment, selection and employment. This study uses descriptive method with qualitative approach, to describe the Recruitment, Selection, and Placement of New Employees at Mahesa Institute. The subjects were five persons, namely Director, Administrative and Secretarial Manager, Program Manager, Homestay Division, Finance Manager. Data were collected by interview, observation, and documentation. Data analysis was done by triangulation method and drawn the conclusion. The result of study, recruitment process at Mahesa Institute by first determining criteria needed by Institution. Then disseminate information about open recruitment through media. the selection process begins with examining the files that have been collected by prospective employees, then the Academic Potential Tests (TPA) and then the interview test process. Employee placement system if the employee has fulfilled the requirements that have been standardized mahesa party to train for approximately 3 months to then placed in a position with their poksi

    PROSES PENCIPTAAN REYOG MAHESA NEMPUH OLEH BRAMANTYO PRIJOSUSILO DI DESA SEKARPUTIH KECAMATAN WIDODAREN KABUPATEN NGAWI

    No full text
    Reyog Mahesa Nempuh merupakan tari prosesi yang berasal dari Desa Sekarputih, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi. Kesenian ini disajikan pada acara inti upacara adat Kebo Ketan. Kesenian Reyog Mahesa Nempuh tergolong kesenian baru, namun sudah sangat fenomenal karena keunikannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis proses penciptaan Reyog Mahesa Nempuh. Teori yang digunakan menggunakan teori koreografi dari Alma Hawkins. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan koreografis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan studi dokumen. Validitas data menggunakan triangulasi sumber,triangulasi metode dan triangulasi waktu. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penciptaan yang dilakukan Bramantyo Prijosusilo bersama LSM Kraton Ngiyom menggunakan pendekatan koreografi tehnik. Proses penciptaan Reyog Mahesa Nempuh terdiri dari tahap eksplorasi, improvisasi dan komposisi. Keunikan Reyog Mahesa Nempuh terdapat pada topeng Reyog, yang mengadopsi bentuk topeng dari Reyog Ponorogo dan Reyog Barong Abang. Hasil adopsi dapat dilihat dari bentuk topeng macan menjadi topeng kerbau dan dadak merak menjadi dadak bambu. Struktur pertunjukan Reyog Mahesa Nempuh hasil adaptasi dari upacara adat Kebo Ketan ke dalam bentuk tari prosesi.Kata Kunci: proses penciptaan, Reyog Mahesa Nempu

    ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL DAN STRATEGI PENGEMBANGAN PETERNAKAN SAPI PERAH PADA KOPERASI MAHESA DI KABUPATEN JEMBER

    No full text
    Sapi adalah hewan ternak dimana daging, susu, dan kulitnya dapat dimanfaatkan oleh manusia. Kebutuhan susu sapi oleh penduduk di dunia sebesar 95%. Beberapa peternakan sapi perah yang ada di Jawa Timur menjalin kerja sama dengan koperasi susu sapi perah. Beberapa koperasi susu sapi perah di Jawa Timur menjalin kerja sama dengan perusahaan susu Nestle. Fungsi koperasi susu sapi perah adalah mengumpulkan susu sapi dari peternak. Di Kabupaten Jember, salah satu koperasi susu sapi perah yang menjalin kerja sama dengan Perusahaan Susu Nestle adalah Koperasi Mahesa yang digunakan sebagai objek penelitian. Terdapat 20 peternakan yang tergabung dalam koperasi ini. Tujuan penelitian : (1) mengetahui kesesuaian agroekologi pada peternakan sapi perah dalam Koperasi Mahesa; (2) mengetahui kelayakan finansial pada peternakan sapi perah dalam Koperasi Mahesa; (3) mengetahui sensitivitas terhadap kenaikan harga pakan dan penurunan produksi susu sapi pada peternakan sapi perah dalam Koperasi Mahesa; (4) mengetahui strategi pengembangan yang dapat dirancang Koperasi Mahesa. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) Peternakan sapi perah dalam Koperasi Mahesa tidak sesuai dengan standard agroekologi; (2) Peternakan sapi perah dalam Koperasi Mahesa secara finansial tidak layak; (3) Peternakan sapi perah dalam Koperasi Mahesa peka terhadap penurunan harga pakan sebesar 60% dan peningkatan produksi susu sebesar 15%; (4) Strategi pengembangan yang dapat dilakukan peternak dalam Koperasi Mahesa adalah dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas susu, pengadaan modifikasi lingkungan untuk mengantisipasi cuaca yang tidak menentu, dokter hewan atau mantri hewan memberi pengetahuan kepada peternak cara menangani hewan yang sakit, dan pemanfaatan teknologi pengolahan pakan ternak dengan memanfaatkan hasil samping dari kegiatan pertanian
    corecore