1,720,966 research outputs found
Manajemen Kurikulum Berbasis Entrepreneurship di TK Khalifah Banjarmasin 1 Banjarmasin Kalimantan Selatan
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana manajemen kurikulum berbasis entrepreneurship di TK Khalifah Banjarmasin 1
Banjarmasin Kalimantan Selatan, terkait dalam proses perencanaan kurikulum,
pelaksanaan kurikulum dan evalausi kurikulum.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yaitu penelitian yang bertujuan dengan terjun kelapangan secara langsung, untuk menggali dan mengumpulkan sejumlah data atau informasi yang diperlukan mengenai manajemen kurikulum berbasis entrepreneurship di TK Khalifah Banjarmasin 1 Banjarmasin Klimantan Selatan.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu sebuah metode penelitian yang penyampaiannya berupa uraian kata-kata. Objek dalam penelitian ini adalah manajemen kurikulum berbasis entrepreneurship di TK Khalifah Banjarmasin 1
Banjarmasin Kalimantan Selatan. Subjek penelitiannya adalah kepala sekolah, guru dan
peserta didik.
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diambil dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Data diolah dan selanjutnya peneliti melakukan rancangan proses analisis data dan semua yang berhubungan dengan hasil penelitian .Data dianalisis secara kualitatif yang bersifat deskriftif dengan mengacu kepada landasan teori. Peneliti menganalisis kalimat, menceritakan tanggapan dari informan dan mengamati fakta-fakta yang ada di lapangan secara ilmiah.
Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh simpulan bahwa manajemen kurikulum berbasis entrepreneurship di TK Khalifah Banjarmasin 1 dilihat dari perencanaan kurikulum, pelaksanaan kurikulum dan manajemen kurikulum. Pada umumnya sudah dillaksanakan, baik dari segi perencanaan kurikulum, pelaksanaan kurikulum dan evaluasi kurikulum sesuai dengan manajemen kurikulum pusat, hanya saja pada situasi dan kondisi tertentu TK Khalifah Banjarmasin 1 melakukan pengembangan/modifikasi baik dari perencanaan maupun pelaksanaan kurikulum
TASAWWUF OF THE PROPHET
Sufism is one of the fields of Islamic studies that focuses on cleansing the spiritual aspects of humans which can then lead to noble character. The cleansing of this spiritual or inner aspect is hereinafter known as the esoteric dimension of the human self. Islam as a religion that is universal and includes various answers to various human needs, in addition to requiring outward cleanliness also requires inner cleanliness, because the real assessment in Islam is given to the inner aspect. This can be seen, for example, in one of the conditions for the acceptance of acts of worship, which must be accompanied by an intention.
Through this study of Sufism, one can find out about ways to do self-cleaning and practice it properly. From this knowledge, it is hoped that he will appear as a person who is good at controlling himself when interacting with other people, or when carrying out various world activities that require honesty, sincerity, responsibility, trust and so on. From such an atmosphere, Sufism is expected to overcome various moral deviations that take the form of manipulation, corruption, collusion, abuse of power and opportunity, oppression. Therefore, Sufism can enter every line of human life or in other words it can affect all aspects of human life, as the development of Sufism has also existed since the previous prophets of GodTasawuf merupakan salah satu bidang studi Islam yang memusatkan perhatian pada pembersihan aspek rohani manusia yang selanjutnya dapat menimbulkan akhlak mulia. Pembersihan aspek rohani atau batin ini selanjutnya dikenal sebagai dimensi esoterik dari diri manusia.
Islam sebagai agama yang bersifat universal dan mencakup berbagai jawaban atas berbagai kebutuhan manusia, selain menghendaki kebersihan lahiriah juga menghendaki kebersihan batiniah, lantaran penilaian yang sesungguhnya dalam Islam diberikan pada aspek batinnya. Hal ini misalnya terlihat pada salah satu syarat diterimanya amal ibadah, yaitu harus disertai niat. Melalui studi tasawuf ini seseorang dapat mengetahui tentang cara-cara melakukan pembersihan diri serta mengamalkannya dengan benar. Dari pengetahuan ini diharapkan ia akan tampil sebagai orang yang pandai mengendalikan dirinya pada saat berinteraksi dengan orang lain, atau pada saat melakukan berbagai aktivitas dunia yang menuntut kejujuran, keikhlasan, tanggung jawab, kepercayaan dan sebagainya. Dari suasana yang demikian itu, tasawuf diharapkan dapat mengatasi berbagai penyimpangan moral yang mengambil bentuk seperti manipulasi, korupsi, kolusi, penyalahgunaan kekuasaan dan kesempatan, penindasan.
Oleh karena nya tasawuf dapat masuk kesetiap line kehidupan manusia atau dengan kata lain dapat mempengaruhi seluruh aspek kehidupan manusia, sebagaimana perkembangan Tasawuf juga sudah ada sejak nabi-nabi Allah terdahulu
Pengaruh Penggunaan Media Brosur Terhadap Hasil Belajar Matematika Kelas V UPTD SDN 1 Kuala Tambangan Kabupaten Tanah Laut
Penelitian ini dilatarbelakangi dari permasalahan setiap pembelajaran belum sepenuhnya menggunakan media dikarenakan adanya beberapa faktor yaitu, masih ada siswa yang tidak memperhatikan pembelajaran yang sedang diajarkan oleh guru di depan kelas dan juga siswa sulit memahami konsep dari materi mata pelajaran matematika yang sudah dijelaskan oleh gurunya. Sekolah ini juga belum pernah menggunakan sumber belajar berupa brosur yang mana brosur ini adalah salah satu bahan ajar yang dapat digunakan untuk siswa agar bisa belajar secara mandiri yang didalamnya terdapat konsep-konsep yang menarik untuk di baca oleh siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar setelah menggunakan media brosur pada mata pelajaran matematika kelas V di UPTD SDN 1 Kuala Tambangan Kabupaten Tanah Laut dan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media brosur terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran matematika kelas V di UPTD SDN 1 Kuala Tambangan Kabupaten Tanah Laut.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan dengan pendekatan kuantitatif, dengan metode pri eksperiment design. Sampel pada penelitian ini yaitu kelas V di UPTD SDN 1 Kuala Tambangan Kabupaten Tanah Laut yang berjumlah 27 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji normalitas, uji homogenitas, dan uji paired sampel t Test.
Hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa media brosur berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas V UPTD SDN 1 Kuala Tambangan Kabupaten Tanah Laut. Hal ini dibuktikan dengan adanya hasil rata rata pretest dengan nilai rata-rata 46,6 dan nilai posttest dengan nilai rata-rata 78,8, dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa adanya selisih nilai antara pretest dan posttest senilai 32,2 sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Dari hasil tersebut analisis hipotesis menggunakan uji paired sampel t Test, setelah dihitung didapatkan Sig(2-tailed), 0,000 <0, 05 maka Ha diterima dan pada proses pembelajaran siswa lebih antusias, lebih aktif, dan lebih fokus. Berdasarkan hasil penelitian bahwa terdapat pengaruh media brosur terhadap hasil belajar siswa
PELANGGARAN DAN KEPATUHAN PRINSIP KERJA SAMA SERTA IMPLIKATURNYA DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI (VIOLATION OF THE PRINCIPLE COOPERATION AND COMPLIANCE AS WELL AS IMPLICATURES IN RONGGENG DUKUH PARUK NOVEL)
Pelanggaran dan Kepatuhan Prinsip Kerja Sama serta Implikaturnya dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari. Penelitian ini akan mengkaji (1) Bagaimana pelanggaran prinsip kerja sama serta implikaturnya dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari? (2) Bagaimana kepatuhan prinsip kerja sama serta implikaturnya dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari? Tujuan yang ingin dicapai adalah mendeskripsikan pelanggaran dan kepatuhan prinsip kerja sama serta implikaturnya dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan pragmatik dan jenis penelitian kualitatif serta metode deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari. Hasil simpulan penelitian diperoleh mencakup dua subbagian. Pertama, implikatur percakapan atau33implikatur percakapan, mencakup (1) Kepatuhan terhadap maksim, yaitu (a) Kepatuhan terhadap maksim kuantitas dan implikaturnya, (b) Kepatuhan terhadap maksim kualitas dan implikaturnya, (c) Kepatuhan terhadap maksim cara dan implikaturnya, dan (d) Kepatuhan terhadap maksim hubungan dan implikaturnya. (2) Pelanggaran terhadap maksim, yang mencakup, yaitu (a) Pelanggaran terhadap maksim kuantitas dan implikaturnya, (b) Pelanggaran terhadap maksim kualitias dan implikaturnya, (c) Pelanggaran terhadap maksim cara dan implikaturnya, dan (d) Pelanggaran terhadap maksim hubungan dan implikaturnya. Kedua, Implikatur konvensional dianalisis berdasarkan hubungan makna yang secara konvensional diketahui oleh peserta percakapan. Dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk makna konvensional didasarkan pada budaya Jawa.Kata-kata kunci: implikatur konvensional, implikatur percakapa
The Analysis of The Dimension Of Thinking Process (LOTS, MOTS, HOTS) On Objective Test Of English Evaluation Instrument
Evaluation is concerned with assessing the effectiveness of teaching, teaching strategies, methods and techniques. It provides feedback to the teachers about their teaching and students in teaching-learning process. In teachinglearning process, evaluation has an important role. Teachers needs an evaluation to measure and evaluate their teaching-learning activity. The result of evaluation is used for judging students’ progress and achievement. This study was aimed to know the extent of the dimension of thinking process, namely: lower order thinking skills (LOTS), middle order thinking skills (MOTS), and higher order thinking skills (HOTS) applied on objective test of English evaluation instrument of MAN 2 Tapin, and to find out which the dimension of thinking process (LOTS, MOTS, HOTS) were more dominant at that objective test of English evaluation instrument of MAN 2 Tapin. The design of this research was descriptive qualitative research. The subject of the research was fourty five English item questions which made by an English teacher at MAN 2 Tapin as an instrument evaluation in final exam of second semester of twelve grade academic year 2018/2019. The object of this research was the dimension of thinking process of that questions. The items of the test were analyzed and codified based on the dimension of thinking process of revised Bloom’s taxonomy. The result of this research showed that: (1) lower order thinking skill was applied as much as 88.9%, (2) middle order thinking skill was applied as much as 2.2%, and (3) higher order thinking skill was applied as much as 8.9%. Moreover, in this study, LOTS was more dominant dimension than other skills of thinking process based on revised Bloom’s taxonomy. It also showed that English evaluation instrument made not inline with the rules of making a test which stated by Sivaraman and Krishna as follows: 20-30% in LOTS, 40-50% in MOTS, and 30-40% in HOTS
The Relationship Between Maternal Characteristics And Folic Acid Intake With The Incidence Of Anemia In Pregnant Women In Percut Sei Tuan Sub-District
Background: Anemia is one of the nutritional problems with a high prevalence. Anemia often occurs in adolescents, women of childbearing age, and pregnant women. Objective: to determine the relationship between maternal characteristics and folic acid intake with the incidence of anemia in pregnant women Method: the design of this study is Cross Sectional. The population is all pregnant women in the second and third trimesters in three villages of Percut Sei Tuan sub-district. Sampling in this study was porpusive sampling. Data collection was conducted by interviews using questionnaires and food recall tables as research instruments. Data processing through editing, entering and tabulating. Data analysis using Chi Square test with Ci 95% Results: the results showed that mothers with a good age group did not experience anemia as much as 87.5% and mothers with a bad age group experienced anemia as much as 15.5%. Mothers with good parity group were not anemic as much as 96.9% and mothers with poor parity anemia were 37.5%. Mothers with good ANC group had anemia as much as 96.9% and mothers with ANC group not good did not experience anemia 37.5%. Pregnant women with good folic acid intake group were not anemic as much as 54.5% and mothers with poor folic acid group were anemic as much as 87.5% Conclusion: There is a relationship between parity, ANC visits and folic acid intake in pregnant women in Percut Sei Tuan District. And there is no relationship between maternal age and the incidence of anemia in Percut Sei Tuan sub-distric
STATUS MUTU AIR SUNGAI KOTA BANJARMASIN BERDASARKAN INDEKS KUALITAS AIR DAN INDEKS STRUKTUR KOMUNITAS PLANKTON: STATUS OF RIVER WATER QUALITY, BANJARMASIN CITY BASED ON WATER QUALITY INDEX AND INDEX PLANTON COMMUNITY STRUCTURE
Penelitian “Status Mutu Air Sungai Kota Banjarmasin Berdasarkan Indeks Kualitas Air dan Indeks Struktur Komunitas Plankton” bertujuan untuk mengetahui status mutu air di Sungai Kota Banjarmasin dilihat dari parameter kimia dan parameter biologi dengan menggunakan metode indeks pencemaran dan indeks struktur komunitas plankton, serta untuk mengetahui hubungan antara indeks pencemaran terhadap indeks saprobitas pada status mutu air di sungai Kota Banjarmasin. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli–Desember 2019. Metode yang digunakan berupa purposive sampling dan survey lapangan. Data yang diperoleh selama penelitian kemudian dianalisis dengan melakukan perhitungan menggunakan metode indeks pencemaran (IP), kelimpahan plankton (N), indeks keanekaragaman (H’), indeks keseragaman (E), indeks dominasi (D), dan indeks saprobitas (SI), serta dilakukan uji regresi linier sederhana dan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas plankton yang terdapat di Sungai Kota Banjarmasin terdapat 31 spesies plankton, dengan nilai kelimpahan rata-rata berkisar antara 157-4.158 individu/L, indeks keanekaragaman berkisar antara 1,15-2,25, indeks keseragaman berkisar antara 0,53-0,82, dan indeks dominasi berkisar antara 0,14-0,49. Hasil perhitungan nilai indeks pencemaran berkisar antara 5,44-8,20 sehingga status mutu air tergolong kedalam kriteria perairan tercemar sedang, sedangkan hasil perhitungan nilai indeks saprobitas berkisar antara 1,01-1,9 sehingga status mutu air tergolong kedalam kriteria Oligosaprobik (perairan belum tercemar sampai tercemar ringan) hingga β-Mesosaprobik (perairan tercemar ringan sampai tercemar sedang). Hasil dari analisis regresi linier sederhana dan uji korelasi menunjukkan bahwa hubungan antara indeks pencemaran terhadap indeks saprobitas tergolong rendah
The study “Banjarmasin City River Water Quality Status Based on Water Quality Index and Plankton Community Structure Index" aims to determine the status of water quality in the Banjarmasin City River viewed from chemical parameters and biological parameters using the pollution index method and plankton community structure index, and to find out the relationship between the pollution index and the saprobity index on the status of water quality in the river of the city of Banjarmasin. This research was conducted in July - December 2019. The method used in this research was purposive sampling and field survey. Data obtained during the study were then analyzed by calculating using the pollution index method (IP), plankton abundance (N), diversity index (H'), uniformity index (E), dominance index (D), and saprobity index (SI), then do a simple linear regression test and correlation test. The results showed that the plankton community in the Banjarmasin City River contained 31 plankton species, with an average abundance of between 157-4.158 individual/L, diversity index ranges between 1,15-2,25, the uniformity index ranges between 0,53-0,82, and the dominance index ranges between 0,14-0,49. Pollution index calculation results range between 5,44-8,20 so that the status of water quality is classified as moderate polluted waters, while the results of the calculation of the saprobity index range between 1,01-1,9 so that the status of water quality is classified as Oligosaprobic criteria (unpolluted waters until lightly polluted) until β-Mesosaprobic (lightly polluted waters until moderate polluted). The results of a simple linear regression analysis and correlation test show that the relationship between the pollution index and the saprobity index is relatively low
Prevalensi obesitas dan hubungan konsumsi fast food dengan kejadian obesitas pada remaja SLTP kota dan desa di Daerah Istimewa Yogyakarta
Background: The improvement in socioeconomic status has led to sedentary life style and more fast food consumption. Whether fast food consumption contributes to obesity in Indonesian adolescents remains unclear.
Objective: The study was conducted to estimate the prevalence of obesity and to assess the association between fast food consumption and obesity in junior high school students.
Methods: A cross-sectional survey was conducted in 2003 to estimate the prevalence of obesity in adolescent students of Yogyakarta Special Province. Subjects of this survey were junior high school students from urban (n= 4747) and rural areas (n=4602) were included in this survey. To further analyze the association between food consumption and obesity, a sample of 140 obese (of 460 obese students) and 140 non obese students (of 8889 non obese students) was randomly selected. Data on fast food consumption were collected using Food Frequency Questionnaire (FFQ) method from the selected obese and non-obese sample.
Results: The prevalence of obesity among adolescent students was 7.9% in urban and 2% in rural areas. There was a significant difference in variety, quantity, and frequency of fast food consumption per month and hereby energy intake from fast food between obese and non-obese adolescent students (p<0.05).
Conclusions: The prevalence of obesity in urban area was much higher than that in rural area. Obese students consumed fast food more frequently and more variably than non-obese students
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
- …
