1,723,508 research outputs found
MANAJEMEN PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN DI PONDOK PESANTREN (Studi Kasus Di Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh Malang)
 Entrepreneurship development management in boarding schools is a form of economic independence boarding schools. Islamic Boarding School is an educational institution that has the function of printing human resources as a whole, has expertise in religious knowledge, general science, and entrepreneurship as an effort to equip students with the skills to face the challenges of the times. The development of entrepreneurship at the Bahrul Maghfiroh Islamic boarding school is an actualization of the role of the Islamic boarding school as an independent institution and a printer of superior human resources. The issue that will be examined is how the management of entrepreneurship development in the Bahrul Maghfiroh Islamic boarding school in Malang, as well as several supporting and inhibiting factors in entrepreneurship development in the Bahrul Maghfiroh Islamic boarding school.This research is a case study with qualitative descriptive research. Data obtained from research subjects such as caregivers, business unit heads, board administrators and students managing business units Bahrul Maghfiroh Islamic Boarding School. Data analysis techniques used in this study are data condensation, data presentation and then drawing conclusions by paying attention to findings in the field with theory.Based on the research that has been done, the results show that, first, entrepreneurial development management in Bahrul Maghfiroh Islamic boarding school through four management functions (1) Development planning, (2) Organizing, (3) Implementation, and (4) Supervision. Second, supporting factors for entrepreneurship development at Bahrul Maghfiroh Islamic boarding school are (1) caregiver support, (2) entrepreneurship curriculum, (3) assistance from academics, and (5) adequate infrastructure. The inhibiting factors are (1) there is no structure of the business unit, (2) funding constraints, and (3) the relatively short time allocation of entrepreneurship developmen
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN MASJID BABUL MAGHFIROH DESA MENGKIRAU KECAMATAN TASIK PUTRI PUYU KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI
Masjid adalah salah satu lambang kebesaran umat Islam. Segala bentuk
kemaslahatan sepantasnya dilakukan di masjid sebagaimana pada masa
Rasulullah, masjid dijadikan sebagai catatan kepribadian umat Islam. Dengan
demikian masjid adalah Rumah Allah SWT yang dibangun agar umat mengingat,
mensyukuri dan menyembah Allah SWT dengan baik. Masjid juga memiliki
fungsi sosial, tempat para penduduk saling jumpa saling berkenalan satu sama
lain, mendekatkan hati, berjabat tangan memperkuat ikatan persaudaraan, bisa
saling bertanya tentang kondisi masing-masing.
Permasalahan yang diteliti dalam penelitian ini adalah bagaimana
partisipasi masyarakat dalam pembangunan Masjid Babul Maghfiroh serta faktor
apa saja yang menjadi penghambat partisipasi masyarakat dalam pembangunan
Masjid Babul Maghfiroh Desa Mengkirau Kecamatan Tasik Putri Puyu
Kabupaten Kepulauan Meranti. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui
bagaimana partisipasi masyarakat dalam pembangunan Masjid Babul Maghfiroh
dan faktor apa saja yang menjadi penghambat partisipasi masyarakat dalam
pembangunan Masjid Babul Maghfiroh Desa Mengkirau.
Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan teknik: observasi,
wawancara, angket, dan dokumentasi. Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif,
data-data hasil penelitian dianalisa dengan persentase yaitu data kualitatif
diterjemahkan dalam bentuk kalimat kemudian data kuantitatif yang berbentuk
angket atau angka dijelaskan dalam bentuk kata-kata atau kalimat. Selanjutnya
melakukan analisa dengan menjelaskan hasil bagaimana partisipasi masyarakat
dalam pembangunan Masjid Babul Maghfiroh dan faktor apa saja yang menjadi
penghambat partisipasi masyarakat dalam pembangunan Masjid Babul Maghfiroh
Desa Mengkirau.
Adapun tingkat partisipasi masyarakat dalam pembangunan Masjid Babul
Maghfiroh Desa Mengkirau dikatakan kurang ikut berpartisipasi, hal ini dapat
dilihat dalam persentase dari rata-rata kualitatif berada dalam kategori kurang ikut
yaitu 60% berada pada posisi 34 – 66 %. Ada beberapa faktor yang menjadi
penghambat partisipasi masyarakat yaitu internal, pengurus masjid belum
melibatkan masyarakat, kurangnya sosialisasi dan tidak tepat waktu
pelaksanaannya dan external, ekonomi, pendidikan, persepsi masyarakat,
kurangnya kesadaran masyarakat
Implementasi Program Qiyamul Lail dalam Meningkatkan Kecerdasan Spiritual dan Emosional Santri Bahrul Maghfiroh Malang: Implementation of the Qiyamul Lail Prayer Program in Improving the Spiritual and Emotional Intelligence of Bahrul Maghfiroh Malang Students
Pesantren Bahrul Maghfiroh Malang bertujuan membina santri agar memiliki Kecerdasan Spiritual (SQ), Kecerdasan Emosional (EQ) dan Kecerdasan Intelektual (IQ) santri. Salah satu ikhtiar untuk mewujudkannya adalah Program Qiyamul Lail yang harus diikuti oleh seluruh santri. Artikel ini disusun dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Temuan artikel ini ada dua. Pertama, Implementasi Program Qiyamul Lail di Pesantren Bahrul Maghfiroh Malang meliputi perumusan tujuan, pelaksanaan, pembinaan dan pengawasan. Kedua, dampak Program Qiyamul Lail di Pesantren Bahrul Maghfiroh Malang meliputi peningkatan Kecerdasan Spiritual (SQ) dan Kecerdasan Emosional (EQ). Implikasinya, temuan artikel ini dapat diduplikasi di pesantren atau lembaga pendidikan Islam lainnya yang relevan.
Kata Kunci: Qiyamul Lail, Kecerdasan Spiritual (SQ), Kecerdasan Emosional (EQ), Kecerdasan Intelektual (IQ), Pesantren Bahrul Maghfiroh.Pesantren Bahrul Maghfiroh Malang bertujuan membina santri agar memiliki Kecerdasan Spiritual (SQ), Kecerdasan Emosional (EQ) dan Kecerdasan Intelektual (IQ) santri. Salah satu ikhtiar untuk mewujudkannya adalah Program Qiyamul Lail yang harus diikuti oleh seluruh santri. Artikel ini disusun dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Temuan artikel ini ada dua. Pertama, Implementasi Program Qiyamul Lail di Pesantren Bahrul Maghfiroh Malang meliputi perumusan tujuan, pelaksanaan, pembinaan dan pengawasan. Kedua, dampak Program Qiyamul Lail di Pesantren Bahrul Maghfiroh Malang meliputi peningkatan Kecerdasan Spiritual (SQ) dan Kecerdasan Emosional (EQ). Implikasinya, temuan artikel ini dapat diduplikasi di pesantren atau lembaga pendidikan Islam lainnya yang relevan.
Kata Kunci: Qiyamul Lail, Kecerdasan Spiritual (SQ), Kecerdasan Emosional (EQ), Kecerdasan Intelektual (IQ), Pesantren Bahrul Maghfiroh
Internalisasi Budaya Religius dalam Meningkatkan Karakter Siswa di SMP Bahrul Maghfiroh Malang
Guru adalah merupakan seseorang yang berperan penting dalam mengarahkan kehidupan peserta didik di lingkungan sekolah, sehingga guru diharuskan mampu membangun krakter dari peserta didik serta mampu mengarahkan peserta didik pada karakter yang religious sehingga mampu membekali peserta didik dengan akhlakul karimah dan memiliki karakter yang islami.
Terdapat beberapa fenomena terkait dengan budaya religius yang sudah dilaksanakan di sekolah khususnya di SMP Bahrul Maghfiroh, beberapa budaya tersebut antara lain yaitu membaca al-qur’an, sholat dhuha, sholat dhuhur berjamaah, 3S (Senyum, Sapa, Salam), dan lain sebagainya. Hal ini menunjukkan bahwasannya di SMP Bahrul Maghfiroh telah menerapkan budaya religius, namun belum masuk pada kategori meningkatkan karakter siswa.
Berdasarkan konteks penelitian maka peneliti merumuskan fokus penelitian, yaitu tentang (1) Bagaimana perencanaan Internalisasi Budaya Religius dalam meningkatkan karakter siswa di SMP Bahrul Maghfiroh Malang? (2) Bagaimana proses Internalisasi Budaya Religius dalam meningkatkan karakter siswa di SMP Bahrul Maghfiroh Malang? dan (3) Apa saja faktor penghambat dalam Internalisasi Budaya Religius dalam meningkatkan karakter siswa di SMP Bahrul Maghfiroh Malang?
Sedangkan tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mendeskripsikan bagaimana perencanaan Internalisasi Budaya Religius dalam meningkatkan karakter siswa di SMP Bahrul Maghfiroh Malang. (2) Untuk menganalisis proses Internalisasi Budaya Religius dalam meningkatkan karakter siswa di SMP Bahrul Maghfiroh Malang. (3) Untuk menemukan faktor penghambat dalam Internalisasi Budaya Religius dalam meningkatkan karakter siswa di SMP Bahrul Maghfiroh Malang.
Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif prosedur pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan beberapa metode yaitu metode observasi metode wawancara dan metode dokumentasi yang mana peneliti mencari data untuk dijadikan hasil dalam sebuah penelitian sehingga memiliki keabsahan data.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti dapat mengambil kesimpulan tentang Internalisasi Budaya Religius dalam meningkatkan karakter siswa di SMP Bahrul Maghfiroh Malang, sebagai berikut: bahwa tidak bisa dielakkan lagi jika pendidikan untuk meningkatkan karakter siswa adalah sangat penting untuk dilakukan agar kedepannya setiap siswa memiliki karakter yang baik dan tidak menjadi pribadi yang kurang baik saat terjun di masyarakat.
Perencanaan Internalisasi Budaya Religius dalam meningkatkan karakter siswa tidak hanya dilihat dari persiapan guru saja, melainkan keadaan sarana pembelajaran dan juga keadaan siswa harus diperhatikan oleh guru. Dan yang terpenting adalah perencanaan dari guru harus mempunyai target dari pembelajaran tersebut agar kedepannya kegiatan tersebut mampu berjalan dengan baik dan menghasilkan siswa yang berkarakter.
Berikut ini peneliti menyajikan beberapa perencanaan dengan menggunakan metode pembelajaran yang di dalamnya terdapat budaya religius yaitu : (1) Menggunakan model pembelajaran yang dapat membuat siswa tertarik sehingga tanpa sadar para siswa juga mendapatkan budaya religius dan tanpa sadar pula karakter mereka juga terbentuk dengan sendirinya. (2) Menerapkan budaya religius melalui kegiatan diluar jam pelajaran disekolah seperti pada saat dilaksanakannya ekstrakurikuler.
Proses penerapan internalisasi budaya religius dalam meningkatkan karakter siswa di SMP Bahrul Maghfiroh Malang juga mengalami hambatan yang sangat signifikan, diantaranya dari faktor siswa, guru dan juga media pembelajaran yang dinilai masih dibawah standar oprasional pelaksanaan.
Faktor penghambat dalam penerapan Internalisasi Budaya Religius dalam meningkatkan karakter siswa berada pada siswa yang pada saat ini masih memiliki minat yang kurang terhadap budaya religius yang disampaikan oleh guru, padahal sudah kita ketahui bersama bahwa budaya tersebut dilaksanakan demi untuk meningkatkan karakter yang dimiliki siswa.
Secara garis besar siswa masih menginginkan dirinya terus bermain disetiap harinya, dan hal tersebut tentu berpengaruh pada terlaksananya proses penerapan Internalisasi Budaya Religius dalam meningkatkan karakter siswa dan guru pun harus lebih ekstra dalam memberikan pengarahan kepada siswa agar setiap siswa memiliki minat yang sama untuk kepentingan dan kebaikan bersama.
Kata Kunci : Internalisasi, Budaya Religius, Karakter Sisw
Implementasi kurikulum merdeka di SD Bahrul Maghfiroh Kota Malang
INDONESIA:
Kurikulum merdeka merupakan kurikulum yang diresmikan oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbud Ristek RI). Tujuan kurikulum ini adalah mengoptimalkan tersebarluasnya pendidikan di Indonesia dengan pembelajaran intrakulikuler yang beragam. Salah satunya diterapkan kurikulum merdeka yaitu di SD Bahrul Maghfiroh kota Malang yang mana menekankan pada pembelajaran yang nyaman, mandiri, aktif, memiliki karakter, bermakna, merdeka dan lain-lain. Sehingga guru memiliki kebebasan dalam menentukan perangkat ajar yang disesuaikan dengan kebutuhan dan minat belajar peserta didik.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) Perencanaan dan pelaksanaan kurikulum merdeka di SD Bahrul Maghfiroh kota Malang (2) Evaluasi implementasi kurikulum merdeka di SD Bahrul Maghfiroh kota Malang (3) Faktor pendukung dan penghambat implementasi kurikulum merdeka di SD Bahrul Maghfiroh kota Malang.
Penelitian yang dilakukan di SD Bahrul Maghfiroh kota Malang dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Setelah data terkumpul dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data atau kesimpulan. Terakhir, pengecekan keabsahan data dengan observasi secara konsisten. Triangulasi data, dan diskusi sejawat.
Hasil peneletian menunjukkan bahwa, (1) Perencanaan dan pelaksanaan kurikulum merdeka yang telah di implementasikan telah memenuhi arahan dari pemerintah sehingga lembaga mampu menerapkannya dengan efektif dan efesien. (2) Dalam evaluasi implementasi kurikulum merdeka lembaga memfokuskan pada aspek penilaian formatif dan sumatif sehingga dari situ akan tampak perkembannya dan akan diadakan evaluasi yang perlu dievaluasi (3) Faktor pendukung dan penghambat dalam sekolah yakni pendukungnya pemerintah mampu menyediakan platfrom-platfrom sejenis pelatihan atau workshop guna mengupdate kemampuan skil yang dimiliki oleh setiap guru yang menerapkan kurikulum merdeka. Lalu penghambatnya yaitu keluar masuknya guru-guru di sekolah tersebut dikarenakan latar belakang masing-masing dan mensingkronkan pelaksanaan kurikulum merdeka antara materi dengan praktek.
ENGLISH:
The independent curriculum is a curriculum formalized by the Ministry of Education, Culture, Research and Technology of the Republic of Indonesia (Kemendikbud Ristek RI). The purpose of this curriculum is to optimize the spread of education in Indonesia with diverse intraculicular learning. One of them is the independent curriculum implemented at SD Bahrul Maghfiroh in Malang city which emphasizes learning that is comfortable, independent, active, has character, meaningful, independent and others. So that teachers have the freedom to determine teaching tools that are tailored to the needs and interests of students.
The purpose of this study was to describe (1) Planning and implementation of the independent curriculum at SD Bahrul Maghfiroh, Malang city (2) Evaluation of the implementation of the independent curriculum at SD Bahrul Maghfiroh, Malang city (3) Supporting and inhibiting factors for the implementation of the independent curriculum at SD Bahrul Maghfiroh, Malang city.
The research was conducted at SD Bahrul Maghfiroh, Malang city using a qualitative approach and descriptive research type. The data collection techniques used were interviews, observation and documentation. After the data is collected, it is analyzed by data reduction, data presentation, and data verification or conclusions. Finally, checking the validity of the data with consistent observation. Data triangulation, and peer discussion.
The results of the research show that, (1) The planning and implementation of the independent curriculum that has been implemented has fulfilled the directions of the government so that the institution is able to implement it effectively and efficiently. (2) In evaluating the implementation of the independent curriculum, the institution focuses on the formative and summative assessment aspects so that from there it will show its progress and an evaluation will be held that needs to be evaluated (3) Supporting and inhibiting factors in schools, namely supporters, the government is able to provide platforms such as training or workshops to update the skills possessed by each teacher who implements the independent curriculum. Then the obstacles are the influx of teachers in the school due to their respective backgrounds and synchronizing the implementation of the independent curriculum between material and practice.
ARABIC:
المنهج المستقل هو المنهج الذي افتتحته وزارة التعليم والثقافة والبحث والتكنولوجيا في جمهورية إندونيسيا(كمنديكبود ريستيك) الهدف من هذا المنهج هو تحسين انتشار التعليم في إندونيسيا من خلال التعلم المتنوع داخل المناهج الدراسية. أحد هذه المشاريع هو تطبيق منهج مستقل، وتحديدًا في مدرسة بحر مغفيروه الابتدائية بمدينة مالانج، والذي يؤكد على التعلم المريح والمستقل والنشط والذي له شخصية ومعنى واستقلالية وما إلى ذلك. ومن ثم يتمتع المعلمون بالحرية في تحديد أدوات التدريس التي تناسب احتياجات واهتمامات الطلاب التعليمية.
الهدف من هذا البحث هو وصف (1) تخطيط وتنفيذ المنهج المستقل في مدرسة بحر المغفيره الابتدائية، مدينة مالانج (2) تقييم تنفيذ المنهج المستقل في مدرسة بحر المغفيره الابتدائية، مدينة مالانج (3) دعم و العوامل المعوقة لتطبيق المنهج المستقل في مدرسة بحر المغفيره الابتدائية بمدينة مالانج.
تم إجراء البحث في مدرسة بحر مغفيروه الابتدائية بمدينة مالانج باستخدام المنهج النوعي ونوع البحث الوصفي. وكانت تقنيات جمع البيانات المستخدمة هي المقابلات والملاحظة والتوثيق. بعد جمع البيانات يتم تحليلها عن طريق تقليل البيانات وعرض البيانات والتحقق من البيانات أو الاستنتاجات. وأخيرا، التحقق من صحة البيانات عن طريق الملاحظة المتسقة. تثليث البيانات، ومناقشة الأقران.
وتظهر نتائج البحث أن (1) تخطيط وتنفيذ المنهج المستقل الذي تم تنفيذه قد استوفى توجيهات الحكومة حتى تتمكن المؤسسات من تنفيذه بفعالية وكفاءة. (2) في تقييم تنفيذ المنهج المستقل، تركز المؤسسة على جوانب التقييم التكويني والختامي بحيث يمكن رؤية التقدم وإجراء التقييمات التي تحتاج إلى تقييم (3) العوامل الداعمة والمثبطة في المدارس، وهي المساندة قدرة الحكومة على توفير منصات مثل التدريب أو ورش العمل لتحديث المهارات التي يمتلكها كل معلم يقوم بتنفيذ المنهج المستقل. ثم تتمثل العوائق في دخول وخروج المعلمين إلى المدرسة حسب خلفياتهم وتزامن تنفيذ المنهج المستقل بين المادة والممارسة
Pelatihan artificial intelligence untuk siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Bahrul Maghfiroh Malang
Pelatihan Artificial Intelligence untuk Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Bahrul Maghfiroh Malan
Penerapan kurikulum 2013 untuk mata pelajaran IPS pada siswa kelas VIII SMP Bahrul Maghfiroh Malang
INDONESIA:
Kurikulum 2013 merupakan model pengembangan dari kurikulum sebelumnya (KTSP) yang diberlakukan mulai tahun ajaran 2013-2014. Kurikulum 2013 adalah suatu komitmen pemerintah dalam rangka usaha meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia mendapatkan respon pro dan kontra dari berbagai kalangan akademik. Terlebih di SMP Bahrul Maghfiroh yang merupakan SBP (Sekolah Berbasis Pesantren). Berpijak dari itulah peneliti melakukan penelitian di SMP Bahrul Maghfiroh Malang dengan judul “Penerapan Kurikulum 2013 Untuk Mata Pelajaran IPS Pada Siswa Kelas VIII SMP Bahrul Maghfiroh Malang.
Adapun tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui gambaran tentang penerapan kurikulum 2013 pada mata pelajaran IPS kelas VIII di SMP Bahrul Maghfiroh Malang. (2) Utuk Mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam penerapa kurikulum 2013 pada mata pelajaran IPS kelas VIII di SMP Bahrul Maghfiroh Malang.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan mengambil latar guru Pendidikan Ilmu Pwngetahuan Sosial kelas VIII. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui. (1) Wawancara (interview), (2) Pengamatan (observasi) dan (3) Dokumentsi. Selanjutnya analisa data dilakukan dengan: (1) Analisa selama pengumpulan data yakni secara induktif dengan mengunakan analisa deskriptif, (2) Teknik keabsahan data dengan mengunakan triangulasi sumber data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Kurikulum 2013 pada Mata Pelajaran IPS di SMP Bahrul Maghfiroh Malang diperoleh bahwa secara umum sudah bisa dilakukan namun terdapat beberapa kekurangan. Adapun faktor pendukung dalam implementasi kurikulum 2013 adalah (1) Adanya dukungan Dinas Pendidikan dan sekolah dalam memfasilitasi sosialisasi berupa workshop atau seminar terkait metode pendekatan saintifik, penilaian dan teknik mengajar. (2) Keikutsertaan guru bidang studi dalam sosialisasi, worshop dan terkait metode pendekatan saintifik, penilaian dan teknik mengajar. Dan faktor penghambatnya adalah (1) Kurangnya fasilitas pendukung di sekolah seperti perpustakaan yang masih minim, dan Lab Komputer (fasilitas internet). (2) Pondok pesantren dengan sistem salafiyah yang membatasi ruang gerak santri (otomatis siswa).
Saran pada penelitian penerapan kurikulum 2013 pada mata pelajaran Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial di SMP Bahrul Maghfiroh Malang yang dapat disampaikan penulis dalah lebih dilengkapai lagi fasilitas belajar siswa di sekolah tersebut.
ENGLISH:
Curriculum 2013 is a model of the development of the previous curriculum (SBC) were put into effect from the academic year 2013-2014. Curriculum 2013 is a commitment of the government in order to attempt to improve the quality of education in Indonesia get a response pros and cons of various academic circles . Especially in junior high school Bahrul maghfiroh which is SBP ( School-Based Pesantren ) . Based on that researchers conducted a study in junior Bahr maghfiroh Malang with the title " Implementation of Curriculum 2013 For Subjects social sciences Students of Class VIII junior high school Bahrul maghfiroh Malang.
The objectives of this study were: (1) To find an overview of the implementation of the curriculum in 2013 in social studies in junior class VIII Bahr maghfiroh Malang. (2) To Know the supporting factors and inhibitors in the Application of the 2013 curriculum in social studies in junior class VIII Bahrul maghfiroh Malang.
This research uses qualitative research by taking the background of Social Sciences Education teacher of class VIII. Technique data collecting through. (1) Interview (interview), (2) Observation (observation) and (3) Documentation. Further data analysis is done by : (1) Analysis for the data collection inductively by using descriptive analysis, (2) Technique authenticity of data by using triangulation of data sources.
Supporting the implementation of the curriculum in 2013 were (1) There is support for the Department of Education and schools in facilitating dissemination in the form of workshops or seminars related scientific approach , assessment and teaching techniques. (2) The participation of teachers in the dissemination, workshops and related methods of scientific approach, assessment and teaching techniques. And inhibiting factors are (1) lack of support facilities in schools such as libraries are still minimal , and Computer Lab (internet facilities). (2) Pondok Pesantren with salafiyah system which limits the space for students (student automatically).
Advice on the application of curriculum studies in 2013 on the subjects of Social Science Education in junior high school Bahrul maghfiroh Malang which can be delivered writer is more equipped more facilities for students at the school
ANALISIS PENGARUH MOTIVASI DAN PENGAWASAN TERHADAP PENINGKATAN KINERJA KARYAWAN DI CV. BAHRUL MAGHFIROH KOTA MALANG
Motivasi dan pengawasan merupakan elemen penting dalam penigkatan kinerja karyawan. CV. Bahrul maghfiroh telah menerapkannya dan sudah diteliti kefeektifan penggunaan dua hal tersebut dalam jurnal ini. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan system pengolahan SPSS serta termasuk deskriptif karena menjelaskan secara detail tentang variabel yang diteliti. Hasil enelitian ini menunjukkan adanya hubungan secara parsial maupun simultan antatra motowasi dan pengawasan terhaadap kinerja karyawan CV. Bahrul maghfiroh.
ABSTRACT
Monitoring and mitivation are the main elements for improving employees ’ performances. CV. Bahrul Maghfiroh has already applied those poins and it has been researched the influences of those factors in this journal. This journal used quantitative method by using SPSS tool as well as included descriptive because it explains about the variables detailly. The result of this journal proves that monitoring and motivation influenced partially dan simultaneously to the employees ’ performance
THE EFFECT OF INCENTIVES, WORK ENVIRONMENT AND WORK DISCIPLINE ON TEACHER PERFORMANCE THROUGH RELIGIouSITY AS INTERVENING VARIABLES IN SMA "BAHRUL MAGHFIROH" MALANG
SMA Bahrul Maghfiroh Maghfiroh is a Islamic boarding school. The problem in this research area is about problem regarding teacher performance based on the incentives given so that improvements and achievements in work are not maximally fulfilled. The research aims to determine the effect of incentives, work environment and work discipline on teacher performance through religiosity as an intervening variable in SMA Bahrul Maghfiroh Malang. This research used census techniques. The statistical analysis used in this research was the path analysis approach. The results of this study were: 1). Incentives and work environment had a positive effect on religiosity while work discipline did not significantly influence religiosity. 2). Incentives and work environment had a positive effect on teacher performance, while work discipline did not have a significant effect on teacher performance 3). The religiosity variable had a positive effect on teacher performance at SMA Bahrul Maghfiroh. 4). Incentive variables, work environment and work discipline through mediation of religiosity indirectly had a positive effect on teacher performance at SMA Bahrul Maghfiroh which meant that incentives, work environment and work discipline affected teacher performance at SMA Bahrul Maghfiroh through religiosity. According to the results of this study, work discipline might be further improved so that the increase could be significant and teacher performance achievement could be achieved so that learning at SMA Bahrul Maghfiroh was better and more effective by providing appropriate incentive
- …
