41 research outputs found
DINAMIKA PERIBADATAN GEREJA INJILI DI INDONESIA PASCA KONFLIK TOLIKARA: STUDI KASUS DI DESA MOJOKERTO KECAMATAN KEDAWUNG SRAGEN
Evangelical church named Gereja Injili in Indonesia (GIDI) has been established in Sragen since 1990. Sinceits establishment to the mid-2015, there has been no significant disagreement with the local people. A frictionappeared shortly after Tolikara conflict in July 2015. By employing a qualitative approach, this study finds outthat: first, GIDI in Sragen has not obtained a juridical license according to Joint Ministerial Regulations (PBM)No. 8 and 9 2006. Second, the accusation of Surakarta Muslim Troops (Laskar Umat Islam Surakarta) that GID I created disharmony in the society was proven not true. The church committee maintained a good cooperation with local society in terms of helping them during their celebration ceremonies. KEY WORDS: GID I Sragen, House of Worship, LUIS, FKUBKeberadaan Gereja Injili di Indonesia di Sragen telah ada sejak tahun 1990. Sejak berdiri hingga pertengahan tahun 2015 tidak terjadi kendala yang berarti. Gesekan mulai muncul pasca peristiwa konflik Tolikara bulan Juli 2015. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, dalam penelitian ini diperoleh temuan bahwa; Pertama, secara yuridis GIDI di Sragen belum berizin sesuai PBM No. 8 dan 9 Tahun 2006 karena gereja ini sudah ada sejak tahun 1990. Kedua, tuduhan Laskar Umat Islam Surakarta bahwa gereja tersebut meresahkan warga tidak terbukti, hal ini disebabkan pengurus gereja menjalin kerja sama dengan warga dalam bentuk gotong royong apabila di antara warga mempunyai hajatan. KATA KUNCI: GIDI Sragen, Rumah Ibadat, LUIS, FKU
Moral Value in Lyrics of Dangdut Compesed by Rhoma Irama
Moral values undoubtedly play a significant role in human life. These values are not only in religious texts (such as Qur'an, Hadits, Old Testament, Bible, Book of Psalms) but also in literatures. One of the examples is lyrics of Rhoma Irama's song from 1970s to 1980s. This is a library research using a content analysis approach. Meanwhile, this research utilizes semiotic and hermeneutic methods. The findings show that the lyrics of Rhoma Irama's song during 1970-1980 contained some moral values which could be implemented in personal life, family, society and religious life. The important values contained in such songs are amanah (trustful), as-siddiq (truth, honesty), al-‘adl (justice), al-rahmah (love), al-ukhuwah (brotherhood) and tasamuh (tolerance). The aforementioned values refer to two Islamic primary sources that are relevant to all times, in the past, present and future
Pandangan Ideologis-Teologis Muhammadiyah dan Majlis Tafsir Al-Qur’an
Abstract The dynamics of the religious life relation in Surakarta since the rolling of reformation isinteresting to observe. Social-religious history in Surakarta is grows and develops throughlong-term process, one of them was the birth of Islamic purification movement that has beendoing initiated by Muhammadiyah and MTA.This Research usesqualitative-descriptive method. The research aim to understandthe pattern of relation between Muhammadiyah and MTA, the pattern of cooperationand dispute and factors influenced them in composing the harmony of religious life inSurakarta. Research result showed that relation between them is tend to bepersonalrelation. The similarity of relationship between them is theological-ideological relationship,which is Islamic purification credo. In axiological term both refuse the practice of takhayul,bid’ah and khurafat (TBC). Basic differences between these two different institutions are;first, Muhammadiyah is more open (inclusive), whereas MTA is more closed (exclusive).Second, learning method which Muhammadiyah applies is indoctrination, MTA is moredoctrinatian . Third, the leadership sector in Muhammadiyah is organizational, while MTAis imamah model. Fourth, the conflict between both of them is happens because of migrationof Muhammadiyah pilgrims to MTA, however this conflict does not reach the level of massconflict, because hey carry the same vision, Islamic purification movement.Keywords : Relation, Cooperation, Conflict, Purification, Muhammadiyah, MTA. AbstrakGerakan sosial keagamaan di Surakarta, tumubuh dan berkembang sesuai dengan zamankondisi sejarah yang terjadi. Muhammadiyah dan MTA merupakan salah satu contohorganisasi sosial keagamaan yang melakukan gerakan pemurnian Islam di Surakarta.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui relasi antara Muhammadiyah dan MTA,dan bagaimana relasi dan kontestasi antar keduanya. Dengan menggunakan metodekualitatif, hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan yang dibangun antar keduanyacenderung bersifat personal. Kesamaan hubungan antar keduanya lebih cenderung kepadahubungan ideologis-teologis, yakni kredo pemurnian Islam. Secara aksiologis keduanyamenolak praktek takhayul, bid’ah dan khurafat (TBC). Perbedaan mendasar antara kedualembaga keagamaan tersebut adalah; Pertama, Muhammadiyah lebih terbuka (inklusif),sedangkan MTA cenderung tertutup (eksklusif). Kedua, metode pengajaran yang dilakukanMuhammadiyah bersifat indoktrinasi, MTA lebih doktrinasi. Ketiga, dalam bidangkepemimpinan Muhammadiyah dipilih secara organisasional, sedangkan MTA dipilih dengan model imamah. Keempat, pertentangan antar keduanya terjadi karena adanyamigrasi jamaah Muhammadiyah ke MTA, namun hal ini tidak sampai menimbulkankonflik massa, karena keduanya mengusung gerakan yang sama yaitu pemurnian Islam.Kata kunci: Purifikasi, Ideologi, Teologi, Muhammadiyah, MTA.</p
Nilai-nilai Moral dalam Lirik Musik Dangdut Rhoma Irama antara Tahun 1970 -1980
Penelitian tentang musik dangdut Rhoma Irama telah dilakukan oleh
peneliti terdahulu. Akan tetapi penelitian terhadap nilai-nilai moral dalam liriklirik
musik dangdut Rhoma Irama antara Tahun 1970 – 1980 belum banyak
dilakukan. Selama ini musik dangdut dianggap sebagai musik kelas bawah dan
dipandang sebelah mata oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Rhoma Irama
pada awal tahun 1970-an melakukan pembaharuan dibidang musik dangdut.
Musik dangdut yang semula berkonotasi negatif oleh Rhoma Irama dirubah
menjadi musik yang memuat nilai estetika (keindahan) dan nilai etika (pesan
moral). Permasalahan utama yang dibahas dalam penelitian ini adalah nilai-nilai
moral apa saja yang terdapat dalam lirik-lirik musik dangdut Rhoma Irama antara
tahun 1970 – 1980, dan bagaimana kontekstualisasi nilai-nilai moral tersebut
dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan beragama. Penelitian ini adalah
tergolong dalam kategori library research dengan pendekatan analysis content.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah semiotik, heremeneutik dan
dekonstruksi.
Hasil dari penelitian ini adalah bahwa di dalam lirik-lirik musik dangdut
Rhoma Irama antara tahun 1970 – 1980 terdapat nilai-nilai moral yang dapat
diimplementasikan dalam kehidupan individu, kehidupan keluarga, kehidupan
masyarakat, kehidupan berbangsa dan berneagara, serta dalam kehidupan
beragama. Fakta-fakta dalam kehidupan manusia di Indonesia banyak terjadi
kasus-kasus amoral yang tidak sesuai dengan norma-norma di masyarakat maupun
norma-norma yang berasal dari hukum (wahyu) Tuhan. Nilai-nilai moral yang
terdapat dalam lirik-lirik musik dangdut Rhoma Irama antara lain: nilai amanah,
nilai benar (as-Ṣiddīq), nilai kejujuran, nilai keadilan (al-‘adl), nilai kasih sayang
(al-Raḥmah), nilai persaudaraan, nilai persatuan dan nilai toleransi (tasamuh).
Nilai-nilai moral tersebut relevan untuk diimplementasikan dalam segala
zaman, yang meliputi masa lampau, masa kini dan masa yang akan datang. Hal ini
disebabkan yang menjadi rujukan utama dalam lirik-lirik musik dangdut tersebut
adalah bersumber dari al-Qur’an dan hadis. Nilai-nilai moral yang terdapat dalam
lirik-lirik musik dangdut Rhoma Irama dapat diimplementasikan dalam kehidupan
individu, keluarga, kehidupan masyarakat, kehidupan berbangsa dan bernegara
dan dalam kehidupan beragama
Pengelolaan Perpustakaan Masjid di Era Globlasisasi Imformasi
Historical fact proves that the Islamic civilization has experienced theheight of glory to the progress of the Muslim intellectual in the era of theAbbasid Caliphate. It was marked by respect and attention to the work ofDeputies scholars celebrated by establishing and developing the Islamiclibrary. One example is the Caliph al Ma’mun (813-833) who founded thelibrary is very grand and famous is “Bayt al Hikmah”.The majority of Indonesian population is followers of Islam, andIndonesia is a country with the largest number of Muslims in the world. Thatthe religious activities and religious Muslims in Indonesia central mosque.In Indonesia there are hundreds of thousands of mosques that spreadthroughout the archipelago.Library mosque as a place of religious literature must be managedproperly and professionally in accordance with the standard managementof the National Library of Indonesia in all things both management and thethings that are technical. One way is to use information technology.Keywords: Mosque Library, Information Technology</p
Tradisi Baca Tulis Dalam Islam Kajian Terhadap Teks AlQur’an Surat Al ‘Alaq Ayat 1 - 5
The first verse revealed from Allah to Prophet Muhammad was an instruction toread and to write. Reading is an urgent and important thing for people. Knowledge and information can be acquired by reading. Instruction to read can be seen in many verses of Qur’an, it is stated twelve times; three times in the form of fi’il amar, two times in the form of fi’il mudari’ (verb; present tense), four times in the form of fi’il mādi (verb; past tense). Reading in the broad meaning is a person who has capability to examine, to study, to know the characteristic of thing and to collect knowledge andinformation. Reading materials which are read by people are all the thingswhich can be gotten whether in a holy text (holy book/kitab), written verses or unwritten verses. Capability of reading and writing can be achieved by education whether formal education or non formal education.<br /
ETIKA JAWA DALAM PERSPEKTIF ISLAM SUATU KAJIAN TERHADAP SERAT WIRID HIDAYAT JATI
Tulisan ini membahas wirid hidayat jat
KEJAWEN SPIRITUALISM: THE ACTUALIZATION OF MORAL VALUES AT PAGUYUBAN SUCI HATI KASAMPURNAN IN CILACAP
In Java, the existence of penghayat—believing in the One Almighty God—has grown significantly during the early reign of President Joko Widodo. This is supported by the Regulation of Ministry of Education and Culture Number 27 in 2016 about education services related to the belief in the One Almighty God at schools. Paguyupan Hati Suci Kasampurnan is one of penghayat groups in Cilacap which implements the teaching of budi pekerti (good behaviors) towards its adherents. This is a qualitative research examining the hidden meaning contained in the guidance book of Paguyupan Hati Suci Kasampurnan through semiotic analysis. This study results in two findings. First, the main source used at this paguyuban is Kitab Adam Makna. Second, the main teaching of this paguyuban is the teaching of good behaviors towards the adherents in order to reach the level of perfect life which is known as manunggaling kawula gusti.
Di Jawa, keberadaan penghayat terhadap Tuhan Yang Maha Esa mengalami perkembangan yang cukup signifikan pada awal pemerintahan Presiden Joko Widodo. Hal ini dikuatkan dengan terbitnya regulasi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2016 tentang layanan pendidikan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa pada satuan pendidikan. Paguyuban Suci Hati Kasampurnan merupakan salah satu kelompok penghayat di Cilacap yang ikut berperan aktif dalam mengimplementasikan ajaran budi pekerti kepada pemeluknya. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini berupaya mengkaji makna yang tersirat dalam kitab ajaran Paguyupan Hati Suci Kasampurnan melalui analisis semiotika. Hasil penelitian berupa dua temuan. Pertama, sumber ajaran Paguyuban SHK adalah Kitab Adam Makna (berupa simbol-simbol yang terdapat di jagat raya). Kedua, bahwa intisari dari ajaran paguyuban ini adalah mengajarkan budi pekerti luhur sebagai dasar untuk memperoleh kesempurnaan dengan Tuhan (manunggaling kawula gusti)
KEJAWEN SPIRITUALISM: THE ACTUALIZATION OF MORAL VALUES AT PAGUYUBAN SUCI HATI KASAMPURNAN IN CILACAP
<p>In Java, the existence of penghayat—believing in the One Almighty God—has grown significantly during the early reign of President Joko Widodo. This is supported by the Regulation of Ministry of Education and Culture Number 27 in 2016 about education services related to the belief in the One Almighty God at schools. Paguyupan Hati Suci Kasampurnan is one of penghayat groups in Cilacap which implements the teaching of budi pekerti (good behaviors) towards its adherents. This is a qualitative research examining the hidden meaning contained in the guidance book of Paguyupan Hati Suci Kasampurnan through semiotic analysis. This study results in two findings. First, the main source used at this paguyuban is Kitab Adam Makna. Second, the main teaching of this paguyuban is the teaching of good behaviors towards the adherents in order to reach the level of perfect life which is known as manunggaling kawula gusti.</p><p><br />Di Jawa, keberadaan penghayat terhadap Tuhan Yang Maha Esa mengalami perkembangan yang cukup signifikan pada awal pemerintahan Presiden Joko Widodo. Hal ini dikuatkan dengan terbitnya regulasi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2016 tentang layanan pendidikan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa pada satuan pendidikan. Paguyuban Suci Hati Kasampurnan merupakan salah satu kelompok penghayat di Cilacap yang ikut berperan aktif dalam mengimplementasikan ajaran budi pekerti kepada pemeluknya. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini berupaya mengkaji makna yang tersirat dalam kitab ajaran Paguyupan Hati Suci Kasampurnan melalui analisis semiotika. Hasil penelitian berupa dua temuan. Pertama, sumber ajaran Paguyuban SHK adalah Kitab Adam Makna (berupa simbol-simbol yang terdapat di jagat raya). Kedua, bahwa intisari dari ajaran paguyuban ini adalah mengajarkan budi pekerti luhur sebagai dasar untuk memperoleh kesempurnaan dengan Tuhan (manunggaling kawula gusti).</p></jats:p
