1,720,984 research outputs found

    PENGELOLAAN KEGIATAN KEAGAMAAN DI MASJID NURUL IMAN DESA KAMPAR KECAMATAN KAMPA KABUPATEN KAMPAR PROVINSI RIAU

    Get PDF
    ABSTRAK Nama : Muhammad Rinaldi Jurusan : Manajemen dakwah Judul : Pengelolaan Kegiatan Keagamaan Di Masjid Nurul Iman Desa Kampar Kecamatan Kampa Kabupaten Kampar Masjid Nurul Iman desa Kampar merupakan salah satu masjid yang memiliki cukup banyak kegiatan keagamaannya dan yang mempertahankan keistiqomahan dalam menyiarkan dakwah islam. Hal ini menuntut pihak pengurus masjid untuk pandai mengelola seluruh rangkaian kegiatan yang ada dimasjid dengan baik. Oleh karena itu masjid Nurul Iman dalam mengelola kegiatan keagamaan membuat organisasi untuk memaksimalkan segala kegiatan dakwah yang akan dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan kegiatan keagamaan dimasjid Nurul Iman desa Kampar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan pengumpulan data berupa teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Pengelolaan kegiatan keagamaan di masjid Nurul Iman didalamnya terdapat penerapan pengelolaan yang meliputi dari fungsi-fungsi pengelolaan yaitu : 1) Planning (Perencanaan), perencanaan dimasjid Nurul Iman Kampar yaitu perencanaan pembangunan dan kegiatan keagamaan dengan melakukan perkiraan. Yang artinya mengadakan rapat untuk segala hal yang dibutuhkan. 2) Organizing (Pengorganisasian), yaitu dengan cara bermusyawarah serta menempatkan orang-orang yang ahli dibidangnya. 3) Actuating (pelaksanaan), yaitu dengan cara melaksanakan kegiatan keagamaan dan sosial untuk memperkuat ukhuwah islamiah. 4) Controlling (Pengawasan), Yaitu pengawasan langsung agar setiap anggotan kepengurusan masjid menjalankan tugasnya masing-masing agar terciptanya suatu kegiatan dengan lancar. Kata Kunci: Pengelolaan, Kegiatan, Keagamaa

    PENERAPAN MODEL TWO STAY TWO STRAY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS V SD INPRES MANGASA KECAMATAN SOMBA OPU KABUPATEN GOWA

    Get PDF
    Muhammad Rinaldi S 2017. Penerapan model Two Stay Two Stray untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas V SD Inpres Mangasa Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa. Skripsi, Dibimbing oleh Nur Abidah Idrus S.Pd, M.Pd dan Dra. St. Habibah, M.Si . Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar. Permasalahan penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa pada Mata pelajaran IPS kelas V SD Inpres Mangasa Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa. Rumusan masalah untuk penelitian ini adalah bagaimana cara mendeskripsikan penerapan model Two Stay Two Stray (TSTS) dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas V SD Inpres Mangasa Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa?. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penerapan hasil belajar IPS dengan menggunakan Model Two Stay Two Stray pada siswa kelas V SD Inpres Mangasa Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa, pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bersiklus yaitu meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Fokus penelitian ini adalah penereapan model Two Stay Two Stray dan hasil belajar. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas V dengan jumlah murid 26 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan dalam proses pembelajaran, baik pada aktivitas guru dan murid maupun hasil belajar murid. Peningkatan itu dapat dilihat dari setiap siklus, aktivitas guru pada siklus I berada pada kategori cukup dan hasil belajar siswa pada siklus I dikategorikan rendah sedangkan pada siklus II aktivitas guru dalam kategori baik dan hasil belajar siswa tinggi. Kesimpulan penelitian ini yaitu dengan adanya aktivitas mengajar guru dan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran IPS dengan menerapkan model Two Stay Two Stray dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas V SD Inpres Mangasa Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gow

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    KEKUATAN HUKUM SITA UMUM TERHADAP SITA PIDANA DALAM PROSES KEPAILITAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 37 TAHUN 2004 TENTANG KEPAILITAN DAN PENUNDAAN KEWAJIBAN PEMBAYARAN UTANG

    Get PDF
    ABSTRAK MUHAMMAD RINALDI(2021) : KEKUATAN HUKUM SITA UMUM TERHADAP SITA PIDANA DALAM PROSES KEPAILITAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 37 TAHUN 2004 TENTANG KEPAILITAN DAN PENUNDAAN KEWAJIBAN PEMBAYARAN UTANG. Penyitaan dalam kasus pidana adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh penyidik untuk kepentingan pembuktian, yang menyatakan bahwa harta benda milik pelaku tidak dapat dipergunakan atau dipakai sampai adanya putusan yang memperoleh kekuatan hukum tetap, sebagaimana dijelaskan dalam Pasal 39 ayat (2) KUHAP. Di samping penyitaan secara pidana tersebut, juga terjadi penyitaan secara umum karena perusahaan yang bersangkutan dalam proses pailit, tentunya harta kekayaan perusahaan juga tidak dapat dipergunakan sampai adanya putusan hakim mengenai permohonan pailit tersebut. Berdasarkan uraian di atas penulis merumuskan permasalahan yang diteliti, yaitu sebagai bagaimana kekuatan hukum sita umum terhadap sita pidana dalam proses kepailitan berdasarkan Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004, dan apa akibat hukum apabila terjadi sita pidana terhadap proses kepailitan suatu perusahaan. Apabila dilihat dari jenisnya, penelitian ini digolongkan kepada penelitian hukum normatif, yaitu usaha untuk mengolah data yang berhubungan dengan kekuatan hukum sita umum terhadap sita pidana dalam proses kepailitan berdasarkan Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang. Sedangkan dilihat dari sifatnya, penelitian ini bersifat deskriptif, yaitu menggambarkan atau menyajikan data yang jelas tentang kekuatan hukum sita umum terhadap sita pidana dalam proses kepailitan berdasarkan Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004, serta akibat hukum apabila terjadi sita pidana dalam proses kepailitan suatu perusahaan. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa, kekuatan hukum sita umum terhadap sita pidana tergambar dalam penjelasan Pasal 39 ayat (2) KUHAP yang menyatakan bahwa, benda yang berada dalam perkara kepailitan dapat disita oleh penyidik demi kebutuhan penyidikan, penuntutan, dan mengadili perkara pidana. Demi kebutuhan penyidikan, penuntutan, dan peradilan, harta debitur pailit yang sudah disita umum dapat disita lagi oleh penyidik untuk menjamin keamanannya, dan untuk kepentingan pembuktian dan pemeriksaan perkara di pengadilan. Akibat hukum apabila terjadi sita pidana terhadap proses kepailitan suatu perusahaan, antara lain adalah bahwa hakim Pengadilan Niaga belum bisa menetapkan sita umum apabila belum menjatuhkan putusan karena masih bermasalah secara pidana. Akibat penyitaan yang dilakukan oleh penyidik maka aset perusahaan tidak bisa dipergunakan oleh siapapun, sita pidana didahulukan dari pada sita umum karena perkara pidana merupakan perkara dalam lapangan publik, maka harus didahulukan. Akibat penyitaan yang dilakukan oleh penyidik, maka aset perusahaan sebagai barang bukti dalam proses perkara pidana

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist

    No full text
    We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
    corecore