24 research outputs found
HUMOR IN THE PERSPECTIVE OF HADITH: ANALYSIS OF THE THEORY OF HIERARCHY OF NEEDS TOWARDS PRANK IN SOCIAL MEDIA
Tulisan ini membahas tentang fenomena prank yang berkembang di media sosial yang sebagian besar aksinya sudah jauh dari kode etik humor atau bercanda yang diajarkan dalam tuntunan al-Qur’an dan hadis Nabi Saw. Artikel ini akan dikaji dengan menggunakan pendekatan hierarchy of needs Abraham Maslow. Dalam hadis nabi, istilah prank memiliki kesamaan makna dengan al-muda’abah atau al-muzahah yang sederhananya bermakna humor atau senda-gurau. Berdasarkan teori hierarchy of needs, dari kelima level hirarki kebutuhan manusia, pelaku aksi prank sudah berada pada level ketiga, keempat, dan kelima. Di level ketiga (social needs), para pelaku prank butuh untuk diterima, dicintai di lingkungan sosialnya (social needs) seperti keluarga, teman, atau lingkungan sekitar. Pada level keempat, pelaku prank butuh akan self-esteem (harga diri) berupa apresiasi dari lingkungan sosialnya seperti status (selebgram, youtuber, atau influencer), ketenaran dan viral. Sedangkan di level kelima, merupakan level tertinggi dari kebutuhan manusia yaitu self actualization di mana para pelaku aksi prank sudah mencapai tahap ketagihan atau candu apabila aksi-aksi yang dilakukan berhasil dan mendapat apresiasi dari masyarakat. Dampaknya adalah mereka mengabaikan akan etika, nilai moral, norma, dan nilai-nilai agama. Sebab, mereka sudah terfokus dan terobsesi dengan eksistensi di media sosial. Oleh karena itu, sejatinya prank atau humor harusnya menghasilkan energi positif yang sama dari kedua bela pihak, bukan salah satu pihak (pelaku prank merasakan bahagia dan korban prank juga meraskan kebahagiaan yang sama). Artinya, aksi prank yang dilakukan harus menjung tinggi nilai-nilai humanistik, yaitu memanusiakan manusia
Analisis Desain Esp Untuk Sumur Gor Tinggi Pada Sumur X Lapangan Z
A production well planning will always consider all aspects, one of which will be related to the success of a program designed to achieve the most
optimal way. The problems that often occur from ESP failure one of them is often happened gas lock. This refers from the accumulated gas in the long column
inside the pump so that the pump no longer produces exhaust pressure, gas locking occurs, the amount of gas handled by the pump without the threat of gas lock (JPT Staff, 1998). The solution that must be faced is by using Advance Gas Handler (AGH) to prevent the occurrence of gas lock. Advance Gas Handler (AGH) is a unit of high speed multicage centrifugal pump designed specifically for ESP in high gascontaining wells, where wells have a gas fraction of up to 75%, the device is mounted under the pump. The Advance Gas Handler (AGH) device works by reducing the size of the vapor bubbles and altering the gas bubble distribution, uniforming the liquid gas mixture so as to function a single-phase fluid before entering the pump (Ali Suat Bagci et al. 2010). The result of gas percentage calculation in 5741 feet with GOR 300 on well x obtained 13%. It is therefore necessary to add an AGH unit to ensure that
the incoming fluid does not affect pump performance. The result of pump design
based on TDH then got DN 1300/143 stages / 40 HP. The cumulative production
for 2 months is 1052 BFPD at frequency 50 Hz with stable gas production and pump parameters
Rekonfigurasi Sistem 20 kV Penyulang Polamas dan Penyulang Gajah Mada Pada PT.PLN ULP Belanti
Indikator pelayanan listrik dikatakan kurang baik apabila pasokan listrik yang disalurkan sering mengalami pemadaman yang menyebabkan pelanggan tidak dapat memanfaatkan listrik dalam jangka waktu tertentu. Tingkat durasi dan frekuensi terjadinya pemadaman ini dilambangkan dengan SAIDI (System Average Interruption Duration Index) dan SAIFI (System Average Interruption Frequency Index) yang mana kedua hal ini juga berpengaruh terhadap tingkat energi yang tak tersalur yang dilambangkan dengan ENS (Energy Not Sold). Penelitian ini dilakukan pada penyulang polamas yang merupakan salah satu penyulang prioritas untuk memenuhi kelistrikan dikota padang. Untuk menangani hal tersebut maka salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan rekonfigurasi penyulang polamas ke penyulang gajah mada. Dari hasil pengujian yang dilakukan menggunakan ETAP 12.6 didapati bahwa terjadi penurunan pada tingkat SAIDI dan SAIFI penyulang polamas serta berpengaruh juga terhadap penurunan nilai ENS
Effect of Blanching Techniques and Treatments on Nutritional Quality of Dried Mango Slices During Storage
The present invention was undertaken to study and determine the effect of potassium metabisulphite (6%) and potassium sorbate (350 ppm) treatments on the nutritional quality of osmotically-dehydrated, infrared- and microwave-blanched dried mango slices (local cultivars “Chaunsa” and “Fajri”) stored for the period of 6 months under ambient conditions. The studied parameters included physical characteristics such as water activity, non-enzymatic browning, and color values, chemical parameters such as moisture, ash, fiber, acidity and content of proteins, sugars, vitamin C, total carotenoids, and sensory attributes such as appearance, flavor and texture. Vitamin C content in osmotically-dried mango slices was higher than that of IR and MW blanched dried mango slices but the content of vitamin C of both cultivars was lower than of the fresh mango samples (Chaunsa: 135 mg/100 g, Fajri: 94 mg/100 g). Significant loss was noticed in total carotenoids content of both the cultivars with passage of time because of their susceptibility to oxidative loss caused by dry heat. No growth of yeast and mold was detected in potassium sorbate-treated dried mango slices due to their preservative effect. From the point of view of the composition and sensory quality, dried mango slices of both the cultivars have excellent nutritional qualities
THE CONCEPT OF AL-MAU'IẒAT AND ITS RELEVANCE IN ISLAMIC EDUCATION
Al-Mau'iẓat is one of the methods used in learning Islamic education. The purpose of this research is to know the concept of al-Mau'iẓat in the Koran and explain how the relevance of the concept of al-Mau'iẓat in Islamic education is expected to add insight into Islamic education. Research by the author is including qualitative research and when collecting data using descriptive and Mawdhu'i methods. The results of this study will be collected and analyzed data and look for relevance in Islamic education. This data will be presented in the descriptive form in the form of sentences. The conclusion is that al-Mau'iẓat is a method that is interpreted as advice used in Islamic Education, and al-mau'iẓat should be done in a kind and gentle manner
ANALISIS WACANA KRITIS TEUN A. VAN DIJK DALAM AL-QUR’AN DAN TERJEMAHANNYA KEMENTERIAN AGAMA RI EDISI 2019: STUDI AYAT-AYAT KONTROVERSIAL
Terjemah al-Qur’an Kementerian Agama RI edisi 2019 tidak lahir dari ruang kehampaan. Di dalamnya terdapat muatan wacana politis yang direpresentasikan dalam hasil terjemahannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengungkapkan wacana dalam teks terjemahan al-Qur’an edisi 2019. Ada tiga rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini untuk mengungkap wacana tersebut; Pertama, bagaimana konstruksi ideologi dalam struktur teks Al-Qur’an dan Terjemahannya Edisi 2019; Kedua, bagaimana relasi Al-Qur’an dan Terjemahannya Edisi 2019 dengan kognisi dan konteks sosial yang mengitarinya; Ketiga, bagaiman relevansi ideologi pada Al-Qur’an dan Terjemahannya Edisi 2019 dalam konteks kekinian.
Penelitian ini merupakan jenis kualitatif berbasis kepustakaan (library research). Adapun data tersebut bersumber dari data primer dan data sekunder. Data primer penelitian ini adalah Al-Qur’an dan Terjemahannya edisi 2019 dengan mengambil lima ayat yaitu Q.S. Al-Baqarah: 218, Q.S. At-Taubah: 123, Q.S. Ali Imran: 28, Q.S. Al-Maidah: 51, Q.S. An-Nisa: 34. Adapun teori yang digunakan penelitian ini adalah analisis wacana kritis Teun A. van Dijk yang menekankan pada aspek kognisi sosial. Sementara itu, metode pengumpulan datanya menggunakan teknik dokumentasi dan observasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konstruksi ideologi dalam Al-Qur’an dan Terjemahannya edisi 2019 pada ayat-ayat polemik, dapat tergambarkan dari struktur teks. Seperti, pada aspek tematik, relasi sosial menjadi topik global dari kelima ayat tersebut. Dari sisi skematiknya kelima ayat itu memiliki fragmen-fragmen yang tersusun secara hierarkis dalam arti setiap fragmen memiliki keterhubungan satu sama lain. Sementara dalam aspek semantik, secara umum istilah-istilah yang menjadi penekanan seperti jāhadū, qitāl, awliyā’, dan qawwāmūna diberi penanda khusus berupa tanda kurung/() dan footnote (catatan kaki). Kedua, kognisi sosial anggota tim penerjemah mempengaruhi penerjemahan al-Qur’an edisi 2019. Hal ini dibuktikan dengan konsentrasi dari masing-masing tim penerjemah yang terdiri dari beragam ahli, seperti ahli tafsir, ahli bahasa Arab, ahli hukum, ahli filsafat, dan ahli kebahasaan. Selain itu juga, struktur sosial yang mengitari teks tampak dalam penerjemahan al-Qur’an edisi 2019 yang dibuktikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan relasi kuasa dalam proses penerjemahan teks. Ketiga, penerjemahan tersebut memiliki relevansi dengan proyek moderasi beragama Kemenag, seperti nilai moderat yang melarang menggunakan kekerasan atas nama agama
Eksplorasi Etnomatematika Pada K Eksplorasi Etnomatematika Pada Kelong Apung di Malang Rapat: Etnomatematika pada Kelong Apung
Mathematics taught in schools is often associated with the material needs of students; mathematics not only does not have to be understood in the school environment but also understood in other surrounding environments, such as culture and others. This study aimed to determine the ethnomathematics of Malay traditional floating kelong in Malang Rapat, Bintan Regency. The research method used is a descriptive qualitative method with an ethnomathematical approach. The research instruments used are observation sheets, interviews and documentation. Based on the research results presented, the author concluded, namely, the use of mathematical concepts in certain cultures and societies, such as the use of addition and subtraction in calculating the amount of wood used or the number of barrels used in floating kelongs. Making floating kelongs using basic mathematics, especially addition and subtraction operations, can be used to calculate the amount of wood used to construct floating kelongs and the number of barrels applied. Taxonomy is also applied to analyze and categorize certain elements in research, concerned with understanding how the components of floating kelong are classified or organized. The role of mathematics in identifying and calculating pesky components (materials that bring good luck or maintain security) used in floating kelongs. Ethnomathematics can also involve understanding the cultural themes underlying the use of mathematics in everyday life, such as how mathematical concepts are integrated with cultural beliefs and practices in the construction of floating kelongs.Matematika yang diajarkan disekolah sering kali dikaitkan dengan kebutuhan materi peserta didik, matematika tidak hanya tidak harus dipahami dalam sekitaran sekolah teteapi juga di pahami dalam lingkungan sekitar lainnya. Seperti budaya dan lain-lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui deskripsi eksplorasi etnomatematika pada kelong apung adat Melayu di Malang Rapat, Kabupaten Bintan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnomatematika. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi, wawancara dan dokumentasi
PENGARUH PERSEPSI DUKUNGAN ORGANISASI DAN KERJASAMA TIM TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis sampel teknik Purposive Sampling dan dihitung menggunakan rumus penentuan sampel dengan minimal 5 kali jumlah indikator sehingga didapatkan hasilnya sebanyak 85 responden yang ditetapkan pada penelitian ini. Variabel yang digunakan oleh peneliti adalah Persepsi Dukungan Organisasi dan Kerjasama Tim sebagai variabel independen, variabel Kepuasan Kerja sebagai variabel intervening, dan Kinerja Pegawai sebagai variabel dependen. Metode analisis yang dipakai pada penelitian ini yaitu metode analisis statistik deskriptif, metode analisis model pengukuran, metode analisis model struktural dan uji parsial (uji-t) melalui penggunaan program Smart Partial Least Square Versi 4.1.0.6 (SmartPLS). Hasil penelitian menunjukan bahwa persepsi dukungan organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, kerjasama tim berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, persepsi dukungan organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, kerjasama tim berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kinerja pegawai, kepuasan kerja mampu memediasi hubungan persepsi dukungan organisasi terhadap kinerja pegawai secara positif dan signifikan, serta kepuasan kerja mampu memediasi hubungan kerjasama tim terhadap kinerja pegawai secara positif dan signifikan
