1,721,082 research outputs found

    Generational of typical meteorological year weather data for wind speed for Klang valley / Muhamad Ilham Tunisman

    Get PDF
    Generation of Typical Meteorological Year (TMY) for six years weather data between years 1996 to year 2000 was developed. The primary selection of the month for the Typical Meteorological Year was made using data from Malaysia Meteorological Department at Petaling Jaya stations for the six-year period from year 1994 to year 2000. Years are ranked according to the Filkenstein- Schafer (FS) statistic. Then the generated TMY data for wind speed was compared with the long term mean (LTM) wind speed data. The validity of generated TMY was made by comparing the generated TMY data with the Real Weather Data from Photovoltic Monitoring Center at UiTM Shah Alam. The comparisons of the Typical Meteorological Year with long term mean and Real Weather Data have been made by monthly average of wind speed weather data, by daily average of wind speed weather data and hourly wind speed weather data. The result shows that the generated TMY is best to representing the long-term mean weather data by hourly analysis. A computer with Microsoft Excel software was use for do some calculation and statistical analysis while generating this TMY

    EFEKTIFITAS PENGGUNAAN VIDEO PENGEMBANGAN RESEP MP-ASI LOKAL SEBAGAI MEDIA EDUKASI DALAM PENANGGULANGAN STUNTING DI DESA SELOPAMIORO, KECAMATAN IMOGIRI, KABUPATEN BANTUL

    Get PDF
    EFEKTIFITAS PENGGUNAAN VIDEO PENGEMBANGAN RESEP MP-ASI LOKAL SEBAGAI MEDIA EDUKASI DALAM PENANGGULANGAN STUNTING DI DESA SELOPAMIORO, KECAMATAN IMOGIRI, KABUPATEN BANTUL Muhamad Ilham Wibowo1, Waryana2, Lastmi3 1)Mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta Jalan Tata Bumi Nomor 3 Banyuraden, Gamping, Sleman, Yogyakarta 55293 2,3)Dosen Poltekkes Kemenkes Yogyakarta email : [email protected] ABSTRAK Latar Belakang : Stunting, suatu bentuk malnutrisi yang ditandai oleh gangguan pertumbuhan linear dalam dua tahun pertama kehidupan. Hasil SSGI 2022 Kab.Bantul anak yang mengalami stunting 14,9%. Hasil SKI 2023 penyebab stunting seperti kesehatan ibu dan bayi serta faktor rumah tangga. Pangan lokal menjadi salah satu alternatif upaya pencegahan stunting. Edukasi gizi menggunakan media video resep MP-ASI lokal dapat meningkatkan pengetahuan penanggulangan stunting menggunakan MP-ASI. Tujuan : Menganalisis efektivitas penggunaan media video resep lokal untuk meningkatkan pengetahuan pengetahuan ibu tentang penanggulangan stunting. Metode : penelitian ini merupakan penelitian Quasi Experimental, dengan mengguanakan desain non equivalent pre test post test design. Kelompok eksperimen diberikan media video sebanyak 35 orang dan kelompok kontrol diberikan leaflet sebanyak 35 orang. Teknik pengambilan data menggunakan purposive sampling. Untuk menguji hipotesis menggunakan uji pired t-test dan uji independen t-test. Hasil : Hasil pretest, rata-rata skor nilai pada kelompok video 59,60 dan video 58,85 dengan beda 0,75. Hasil uji beda sample bebas pada pretest dengan hasil Sig. (2-Tailed) 0,523. Hasil posttest, rata-rata skor nilai kelompok video 85,54 dan leaflet 79,77 dengan beda 5,77. Hasil uji beda sample bebas pada posttest dengan hasil Sig. (2-Tailed) 0,000 Terdapat peningkatan tingkat pengetahuan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pada kelompok video, ada peningkatan skor nilai pretest-posttest sebesar 25,94, peningkatan tersebut bermakna secara statistik (p=0,000). Sedangkan pada kelompok leaflet, ada peningkatan skor nilai pretest-posttest sebesar 20,92, peningkatan tersebut bermakna secara statistik (p=0,000). Kesimpulan : Ada peningkatan pengetahuan yang lebih tinggi dan bermakna secara statistik pada kelompok video, sehingga media video lebih efektif digunakan dalam meningkatkan pengetahuan resep MP-ASI pada ibu balita dibandingkan media leaflet. Kata kunci : Resep, pengetahuan, video resep, leaflet, pangan loka

    EFEKTIFITAS PENGGUNAAN VIDEO PENGEMBANGAN RESEP MP-ASI LOKAL SEBAGAI MEDIA EDUKASI DALAM PENANGGULANGAN STUNTING DI DESA SELOPAMIORO, KECAMATAN IMOGIRI, KABUPATEN BANTUL

    Get PDF
    EFEKTIFITAS PENGGUNAAN VIDEO PENGEMBANGAN RESEP MP-ASI LOKAL SEBAGAI MEDIA EDUKASI DALAM PENANGGULANGAN STUNTING DI DESA SELOPAMIORO, KECAMATAN IMOGIRI, KABUPATEN BANTUL Muhamad Ilham Wibowo1, Waryana2, Lastmi3 1)Mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta Jalan Tata Bumi Nomor 3 Banyuraden, Gamping, Sleman, Yogyakarta 55293 2,3)Dosen Poltekkes Kemenkes Yogyakarta email : [email protected] ABSTRAK Latar Belakang : Stunting, suatu bentuk malnutrisi yang ditandai oleh gangguan pertumbuhan linear dalam dua tahun pertama kehidupan. Hasil SSGI 2022 Kab.Bantul anak yang mengalami stunting 14,9%. Hasil SKI 2023 penyebab stunting seperti kesehatan ibu dan bayi serta faktor rumah tangga. Pangan lokal menjadi salah satu alternatif upaya pencegahan stunting. Edukasi gizi menggunakan media video resep MP-ASI lokal dapat meningkatkan pengetahuan penanggulangan stunting menggunakan MP-ASI. Tujuan : Menganalisis efektivitas penggunaan media video resep lokal untuk meningkatkan pengetahuan pengetahuan ibu tentang penanggulangan stunting. Metode : penelitian ini merupakan penelitian Quasi Experimental, dengan mengguanakan desain non equivalent pre test post test design. Kelompok eksperimen diberikan media video sebanyak 35 orang dan kelompok kontrol diberikan leaflet sebanyak 35 orang. Teknik pengambilan data menggunakan purposive sampling. Untuk menguji hipotesis menggunakan uji pired t-test dan uji independen t-test. Hasil : Hasil pretest, rata-rata skor nilai pada kelompok video 59,60 dan video 58,85 dengan beda 0,75. Hasil uji beda sample bebas pada pretest dengan hasil Sig. (2-Tailed) 0,523. Hasil posttest, rata-rata skor nilai kelompok video 85,54 dan leaflet 79,77 dengan beda 5,77. Hasil uji beda sample bebas pada posttest dengan hasil Sig. (2-Tailed) 0,000 Terdapat peningkatan tingkat pengetahuan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pada kelompok video, ada peningkatan skor nilai pretest-posttest sebesar 25,94, peningkatan tersebut bermakna secara statistik (p=0,000). Sedangkan pada kelompok leaflet, ada peningkatan skor nilai pretest-posttest sebesar 20,92, peningkatan tersebut bermakna secara statistik (p=0,000). Kesimpulan : Ada peningkatan pengetahuan yang lebih tinggi dan bermakna secara statistik pada kelompok video, sehingga media video lebih efektif digunakan dalam meningkatkan pengetahuan resep MP-ASI pada ibu balita dibandingkan media leaflet. Kata kunci : Resep, pengetahuan, video resep, leaflet, pangan loka

    PENGARUH ISTIGHOSAH TERHADAP PENGENDALIAN EMOSI DALAM ORGANISASI BANSER DI KECAMATAN SUMBERGEMPOL KABUPATEN TULUNGAGUNG

    Get PDF
    Akbar R, Muhamad Ilham. 2018. Pengaruh istighosah terhadap pengendalian emosi dalam organisasi Banser di Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung. Skripsi Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi, IAIN Tulungagung, Pembimbing oleh Dr. A. Rizqon Khamami, Lc, M. A Kata Kunci: Istighosah, Pengendalian Emosi Penelitian dalam skripsi ini dilatarbelakangi oleh fenomena bahwa anggota Banser masih belum bisa mengendalikan emosi sehingga di dalam organisasi terkena dampak seperti perselisihan sesama anggota Banser serta terpangaruh dari isu-isu yang beredar dari anggota lain. Selain hal tersebut Banser sering di benturkan oleh isu-isu yang beredar dari social media yang menimbulkan dampak negatif dari organisasi banser sehingga anggota banser terprovokasi agar anggota banser terpecah belah. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Adakah pengaruh istighosah terhadap pengendalian emosi di organisasi Banser di kecamatan Sumbergempol? 2)Bagaimana istighosah dan tingkat pengendalian emosi di organisasi Banser di Kecamatan Sumbergempol? Metode penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif, dengan pendekatan asosatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 70 anggota Banser. Sampel dalam penelitian ini yaitu 70 anggota Banser. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah regresi sederhana. Hasil penelitiannya adalah 1) Istighosah menunjukkan kecenderungan sebagian besar responden dengan kriteria sangat baik yaitu 57.1% atau 40 responden memperoleh tingkatan istighosah dengan kriteria sangat baik, sehingga dapat dikatakan bahwa istighosah dengan kriteria sangat baik. Sedangkan pengendalian emosi menunjukkan kecenderungan sebagian besar responden memperoleh kriteria sangat baik yaitu 58.6% atau 41 responden, sehingga dapat dikatakan bahwa pengendalian emosi dengan kriteria sangat baik. 2) Ada pengaruh yang signifikan antara pengaruh istighosah terhadap pengendalian emosi dalam organisasi banser di Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung, yang dibuktikan dari nilai perhitungan thitung > ttabel (4.781 > 1,668). Nilai signifikansi t untuk variabel istighosah adalah 0.000 dan nilai tersebut lebih kecil daripada probabilitas 0.05 (0,000 < 0,05). Sehingga dalam pengujian ini menunjukkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Hal ini berarti bahwa ada pengaruh yang positif dan signifikan antara istighosah terhadap pengendalian emosi dalam organisasi banser di Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung

    IDENTIFIKASI RETAKNYA KRAN DI SISTEM HIDROLIK MOORING WINCH DI KM. TANTO CERIA

    Get PDF
    INTISARI Muhamad Ilham Aji Fahlefi, 531611206088 T, 2020, “Identifikasi Retaknya Kran Di Sistem Hidrolik Mooring Winch di KM. Tanto Ceria”, Program Diploma IV, Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang. Dosen Pembimbing I : H. MUSTHOLIQ, MM, M.Mar.E dan dosen Pembimbing II : PURWANTONO, S.Psi, M.Pd. Mooring winch adalah perlengkapan tambar yang umum digunakan di kapal. mooring winch terdiri dari beberapa komponen pendukung. winch barrel atau di sebut juga drum di gunakan untuk menggulung sling baja atau tali tambat sehingga kapal dapat tertambat kuat ke darat. warp end di gunakan ketika menggerakan kapal menggunakan tali atau kawat baja yang diikatkan pada bollard di darat dan menggulungnya di sekitar warp end dari winch. pemakaian secara beban penuh dari mesin penggulung tali atau capstan dan pada mooring winch bervariasi antara 3 sampai 30 ton pada kecepatan penarikan tali sebesar 0,3 sampai 0,6 m/s. kecepatan pada kondisi beban penuh di lipat gandakan untuk dapat mengatasi kemungkinan terjadinya tali terhambat sesuatu. ukuran dari wire rope yang di gunakan pada drum di tentukan berdasarkan berat tali baja yang dapat di tangani oleh seorang awak kapal, yaitu maksimum dengan diameter 140 mm. Dalam menganalisis permasalahan ini menggunakan rumusan masalah yaitu apa faktor penyebab, apa dampak dari faktor penyebab, dan bagaimana upaya untuk menangani dampak dari faktor penyebab permasalahan tersebut, dengan menggunakan metode atau pendekatan kualitatif yang menghasilkan data deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam menganalisis permasalahan yaitu menggunkan teknik observasi (pengamatan), wawancara, dan studi pustaka. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan ada beberapa faktor yang menyebabkan Retaknya kran di system hidrolik Mooring Winch di KM. Tanto Ceria, yaitu faktor mesin meliputi tertutupnya kran di system hidrolik, faktor manusia yaitu akibat kelalaian masinis dalam melkukan perawatan, faktor metode yaitu Kesalahan pada prosedur pengoperasian, serta faktor Material yaitu Kelelahan pada bahan. Agar Kran di system hidrolik dapat beroperasi normal kembali, maka perlu dilakukan di matikannya setrum mooring winch, mengganti kran yang rusak dengan kran yang baru, melakukan pengecekan terhadap kekencangan mur dan baut, serta melakukan pengecekan handle kran pakah dapat membuka menutup dengan lancar atau tida

    ANALISIS PROSES BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS VIII DALAM MENYELESAIKAN SOAL OLIMPIADE MATEMATIKA DITINJAU BERDASARKAN KECEMASAN MATEMATIKA DI MTsN 5 TULUNGAGUNG TAHUN AJARAN 2021/2022

    Get PDF
    Skripsi dengan judul “Analisis Proses Berpikir Kreatif Siswa Kelas VIII Dalam Menyelesaikan Soal Olimpiade Matematika Ditinjau Berdasarkan Kecemasan Matematika di MTsN 5 Tulungagung Tahun Ajaran 2021/2022” ini ditulis oleh Muhamad Ilham Try Saputra, NIM. 12204183296, Jurusan Tadris Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, yang dibimbing oleh Miswanto, M.Pd. Kata kunci: Berpikir Kreatif, Menyelesaikan Soal, Kecemasan Matematika. Penelitian ini dilatar belakangi oleh sebuah kebiasaan yang sering kita jumpai pada proses pembelajaran, khususnya matematika. Berpikir kreatif jarang ditekankan pada pembelajaran matematika karena model pembelajaran yang cenderung pada pengembangan pemikiran analitis dengan masalah-masalah yang rutin. Untuk mengetahui bagaimana kemampuan berpikir kreatif siswa, peneliti memberikan soal yang bertujuan untuk memicu timbulnya kemampuan berpikir kreatif siswa. Untuk mengetahui tingkat kemampuan berpikir kreatif siswa, peneliti menggunakan tiga indikator berpikir kreatif yang meliputi kefasihan, fleksibilitas dan kebaruan. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mendeskripsikan proses berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan soal olimpiade matematika ditinjau berdasarkan kecemasan matematika tinggi di kelas VIII MTsN 5 Tulungagung. (2) Untuk mendeskripsikan proses berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan soal olimpiade matematika ditinjau berdasarkan kecemasan matematika sedang di kelas VIII MTsN 5 Tulungagung. (3) Untuk mendeskripsikan proses berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan soal olimpiade matematika ditinjau berdasarkan kecemasan matematika rendah di kelas VIII MTsN 5 Tulungagung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode yang digunakan meliputi pemberian angket, tes tulis, wawancara dan dokumentasi. Tes tertulis diikuti oleh 6 siswa yang terpilih dari pemberian angket kecemasan matematika siswa, selanjutnya pemberian tes tulis dan juga diadakan tes wawancara untuk memperkuat hasil dari tes tulis. Teknik analisis data pada penelitian ini dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif pada siswa kelas VIII di MTsN 5 Tulungagung berbeda antara siswa yang mempunyai kecemasan matematika tinggi, sedang dan rendah. 1) Siswa dengan kecemasan matematika tinggi belum mampu memenuhi ketiga indikator berpikir kreatif sehingga masuk dalam tingkat 0 (tidak kreatif). 2) Siswa dengan kecemasan matematika sedang mampu menunjukkan memenuhi dua indikator berpikir kreatif yaitu kefasihan dan kebaruan sehingga masuk dalam tingkat 3 (kreatif). 3) Siswa dengan kecemasan matematika rendah memiliki tingkat berpikir kreatif pada tingkat 4 (sangat kreatif). Subjek mampu menunjukkan ketiga indikator berpikir kreatif yaitu kefasihan, fleksibilitas dan kebaruan

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
    corecore