1,722,257 research outputs found
Analisis Kadar Antosianin Pada Daun Miana (Lamiaceae)
ABSTRAKPenelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui kadar antosianin pada daun Miana (Coleus scutellarioides (L.) Benth). Sampel daun miana diambil di Kabupaten Toraja Utara, Provinsi Sulawesi Selatan. Tahapan penelitian meliputi, determinasi tanaman, preparasi sampel, ekstraksi, identifikasi senyawa menggunakan uji fitokimia, kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas-spektrometri massa dan analisis kadar antosianin menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Adapun kadar antosianin ekstrak aquadest dan etanol daun miana berwarna variasi merah dan hijau jenis Coleus scutellarioides (L.) Benth yaitu 220.43 mg/L dan 218,76 mg/L sedangkan kadar antosianin ekstrak aquadest dan etanol daun miana berwarna ungu jenis Coleus scutellarioides (L.) Benth yaitu 146,95 mg/L dan 151,63 mg/L.Kata kunci : Daun Miana, Antosianin ABSTRACTThis research is an experimental study that aims to determine anthocyanin levels in the leaves of Miana (Coleus scutellarioides (L.) Benth). Miana leaf samples were taken in North Toraja Regency, South Sulawesi Province. The stages of the research included plant determination, sample preparation, extraction, identification of compounds using phytochemical tests, thin layer chromatography and gas chromatography-mass spectrometry and analysis of anthocyanin levels using a UV-Vis spectrophotometer. The anthocyanin levels of the aquadest and ethanol extracts of miana leaves were colored in variations of red and green for the species Coleus scutellarioides (L.) Benth, namely 220.43 mg/L and 218.76 mg/L while the anthocyanin levels for the aquadest and ethanol extracts of miana leaves were purple for the Coleus scutellarioides (L) Benth, namely 146.95 mg/L and 151.63 mg/L.Keywords : Miana leaves, Anthocyani
UJI AKTIVITAS SEDIAAN OBAT KUMUR EKSTRAK DAUN MIANA Coleus scutellarioides (L.) Benth TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Streptococcus mutans
ABSTRAK\ud
Telah dilakukan penelitian tentang aktivitas sediaan obat kumur ekstrak daun miana Coleus scutellrioides (L.) Benth terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan zona hambatan ekstrak daun miana dengan formulasi obat kumur dalam menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans. Uji antibakteri ini menggunakan metode difusi agar dengan paper disk. Esktrak daun diperoleh dari metode maserasi menggunakan etanol 70% sebagai pelarut cair. Hasil menunjukkan aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun miana dengan konsentrasi 5%, 10% dan 15% terbesar terdapat pada konsentrasi 15% sebesar 12,8 mm. Pada Obat kumur dengan penambahan ekstrak daun miana yang berbeda dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 15% pada masa inkubasi 24 jam, paling besar zona hambatan terdapat pada formulasi III yang mengandung 15% ekstrak daun miana sebesar 11,9 mm. Setelah masa inkubasi 48 jam, semua zona obat kumur semakin bening. Ini mengindikasikan bahwa semua obat kumur dengan penambahan ekstrak miana bersifat bakteriosid. Uji T menunjukkan signifikansi 0,063 yang berarti antara aktivitas ektrak etanol daun miana dengan sediaan obat kumur tidak memiliki perbedaan hasil zona hambat pertumbuhan bakteri yang bermakna (p>0,05)
PRODUKSI ANTOSIANIN DARI DAUN MIANA (Plectranthus scutellarioides) SEBAGAI PEWARNA ALAMI
Miana (Coleus scutellaroides) is an ornamental plant of single leaf a purple color. The purple color found from miana leaves is an indicator of the presence of anthocyanin pigments. Anthocyanin from miana leaves can be utilized as a natural pigment for various staining purposes especially in the food industry, anthocyanin harvesting on miana leaves can be done at any time and does not depend on the season due to its abundant availability in nature.The aims of this study were to isolate, identify, and microencapsulated anthocyanin pigments of miana leaves. The result, pigment extracted from miana leaves had characteristic of purple color and having maximum absorbance at wavelength 529 nm, suspected as anthocyanin derivative (cyanidin-3-routosida).The total microcapsulated anthocyanim was 0.149542 mg / g. Thermostability of encapsulated anthocyanin pigment from miana leaves stable with heat exposure temperature 100C up to 60 minutes. Based on those collected information, encapsulated miana leaves pigment could be used as an additional natural coloring in food industries.Keywords: anthocyanin, miana, microencapsulation, pigment, thermostability. ABSTRAKMiana (Coleus scutellaroides) termasuk ke dalam tanaman hias yang berdaun tunggal dan berwarna ungu. Warna ungu yang terdapat pada daun miana adalah indikator keberadaan pigmen antosianin.Pemanfaatan daun miana sebagai sumber antosianin dapat dimanfaatkan sebagai pigmen alami untuk berbagai keperluan pewarna terutama dalam industri pangan, pemanenan antosianin pada daun miana dapat dilakukan setiap saat dan tidak bergantung pada musim dikarenakan ketersediannya yang selalu melimpah di alam.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengisolasi, mengidentifikasi, dan mikroenkapsulasi pigmen antosianin dari daun miana.Berdasarkan hasil analisis didapati bahwa ekstrak pigmen daun miana memiliki karakteristik warna nampak ungu dan serapan maksimum absorbansinya berada pada panjang gelombang 529 nm, pigmen diduga sebagai turunan antosianin yaitu sianidin-3-rutinosida.Total antosianim yang sudah dimikroenkapsulasi sebesar 0.149542 mg/g. Dari hasil uji thermostabilitas pigmen terenkapsulasi maltodekstrin, stabilitas pigmen antosianin dari daun miana cenderung stabil dengan adanya pemaparan panas suhu 100C hingga 60 menit.Berdasarkan hasil dan pengujian, pigmen daun miana terenkapsulasi dapat menjadi pertimbangan produk untuk digunakan sebagai bahan tambahan pewarna dalam industri pangan.Kata kunci: antosianin, miana, mikroenkapsulasi, pigmen, termostabilitas
Performance, Carcas And Broiler Lives With Giving Miana (Coleus atropurpureus, L) Leaves Fermentation Drink
The purpose of this study was to determine the effect of adding miana (Coleus atropurpureus, L) leaf fermented drink on performance, carcass and chicken liver. Broiler DOC without sexual segregation totaled 196 tails. The design used was a completely randomized design consisting of 4 treatments and three replications. Each test consisted of 16 tails. The treatments were: A0 = without fermented miana leaves, A1 = 4 ml fermented miana leaves /l drinking water, A2 = 8 ml fermented miana leaves/ l drinking water, A4 = 12 ml fermented miana leaves /l drinking water. The parameters observed were performance, percentage of carcass and chicken liver. The result showed that was no effect (P>0,05) of the addition of miana leaf fermentation on the performance, percentage of carcass and chicken liver. Offering 8 ml fermented miana leaves/liter provides better performance
FORMULASI SIRUP EKSTRAK DAUN MIANA Coleus Scutellariodiaes (L) Benth
Daun Miana telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat secara tradisional untuk mengobati berbagai penyakit, termasuk sebagai obat untuk gangguan pencernaan seperti maag. Meskipun demikian, penggunaan daun Miana sebagai obat belum memiliki dosis yang pasti dan memerlukan pengolahan terlebih dahulu, sehingga kurang praktis. Oleh karena itu, ekstrak daun Miana diformulasikan dalam bentuk sirup. Pemilihan sediaan sirup didasarkan pada sifat cairnya yang memungkinkan untuk bekerja lebih cepat dalam menetralkan pH asam lambung, serta memberikan kemudahan dan efektivitas dalam penggunaannya. Tujuan penelitian adalah untuk memformulasi sediaan sirup obat maag ekstrak etanol daun Miana (Coleus scutellarioides (L) Benth) dengan variasi konsentrasi madu sebagai bahan pemanis menjadi sediaan sirup obat maag yang stabil. Skrining fitokimia dilakukan setelah proses ekstraksi, diikuti dengan pembuatan formula sirup dengan variasi konsentrasi madu sebagai pemanis, yaitu 40-60%. Selanjutnya, dilakukan evaluasi terhadap sifat-sifat fisik seperti uji organoleptik, penentuan bobot jenis, pH, dan viskositas. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ekstrak daun Miana mengandung senyawa kimia alkaloid, fenol, dan saponin. Sediaan sirup yang dihasilkan memiliki sifat organoleptik dengan warna coklat hingga coklat tua, aroma khas madu, dan rasa manis dari madu. Evaluasi sifat fisik sirup menunjukkan pH 4,932-5,141, bobot jenis 1,143-1,193 g/mL, dan viskositas 3,059-5,568 P. Ketiga formula memenuhi persyaratan pH dan viskositas.Daun miana telah lama digunakan oleh masyarakat dan secara empiris dapat mengobati berbagai macam penyakit, salah satunya digunakan sebagai obat untuk pencernaan yaitu obat maag. Penggunaannya sebagai obat belum memiliki dosis yang pasti dan penggunaanya belum praktis karena harus diolah terlebih dahulu. Oleh karena itu ekstrak daun miana diformulasi menjadi sirup. Bentuk sediaan sirup menjadi pilihan karena bentuknya cair sehingga dapat bekerja dengan cepat menetralkan pH asam lambung dan agar penggunaannya lebih praktis dan efektif. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan sirup ekstrak daun miana yang memiliki sifat farmaseutik yang optimal. Formulasi diawali dengan skrining fitokimia hasil ekstraksi, formulasi sirup dengan variasi konsentrasi madu sebagai bahan pemanis yaitu 40-60%. Kemudian dilakukan evaluasi sifat-sifat farmaseutik seperti organoleptis, penentuan bobot jenis, pH dan viskositas.Hasil yang diperoleh adalah ekstrak daun miana memiliki kandungan kimia alkaloid, fenol dan saponin. Formulasi sediaan sirup dengan bahan tambahan berhasil membuat sirup dengan sifat organoleptik yaitu memiliki warna coklat hingga coklat tua, memiliki aroma khas madu, rasa manis dari madu. Hasil evaluasi sifat farmaseutik yaitu pH 4,932-5,141, bobot jenis 1,143-1,193 g/mL dan viskositas 3,059 – 5,568 P. Ekstrak etanol daun miana dapat diformulasi menjadi siru
KELAYAKAN EKSTRAK DAUN MIANA (Coleus scutellarioides [L.] BENTH) SEBAGAI PEWARNA ALAMI SEDIAAN EYESHADOW COMPACT
Penelitian ini dilatar belakangi dari pengaruh penggunaan bahan pewarna sintesis dalam jangka waktu yang lama dapat mengakibatkan gangguan kesehatan sehingga perlu dicari alternatif yaitu pewarna berbahan alami yang berasal dari tumbuhan. Pewarna alami yang dapat dikembangkan adalah antosianin yang ditemukan pada tanaman daun Miana. Penelitian akan memanfaatkan dan melakukan pembuatan eyeshadow dengan menggunakan bahan alami dari ekstrak daun Miana karna belum pernah diteliti sebelumnya. Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: Menganalisis cara pembuatan eyeshadow compact dari ekstrak daun miana (Coleus scutellarioides [L.] Benth) sebagai pewarna alami. Menganalisis kelayakan ekstrak daun Miana sebagai pewarna alami untuk sediaan eyeshadow compact dilihat dari uji Laboratorium, uji Organoleptik, uji Hedonik. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Objek dalam penelitian ini adalah daun Miana yang di jadikan sebagai bahan pewarna alami untuk Eyeshadow Compact. Instrumen penelitian yaitu dengan Uji Laboratorium, Uji Organoleptik, Uji Hedonik. Hasil pengujian laboratorium yaitu positif mengandung zat Antosianin, pengujian pH hasil pH 5,24 dan dinyatakan homogen karna warna eyeshadow tersebar secara merata. Berdasarkan penilaian uji organoleptik tekstur cukup Halus persentase 43%. Uji organoleptik Aroma sangat beraroma Daun Miana persentase 72%. Uji organoleptik Warna bewarna kecoklatan (coklat muda) persentase 58%. Hasil Uji Organoleptik Daya Lekat persentase 72% Cukup Lekat. Uji Hedonik (Kesukaan Panelis) menyatakan menyukai Eyeshadow Ekstrak Daun Miana persentase 72%. Hasil penelitian daun Miana (Coleus scutellariodes [L.] Benth) sebagai pewarna alami untuk pembuatan eyeshadow di nyatakan Layak dan dapat digunakan
PENGGUNAAN TEPUNG DAUN MIANA (Coleus atropurpureus, L.) DALAM RANSUM BASALTERHADAP PRODUKSI KARKAS BROILER
PENGGUNAAN TEPUNG DAUN MIANA (Coleus atropurpureus, L.) DALAM RANSUM BASALTERHADAP PRODUKSI KARKAS BROILER
M. Fikri Ramadan (11780113643)
Di bawah bimbingan Eniza Saleh dan Arsyadi Ali
INTISARI
Miana adalah tanaman herbal yang memiliki kandungan protein yang cukup tinggi. Daun miana juga merupakan salah satu tanaman herbal yang dimanfaatkan sebagai bahan tambahan dalam ransum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung daun miana (Coleus atropurpureus, L.) dalam ransum basal terhadap produksi karkas broiler yang meliputi: bobot akhir, bobot karkas, persentase karkas, dan bobot lemak abdominal. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan April sampai Mei 2021 di Laboratorium UIN Agriculture Research and Development Station (UARDS) Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Materi penelitian ini mengunakan 80 ekor ayam DOC ayam ras pedaging yang dibagi secara acak berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Tiap-tiap unit kandang terdiri atas 4 ekor ayam. Perlakuan yang diberikan yaitu P0 (0% ekatrak daun miana sebagai kontrol), P1 (0,5% ekstrak daun miana dalam ransum), P2 (1% ekstrak daun miana dalam ransum), dan P3 (1,5% ekstrak daun miana dalam ransum) P4 (2% ekstrak daun miana dalam ransum). Parameter yang diukur adalah bobot akhir, bobot karkas, persentase karkas dan lemak abdominal. Berdasarkan hasil penelitian penambahan tepung daun miana (Coleus atropurpureus, L.) sampai level 2% dalam ransum basal tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap bobot karkas, persentase karkas, dan bobot lemak abdominal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan tepung daun miana sampai level 2% tidak dapat meningkatkan produksi karkas broiler.
Kata kunci: Ayam, produksi karkas, tepung daun mia
Reductor de velocidad coaxial transmisor de 25 cv de potencia
Código de proyecto: MC1 11053Miguel Ángel Bernad Miana ; director de proyecto: Alfredo González RosalesCurso 2011-2012Grado en Ingeniería Mecánica (primer semestre adaptación al Grado) (MC1)Escuela Politécnica Superio
Uji Aktivitas Antioksidan Fraksi Etil Asetat Daun Miana (Coleus atropurpureus Benth)
Daun Miana (Coleus atropurpureus Benth) merupakan salah satu tanaman tradisional yang digunakan sebagai obat untuk menyembuhkan beberapa penyakit, seperti batuk, perangsang nafsu makan, dan penetralisir racun (antitoksik). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan fraksi etil asetat daun miana. Daun miana (Coleus atropurpureus Benth) diekstraksi dengan pelarut etanol menggunakan metode maserasi kemudian difraksinasi secara bertahap menggunakan pelarut n-heksana dan etil asetat. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode radikal 2,2-difenil-1-pikrilhidrazi (DPPH), dimana absorbansi yang diukur pada ?maks 516,4 nm dengan menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat daun miana memiliki aktivitas antioksidan terhadap radikal DPPH dengan nilai IC50 33,768 pp
- …
