Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Not a member yet
420 research outputs found
Sort by
Efektivitas Antihipertensi Kombinasi Jus Mentimun (Cucumis sativus L.), Rebusan Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) dan Madu Kelulut Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Air Putih Samarinda: The Effectiveness Antihypertensive Combination of Cucumber Juice (Cucumis sativus L.), Decoction of Moringa Leaves (Moringa oleifera Lam.) and Kelulut Honey on Hypertension Patients in Public Health Center Air Putih Samarinda
Hipertensi atau tekanan darah tinggi ialah penyakit silent killer yang dapat membunuh secara diam – diam tanpa gejala yang timbul. Faktor resiko yang dapat menyebabkan hipertensi yaitu usia, jenis kelamin, genetik, riwayat penyakit, dan gaya hidup. Pengobatan hipertensi secara sintetik memiliki efek samping, sehingga masyarakat mulai memilih pengobatan herbal, salah satunya ialah mentimun, daun kelor dan madu kelulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan efek pemberian kombinasi jus mentimun, rebusan daun kelor dan madu kelulut terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi Puskesmas Air Putih Samarinda. Metode penelitian menggunakan pre - experimental rancangan desain penelitian pre-test and post-test one group only design. Hasil penelitian diperoleh karakteristik 20 responden jenis kelamin perempuan 70% dan laki-laki 30%. Usia dewasa awal (26-35) 15%, dewasa akhir (36-45) 5%, lansia awal (46-55) 60% dan lansia akhir (56-55) 20%. Kepatuhan minum obat rutin setiap hari 65%, kurang dari 2 hari dalam seminggu tidak minum obat 0% dan lebih dari 2 hari dalam seminggu tidak minum obat 35%. Terapi amlodipine 100%. Pemberian kombinasi jus mentimun, rebusan daun kelor, dan madu kelulut pada 9 responden belum menunjukkan penurunan tekanan darah bermakna secara statistik belum terlihat menghasilkan efek signifikan setelah di uji paired t-test dengan nilai p > 0,05
Formulasi Tablet Chlorpheniramine Maleat (CTM) dengan Pati Ampas Tahu Sebagai Bahan Pengisi Dalam Pemanfaatan Limbah Tahu di Samarinda: Formulation of Chlorpheniramine Maleat (CTM) Tablets from Soybean Curd Residue Starch as a Fillers in Utilization Soybean Waste at Samarinda
Ampas tahu adalah hasil sisa pemerasan gilingan kedelai pada produk tahu yang memiliki karbohidrat tinggi sehingga dapat dikelola menjadi pati yang berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan pengisi pada sediaan tablet. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pati ampas tahu sebagai bahan pengisi pada sediaan tablet Chlorpheniramine Maleat. Pati ampas tahu dibuat dengan cara perendaman dengan KOH 0,1% dan pengeringan, selanjutnya diidentifikasi sifat fisik dan kimia pati ampas tahu. Pati ampas tahu kemudian di formulasikan menjadi sediaan tablet dengan perbandingan pati ampas tahu dan avicel PH 102 yaitu F1 (34:62), F2 (62:34), F3 (48:48), F4 (20:76), F5 (76:20) dengan metode kempa langsung. Hasil identifikasi sifat fisik dan kimia pati ampas tahu berupa serbuk, berwarna putih kecoklatan, berbau khas tahu, tidak memiliki rasa, mengandung karbohidrat pada uji iodin, memiliki pH 5,41, kadar air 5,27 dan kadar abu 2,73. Hasil evaluasi kualitas serbuk dan sifat fisik tablet menunjukkan bahwa F2 sebagai formula tablet Chlorpheniramine Maleat (CTM) terbaik
SKRINING AKTIVITAS FRAKSI ETILASETAT DAUN NUSA INDAH (Mussaendaphilippica A. Rich)
Nusa Indah (Mussaenda philippica A. Rich) merupakan tanaman dengan kelopak daun berwarna putih. Masyarakat menggunakan daun Nusa Indah sebagai obat disentri dan diare akut. Penelitian ini bertujuan untuk mencari toksisitas dan potensi antioksidan fraksi etilasetat daun Nusa Indah. Uji toksisitas fraksi etilasetat menggunakan larva udang Artemia salina Leach (Brine Shrimp Lethality Test, BSLT). Aktivitas antioksidan menggunakan metode peredaman radikal bebas 1,1 difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH). Hasil BSLT menunjukkan nilai LC50 fraksi etilasetat daun Nusa Indah adalah 37,15 ppm. Nilai IC50 fraksi etilasetat daun Nusa Indah adalah 8,13 ppm
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAN FRAKSI DARI RIMPANG JAHEBALIKPAPAN (ETLINGERA BALIKPAPANENSIS)
Jahe Balikpapan (Etlingera balikpapanensis A.D. Poulsen) merupakan tumbuhan yang termasuk dalam keluarga zingiberaceae (jahe-jahean). Tumbuhan tumbuhan dari keluarga jahe-jahean telah diketahui memiliki bnayak manfaat. Salah satu dari anfaatnya adalah memiliki aktivitas antioksidan yang baik. Pada penelitian ini dilakukan ekstraksi dan fraksinasi sehingga diperoleh ekstrak metanol, fraksi n-heksana, fraksi etil asetat dan fraksi metanol (tidak larut). Telah dilakukan penelitian mengenai aktivitas antioksidan dari jahe balikpapan dengan metode DPPH. Hasil yang diperoleh untuk aktivitas antioksidan (IC50) pada ekstrak metanol, fraksi n-heksana, fraksi etil asetat, dan fraksi metanol (tidak larut) masing-masing adalah 131,412 ppm, 190,933 ppm, 58,392 ppm, dan 91,8 ppm. Hasil tersebut dibandingakan dengan Aktivitas antioksidan (IC50) dari vitamin C yaitu sebasar 6,96 ppm
Karakteristik dan Profil Pengobatan Pasien Hypertensive Heart Failure di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Periode Januari 2014-Januari 2015
Gagal Jantung merupakan kondisi dimana jantung gagal melakukan tugasnya untuk memompa darah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Berdasakan study Kohort, perkembangan gagal jantung kongestif 91% diantaranya didahului oleh penyakit hipertensi. Manajemen terapi utama untuk pasien yang mengalami hipertensi dengan gagal jantung (Hypertensive Heart Failure) yaitu untuk menjaga tekanan darah pada rentang normal (120/80). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pasien yang mengalami Hypertensive Heart Failure (HHF) berdasarkan usia dan jenis kelamin, serta untuk mengetahui profil pengobatan Hypertensive Heart Failure (HHF). Penelitian ini merupakan studi non eksperimen yang dilakukan secara retrospektif . Subjek penelitian terdiri dari 41 orang. Analisis yang digunakan adalah deskriptif dan Shapiro-Wilk. Hasil penelitian didapatkan lebih banyak pasien perempuan, kemudian usia tertinggi adalah usia 41-65 tahun yang mengalami Hypertensive Heart Failure (HHF). Terdapat perbedaan tekanan darah yang signifikan pada pasien yang diberikan kombinasi 3 obat dibandingkan yang diberikan kombinasi 4 obat
Formulasi dan Optimasi Basis Gel Carbopol 940 dengan Berbagai Variasi Konsentrasi
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan formula basis gel yang stabil. Basis gel dibuat dalam empat formula dengan menggunakan Carbopol 940 0,5%, 1%, 1,5%, dan 2%. Optimasi basis gel meliputi organoleptik, homogenitas, uji pH, uji viskositas dan daya sebar selama 16 hari. Penelitian ini merupakan eksperimental laboratorium. Hasil yang diperoleh pada pengujian organoleptik yaitu dilihat dari warna yang transparan, bentuk sediaan semi padat dan bau khas Carbopol 940, uji homogenitas menunjukkan bahwa basis gel tidak mengalami penggumpalan apapun, uji pH menunjukkan kisaran pH dari 6,72-7,82, uji viskositas menunjukkan kisaran viskositas 18,98-36,38 Pa.S dan uji daya sebar menunjukkan kisaran diameter dari 4,33 cm-6,87 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula basis gel dengan menggunakan Carbopol 940 0,5% telah sesuai dengan standar
Pengaruh Hubungan Karakteristik dan Pengaruh Pemberian Jus Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) dan Jus Buah Pepaya (Carica Papaya L.) pada Penderita Hipertensi: Influence of Characteristic Relationship and Effect of Giving Red Dragon Fruit Juice (Hylocereus Polyrhizus) and Papaya Fruit Juice (Carica Papaya L.) in People with Hypertension
Hipertensi adalah tekanan darah arteri yang meningkat dimana tekanan darah sistolik <130 mmHg dan tekanan darah diastolik <80mmHg. Prevalensi hipertensi di Kalimantan Timur sebesar 29,6% pada tahun 2018. Tingginya angka kejadian hipertensi di dunia, dipengaruuhi oleh dua jenis faktor, yaitu faktor yang tidak bisa diubah seperti umur dan jenis kelamin. Selanjutnya, faktor yang bisa diubah adalah obesitas, kurang olahraga, dan riwayat penyakit lain. Salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antihipertensi yaitu buah naga merah dan buah pepaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik penderita hipertensi dengan tingkat kejadian hipertensi di Klinik Bunga Bakung dan mengkaji pengaruh pemberian jus buah naga merah dan jus buah pepaya terhadap penderita hipertensi. Metode penelitian yang digunakan yaitu observasi lapangan penderita hipertensi di Klinik Bunga Bakung dan kajian pustaka secara elektronik dengan mengakses situs pencarian jurnal ilmiah. Hasil observasi lapangan didapatkan bahwa karakteristik responden tertinggi memiliki jenis kelamin perempuan (86%), umur 46-55 (50%), pendidikan SD dan SMA/ SMK (29%), pekerjaan IRT (46%), IMT diatas normal (100%), dan tidak ada riwayat penyakit (50%). Hasil penelitian berdasarkan kajian literatur menunjukkan bahwa adanya pengaruh hubungan karakteristik dan pengaruh pemberian jus buah naga merah dan jus buah pepaya terhadap penderita hipertensi
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Rimpang Kunyit Hitam (Curcuma caesia ROXB.)
Rimpang kunyit hitam (Curcuma caesia Roxb.) secara empiris memiliki aktivitas sebagai antibakteri dalam pengobatan herbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas rimpang kunyit hitam sebagai antibakteri. Oleh karena itu, dilakukan uji pendahuluan aktivitas antibakteri dari ekstrak rimpang kunyit hitam (Curcuma caesia Roxb.). Pengujian antibakteri menggunakan metode difusi agar dengan konsentrasi 15% 30%, 40%, 45%, 60%, 75%, 80%, dan 100%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak rimpang kunyit hitam mempunyai daya hambat sebagai antibakteri pada konsentrasi 45% terhadap Staphylococcus aureus Staphylococcus epidermidis, Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa menghasilkan diameter zona hambat sebesar 7,93 mm , 9,04 mm, 9,12 mm, dan 10,74 mm
Isolasi Jamur Endofit Rimpang Kunyit Hitam (Curcuma caesia Roxb.)
Jamur endofit merupakan mikroorganisme yang terdapat di dalam suatu sistem jaringan tumbuhan seperti biji, daun, bunga, ranting, batang dan akar. Berbagai senyawa fungsional dapat dihasilkan oleh jamur endofit. Kunyit Hitam (Curcuma caesia Roxb.) merupakan herba hijau yang berasal dari India, termasuk dalam kategori rempah dan tersebar di kawasan tropika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengisolasi dan mengetahui ciri secara makroskopik dan mikroskopik jamur endofit yang terdapat pada rimpang kunyit hitam. Penelitian dilakukan dengan mengisolasi jamur endofit dari rimpang kunyit hitam menggunakan medium Potato Dextrose Agar Chloramphenicol (PDAC) dan Yeast Extract Agar Chloramphenicol (YEAC) kemudian dilakukan pemurnian pada jamur endofit serta mengkarakterisasi isolat jamur endofit. Hasil penelitian adalah diperoleh lima isolat jamur endofit yang tumbuh pada rimpang kunyit hitam, yaitu isolat jamur endofit hijau 2, isolat jamur endofit putih 2, dan isolat jamur endofit coklat
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Sapat (Mitragyna speciosa Korth.) Terhadap Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus
Telah dilakukan penelitian tentang Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Sapat (Mitragyna speciosa Korth.) terhadap bakteri Eschericia coli dan Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi golongan senyawa metabolit sekunder dan mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak metanol daun sapat (Mitragyna speciosa Korth.) terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Identifikasi metabolit sekunder dilakukan dengan uji kualitatif. Pengujian aktivitas antibakteri dengan menggunakan metode difusi agar dengan konsentrasi uji 3%, 6%, 9%, 12%, 15%, 18%, 21%, 24%, 27% dan 30%. Hasil identifikasi golongan senyawa metabolit sekunder terdapat senyawa alkaloid, saponin, tanin, fenolik dan steroid. Data hasil penelitian aktivitas antibakteri diukur dengan diameter zona bunuh ekstrak metanol daun sapat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun sapat memiliki aktivitas dalam membunuh pertumbuhan bakteri uji. Konsentrasi efektif ekstrak metanol daun sapat untuk membunuh bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus yaitu pada konsentrasi 24%