1,720,970 research outputs found
Kontribusi Green Perceived Value, Green Perceived Risk, Green Trust, dan Green Awareness dalam Meningkatkan Green Phurchase Intention
Abstract. the purpose of this research is to find out the effect of green perceived value on green purchase intention, green perceived risk on green purchase intention, green trust on green purchase intention, green awareness on green purchase intention. The sample of this study is respondents who have motorbikes and cars with age over 17 years and already have a job. The number of samples used as respondents in this study were 130 respondents with non-probability sampling techniques (purposive sampling), the data were analyzed using Smart PLS software. The results showed that green perceived value, green perceived risk, green trust, and green awareness had an influence on green purchase intentions for Pertamax consumers in Padang, West Sumatra Province. Keywords: Green Perceived Value; Green Perceived Risk; Green Trust; Green Awareness; Green Purchase Intention. Abstrak. tujuan penelitian untuk menemukan pengaruh green perceived value terhadap green purchase intention, green perceived risk terhadap green purchase intention, green trust terhadap green purchase intention, green awareness terhadap green purchase intention. Sampel penelitian ini adalah responden yang memiliki sepeda motor dan mobil dengan umur diatas 17 tahun dan sudah memiliki pekerjaan. Jumlah sampel yang digunakan sebagai responden dalam penelitian ini adalah 130 responden dengan teknik pengambilan sampel non probabilitas (purposive sampling), data dianalisis dengan menggunakan software Smart PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa green perceived value, green perceived risk, green trust, dan green awareness memiliki pengaruh terhadap green purchase intention pada konsumen pertamax di Kota Padang Provinsi Sumatera Barat. Kata Kunci: Green Perceived Value; Green Perceived Risk; Green Trust; Green Awareness; Green Purchase Intention
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PERAWAT INSTALASI RAWAT INAP RSUD MANDAU KABUPATEN BENGKALIS RIAU TAHUN 2022
ABSTRAK
Kelelahan kerja dapat menurunkan kinerja, meningkatkan terjadinya kesalahan dan kecelakaan kerja. Berdasarkan hasil survei awal di RSUD Mandau Kabupaten Bengkalis 6 dari 10 perawat mengalami kelelahan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada perawat instalasi rawat inap di RSUD Mandau Kabupaten Bengkalis Riau Tahun 2022. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan pada bulan januari hingga juni 2022 dengan sampel 61 perawat yang didapat dengan metode proportional random sampling. Pengolahan data dilakukan secara univariat, bivariat dan multivariat. Analisis bivariat dengan uji chi-square dan analisis multivariat dengan uji regresi logistik berganda. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara umur (p-value=0,008), masa kerja (p-value=0,007), status gizi (p-value=0,018), beban kerja (p-value=0,009), dan stres kerja (p-value=0,000) dengan kelelahan kerja. Faktor yang paling dominan yaitu stres kerja (p-value=0,009). Terdapat hubungan antara umur, masa kerja, status gizi, beban kerja dan stres kerja dengan kelelahan kerja. Disarankan kepada pihak rumah sakit memberikan pelatihan pada perawat mengenai prosedur kerja yang sesuai dengan ergonomi, pemberian apresiasi pada perawat, pergantian perawat antar ruang di instalasi rawat inap, dan pembagian jumlah perawat disetiap ruangan sesuai dengan beban kerjanya
HUBUNGAN JENIS STROKE DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT STROKE NASIONAL BUKITTINGGI TAHUN 2014
Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara jenis stroke dengan kualitas hidup pasien di instalasi rawat jalan Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi tahun 2014.
Metode
Jenis penelitian adalah cross sectional comparative. Populasi adalah pasien yang terdiagnosa menderita stroke iskemik dan hemoragik yang sedang berobat jalan di instalasi rawat jalan Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi. Jumlah sampel adalah 110 orang terdiri dari 55 pasien iskemik dan 55 pasien hemoragik. Data dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat.
Hasil
Hubungan antara jenis stroke dengan kualitas hidup pada pasien di instalasi rawat jalan Rumah Sakit Stroke Naional Bukittinggi bermakna secara statistik (p=0,001; POR=4,46; 95%CI= 1,913-10,403). Variabel lain yang berhubungan dengan kualitas hidup adalah usia (p=0,000; POR-5,83; 95%CI= 2,488 13,678), jenis kelamin (p=0,000; POR=7,2; 95%CI= 2,881 17,997), status pekerjaan (p=0,000; POR=5,752; 95%CI= 2,439 13,567), dan status pernikahan (p=0,001; POR=9,913; 95%CI= 2,201 - 44,655). Secara multivariat dalam uji konfounding, hubungan antara jenis stroke dengan kualitas hidup dirancu oleh usia, jenis kelamin, status pekerjaan, dan status pernikahan (p=0,007; POR-5,221; 95%CI= 1,562-17,447).
Kesimpulan
Jenis stroke, usia, jenis kelamin, status pekerjaan, dan status pernikahan berhubungan dengan kualitas hidup pada pasien di instalasi rawat jalan Rumah Sakit Stroke Naional Bukittinggi tahun 2014. Disarankan bagi masyarakat agar melakukan pengobatan secara teratur dan memberikan perawatan kesehatan optimal kepada penderita stroke dan bagi Rumah Sakit stroke Nasional Bukittinggi agar dapat melakukan upaya prevensi sekunder melalui konseling langsung kepada pasien stroke
PENGARUH NILAI PELANGGAN DAN KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN MOTOR YAMAHA ( Studi Kasus Pada Masyarakat Kota Payakumbuh)
Latar Belakang
Di era Globalisasi seperti sekarang ini khususnya di Indonesia padatnya penduduk diiringi semakin kompleknya kebutuhan dan berbagai aktifitas manusia dalam melakukan mobilitas baik dalam pekerjaan, sekolah, pariwisata, penelitian maupun traveling. Hal ini semakin berdampak pada kebutuhan akan sektor transportasi dan industri otomotif. Kebutuhan tersebut memicu terjadinya perkembangan dan peningkatan pertumbuhan diberbagai industri otomotif di Indonesia, khususnya sepeda motor.
Persaingan yang cukup tajam dialami oleh Yamaha dan Honda. Yamaha Motor Company merupakan salah satu perusahaan multinasional yang menghasilkan berbagai produk otomotif. Pasar Indonesia menjadi saksi awal mulanya Yamaha matic, yang merupakan salah satu produk unggulan dari Yamaha yang menjadi idola para kaum hawa. Kemampuan Yamaha menyaingi pesaingnya Honda, patut diperhitungkan. Karena Yamaha selama ini selalu kalah saing dengan Honda dan hanya mampu mensejajarkan diri dengan Suzuki dan kelas dibawah lainnya (sumber : Yamaha-Kaltim.co.id). Tapi hal tersebut belum mampu membuat Yamaha menjadi yang terdepan sesuai dengan mottonya. Yamaha sebagai pencetus motor matic pertama ini masih memiliki market share yang masih dibawah Honda.
1
Berikut data penjualan sepeda motor dari Asosiasi Sepeda Motor Indonesia (AISI) :
Tabel 1.1
Penjualan Sepeda Motor di Indonesia pada Tahun 2014
Merek Sepeda Motor
Frekuensi penjualan
Persentasi
Honda
3.340.000 unit
62,4 %
Yamaha
1.685.000 unit
31,5 %
Suzuki
207.430 unit
3,8 %
Kawasaki
107.745 unit
2,02 %
TVS
6.934 unit
0,13 %
Banyaknya produk sejenis yang ada di Indonesia merupakan satu bukti bahwa semakin tersedianya berbagai alternatif pilihan bagi masyarakat atau calon konsumen untuk menentukan pilihan sebelum membeli dan juga membandingkan antara satu produk dengan produk lainnya. Data dari Asosiasi Sepeda Motor Indonesia (AISI) diatas menunjukkan bahwa sepanjang 2014 Honda masih menjadi pemimpin penjualan pada periode januari hingga Desember lalu. Karena perusahaan ini menguasai hampir separuh market share yang ada di Indonesia. Oleh karena itu untuk mencapai keunggulan kompetitif mengharuskan Yamaha untuk mampu mempertahankan pelanggan yang ada dibandingkan untuk menarik pelanggan.
Pada saat ini menciptakan loyalitas pelanggan adalah hal yang paling penting bagi perusahaan untuk menjaga kelangsungan usahanya maupun kelangsungan kegiatan usahanya. Dimana pelanggan yang loyal akan memperluas kesetiaan mereka pada produk-produk lain buatan produsen yang sama dan pada akhirnya mereka adalah konsumen yang setia pada produsen atau perusahaan
2
tertentu untuk selamanya (Suhari, Redjeki, Handoko, 2012). Salah satu tujuan utama aktifitas pemasaran seringkali dilihat dari pencapaian loyalitas pelanggan melalui strategi pemasaran (Siregar, 2004). Pada jangka pendek, memperbaiki loyalitas pelanggan akan membawa profit pada penjualan. Profit merupakan motif utama konsistensi bisnis, karena dengan keuntungan maka roda perputaran bisnis dari variabel produk dan jasa yang ditawarkan maupun perluasan pasar yang dilayani (Soeling, 2007). Dalam jangka panjang, memperbaiki loyalitas umumnya akan lebih profitabel, yakni pelanggan bersedia membayar harga lebih tinggi, penyediaan layanan yang lebih murah dan bersedia merekomendasikan ke pelanggan yang baru (Managing Customer, 1995) dalam Siwantara (2011).
Kepuasan pelanggan merupakan kunci dalam menciptakan loyalitas pelanggan. Banyak manfaat yang diterima oleh perusahaan dengan tercapainya tingkat kepuasan pelanggan yang tinggi, yakni selain dapat meningkatkan loyalitas pelanggan tapi juga dapat mencegah terjadinya perputaran pelanggan, mengurangi sensitivitas pelanggan terhadap harga, mengurangi biaya kegagalan pemasaran, mengurangi biaya operasi yang diakibatkan oleh meningkatnya jumlah pelanggan, meningkatnya efektifitas iklan, dan meningkatkan reputasi bisnis (Fornel, 1992) dalam Aryani dan Rosinta (2010).
Seorang pelanggan yang puas adalah pelanggan yang merasa mendapatkan value dari produsen atau penyedia jasa. Value ini bisa berasal dari produk, pelayanan, sistem atau sesuatu yang bersifat emosional. Value bagi pelanggan ini dapat diciptakan melalui atribut-atribut pemasaran perusahaan yang dapat menjadi 3
unsur stimuli bagi perusahaan untuk mempengaruhi konsumen dalam pembelian (Sugiati, Thoyib, Hadiwidjoyo, Setiawan, 2013). Perusahaan atau penyedia jasa telah memberikan beberapa nilai pelanggan untuk dapat memenuhi kebutuhan dari pelanggan. Pelanggan menginginkan nilai maksimum dengan dibatasi oleh biaya pencarian serta keterbatasan pengetahuan, mobilitas dan penghasilan, mereka membentuk suatu nilai berdasarkan hal itu (Kotler dan Keller, 2009).
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Mardikawati dan Farida (2013) mengenai bus efisiensi adalah bahwa responden akan puas dengan pelayanan apabila kualitas pelayanan yang diberikan pihak perusahaan semakin bagus dan responden berniat untuk melakukan hubungan jangka panjang dan juga responden telah membentuk harapan terhadap nilai pelanggan yang diberikan. Sehingga nilai pelanggan serta kualitas layanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan melalui kepuasan pelanggan. Dan juga berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Sugiati et.al (2013) menunjukkan bahwa nilai pelanggan memberikan kontribusi untuk kepuasan pelanggan yang pada gilirannya menciptakan loyalitas pelanggan.
Berdasarkan uraian diatas mendorong peneliti melakukan penelitian untuk mengukur sejauh mana pengaruh nilai pelanggan mampu menjadi faktor yang mempengaruhi loyalitas pelanggan, melalui kepuasan pengguna Yamaha Motor. Karena dalam kajian dan hasil penelitian terdahulu variabel tersebut mampu mempertahankan pelanggan. Penulis tertarik untuk mengangkat masalah ini dalam sebuah penelitian, karena penelitian ini penting untuk memecahkan solusi 4
dalam kajian pemasaran tentang pola konsumsi masyarakat yang cenderung berubah-ubah. Penelitian ini akan berjudul,
“PENGARUH NILAI PELANGGAN DAN KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN MOTOR YAMAHA”
PENGARUH AUDITOR SIZE, AUDITOR TENURE DAN KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL TERHADAP COST OF EQUITY CAPITAL PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2016-2018
Kontribusi Green Perceived Value, Green Perceived Risk, Green Trust, dan Green Awareness dalam Meningkatkan Green Phurchase Intention
Abstract. the purpose of this research is to find out the effect of green perceived value on green purchase intention, green perceived risk on green purchase intention, green trust on green purchase intention, green awareness on green purchase intention. The sample of this study is respondents who have motorbikes and cars with age over 17 years and already have a job. The number of samples used as respondents in this study were 130 respondents with non-probability sampling techniques (purposive sampling), the data were analyzed using Smart PLS software. The results showed that green perceived value, green perceived risk, green trust, and green awareness had an influence on green purchase intentions for Pertamax consumers in Padang, West Sumatra Province. Keywords: Green Perceived Value; Green Perceived Risk; Green Trust; Green Awareness; Green Purchase Intention. Abstrak.   tujuan penelitian  untuk menemukan pengaruh green perceived value  terhadap green purchase intention, green perceived risk terhadap green purchase intention, green trust terhadap green purchase intention, green awareness terhadap green purchase intention. Sampel penelitian ini adalah responden yang memiliki sepeda motor dan mobil dengan umur diatas 17 tahun dan sudah memiliki pekerjaan. Jumlah sampel yang digunakan sebagai responden dalam penelitian ini adalah 130 responden dengan teknik pengambilan sampel non probabilitas (purposive sampling),  data dianalisis dengan menggunakan software  Smart PLS.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa green perceived value, green perceived risk, green trust, dan green awareness memiliki pengaruh terhadap green purchase intention pada konsumen pertamax di Kota Padang Provinsi Sumatera Barat.  Kata Kunci: Green Perceived Value; Green Perceived Risk; Green Trust; Green Awareness; Green Purchase Intention
ANALISA PENGARUH RASIO PROBABILITAS DAN VARIABEL MONETER TERHADAP HARGA SAHAM INDUSTRI MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI LQ 45 PERIODE 2005-2011
Pasar modal merupakan salah satu instrumen ekonomi yang hingga saat ini mengalami perkembangan pesat. Ukuran kinerja yang digunakan dari pasar modal adalah harga saham perusahaan go public yang terdaftar dalam indeks LQ 45. Banyak faktor yang mempengaruhi perubahan harga saham baik dari makro ekonomi maupun mikro ekonomi seperti tingkat inflasi, tingkat suku bunga,jumlah uang beredar,kondisi perekonomian internasional, kurs valuta asing, Dividend Payout Ratio, dan Return On Asset. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisi pengaruh tingkat inflasi, tingkat suku bunga,jumlah uang beredar,kurs tukar antara rupiah dengan US dollar, Dividend Payout Ratio, dan Return On Asset terhadap harga saham.
Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Pooled Least Square, Fixed Effect Model, dan Random Effect Model yang dilakukan dengan Eviews 7.0. Selain itu digunakan pengujian dengan goodness of fit suatu model dilakukan uji koefisen determinasi, uji F, dan uji t. Penelitian ini menggunakan data tahunan periode 2005 – 2011 untuk masing- masing variabel.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Inflasi (CPI) dan Return On Asset memiliki pengaruh positif terhadap harga saham sedangkan variabel Suku Bunga, Kurs (IDR), dan Dividend Payout Ratio memiliki pengaruh negatif terhadap harga saham. Selain itu diperoleh bahwa nilai adjusted R square sebesar 69.93%. Ini berarti 69.93% perubahan harga saham dapat diprediksi dari perubahan kelima variabel independen tersebut
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
- …
