6,318 research outputs found

    MASLAHAH MENURUT KONSEP AL-GHAZALI

    No full text
    Maslahah merupakan konsep yang dijadikan sebagai pertimbangan utama dalam menyelesaikan masalah-masalah hukum Islam karena asas yang terkandung dalam maslahah adalah pemeliharaan dari maksud obyektif hukum (maqasid al-syari’ah) yaitu pemeliharaan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Maka semua yang menjamin kelima prinsip (ushul) itu merupakan maslahah dan kelalaian apapun dalam pemeliharaan kelima hal tersebut merupakan mafsadat. Menurut al-Ghazali, maslahah harus berasas pada nash syara’ dan bukan pada akal semata, al-Ghazali menyatakan maslahah dapat diterima jika memiliki tiga kualitas yaitu daruriyyah, qathiyyah dan kulliyah. Al-Ghazali menolak maslahah dalam kaitan kemanfaatan kemanusian, penelitian dan pengkajian maslahah harus difokuskan pada nash-nash yang ada

    PERBEDAAN PENGARUH PEMBERIAN ASI DENGAN PEMBERIAN SUSU FORMULA TERHADAP TINGKAT IQ ANAK

    Get PDF
    ABSTRAK NUR MASLAHAH, G0007118, 2010. Perbedaan Pengaruh Pemberian ASI dengan Pemberian Susu Formula terhadap Tingkat IQ Anak. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh pemberian ASI dengan pemberian susu formula terhadap tingkat IQ anak. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan studi penelitian observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional dengan teknik purposive sampling yang dilakukan pada bulan Mei 2010. Besar sampel yang digunakan adalah 72 anak sesuai kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Pengumpulan data dilakukan melalui tes IQ dan pengisian kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan uji Chi Square menggunakan SPSS for Windows 16.0 dan penghitungan manual. Hasil Penelitian: Hasil analisis Chi Square didapatkan X2 hitung sebesar 8,229. Angka ini lebih besar daripada X2 tabel untuk taraf signifikansi 5% dan derajat kebebasan 1, yaitu sebesar 3,841 (p<0,05) dan odds ratio 4,2. Simpulan Penelitian: Terdapat perbedaan pengaruh pemberian ASI dengan pemberian susu formula yang signifikan terhadap tingkat IQ anak. Selain itu, ASI dapat meningkatkan IQ 4,2 kali lebih tinggi daripada susu formula. Kata Kunci: Air Susu Ibu (ASI); Susu formula; Intelligence Quotient (IQ

    Analisis Gaya Berbusana dalam Perspektif Filsafat Estetika dan Maslahah Mursalah

    Get PDF
    Era modern tren berbusana mengalami transformasi yang pesat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti globalisasi, media sosial, dan pergeseran nilai-nilai budaya. Integrasi perspektif filsafat dan maslahah mursalah ini menjadi penting untuk mencapai pemahaman yang utuh tentang estetika dalam berbusana, sehingga mampu menciptakan tren busana yang tidak hanya modis tetapi juga bermakna secara filosofis dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menjembatani berbagai perspektif ini, guna menghasilkan pemahaman yang komprehensif tentang estetika dalam berbusana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif library research dengan pendekatan komparatif yang sumber datanya berasal dari kepustakaan, buku, dan jurnal terpadu. Subjek pembahasan dari penelitian ini adalah berbusana perspektif filsafat estetika dan maslahah mursalah. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa (1) Tren berbusana di Indonesia saat ini menunjukkan lanskap yang dinamis dan beragam, menggabungkan pengaruh mode global dengan elemen tradisional dan budaya lokal, serta mencerminkan adaptasi terhadap religiusitas, identitas nasional, dan keterlibatan aktif di media sosial. (2) Filosof Estetika Schiller dalam suratnya Kallias menyatakan bahwa berbusana merupakan sebuah kebebasan. (3) Berbusana perspektif maslahah mursalah menitikberatkan pada kebebasan dalam kerangka syariat untuk membawa kebaikan umum. (4) Perbandingan antara Berbusana Perspektif Filosof Friedrich Schiller dalam Kalliasbrife dengan Berbusana Perspektif Maslahah Mursalah menunjukkan bahwa Schiller menekankan aspek kebebasan dan subjektivitas dalam estetika berpakaian sebagai manifestasi kebebasan moral individu, sementara perspektif Maslahah Mursalah lebih fokus pada manfaat dan tujuan syariat yang lebih besar untuk menutupi aurat dan membawa kebaikan bagi individu serta masyarakat

    Tinjauan Maslahah Mursalah terhadap transplantasi organ tubuh donor jenazah

    No full text
    Abstrak Transplantasi organ tubuh donor jenazah merupakan praktik pengobatan moderen yang adakalanya dilakukan untuk mempertahankan eksistensi manusia, yakni untuk menjaga dan memelihara jiwa manusia dari ambang kematian. Dan adakalanya pula trasnplantasi dilakukan untuk menyempurnakan atau menutupi kekurangan yang ada pada seseorang, seperti pencangkokan kornea mata. Ada pun transplantasi organ tubuh donor jenazah dalam penelitian ini difokuskan pada tujuan yang pertama, yaitu transplantasi yang dilakukan untuk mempertahankan eksistensi manusia. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (a) Bagaimana tinjauan maslahah mursalah terhadap transplantasi organ tubuh donor jenazah?, (b), Apa maslahah dan mafsadat dari transplantasi organ tubuh donor jenazah? Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan pembahasan tentang tranplantasi organ tubuh donor jenazah ditinjau dari maslahah mursalah, status hukum dan dampak yang ditimbulkannya bagi kehidupan manusia. Metode yang dipakai dalam pengumpulan data adalah bibliographic reseach dan dokumentasi. Teknik pengolahan data dilakukan dengan cara: (a) mengklasifikasikan data, (b) editing. Teknik analisis data yang dipergunakan adalah analisa kualitatif, deskripsi if-analilis dan content analisis. Penelian ini termasuk kc dalam jenis penelitian pustaka (literatwe). Setelah data terkumpul dan dianalisis, maka penelitian ini menghasilkan suatu kesimpulan bahwa ditinjau dari maslahah mursalah, hukum transplantasi organ tubuh donor jenazah dengan tujuan untuk menyelamatkan nyawa manusia adalah dibenarkan, selama tidak bertentangan dengan maslahah-maslahah yang hendak diwujudkan oleh Syari١. Bahkan, maslahah yang terkandung dalam praktik transplantasi organ tubuh donor jenazah ini adalah sejalan dengan salah satu tujuan- tujuan suyari'ah (maqashid al-syari'ah), yaitu menjaga jiwa

    KONSEP KELUARGA MASLAHAH MENURUT KH. FAQIHUDDIN ABDUL KODIR DALAM KITAB MAMBA’US SA’ADAH DITINJAU DARI TEORI FEMINISME

    Get PDF
    Nur Rifatus Sholikah, 12102183021, Konsep Keluarga Maslahah Menurut KH. Faqihuddin Abdul Kodir Dalam Kitab Mamba us Sa'adah Ditinjau Dari Teori Feminisme. Skripsi. Jurusan Hukum Keluarga Islam, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Dosen Pembimbing skripsi: Dr. Rohmawati, M.A. Kata Kunci: Keluarga Maslahah. Faqihuddin Abdul Kodir, Mamba'us Sa'adah, Mu'asyarah Bi Al-Ma'ruf. Teori Feminis Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya ketimpangan dalam relasi antara suami-istri, adanya miskonsepsi terkait perolehan hak serta pemenuhan kewajiban antara keduanya, tak jarang banyaknya kasus perceraian di Indonesia ini dikarenakan tidak terpenuhinya hak antara keduanya, oleh sebab itu dibutuhkan konsep keluarga yang kuat serta sesuai dengan keadaan masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi nilai toleransi pada zaman sekarang. Dalam hal ini salah satu konsep keluarga yang dapat mencakup semua persoalan tersebut adalah konsep keluarga maslahah. Peneliti memilih menggunakan pendapat dari KH. Faqihuddin Abdul Kodir karena ia merupakan salah satu ulama muslim Indonesia yang teorinya berfokus kepada isu-isu keadilan gender, sesuai dengan Feminis muslim yang mengutamakan keadilan gender, terkhusus bagi perempuan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana konsep keluarga maslahah menurut KH. Faqihuddin Abdul Kodir dalam kitab Mambaus Sa'adah?, 2) Bagaimana kriteria keluarga maslahah menurut KH. Faqihuddin Abdul Kodir dalam Kitab Mamba 'us Sa'adah?. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kepustakaan (library research) dan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data yang digunakan ialah dengan mencari dan mengumpulkan beberapa literatur yang berkaitan dengan tema yang diteliti. Teknik analisis data dengan menggunakan analisis isi. Hasil penelitian ini memaparkan: 1) konsep keluarga maslahah menurut Kyai Faqih dalam kitab mamba'us sa'adah ialah keluarga yang bahagia serta segala kebutuhan hak dan kewajibannya sudah terpenuhi, yang fondasinya yakni: prinsip keadilan, keseimbangan, dan kesalingan. Selain itu juga menerapkan lima pilar, seperti: saling berbuat baik (mu' āsyarah bi al-ma'ruf), miṡaqan ghaliżan, prinsip berpasangan atau partnership (zāwaj). saling berembuk (musyāwarah) saling memberi kenyamanan (tarāḍin), dan saling tolong menolong atau sikap timbal balik. 2) Kriteria keluarga maslahah menurut Kyai Faqih adalah ketika dalam keluarga kewajiban dan hak dari anggota keluarga sudah terpenuhi, serta memiliki keturunan dan anggota keluarga yang kuat dan sehat. Kesehatan inilah yang nantinya akan membawa kemaslahatan bagi keluarga. Kesehatan yang dimaksud di sini adalah kesehatan secara keseluruhan yakni seperti kesehatan emosional, spiritual, sosial, dan yang lainnya. Penjelasan Kyai Faqih mengenai konsep keluarga maslahah dan kriteria keluarga maslahah selaras dengan feminis muslim lebih tepatnya selaras dengan kelompok feminis muslim moderat dengan menerapkan prinsip kesalingan. Kyai Faqih berharap relasi antara suami dan istri ini bisa seimbang, dengan tidak menganggap bahwa dalam keluarga hanyalah tempat untuk menyampingkan perempuan. Kyai Faqih dengan pemahaman Mubādalah mencoba memaknai teks-teks tentang relasi suami istri secara moderat agar sesuai dengan masyarakat yang ada

    KETAHANAN KELUARGA SINGLE MOTHERS DALAM PERSPEKTIF KELUARGA MASLAHAH (Studi Kasus di Desa Gandekan Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar)

    Get PDF
    Skripsi ini ditulis oleh Muhammad Rofiq Faizin, NIM 126102211071. Ketahanan Keluarga Single Mothers Dalam Perspektif Keluarga Maslahah (Studi Kasus di Desa Gandekan Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar). Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum. Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2025, Dosen Pembimbing: Dr. Nur Fadhilah, S.H.I., M.H. Kata Kunci: Ketahanan Keluarga, Single Mother, Keluarga Maslahah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan yang dihadapi keluarga single mother di Desa Gandekan, Kabupaten Blitar, akibat perceraian atau kematian pasangan, serta urgensi mereka dalam mempertahankan fungsi keluarga dan mewujudkan maslahah di tengah keterbatasan. Studi ini berfokus pada strategi dan kekuatan internal serta eksternal yang memungkinkan mereka untuk tetap tangguh dalam perspektif keluarga maslahah. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah: (1) Bagaimana ketahanan keluarga single mothers di Desa Gandekan Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar? (2) Bagaimana ketahanan keluarga single mothers di Desa Gandekan dalam prespektif keluarga maslahah? Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis data kualitatif dengan tahapan kondensasi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Triangulasi digunakan untuk pengecekan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Keluarga single mothers di Desa Gandekan memiliki ketahanan yang signifikan, tercermin dari kemampuan mereka dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. Ketahanan ini sangat selaras dengan konsep keluarga maslahah, di mana para ibu menunjukkan kegigihan fisik dalam bekerja dan mengelola kebutuhan dasar, ketahanan sosial melalui pemanfaatan dukungan informal dari keluarga dan tetangga, serta ketahanan psikologis yang kuat berlandaskan keyakinan agama sebagai mekanisme koping. (2) Dengan segala keterbatasan dan beban ganda, single mothers ini mampu menjaga relasi keluarga, mengupayakan kesehatan dan kesejahteraan, memprioritaskan pendidikan anak, menerapkan nilai-nilai moderat, serta secara implisit menunjukkan kesadaran lingkungan melalui gaya hidup hemat, sehingga secara kolektif mereka berhasil mewujudkan maslahah dalam keluarga mereka

    Rekonstruksi teori maslahah dan signifikansinya dalam pengembangan ekonomi Islam

    No full text
    The article  traces to find the significance of maslahah to solve Islamic economics problems in the ageof globalization. The age of globalization supported by information technologies revolution makes allaspects of human life changes rapidly especially in economic activities. Islamic economic developmentrequired ijtihad with respect to the reality. In the context of ijtihad, Islamic economic require to be wokeup in the frame of maqasid shari‘ah. Maslahah, as important part of maqasid, need to be placed proportion-ally. Benefit, maslahah, and benediction (falah) will be reached only if Islamic values and principles areimplemented in the economic behavior. Neglecting to one of them will make it cripple. Applycation ofeconomic principles without Islamic values will only give material benefit, while principal execution andvalue will bear benediction and benefit or maslahah eternity world. Therefore consumer whose applyingsufficiency principle in buying goods, will buy goods so that minimum requirement of him fufilled. Hewill sought to fulfill the requirement without require to look into the availibility of goods to others. Onthe contrary if only executed principle, hence it will yield earthly benefit

    Reformulating The Concept of Maslahah: From A Textual Confinement Towards A Logic Determination

    Get PDF
    Up to this contemporary era, the concept of maslahah developed by several leading Muslim scholars seems to be rather theocentric in a way that it is transfixed on the maslahah considerations contained in the texts (naás). This means that the concept of maslahah has so far been shadowed in the textual confinement so that the resulting maslahah becomes an old-fashioned, stagnant, and less-able concept for responding to the times’ challenges. This study aims to open up discourses and opportunities for the development and reformulation of maslahah in the current contemporary era. This qualitative study is library research. The data used were obtained from book literature, journals, and other writings related to maslahah and were analyzed using a content analysis method. The discussion was done by describing the historical data of previous thoughts on maslahah from textual confinement to logic determination, which was then formulated with the reality of today's modern era life. The results of this study indicate that: 1) from its historical aspect, the reformulation of maslahah is one which has so far only been assessed in the perspective of Shari' (the Law Maker). Hence, it is necessary to reformulate it in the perspective of mujtahid by referring to maslahah associated with the issues’ reality context, 2) there is a need to incorporate the concept of ethics and humanity into the structure of maslahah, and 3) there present a necessity to formulate a collective-based ijtihad in probing of maslahah to create a scientific maslahah-based ijtihad methodology

    PELAKSANAAN PROGRAM BIMBINGAN PRA NIKAH BAGI CALON PENGANTIN DALAM PERSPEKTIF MASLAHAH MURSALAH (Studi di KUA Kecamatan Wilangan Nganjuk)

    Get PDF
    Ilham Nur Chalimi 12102183141, Pelaksanaan Program Bimbingan Pra Nikah Bagi Calon Pengantin Dalam Perspektif Maslahah Mursalah (Studi di KUA Kecamatan Wilangan Nganjuk), Jurusan Hukum Keluarga Islam, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2022, Pembimbing: Dr. Ahmad Musonnif, M.H.I Kata kunci : Bimbingan Pra Nikah, Calon Pengantin, Maslahah Mursalah Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pelaksanaan bimbingan pra nikah yang umumnya dilaksanakan setiap tahun oleh Kantor Urusan Agama masing-masing daerah dalam hal ini khususnya Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Wilangan yang merupakan salah satu penyelenggara bimbingan pra nikah di Kabupaten Nganjuk terdapat berbagai perbedaan dengan KUA lainnya dalam pelaksanaanya sehingga membuat peneliti tertarik untuk mengetahui lebih dalam terkait pelaksanaan program bimbingan pra nikah yang dilaksanakan di KUA Kecamatan Wilangan jika ditinjau dari perspektif maslahah mursalah. Rumusan masalah pada penelitian ini 1) Bagaimana pelaksanaan program bimbingan pra nikah bagi calon pengantin di KUA kecamatan wilangan 2) Bagaimana program bimbingan pra nikah dalam perspektif maslahah mursalah Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif (descriptive research). Teknik pengumpulan data dari penelitian ini berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk teknik analisis data penelitian ini menggunakan teknik analisis data yang melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi pihak lain. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) pelaksanaan program bimbingan pra nikah bagi calon pengantin di KUA Kecamatan Wilangan belum bisa dilaksanakan secara optimal sebab hanya bisa dilakukan sekali dalam satu tahun karena tidak memenuhi ketentuan batas minimum pelaksanaan dilakukannya program bimbingan pra nikah jika ada 15 pasangan calon pengantin, terdapat kendala dimana program bimbingan pra nikah belum dijadikan persyaratan wajib sehingga kurang di prioritaskan oleh pasangan calon pengantin. 2) Ditinjau dari maslahah mursalah pelaksanaan bimbingan pra nikah memberikan kemanfaatan bagi masyarakat sehingga mampu saling mengerti dan menyelesaikan masalah atau perselisihan dalam rumah tangga dengan baik

    Antisipasi Hukum Islam dalam Menjawab Problematika Kontemporer (Kajian terhadap Pemikiran Maslahah Mursalah Al-Ghazali)

    No full text
    The article below traces how Islamic law anticipates occurring of contemporer problematics according to Ghazali's Maslahah Mursalah thought. According al-Ghazali, Maslahah Mursalah can be made as an argument for Islamic law determining if it fulfils many requirements: maslahat is suitable with syara', maslahat is not contrary with al-Qur'an, as-Sunnah, and ijma, and maslahat is existing in daruriyat level or hajiyat that in same level with daruriyat. Maslahah mursalah is not independent dalil that stand alone from al-Qur'an, as-Sunnah, and Ijma', but it is one of Islamic law istimbat methode. In other word, maslahah mursalah is not resource of Islamic law but methode of Islamic law discovering. Assembling of maslahah mursalah as dalil for Islamic law determining, it makes many moslems contemporer problematics can be known and determined although their law status not mentioned in al-Qur'an and as-Sunnah. So, maslahah mursalah assembling makes Islamic law always appropriate whenever and wherever
    corecore