5 research outputs found
PENGARUH SETTING RUANG BERMAIN TERHADAP PERKEMBANGAN KREATIVITAS PADA ANAK USIA DINI (Studi kasus: Islamic Fullday Childcare and Preschool Ahsanu Amala Di Yogyakarta)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah setting ruang bermain yang ada, khususnya pada Taman Penitipan Anak studi kasus dapat mengembangkan kreativitas pada anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah Kuasi Eksperimental sedangkan desain penelitiannya adalah Desain Interaksi Perlakuan dengan Subjek. Alat pengumpul data digunakan instrumen tes sedangkan penjelasan hasil tes digunakan metode observasi melalui teknik pemetaan perilaku Person Centered Mapping. Data hasil tes dianalisis dengan rumus t-test sedangkan analisis data yang digunakan adalah Kuantitatif Deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan setting ruang bermain terhadap peningkatan kreativitas anak usia dini. Skor peningkatan kreativitas rata-rata sebesar 5,2%. Adapun elemen fisik setting ruang bermain yang menjadi indikator sumber kreativitas anak usia dini adalah elemen fix: dinding, lantai, jendela dan sudut ruang, semi fix: gordin jendela, rak mainan, meja , kursi, pembatas area dan ranjang bayi dan non fix: aktivitas bermain dan alat bermain. Sedangkan bentuk setting yang dapat mengembangkan kreativitas anak adalah membagi ruang bermain atas beberapa area (minimal 5 area) dengan tema yang berbeda seperti area balok/konstruksi, area seni, area tenang, area rumah-rumahan dan area tengah (pusat area) serta melengkapi setiap area dengan material mainan sesuai dengan tema area, menggunakan pembatas area, memasang papan/media menggambar pada area seni dan memberi penutup lantai pada setiap area kecuali area sen
GENDER, PKL DAN PEDESTRIAN (Studi Kasus : PKL “Ina-ina” Di Kota Palu)
PKL dan pedestrian adalah suatu fenomena umum kita lihat di kota-kota besar, Fenomena yang banyak dijumpai pada jalur pedestrian di Indonesia adalah penyalahgunaan fungsi jalur pejalan kaki atau pedestrian oleh pedagang kaki lima. Fenomena ini juga terlihat di kota Palu, hal ini dapat di lihat dikawasan pasar, disepanjang pesisir pantai atau di sudut-sudut kota. Yang menarik ditengah maraknya isue gender dan penyediaan ruang yang mengakomodir hak-hak perempuan dalam penyediaan ruang publik yang aman dan nyaman, justru pengguna ruang publik (pedestrian) di kota Palu umumnya PKL kaum perempuan yang dalam bahasa Kaili disebut “ INA-INA”. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana persepsi masyarakat terhadap keberadaan PKL “Ina-ina” yang menggunakan badan jalan, trotoar atau pedestrian dan dampaknya bagi pengguna jalan
Metode Penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Responden dalam penelitian ini adalah masyarakat sekitar, pembeli dan PKL dengan menggunakan purposive sampling.
Hasilnya menunjukkan keberadaan PKL disatu sisi memberikan dampak positif bagi PKL sendiri yaitu membuka lapangan pekerjaan dan memberikan konstribusi bagi pemerintah daerah di sisi lain dampak negatifnya menimbulkan kemacetan bagi pengendara dan ketidaknyamanan bagi pengguna pedetrian. Sementara tanggapan dari pengguna jalan (pembeli) sendiri, meskipun merasa tidak nyaman dan aman menggunakan pedestrian namun memahami keberadaan PKL sebagai hal yang ,manusiawi dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup.
Kesimpulannya bahwa gender dan PKL adalah suatu hal yang tidak dapat dipisahkan, bagaimana mengakomodir hak perempuan dalam penggunaan ruang publik yang aman dan nyaman namun dengan tidak mengabaikan kepentingan masyarakat umum yang juga mempunyai hak yang sama dalam mengakses rung publik dengan aman dan nyaman.
Kata kunci : Gender, PKL, Pedestrian, “Ina-ina”, Kota Pal
Pengaruh Setting Ruang Bermain Terhadap Perkembangan Kreativitas Pada Anak Usia Dini (Studi Kasus: Islamic Fullday Childcare and Preschool Ahsanu Amala Di YOGYAKARTA)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah setting ruang bermain yang ada, khususnya pada Taman Penitipan Anak studi kasus dapat mengembangkan kreativitas pada anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah Kuasi Eksperimental sedangkan desain penelitiannya adalah Desain Interaksi Perlakuan dengan Subjek. Alat pengumpul data digunakan instrumen tes sedangkan penjelasan hasil tes digunakan metode observasi melalui teknik pemetaan perilaku Person Centered Mapping. Data hasil tes dianalisis dengan rumus t-test sedangkan analisis data yang digunakan adalah Kuantitatif Deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan setting ruang bermain terhadap peningkatan kreativitas anak usia dini. Skor peningkatan kreativitas rata-rata sebesar 5,2%. Adapun elemen fisik setting ruang bermain yang menjadi indikator sumber kreativitas anak usia dini adalah elemen fix: dinding, lantai, jendela dan sudut ruang, semi fix: gordin jendela, rak mainan, meja , kursi, pembatas area dan ranjang bayi dan non fix: aktivitas bermain dan alat bermain. Sedangkan bentuk setting yang dapat mengembangkan kreativitas anak adalah membagi ruang bermain atas beberapa area (minimal 5 area) dengan tema yang berbeda seperti area balok/konstruksi, area seni, area tenang, area rumah-rumahan dan area tengah (pusat area) serta melengkapi setiap area dengan material mainan sesuai dengan tema area, menggunakan pembatas area, memasang papan/media menggambar pada area seni dan memberi penutup lantai pada setiap area kecuali area sen
Pengaruh Setting ruang bermain terhadap perkembangan kreativitas pada anak usia dini :: Studi kasus Islamic Fullday Childcare and Preschool Ahsanu Amala di Yogyakarta
Pengembangan Produk Industri Rumah Tangga Berupa Eco Enzym Di Dasa Wisma Perdos
ABSTRACT
Eco-enzyme is a solution of complex organic substances produced by the fermentation process of leftover organic waste, water and molasses. So that organic waste that has been thrown away and is no longer used can be used as an environmentally friendly product. This eco-enzyme solution has a dark brown color and a strong sour aroma. This research focuses on making eco-enzyme solutions from organic waste from fruit and vegetables.
The results of this research show that a good eco-enzyme has a dark brown color, a fresh sour aroma typical of fermentation and has a stable pH with a pH of 4.0, indicating that the eco-enzyme produced is acidic which has benefits such as preventing radiation, clearing water channels, cleaning floors, disinfecting organic etc.
Keyword : Domestic Indutry, Eco Enzyme, Dasa Wisma.
 
