34 research outputs found

    TRANSFORMASI NILAI-NILAI KEWIRAUSAHAAN PADA SISWA SMK

    No full text
    Abstract: The purpose of this study was to describe: 1) entrepreneurship values transformedinto student , 2) strategy in transforming the values of entrepreneurship, and 3) supportof principals in transforming the values of entrepreneurship to students of SMK KotaGorontalo. This study uses qualitative approach with case study design. Research resultshows: 1) the values of entrepreneurship transformed into students are confidence, task andresults oriented , dare to risk, responsible, honest, hard work, can be leaders of the futureoriented,and originality; 2) strategy conducted through practical activities on the unit ofproduction, business center, room practice, and practice in business / industry, and 3) theprincipal always provide direction and guidance, exemplary as well as provide the means andadequate infrastructure to support the implementation activities practice.Keyword: Transformation, Value of enterpreneurship, Production unitAbstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan 1) nilai-nilai kewirausahaanyang ditransformasikan pada siswa, 2) strategi dalam mentransformasikan nilai- nilaikewirausahaan pada siswa, dan 3) dukungan kepala sekolah dalam mentranformasikan nilainilaikewirausahaan pada siswa SMK Negeri I Kota Gorontalo. Penelitian ini menggunakanpendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui:wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan alur: reduksi , penyajian, dan verifikasi data. Uji keabsahan data menggunakan: kredibilitas, transfermabalitas,dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukan 1) nilai-nilai kewirausahaan yangditransformasikan pada siswa adalah: (a) percaya diri, (b) breorientasi pada tugas dan hasil, (c)berani mengambil resiko, (d) bertanggung jawab, (e) jujur, (f) kerja keras, (g) dapat menjadipemimpin, (h) berorientasi kemasa depan dan (i) keorsinilan; 2) strategi dilakukan melaluikegiatan praktek pada unit produksi, bisnis center, ruang praktek, dan praktek di dunia usaha/industri, dan 3) kepala sekolah selalu memberikan arahan dan bimbingan, keteladanan sertamenyediakan sarana dan prasarana yang memadai untuk menunjang kegiatan pelaksanaanpraktek.Kata kunci: Transformasi, Nilai-nilai kewirausahaan, Unit produksi DOI: https://doi.org/10.17977/um025v1i22017p11

    Integrasi Kreativitas dan Inovasi pada Kompetensi Kewirausahaan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Pendapatan Unit Produksi

    No full text
    Abstract: This study aims at finding out (1) creativity and innovation of school principal in increasing income generating production units. (2) school principal motivation in increasing the production unit, and (3) and strategies of school principal in developing income generating of production unit. This research is a quantitative study with descriptive explanatory approach. The data collection methods are quentionnaire, interview, and observation. Data analisys technique  is decscriptive analisys using percentage for each quasionnaire items. This study show that: (1) creativity and innovation of the school principal in increasing the income generating unit production is good category, (2) motivation of the school principal in increasing the income of income generating production unit in school is high  category, and (3) strategy in increasing the income  generating production unit is good category. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) kreativitas dan inovasi  kepala sekolah dalam meningkatkan pendapatan unit produksi. (2) motivasi kepala sekolah dalam meningkatkan pendapatan unit produksi, dan (3) strategi kepala sekolah dalam meningkatkan pendapatan unit produksi di SMKN 4 Kota Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan  kuantitatif dengan jenis deskriptif eksplanatory. Tehnik pengumpulan data menggunakan angket tertutup, wawancara dan observasi. Tehnik analisis data yang digunakan adalah tehnik analisis deskriptif, setiap pertanyaan yang digunakan adalah perhitungan dengan formula presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kreativitas dan inovasi kepala sekolah dalam meningkatkan pendapatan unit produksi berada pada kategori baik, (2)  motivasi kepala sekolah dalam meningkatkan pendapatan unit produksi berada pada kategori tinggi, dan (3) strategi kepala sekolah dalam meningkatkan pendapatan  unit produksi berada pada kategori baik.  

    PROFESIONALITAS GURU DALAM PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN

    No full text
    Kompetensi profesional guru dalam menciptakan pembelajaran yang berkualitas sangat ditentukan oleh keberhasilan pendidikan secara menyeluruh. yang harus ditunjang oleh kompetensi personal, pedagogik dan kompetensi sosial. Kompetensi-kompetensi tersebut harus dikembangkan dalam proses pembelajaran secara berkesinambungan. Ada empat fungsi guru dalam kepemimpinan di kelas yaitu, sebagai motivator, fasilitator, pemacu maupun pemberi inspirasi. Kualitas guru dapat ditinjau dari dua segi, dari segi proses dan hasil. Terdapat beberapa strategi dan pendekatan yang dapat dilakukan guru agarproses pembelajaran berjalan dengan baik. Strategi tersebut yaitu: menciptakan pembelajaran dengan cara yang demokratis dan iklim yang demokratis, menciptakan pembelajaran yang kooperatif, dan melakukan adaptasi paradigma triplization. Sedangkan pendekatan yang dapat digunakan guru adalah :pendekatan kompetensi, ketampilan proses, lingkungan, contekstual teaching learning (CTL), dan pendekatan temamati

    PERENCANAAN OBYEK WISATA PULAU SARONDE SEBAGAI TUJUAN WISATA DI KABUPATEN GORONTALO UTARA PROVINSI GORONTALO

    No full text
    Provinsi Gorontalo khususnya Kabupaten Gorontalo Utara memiliki obyek wisata yang potensial yang dapat dikembangkan. Obyek wisata tersebut adalah pulau Saronde yang memiliki potensi wisata bahari yang memiliki daya tarik wisata tinggi. Apabila obyek wisata ini direncanakan dan dikelola dengan baik akan dapat meningkatkan devisa negara khususnya pendapatan daerah di Gorontalo Utara. Fokus penelitian ini adalah bagaimanakah perencanaan objek wisata pulau Saronde sebagai tujuan wisata di Kabupaten Gorontalo Utara Propinsi Gorontalo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang perencanaan objek wisata pulau Saronde sebagai tujuan wisata di Kabupaten Gorontalo Utara Provinsi Gorontalo. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah (1) wawancara, (2) observasi, dan (3) dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriktif dengan alur (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) pemerintah telah merencanakan pengembangan pariwisata di pulau Saronde dan sekitarnya untuk menjadi obyek wisata unggulan Gorontalo Utara. Hal ini ditandai dengan membuat master plan dan menyusun RIPDA tahun 2009 Kabupaten Gorontalo Utara, dan (2) ada usaha pemerintah untuk mewujudkan pulau Saronde menjadi obyek wisata unggulan Gorontalo Utara, hal ini ditandai dengan direncanakan menambah sarana dan prasarana di kawasan pulau Saronde

    KEPEMIMPINAN YANG EFEKTIF

    No full text
    Artikel ini mengkaji secara teoritis tentang kepemimpinan efektif dari aspek (1) pengertian dan hakekat kepemimpinan, (2) karakteristik dasar kepemimpinan, (3) gaya kepemim-pinan, (4) faktor penentu kepemimpinan, (5) kepemimpinan ditingkat pengembangan bawahan. Kelima aspek tersebut menekankan pada gambaran dan pengertian serta hakekat kepemimpinan, adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara pemimpin dan yang dipimpin. Dalam gaya kepemimpinan digambarkan pula gaya kepemimim-pinan dengan gaya bos, gaya dokter, gaya konsultan, dan gaya bebas

    Analisis Potensi Jiwa Kewirausahaan Siswa Sekolah Menegah Kejuruan

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi jiwa kewirausahaan siswa SMK dilihat dari aspek: (1) kepribadian; (2) disiplin diri; (3) kreativitas; (4) motivasi; (5) keberanian; (6) kepercayaan diri. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis pendekatan eksplanatori. Jumlah subjek penelitian sebesar 32 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dengan menggunakan formula persentase. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa potensi jiwa kewirausahaan siswa SMK Negeri 1 Posigadan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan dilihat dari aspek: (1) kepribadian berada pada kategori cukup baik dengan persentase sebesar 74,50%; (2) disiplin diri berada pada kategori cukup baik dengan persentase sebesar 74,00%;  (3) kreativitas berada pada kategori cukup baik dengan persentase sebesar 72,25%; (4) motivasi berada pada kategori cukup baik dengan persentase sebesar 71,25%; (5) keberanian berada pada kategori cukup baik dengan persentase sebesar 72,38%; (6) kepercayaan diri berada pada kategori cukup baik dengan persentase sebesar 73,63%. Untuk itu disarankan: (1) Bagi Sekolah, hendaknya untuk dapat meningkatkan profesionalisme guru dan menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti bazar sekolah, workshop siswa dan menghadirkan tokoh-tokoh wirausahawan sukses untuk dapat memberi wawasan dan pengalaman terhadap para peserta didik; (2) Bagi Guru, diharapkan untuk dapat mengembangkan potensi jiwa kewirausahan melalui pembelajaran yang berisi kegiatan-kegiatan yang bersentuhan langsung dengan dunia usaha agar para peserta didik memiliki pengalaman secara nyata; (3) Bagi Peserta didik, hendaknya untuk selalu berkonsentrasi dan bersunguh-sungguh serta proaktif dalam menerima materi pendidikan kewirausahaan yang diberikan oleh guru

    ASISTENSI DAN EDUKASI PENERAPAN KESEIMBANGAN TIGA DIMENSI EMBANGUNAN BERKELANJUTAN (LINGKUNGAN, SOSIAL DAN EKONOMI) DALAM MENDUKUNG PENCAPAIAN SDG DESA

    No full text
    Sustainable Development Goals (SDGs)  atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) merupakan sebuah program dunia yang memiliki tujuan untuk mensejahterakan masyarakat dan melestarikan alam. SDGs memiliki 17 tujuan berkelanjutan dengan 169 capaian yang terukur yang ditentukan oleh PBB sebagai agenda pembangunan dunia yang mencakup bidang sosial, ekonomi, lingkungan, hukum dan tata Kelola. Dengan cakupan 91 persen wilayah pemerintahan Indonesia berbasis pada 74.953 pemerintahan desa, maka strategi pencapaian baik SDGs Global dan SDGs nasional  perlu memanfaatkan potensi tersebut melalui implementasi SDG Desa. Kontribusi pemenuhan tujuan pembangunan desa terhadap sepuluh SDGs nasional yang berorientasi kewilayahan dan perdesaan. Pelaksanaan agenda SDGs dan SDG Desa tentu perlu menggandeng dan didukung berbagai pemangku kepentingan. Di antaranya, perguruan tinggi, pemerintah, swasta, dan masyarakat. Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Dukungan terhadap pencapaian SDGs pada tataran Desa, diwujudkan oleh UNG melalui upaya pengembangan dan pemberdayaan komunitas desa melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat Tematik membangun Desa dengan fokus kegiatan asistensi dan edukasi penerapan keseimbangan tiga dimensi pembangunan berkelanjutan (Lingkungan, Sosial dan Ekonomi) dalam mendukung pencapaian SDG desa

    IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA

    No full text
    This study aims to describe the implementation of the Merdeka Curriculum in enhancing students' independent learning, focusing on: (1) teachers' strategies to improve students' independent learning, (2) strategies for the sustainability of independent learning programs, and (3) the evaluation of students' independent learning based on the implementation of the Merdeka Curriculum. This research employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation, and analyzed using thematic analysis. Data validation was conducted through triangulation of sources and methods. The results show that the implementation of the Merdeka Curriculum at SDN 22 Dungingi has successfully enhanced students' independent learning through interactive learning supported by technological tools such as Chromebooks and internet connectivity provided by the Smart Learning Community (KOMBEL). Chromebooks enable students to independently access digital educational resources, improve their digital literacy, and develop lifelong learning skills. Additionally, formative and summative evaluations conducted by teachers help students identify their strengths and weaknesses, foster self-reflection, and increase responsibility for their learning processes
    corecore