1,720,994 research outputs found
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Sekar Jagat
Tema tari ini tentang kesejajaran dan eksistensi wanita. Karya ini diilhami dari perjuangan wanita semenjak penjajahan hingga terjadinya tragedi perkosaan (masal) dipertengahan Mei 1998, ditengah kerusuhan serta penjarahan yang terjadi di Jakarta. Sekar jagat merupakan koreografi tunggal walaupun ada seorang lagi penari pria sebagai figuran dengan durasi waktu 14 menit. Tipe tarinyaa dramatik yangdisajikan secara simbolis melalui gerakkeseharian
Obar-abir
Obar - abir5 merupakan koreografi kelompok dengan 3 penari (2 wanita dan 1 pri) yang berperan multi fungsi sebagai manusia personifikasi permasalahn yang hendak dipaparkan. Orientasi penggrapannya mengacu pada tari Srimpi Dempel gaya Surakarta, baik secara konseptual yang sarat dengan nilai keseimbangan alam maupun bentuk penuanganny atau mode penyajiannya yang sangat simbilis
Tembang desa : koreografi ekologi di sekitar Candi Plaosan
Seni ekologis adalah seni yang menggambarkan hubungan antar makhlukl hidup dengan lingkungannya untuk membangun kembali empati manusia terhadap lingkungan hidupnya. Koreografi ini menghubungkan suatu kegiatan seni masyaraka desa Purwodadi dengan situs sejarah candi Plaosan Prambanan sebagai wisata alternatif.Repertoar tari bergantung dengan keruangan candi Plaosan, pertama Lagon Bethari di Mandapa diilhami dari ritual sesaji, kedua Joged Reca di balustrade candi induk yang terinspirasi arca & relief. Ketiga Mangennjali yang mengembangkan gerak menyembah di ruang dalam candi induk yang digunakan semadi
Asmaradana sendang kasihan
Sebuak koreografi yang diproses dan digelar di Sendang Kasihan Bantul yang mengungkap sejarah yang berkaitan dengan Sekar Pembayun, putri Panembahan Senopati yang menjadi Duta negara untuk membunuh Ki Ageng Mangir Wanabaya penguasa tanah pardikan Mangiran.Pendekatan yang digunakan adalah rekonstruksi perilaku "tapa kungkum" dan interpretasi mewujudnya Pembayunmenjadi Ledhek. Tari in dibawakan oleh dua belas orang penari dan enam orang pemusik
Panggung Pertunjukan Dan Berkesenian
Panggung adalah ruang pertunjukan yang berkembang menjadi ruang berkesenian, ruang yang menciptakan keseniannya sendiri, maka kesenian yang sama jenis akan berbeda hasil akhirnya bila ruangnya juga berbeda. Materi yang tertuang di buku ini merupakan beberapa kutipan dari buku “Ikhtisar Sejarah Teater Barat” tulisan Jacob Sumardjo dan “Dramaturgi” karya Harymawan dan juga beberapa buku terbitan asing untuk melengkapireferensi. Diperkuat juga oleh pengalaman empirik penyusunnya
Pelatihan Tari untuk Remaja Putri Reog Kaloka di Suru, Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul
Reog Kaloka merupakan sebuah kelompok seni (paguyuban) rakyat dari Suru, Kemadang, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta yang sangat populer dengan tari Reognya di Gunungkidul pada era 2010-2014. Setelah paguyuban ini mempelajari tari kreasi baru yang berasal dari Sleman, yakni tari Gedruk yang energik; tari Reog menjadi tersingkirkan. Hanya tinggal anak-anak kecil yang berminat menarikannya, itu pun terbatas dalam acara tertentu seperti bersih desa. Hal ini sangat disayangkan, hingga timbullah inisiasi mengadakan penyuluhan ini. Penyuluhan ini bertujuan untuk melatih teknik gerak tari gaya Yogyakarta agar para peserta menguasai gerak alusan seperti halnya dalam tari Reog. Diharapkan, belajar tari dasar ini akan memberikan fondasi yang kuat khususnya kepada penari perempuan, mengingat Reog lebih dominan dibawakan oleh perempuan sebagaimana Reog Kaloka dulu pada masa jayanya. Penyuluhan ini dilaksanakan pada 23 Maret hingga 27 April 2021. Metode yang diterapkan meliputi pelatihan praktik tari dengan penjelasan awal yang singkat, kemudian demonstrasi, dilanjutkan dengan peserta mengikuti gerak yang dilakukan oleh pelatih secara langsung terutama gerak tangan, kepala, dan kaki secara parsial. Tahap selanjutnya, peserta mengikuti gerakan pelatih saat menari secara keseluruhan dengan hitungan, kemudian diteruskan dengan musik tarinya. Hasil yang didapatkan adalah kemampuan anak dan remaja putri dalam menari Jawa gaya Yogyakarta meskipun belum dalam taraf sempurna; dengan pementasan tari Nawung Sekar di Pendhapa Pantai Kukup, Gunungkidul
Khatulistiwa
Diilhami dari situasi kondisi negara RI yang berwarganegara multikultural, rentan konflik horizontal. Dahulu sebagai negara yang makmur, mempunyai kekayaan alam yang melimpah, tetapi beberapa tahun ini didera bencana alam, gunung meletus, gempa bumi, tsunami, banjir lumpur, banjir air, penggundulan hutan, eksploitasi alam yang tidak terkendali, bencana pangan dan kelaparan. Negara digaris khatulistiwa yang sedang dirundung duka
Koreografi Lingkungan
Koreografi lingkungan memberikan alternatif dalam pembejaran seni budaya di SMP dan SMA, karena selama ini proses pembelajarannya menggunakan metode imitatif, siswa hanya menirukan gerak yang diajarkan gurunya. Tidak sesuai dengan standar kompetensi mata pelajaran seni budaya (tari) kurikulum 2004 Berbasis kompotensi SMP kelas VII dan standar kompetensi SMP kelas VIII kuriikulum standar ISI 2006, mendidil siswa secara aktif dan kreatif melalui tari
- …
