1,721,025 research outputs found
PERAN PETUGAS KESEHATAN DALAM PENANGGULANGAN BENCANA ALAM
Pengaruh bencana yang terjadi tiba-tiba tidak hanya menyebabkan banyak kematian, tetapi juga gangguan social besar-besaran dan kejadian luar biasa (KLB) penyakit epidemi, serta kelangkaan bahan pangan sehingga orangyang selamat sepenuhnya bergantungpada bantuan luar. Pengamatan sistematis yang dilakukan terhadap pengaruh bencana alam pada kesehatan manusia menghasilkan berbagai kesimpulan, baik tentang pengaruh bencana pada kesehatan maupun tentang carayangpaling efektif untuk menyediakan bantuan kemanusiaan. Pada makalah ini akan disampaikan mengenai hal-hal yang perlu dilakukan oleh petugas kesehatan dalam langkah awal penanggulangan bencana alam. Hal yang dibahas meliputi pengaruh umum bencana pada kesehatan, persiapan SDMyang harus dilakukan menuju lokasi bencan, persiapan bat-obatan yang akan dibawa, perawatan di lapangan, triase, pertolongan pertama dan setting untuk pos medis lanjutan
MEMAJUKAN KABUPATEN MISKIN DENGAN COMPETITIVE ADVANTAGE
Kemiskinan merupakan hulu dari berbagai permasalahn yang ada seperti tingginya angka kesakitan dan kematian, pengangguran, gizi buruk , rendahnya kualitas sumber daya manusia Indonesia. Upaya menghilangkan kemiskinan dirasakan selama ini masih dalam bentuk parsial, belum secara holistik. Pada makalah ini diberikan suatu pemikiran pentingnya keunggulan bersaing suatu daerah (yang merupakan tipikal masing masing daerah) dengan melakukan clustering, dalam memajukan kabupaten tersebut. Tidak ada pola satu resep untuk penanggulangan kemiskinan ini, penanganan kemajuan suatu kabupaten harus sesuai dengan pola individualistik kabupaten masing-masing
BAGAIMANA AGAR PENDERITA TUBERKULOSIS TIDAK LOLOS? UPAYA DALAM PENINGKATAN CASE DETECTION RATE
Pertanyaan mendasar ini akan muncul, bila kita ingin memberantas TB di Indonesia. Beranjak dari pertanyaan ini, paling tidak kita bisa menguraikan simpul masalah tentang bagaimana langkah awal mengenali TB (detection & tracing) dalam tinjauan secara epidemiologi. Diharapkan langkah ini dapat menjaring penderita TB seluruhnya tanpa ada kehilangan satu jejakpun (missopportunity). Bila penderita TB telah terjaring dan diobati,tentunya dapat mengurangi angka kejadian Tuberkulosis di Indonesia
MANAJEMEN MUTU PELAYANAN KESEHATAN
Saat ini mutu layanan kesehatan merupakan focus utama bagi masyarakat. Kesadaran dan kepedulian terhadap mutu memang semakin meningkat. Hal-hal yang berkaitan dengan mutu saat ini antara lain : kepercayaan bahwa sesuatu yang bermutu pastilah merupakan hal yang bersifat luks, mewah, dan mahal. Mutu juga dianggap sesuatu hal yang bersifat abstrak sehingga tidak dapat diukur Upaya peningkatan mutu memerlukan biaya yang cukup mahal
STRATEGI PENCEGAHAN PENYAKIT DAN PROMOSI KESEHATAN UNTUK PENYAKIT PERLEMAKAN HATI
Upaya intervensi yang efektif pada penekanan angka kesakitan dan angka mortalitas penyakit tidak menular adalah promosi kesehatan dan perlindungan khusus yang ditujukan kepada orang sehat. Adapun tujuan pengobatannya lebih kepada pengobatan simptomatis, memperpanjang usia mencegah cacad dan rehabilitasi. Dalam hal ini angka harapan hidup merupakan salah satu indicator kesehatan, sedangkan penyakit tidak menular akan berdampak pada penurunan sumber daya manusia dan menurunnya angka harapan hidup. Hal ini akan berpengaruh pada derajat kesehatan Indonesia
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Survey of satisfaction and complaint management of diabetes mellitus patient for ‘prolanis’ health services by ASKES in the provincial government hospital West Sumatera
Background. Indonesia is one of the countries which have
increasing of prevalence of diabetes mellitus rapidly. The
number of people with diabetes is increasing every 150-200
person everyday. High health care cost and low of productivity
is the impact if controlling the Diabetes Mellitus is neglected.
ASKES as provider of health insurance in Indonesia has a
program called disease management program for diabetes
mellitus (Prolanis). The program has not been evaluated since
2010. Analysis both of patient satisfaction and management
complaint are needed as an indicator for high quality of health
care. The aim of the study is to analyze patient satisfaction
and management of complaint for diabetes mellitus patient who
has ASKES insurance in Dr.M Jamil hospital West Sumatera
Methods. A survey conducted in Dr. M Jamil Hospital. Total of
respondent are 100 ambulatory patients of Diabetes Melitus.
The technique of sampling is consecutive sampling. The
analysis of patient satisfaction uses servqual analysis with
10 dimentions of quality care and Kartesius’s diagram. The
complaint management analysis uses 6 dimentions of
Commonwealth Ombudsman’s Office, and gap analysis.
Result. The score of patient satisfactions as ambulatory patient
in diabetes melitus health care in Dr. M Jamil Hospital is 44%. It
is lower than the government quality standart for health care.
The result of the the study, Kartesius’s diagram shows that
there are 4 atributs need to be improved such as capacity of
the nurse in promoting and preventing of diabetes mellitus; the
pharmacist should give more information of medicine’s schedule
and taking care of medicine; schedule meeting the doctor is
not on time; the doctors are coming late; and they do not to see
the same doctor every meeting. The score of perception in
complaint handling is 79.8%. There is unequity distribution of
score in 4 dimentions which are Fairness, Responsiveness,
Effectiveness, Access (such as improper manner from the
nurse when patient complains, the socialisation of complaint
handling was unclear (e.g. if something happen, they regarded
it as an accident cases or unpredictable factor). The complaint
is not solved soon thus the same problem and complaints
reoccured all the time.
Conclusion. The problems of quality health care for ambulatory
patient of diabetes mellitus that has ASKES incurance affect
the core business of Dr. M Jamil Hospital management. All these problems are having impact in decreasing patient
satisfaction, even when all the rest of performance satisfaction
dimention score are high. There is unequity score in complaints
handling of the ambulatory diabetes Mellitus patient. It means
the patient perceived that the management gives different
respond in customer’s complaint handling
- …
