1,721,021 research outputs found

    UPAYA MENINGKATKAN KETUNTASAN BELAJAR SISWA TENTANG MATERI SUMBER CAHAYA SISWA KELAS V MELALUI PENGGUNAAN METODE PENEMUAN (Discovery) PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI 2 MANGGARMAS TAHUN PELAJARAN 2014 / 2015

    Full text link
    Metode penemuan (Discovery) merupakan teknik modifikasi tingkah laku belajar yang merupakan salah satu komponen penting dalam keterampilan mengajar. Metode penemuan (Discovery) dapat menjadi penggerak yang efektif dalam berbagai model pembelajaran siswa aktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkn ketuntasanl belajar siswa kelas V SD Negeri 2 Manggarmas dengan menggunakan metode penemuan (Discovery). Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, dan pilihan tempat penelitian ditetapkan di SD Negeri 2 Manggarmas sebagai sumber munculnya masalah dalam penelitian. Jumlah siswa di kelas ini adalah 15 orang siswa yang terdiri dari 8 orang siswa laki-laki dan 7 orang siswa perempuan. Untuk selanjutnya seluruh siswa ini dijadikan sebagai subjek penelitian. Informasi hasil penelitian diperoleh dengan cara mengolah data hasil observasi kelas dan hasil belajar siswa dari dua siklus berdasarkan analisis deskriptif. Data hasil observasi tentang partisipasi/keaktifan siswa dan hasil pelaksanaan pembelajaran pada siklus I sampai dengan siklus II, masing-masing disajikan dalam bentuk data persentase. Secara riil, hasil interpretasi data persentase motivasi belajar siswa pada siklus I berada pada kategori “Sedang/Cukup”. Hasil ini merupakan peningkatan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan kondisi awal sebelum dilakukan penelitian. Pada siklus II, peningkatan persentase hasil belajar juga cukup signifikan, yakni 2 dari 15 siswa (86,67%), tuntas belajarnya, sedangkan yang belum tuntas belajarnya ada 2 siswa (13,33 %). ini masuk pada kategori “Tinggi”. Berdasarkan hasil analisis ini, maka dapat dikatakan bahwa penggunaan Metode penemuan (Discovery) dapat meningkatkan pemahaman siswa

    PENGARUH SELF EFFICACY, PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN KARIER TERHADAP KINERJA DOSEN DENGAN PERCEIVED ORGANISATION SUPPORT SEBAGAI INTERVENING (STUDI PADA SEKOLAH TINGGI DI BANGKALAN)

    Full text link
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Self Efficacy, Pelatihan dan Pengembangan Karier terhadap Kinerja Dosen dengan Perceived Organisation Support Sebagai Intervening Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah dosen di Sekolah Tinggi di Bangkalan. Teknik pengambilan sampel menggunakan saturation sampling dengan jumlah sampel sebanyak 116 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dan uji reliabilitasnya. Teknik analisis data menggunakan Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Self Efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja dosen. (2) Pelatihan berpengarus positif dan signifikan terhadap kinerja dosen. (3) Pengembangan Karier berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja dosen. (4) Self Efficacy Berpengaruh Positif dan Tidak Signifikan terhadap Kinerja Dosen melalui Percieved Organisation Support. (5) Pelatihan Berpengaruh Positif dan tidak Signifikan terhadap Kinerja Dosen melalui Percieved Organisation Support. (6) Pengembangan Karier Berpengaruh Positif dan Tidak Signifikan terhadap Kinerja Dosen melalui Percieved Organisation Support

    Pengembangan media video animasi untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas iv sd tema 9 kayanya negeriku

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini yaitu: Mendeskripsikan kebutuhan pengembangan media video animasi pembelajaran tematik. Mengembangkan media video animasi pembelajaran tematik dengan Power Point dan Camtasia 2019, menganalisis kelayakan dan menguji keefektifan media pembelajaran video animasi untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas IV pada tema 9 kayanya negeriku. Metode yang diterapkan yaitu penelitian dan pengembangan mengacu pada pendapat Borg and Gall. Sumber data dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas IV SDN 2 Manggarmas dan SDN 2 Harjowinangun Kabupaten Grobogan, dengan alat pengumpul data yang digunakan antara lain: angket/ kuisioner, tes, Observasi, dan wawancara. Analisis data yang digunakan yaitu uji validitas dan reliabilitas instrument, uji normalitas, homogenitas, uji independent sample t-test, dan Uji n-Gain. Hasil pengembangan produk selanjutnya divalidasi oleh validator ahli materi dan memperoleh nilai 83% kategori sangat valid dan layak, sedangkan dari ahli media memperoleh nilai 83% kategori sangat valid dan layak. Revisi di beberapa bagian sesuai saran dari validator. Selanjutnya media video animasi diterapkan pada kelas eksperimen untuk mengetahui efektivitas produk yang dikembangkan. Hasil uji efektivitas produk dalam meningkatkan motivasi belajar siswa, diperoleh hasil skor rata-rata dari angket instrumen motivasi belajar siswa diperoleh 3,31 dengan prosentase 83% kategori sangat baik. Hasil uji efektivitas produk dalam meningkatkan hasil belajar siswa, diperoleh N-gain adalah 0,71 dengan kategori tinggi, sedangkan dari uji t diperoleh hasil thitung sebesar -4,601. Dalam ttabel dengan df 65 dengan taraf signifikan α (0,05) didapatkan nilai -12.54011. Dengan hasil -thitung < -ttabel, maka diperoleh hasil terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata hasil belajar kelas kontrol dan hasil belajar kelas eksperimen. Kesimpulannya adalah penggunaan media video animasi pembelajaran tematik efektif meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa

    MODEL PERENCANAAN PRODUKSI PADA RANTAI PASOK CRUDE PALM OIL DENGAN MEMPERTIMBANGKAN PREFERENSI PENGAMBIL KEPUTUSAN

    No full text
    A model of production planning in Crude Palm Oil industry is discussed on this paper. An interactive model is made due to the involvement of decision makerâs preference in production planning. The model is built for Nucleus-Plasma palm estate system. The sources of fresh palm fruit bunches are obtained from nucleus estate, plasma estate and outsourcing. A single objective fuzzy linear programming model is built with the following steps: (1) Decision variables, parameters are identified from the real system of Crude Palm Oil industry as well as determination of constraints and objective function; (2) Fuzzy parameters are determined using modified S curve membership function. Linear programming model is also formulated at this step. Risk quality of raw material is represented by percentage of defect raw material; (3) Model is then validated using data from Nucleus-Plasma palm estate system. The result shows that S curve membership function is able to represent the preference of decision makers. Abstract in Bahasa Indonesia: Tulisan ini membahas sebuah model perencanaan produksi dalam kerangka rantai pasok agroindustri crude palm oil (minyak sawit mentah). Model dibuat interaktif karena melibatkan preferensi pengambil keputusan dalam perencanaan produksi. Model dibangun pada lingkup perkebunan yang menggunakan sistem Perkebunan Inti Rakyat (PIR). Sumber pasokan tandan buah segar berasal dari kebun inti, kebun petani plasma, dan kebun luar. Konsep pemodelan yang diterapkan adalah programa linear fuzzy dengan obyektif tunggal. Model dikembangkan dalam beberapa tahapan. Pertama, mengidentifikasi variabel, parameter, kendala dan fungsi obyektif. Kedua, menetapkan parameter fuzzy dengan fungsi keanggotaan berbentuk kurva S dimodifikasi. Pada tahap ini dilakukan formulasi model dalam bentuk programa linear. Resiko kualitas yang berasal dari bahan baku direpresentasikan dalam bentuk persen jumlah cacat. Ketiga, melakukan pengujian model menggunakan data yang diadopsi dari sebuah perusahaan perkebunan yang mempunyai sistem PIR. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa model mempunyai kemampuan untuk mengakomodir preferensi pengambil keputusan. Kata kunci: rantai pasok, agroindustri, programa linear, fuzzy, kualitas, preferensi

    MODEL PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PRODUKSI DI INDUSTRI PENGOLAHAN BUAH CARICA (CARICA PUBESCENS)

    Full text link
    The competition in the carica fruit processing industry is increasing, so that efforts are needed to increase production efficiency through good production planning and control (PPC). CV XYZ is one of the carica fruit processing companies which has PPC problems. PPC activities done intuitively and not systematically causing a decision in PPC is ineffective and production process is inefficient. Those problems can be resolved by developing a PPC model in accordance with CV XYZ’s business process. So, this research objective was to develop a PPC model at CV XYZ. The model consisted of four sub-models which were related to each other. The first sub-model was Sub-model of Demand Forecasting and the second sub-model was Sub-model of Carica Fruit Availability Forecasting. Those two sub-models used the Auto-regressive Integrated Moving Average (ARIMA). The third sub-model was Sub-model of Production and Packaging Planning using Integer Linear Programming (ILP). The fourth sub-model was Sub-model of Carica Fruit Inventory Control using Material Requirement Planning (MRP). PPC model can clarify the PPC system at CV XYZ and produce optimal plans. PPC model improves efficiency of total production cost up to 39.86% and total inventory cost up to 27.56%. Keywords: carica industry, model, optimal, production planning and contro

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    MODEL PERENCANAAN PRODUKSI PADA RANTAI PASOK CRUDE PALM OIL DENGAN MEMPERTIMBANGKAN PREFERENSI PENGAMBIL KEPUTUSAN

    No full text
    A model of production planning in Crude Palm Oil industry is discussed on this paper. An interactive model is made due to the involvement of decision maker’s preference in production planning. The model is built for Nucleus-Plasma palm estate system. The sources of fresh palm fruit bunches are obtained from nucleus estate, plasma estate and outsourcing. A single objective fuzzy linear programming model is built with the following steps: (1) Decision variables, parameters are identified from the real system of Crude Palm Oil industry as well as determination of constraints and objective function; (2) Fuzzy parameters are determined using modified S curve membership function. Linear programming model is also formulated at this step. Risk quality of raw material is represented by percentage of defect raw material; (3) Model is then validated using data from Nucleus-Plasma palm estate system. The result shows that S curve membership function is able to represent the preference of decision makers. Abstract in Bahasa Indonesia: Tulisan ini membahas sebuah model perencanaan produksi dalam kerangka rantai pasok agroindustri crude palm oil (minyak sawit mentah). Model dibuat interaktif karena melibatkan preferensi pengambil keputusan dalam perencanaan produksi. Model dibangun pada lingkup perkebunan yang menggunakan sistem Perkebunan Inti Rakyat (PIR). Sumber pasokan tandan buah segar berasal dari kebun inti, kebun petani plasma, dan kebun luar. Konsep pemodelan yang diterapkan adalah programa linear fuzzy dengan obyektif tunggal. Model dikembangkan dalam beberapa tahapan. Pertama, mengidentifikasi variabel, parameter, kendala dan fungsi obyektif. Kedua, menetapkan parameter fuzzy dengan fungsi keanggotaan berbentuk kurva S dimodifikasi. Pada tahap ini dilakukan formulasi model dalam bentuk programa linear. Resiko kualitas yang berasal dari bahan baku direpresentasikan dalam bentuk persen jumlah cacat. Ketiga, melakukan pengujian model menggunakan data yang diadopsi dari sebuah perusahaan perkebunan yang mempunyai sistem PIR. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa model mempunyai kemampuan untuk mengakomodir preferensi pengambil keputusan. Kata kunci: rantai pasok, agroindustri, programa linear, fuzzy, kualitas, preferensi
    corecore