1,721,019 research outputs found
Semaan Al-Qur’an sebagai Strategi Pengembangan Dakwah KH. M Sholeh Mahalli di Masyarakat Bringin Ngaliyan Semarang
Dari judul skripsi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Pertama, semaan Al-Qur’an sebagai strategi pengembangan dakwah KH. M Sholeh Mahalli di Masyarakat Bringin Ngaliyan Semarang. Kedua, implementasi strategi pengembangan dakwah KH M Sholeh Mahalli dalam semaan Al-Qur’an di masyarakat Bringin Ngaliyan Semarang. Ketiga, faktor penghambat dan pendukung dalam melaksanakan semaan Al-Qur’an sebagai strategi pengembangan dakwah KH. M Sholeh Mahalli di masyarakat Bringin Ngaliyan Semarang.
Metode penelitian terdiri dari: jenis penelitian adalah kualitatif. Sumber dan jenis data berupa data primer dan sekunder. Data primer dalam penelitian ini adalah informasi langsung dari KH. Sholeh Mahalli. Data sekunder diperoleh melalui buku-buku karya ilmiah, hasil-hasil pemikiran para ahli yang mengkaji tentang semaan Al-Qur’an sebagai strategi pengenbangan dakwah Islam dan lain-lain yang ada relevansinya dengan penelitian yang penulis kaji. Teknik pengambilan data meliputi: observasi, interview, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan metode kualitatif deskriptif.
Hasil dari pembahasan: Pertama, semaan Al-Qur’an sebagai strategi pengembangan dakwah yang diterapkan oleh KH. M Sholeh Mahalli di masyarakat Bringin Ngaliyan Semarang. Kedua, Dalam pelaksanaannya, dakwah KH. M Sholeh Mahalli berjalan sesuai dengan yang diharapkan dan hasilnya terbukti dari meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap Al-Qur’an. Ketiga, faktor penghambat pelaksanaan dakwah KH. M Sholeh Mahalli di masyarakat Bringin Ngaliyan Semarang adalah: kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya Al-Qur’an, adanya kejenuhan dan sifat malas yang terkadang muncul pada masyarakat sehingga untuk mengikuti semaan Al-Qur’an terasa berat dan enggan. Sedangkan faktor pendukung dakwah KH. M Sholeh Mahalli di masyarakat Bringin Ngaliyan yaitu, pribadi KH. M Sholeh Mahalli yang mempunyai sikap atau sifat ikhlas dan istiqomah.
Saran untuk penelitian tersebut yaitu, peneliti berharap agar seorang da’i dapat mengembangkan dakwahnya sesuai dengan keahliannya, sehingga dakwah dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Kegiatan semaan Al-Qur’an tersebut memiliki jamaah tetap sehingga dapat mensukseskan kegiatan tersebut. Dampak dari semaan Al-qur’an sebagai strategi pengembangan dakwah yaitu sikap mad’u menyikapi Al-Qur’an dengan hormat serta meningkatkan kesadaran dan emosi agama jamaah
PESAN DAKWAH KH. M. SHOLEH QOMATH DALAM TEKS CERAMAH RUTIN BA'DA SUBUH DI MOJOSARI KABUPATEN MOJOKERTO : ANALISIS FRAMING MODEL WILLIAM A. GAMSON
Penelitian ini bertujuan untuk meneliti bagaimana pesan dakwah KH. M. Sholeh Qomath yang terkandung dalam teks ceramah rutin ba’da subuh di Mojosari Kabupaten Mojokerto pada tanggal 23 dan 30 Oktober 2016. Dan mengetahui bagaimana kandungan pesan dakwah KH. M. Sholeh Qomath dalam teks ceramah rutin ba’da subuh di Mojosari Kabupaten Mojokerto berdasarkan teori analisis framing model William A. Gamson. Untuk mengidentifikasi persoalan tersebut secara mendalam dan menyeluruh, dalam penelitian ini digunakan metode kualitatf non kancah. Kemudian untuk mendapatkan data peneliti melakukan observasi. Data kemudian dianalisis menggunakan analisis framing model William A. Gamson. Adapun hasil penelitian ini adalah bahwa Core frame dalam teks ceramah KH. M. Sholeh Qomath adalah tentang berpasrah diri kepada Allah SWT, ketentraman hati, kuat dalam beribadah, Qona’ah dengan rizki yang dimiliki, adab makan, mempunyai teman baik,barokah do’a, mengurangi angan-angan dan menjaga dosa. Teks ceramah KH. M. Sholeh Qomath pada tanggal 23 dan 30 Oktober 2016 mengandung unsur dakwah yaitu adanya materi dakwah yang meliputi tentang masalah akidah, syari’ah dan akhlak.teks cceramah KH. M. Sholeh Qomath lebih dominan pada pesan dakwah akhlak yang direpresentasikan dalam core frame memiliki teman yang baik, sifat Qona’ah dengan rizki yang diberikan Allah SWT, adab dalam makan, barokah do’a, dan mengurangi angan-angan. Rekomendasi dalam penelitian ini mengharapkan agar peneliti lain bersedia meneruskan penelitian ini, ataupun objek yang lain menggunakan pendekatan atau metode penelitian yang lain. Tentunya penelitian selanjutnya lebih baik lagi dari penelitian ini
PRAKTIK PEMIKIRAN INKLUSIF-SOSIAL KH M SHOLEH BAHRUDDIN NGALAH SEBAGAI MANIFESTASI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL PESANTREN
Abstrak: Dalam sejarah hidupnya, praktik pemikiran inklusif-sosial Kiai Sholeh sangat dipengaruhi oleh beberapa hal. Pertama, atas perintah ayahanda dengan pesan seperti berikut: “sak temene dek pasar, dek masjid, dek dalan, kabeh iku dulurmu (sesungguhnya baik di pasar, di masjid, maupun di jalanan, di seluruh tempat itu ada saudaramu).” Kedua, penerapan teori Abraham, yakni mencontoh perilaku ayahanda KH M Bahruddin Kalam (almarhum) dan juga perilaku kakek KH M Kalam (almarhum). Ketiga, praktik dari rukun Tarekat Naqshabandiyah pada poin kelima dan keenam, yakni “ambugusi kabeh konco, cilik gede, lanang wadon, enom tuo, lan ambagusi kabeh makhluk (bergaul secara baik dengan semua teman, baik kecil maupun besar, laki-laki maupun perempuan, muda maupun tua, dan bergaul secara baik dengan semua makhluk).” Penelitian ini memfokuskan pada praktik pemikiran inklusif-sosial KH M Sholeh Bahruddin dengan model studi kasus, pendekatan yang dipakai adalah expose facto. Data diambil melalui observasi, wawancara serta dokumentasi. Penelitian menyimpulkan bahwa praktik pemikiran inklusif-sosial KH.. M. Sholeh Bahruddin sebenarnya mempertemukan misi perintah masing-masing agama (Islam, Kristen, Katolik, Budha dan Konghucu) untuk membangun perdamaian, keamanan dan memelihara kasih sayang bersama-sama dan meminimalisir terjadinya konflik agama.Abstract: In the history of his life, the practice of inclusive social thought by Kiai Sholeh greatly influenced by several things. First, on the orders of his father with the following message: “In the markets, in the mosques, as well as on the streets, all over the places there are your brothers.” Secondly, the application of Abraham’s theory, which was practiced by KH M Bahruddin Kalam, the father (deceased) of Kiai Sholeh, as well as KH M Kalam, the grandfather (deceased) of Kiai Sholeh. Third, the practice of the Naqshabandi pillars that say: “being good with all friends, both small and great, both men and women, young and old, and being good with all creatures). This study focuses on the practice of inclusive social thought of KH M Sholeh Bahruddin, and the approach used in this study is expose-facto. The data retrieved through observation, interviews and documentation. The study concluded that the practice of inclusive social thought of KH M Sholeh Bahruddin actually tries to unite each mission commanded by religions (Islam, Christianity, Catholicism, Buddhism and Confucianism) that establish peace and security, as well as maintain affection together and minimize religious conflicts
Toleransi beragama perspektif KH. M. Sholeh Bahruddin: Studi Terhadap Pemikiran dan Praktek di Pondok Pesantren Ngalah Pasuruan
مستخلص البحث
رأى كياهي الحاج صالح بحر الدين عن التسامح الديني أن الدين في الأساس حضر في الأرض كدليل وحامل السلام لأمته. إن أي تعليم ديني يعلم السلام و اللاعنفي، لأن التعليم الديني لا يعلم العلاقة البشرية فحسب، بل يعلم أيضا العلاقة بين البشر مع البشر والبشر مع الطبيعة. الهدف من هذا البحث هو معرفة التسامح الديني في منظور كياهي الحاج صالح بحر الدين، ومعرفة ممارسة التسامح الديني في منظور كياهي الحاج صالح بحر الدين.
هذا البحث من البحوث الكيفية بنوع دراسة ظواهرية باستخدام النظرية الوظيفية البنيوية ل تالكوت بارسونز. وتكون مصادر البيانات من البيانات الأولية والثانوية. تم جمع البيانات في هذا البحث من خلال الملاحظة على المشاركين (participan observation) والمقابلة المتعمقة (indepth interview) ودراسة الوثائق. وتشمل عملية تحليل البيانات تحديد البيانات، عرضها والاستنتاج منها.
وأظهرت نتائج هذا البحث أن التسامح الديني في منظور كياي الحاج صالح بحر الدين هو أمر القرآن والسنة النبوية، أمر والدين والمعلم، وتطبيق عقيدة أهل السنة والجماعة. تشمل ممارسة التسامح الديني لدى كياهي الحاج صالح بحر الدين في التصوف تطبيق الفقه الميسر، وموقف الحياة السلمية لأي شخص في دعوته من خلال طريقة "الاحتضان دون الضرب، البحث عن صديق وليس عدو، الدعوة دون الشخرية ونشر النعمة وليست لعنة. والتمسك بمبدأ تعامله مع غير المسلمين وهي" رب واحد، فقد اختلف مظهر"و" ليس هناك مجتمع أقلية أو أغلبية ولكن مجتمع تعددية " لجميع البشر دون أن يقتصروا على الأديان، العرقية والثقافية. يشمل موقف التسامح يشمل: التلطف وللانفتاح، حيث يكون ذلك الموقف في المتعلمين عند تقديم الآراء وذوي العلوم الكثيرة والمتعمقة، سواء العلوم الدنياوية (العامة) أو العلوم الأخراوية (الدينية) والعلوم الاجتماعية. وكان الهدف من بناء الانسجام بين المتدينين الذي قام به كياهي الحاج صالح بحر الدين هو رفع الموارد البشرية للمجتمع حوله. تعزيز روح القومية، حيث يمكن أن ينظر إليه من موقف كياهي الحاج صالح بحر الدين عند متابعة الاحتفال والذكرى وأنشطة اليوم الوطني وتطبيق إحسان لجميع البشر، كياهي الحاج صالح بحر الدين كسالك في الطريقة التي علمت "فعل الخير إلى جميع المخلوقات" فلابد من فعل الخير لجميع مخلوقات الله سبحانه وتعالى.
ABSTRACT
Basically, religious tolerance on KH. M. Sholeh Bahruddin’s perspective revealed that religion is a guide and bring peace for people. All religions teach peace, not violence, since their teachings are not only relationship among human but also relationship between human and nature. Furthermore, this study aims at knowing the perspective of KH. M. Sholeh Bahruddin about religious tolerance and knowing the practice of religious tolerance on KH. M. Sholeh Bahruddin’s perspective.
This study was qualitative research by using phenomenological approach and structural functionalism theory proposed by Talcott Parsons, supported by primary and secondary data. The data collection were using participant observation, in-depth interview, and documentation. In this research, data analysis process included data reduction, data presentation, and conclusion.
The result of this research revealed that religious tolerance on KH. M. Sholeh Bahruddin’s perspective was commandment written in al-Qur’an and hadith, order from parents and teachers, implementation of ahlus wal jamaah ideology. The practice of religious tolerance by KH. M. Sholeh Bahruddin’s in Sufism includes the implementation of Fiqh law Galak Gampil, peaceful behavior towards everyone (this was reflected in his Islamic preaching’s method “embracing not hitting, looking for friends not opponents, inviting not mocking and spreading mercy not blasphemy”), his principle in creating association with non-Muslim “The same Master (God) different appearance” and “there is nothing minority and majority, it is only plurality” to all people regardless ethnicity, religion, race, and culture. Tolerance means broad and deep (luas dan juwes) in which Islamic boarding school students’ (santri) attitude should be broad and deep in their view and insight of science and eschatology as well as social science. In building up harmony in religion, KH. M. Sholeh Bahruddin intends to improve human resources. He also joins the celebration and commemoration of National holiday activities and implementing beautification (ihsan) to everyone in order to strengthen the spirit of nationalism, since as a disciple of thariqah that teach fi’lu al-khoiri ila jamii al-makhluqot, he must do good towards Allah's creation.
ABSTRAK
Dalam memahami toleransi beragama perspektif Kiai Sholeh pada dasarnya agama hadir dimuka bumi ini sebagai petunjuk dan pembawa ketentraman bagi umatnya. Ajaran agama apapun mengajarkan kedamaian bukan kekerasan, karena ajaran agama tidak hanya mengajarkan hubungan antara manusian tetapi juga mengajarkan hubungan antara manusia dengan manusia dan manusia dengan alam. Tujuan penelitian ini yaitu: Mengetahui toleransi beragama perspektif KH. M. Sholeh Bahruddin? dan Mengetahui praktek toleransi beragama perspektif KH. M. Sholeh Bahruddin di Pondok Pesantren Ngalah Pasuruan?
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi serta Teori Struktural Fungsionalisme Talcott Parsons dengan sumber data menggunakan data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang diperlukan dalam penelitian ini, yaitu observasi partisipan (participan observation), wawancara mendalam (indepth interview) dan studi dokumentasi. Dalam penelitian ini, proses analisa data yaitu meliputi reduksi data, penyajian data dan kesimpulan.
Hasil penelitian dapat diketahui bahwa toleransi beragama perspektif Kiai Sholeh yaitu perintah al-Qur’an dan hadist, perintah orang tua bersama guru, penerapan Ideologi ahlus wal jamaah Sunnah. Praktek toleransi beragama Kiai Sholeh dalam tasawuf yaitu meliputi penerapah Hukum Fiqih Galak Gampil, Prilaku hidup damai terhadap siapapun hal ini tercermin dalam dakwah beliau dengan metode "merangkul tidak memukul, mencari kawan tidak mencari lawan, mengajak tidak mengejek dan menebar rahmat bukan laknat" serta berpegang pada prinsip bergaul beliau terhadap non muslim yaitu “Tunggal Juragan hanya beda penampilan” dan “tidak ada masyarakat minoritas dan mayoritas namun yang ada adalalah pluralitas” kepada semua manusia tanpa dibatasi sekat Suku, Agama Ras dan Budaya. Sikap Toleransi meliputi: Luas dan Juwes, yaitu: sikap santri di dalam berpandangan dan berwawasan keilmuan yangbanyak dan mendalam, baik keilmuan duniawi (umum) ilmu ukhrowi (diniyah) serta ilmu sosial kemasyarakatan. Membangun kerukunan umat beragama dalam hal ini Kiai Sholeh bertujuan untuk mengangkat sumber daya manusia masyarakat sekitar. Menguatkan semangat Nasionalisme hal ini terlihat dari sikap Kiai Sholeh mengikuti perayaan, peringatan dan kegiatan Hari Besar Nasional dan penerapan ihsan terhadap semua manusia, Kiai Sholeh sebagai seorang pengajut ajaran tarekat yang mengajarkan fi’lu al-khoiri ila jamii al-makhluqot harus berbuat baik terhadap ciptaan Allah SWT
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
PENGENDALIAN KUALITAS PELAYANAN PADA HOTEL “ISTANA HOTEL” DI JEMBER
Pengendalian Kualitas Pelayanan Pada Hotel “Istana Hotel” di Jember; M.
Sholeh Ibnu Affan, 090910202087; 2014: 92 halaman; Program Studi Ilmu
Administrasi Bisnis Jurusan Ilmu Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu
Politik Universitas Jember.
Perkembangan industri jasa perhotelan saat ini sangat pesat dengan
didorongnya pembangunan pusat bisnis, pemerintahan serta industri pariwisata di
Jember. Hal ini menjadi perhatian pelaku usaha perhotelan untuk dapat
menonjolkan kualitas pelayanannya sebagai daya saing serta daya tarik bagi setiap
calon pengguna jasa hotel. Salah satu tindakan yang dilakukan adalah dengan
pengendalian kualitas pelayanan. Begitu halnya dengan Hotel “Istana Hotel” di
Jember, dimana hotel tersebut melakukan pengendalian kualitas pelayanan agar
senantiasa mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan yang
dihasilkan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendiskripsikan
pengendalian kualitas pelayanan yang dilakukan Hotel “Istana Hotel”. Penelitian
ini merupakan penelitian kualitatif yang melihat kejadian-kejadian pada objek
penelitian secara natural. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan
Snowball Sampling. Untuk tahap pengumpulan data meliputi observasi,
wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kualitas pelayanan pada
Hotel “Istana Hotel” mencakup 5 dimensi yaitu, reliability (keandalan),
responsiveness (daya tanggap/responsif), assurance (kepastian/jaminan), empathy
(empati), tangibles (bukti langsung/nyata). Pada masing-masing dimensi tersebut
terdapat beberapa poin yang menggambarkan pelayanan yang dilakukan Hotel
“Istana Hotel” kepada setiap tamu. Pengendalian yang dilakukan tercakup dalam
setiap pelayanan agar bisa menjaga, memperbaiki, serta meningkatkan kualitas
pelayanan yang dihasilkan. Selain itu, Hotel “Istana Hotel” juga memiliki alat
kontrol berupa kertas saran yang bertujuan untuk mengetahui respon tamu
terhadap kualitas pelayanan yang dirasakan selama berada disini
RELEVANSI NILAI-NILAI PENDIDIKAN TAREKAT NAQSYABANDIYAH MUJADDADIYAH KHALIDIYAH DENGAN NILAI-NILAI PANCASILA (Perspektif KH. M. Sholeh Bahruddin Kalam)
Pembentukan manusia Pancasila sebagai manusia pembangunan yang tinggi kualitasnya dan mampu mandiri merupakan salah satu usaha pelaksanaan pembangunan nasional dan pengamalan Pancasila di bidang Pendidikan. Tasawuf merupakan pengejawantahan lebih lanjut daripada Ihsan, salah satu dari ketiga serangkai ajaran agama, yaitu Iman, Islam, dan Ihsan. Pendidikan tasawuf berkembang dalam Tarekat untuk membentengi hati manusia dari godaan setan yang membuat hati dan kehidupannya tidak nyaman terutama ketenangan batinnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran secara empiris mengenai relevansi nilai-nilai Pendidikan Tarekat Naqsyabandiyah Mujaddadiyah Khalidiyah dengan nilai-nilai Pancasila yang diangkat dalam perspeksi KH. M. Sholeh Bahruddin Kalam. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Instrumen penelitian yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan untuk menganalisis, peneliti menggunakan teknik analis diskriptif kualitatif, yaitu berupa data-data yang tertulis atau wawancara secara lisan dari orang yang yang menjadi subjek penelitian tersebut serta kegiatan yang di amati, sehingga dalam hal ini penulis berupaya mengadakan penelitian yang bersifat menggambarkan secara menyeluruh. Dalam penelitian ini peneliti memperoleh relevansi terkait dengan nilai-nilai Pendidikan Tarekat Naqsyabandiyah Mujaddadiyah Khalidiyah yang sesuai dengan pengamalannya yakni memuat nilai religious sosial, kerja keras, toleransi, disiplin, jujur, komunikatif, demokratis, tanggungjawab, semangat kebangsaan, dan cinta tanah air. Pendidikan Tarekat Naqsyabandiyah Mujaddadiyah Khalidiyah ini berorientasi pada nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan. Bentuk implementasi dari nilai-nilai Pendidikan Tarekat Naqsyabandiyah Mujaddadiyah Khalidiyah oleh KH. M. Sholeh Bahruddin Kalam antara lain: dalam bidang ritual yakni, Baiat (Talqin), Manjing Suluk, Khususiyah (Selosoan), Dan Tawajjuhan, bidang sosial yakni, mendirikan Universitas Yudharta Pasuruan sebagai â⠡ “Kampus Multikulturalâ⠡¬Â� ditengah lingkungan Pondok Pesantren Ngalah, menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, bersikap toleransi dengan menjalin hubungan baik dengan umat agama lain (non-muslim), dan ikut andil dalam berbagai forum kebangsaan
- …
