43 research outputs found

    EFEKTIFITAS KONSELING INDIVIDU DENGAN PENDEKATAN COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY UNTUK MENGURANGI DEPRESI AKIBAT BULLYING PESERTA DIDIK PADA KELAS X DI PONDOK PESANTREN AL-MUSYAFA’ TAHUN PELAJARAN 2023/2024 KABUPATEN KENDAL

    No full text
    VINA MAULINA. 2024 “Efektifitas Konseling Individu Dengan Pendekatan Cognitive Behavior Therapy Untuk Mengurangi Depresi akibat bullying Pada Peserta didik Kelas X Di Pondok Pesantren Al-Musyafa”. Skripsi. Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Pancasakti Tegal. Pembimbing I : M. Arif Budiman S, M.Pd Pembimbing II : Dr. Hanung Sudibyo, M.Pd Kata Kunci : Konseling Individual, Mengurangi Depresi Depresi merupakan permasalahan yang harus diselesaikan yang penyebab utamanya yaitu bullying. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebelum, sesudah, dan efektifitas konseling individu pendekatan cognitive behavior therapy untuk mengurangi depresi akibat bullying. Metode yang digunakan merupakan kuantitatif dengan pengumpulan data menggunakan angket, observasi, dan dokumentasi. Jenis penelitian merupakan ekperimen dan menggunakan desain one grup pre-test – post-test. Angket yang disebarkan kepada 60 populasi dan diambil sampel dengan purposive sampling yang merupakan sampel yang paling tinggi menderita depresi dan mendapatkan 5 sampel dengan skor paling tinggi. Peneliti menyebar angket pre-test dengan hasil skor 461 dan rata-rata sebesar 92,2 dan hasil dari angket post-test dengan hasil skor 236 dengan rata-rata 47,2 dengan begitu ada perbedaan skor 221. Peneliti juga menggunakan uji normalitas dengan hasil pre-test ( 0,775) dan post-test (0,441) bisa dikatakan normal. Langkah untuk mengetahui efektif atau tidak peneliti menggunakan uji paired sample test dan mendapatkan hasil sig. 0,000 karena sig 0,000 t.tabel (2,571). Sehingga dikatakan konseling individu dengan pendekatan cognitive behavior therapy efektif mengurangi depresi akibat bullying pada peserta didik kelas X di Pondok Pesantren Al-Musyafa’ Tahun Pelajaran 2023/2024 Kabupaten Kenda

    Implementasi SEMA No. 1 Tahun 2022 Dalam Masalah Perceraian Di Pengadilan Agama Magetan

    No full text
    Hakim, Imdad Musyafa Abdul. 2024. Implementasi SEMA No. 1 Tahun 2022 Dalam Masalah Perceraian Di Pengadilan Agama Magetan. Skripsi Jurusan Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing: Sirojudin Ahmad, M. H. Kata Kunci/Keywords: Impelementasi, SEMA Nomor 1 Tahun 2022, Efektivitas Hukum Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2022 dari Mahkamah Agung, yang mengenai pemberlakuan hasil rapat pleno sebagai panduan bagi pengadilan, menegaskan beberapa aspek penting terkait perkara perceraian. Dalam usaha untuk menjaga keberlanjutan perkawinan dan mengikuti prinsip mempersulit perceraian, surat edaran ini menetapkan beberapa ketentuan khusus. Namun faktanya banyaknya putusan perceraian masih sangat tinggi. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya jumlah dari keseluruhan putusan di Pengadilan Agama Magetan mulai bulan desember penetapan SEMA No.1 2022 hingga tahun 2024 ini didominasi oleh cerai gugat. Pada penelitian ini peneliti terfokus pada dua rumusan masalah, yaitu 1) Bagaimana Analisis Efektivitas Kaidah dan Penegak hukum sebagai faktor ketidakefektivan penerapan SEMA No. 1 Tahun 2022 pada perkara perceraian di Pengadilan Agama Magetan? 2) Bagaimana Analisis Efektivitas Sarana dan Masyarakat sebagai faktor ketidakefektivan penerapan SEMA No. 1 Tahun 2022 di Pengadilan Agama Magetan? Penelitian ini termasuk jenis penelitian normatif yang didukung dengan penelitian empiris atau field research (penelitian lapangan) dan menguraikan hasil serta pembahasan penelitian dengan metode kualitatif yang dalam pengumpulan datanya menggunakan metode deskriptif, yaitu mengumpulkan data dari para responden. Metode pegumpulan data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Impelementasi SEMA Nomor 1 Tahun 2022 dalam perkara perceraian di Pengadilan Agama Magetan belum pada tahap efektif. Sesuai dengan data dan beberapa informan bahwasanya sejak diterapkannya kaidah ini angka perceraian masih tinggi. Jika ditinjau dari perspektif teori efektivitas hukum Zainudin Ali belum efektif. Faktor-faktor ketidakefektivan tersebut sebagai berikut:1) kaidah yang tidak efektif dan disempurnakan dengan adanya kaidah baru sesuai prinsip "Lex Sepesialis Derogat Legi Generalis"; 2) sarana dan prasana yang tidak mendukung dalam menunjang efektifnya SEMA No.1 Tahun 2022; 3) kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap hukum sebagai faktor efektivitas hukum. Sedangkan untuk faktor penegak hukum sudah efektif

    Peran K.H. Wahib Wahab dalam pergerakan Laskar Hizbullah di Jombang (1945-1947)

    No full text
    Sumber data diperolah melalui teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan telaah pustaka yang berkaitan dengan tokoh K.H. M. Wahib Wahab. Untuk Membantu melakukan analisis mengenai tokoh K.H. M. Wahib Wahab, peneliti menggunakan teori peranan oleh Ralph Linton. kesimpulan yang diambil dari keseluruhan penelitian antara lain, 1) K.H. M. Wahib Wahab adalah putra sulung K.H. Wahab Hasbullah, Tambakberas Jombang. Ia aktif di berbagai organisasi, yakni GPII, Ansor, dan juga dunia kemiliteran. 2) Laskar Hizbullah Jombang berdiri seminggu setelah proklamasi kemerdekaan, atas perintah K.H. Hasyim Asy’ari, dan K.H. M. Wahib Wahab ditunjuk menjadi komandan pasukan. 3) K.H. M. Wahib Wahab terjun ke medan perang bersama laskar hizbullah Jombang pada awal Desember 1945, untuk mempertahankan front Sidoarjo. Ia juga memprakarsai bergabungnya laskar hizbullah Jombang ke barisan Tentara Republik Indonesia (TRI). Saat menjabat sebagai komandan resimen 293 TNI Masyarakat Slag Orde Brigade 29 Devisi IV / Narotama, ia dan pasukannya mempertahankan sektor Surabaya Utara, Gresik dan Jombang Utara dari gempuran musuh

    WACANA RANCANGAN MATERI EKONOMI ISLAM DALAM MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL DI MADRASAH IBTIDA’IYAH

    No full text
    Islamic values should be built in educational institution as early as possible, at least from elementary school. It might be rather difficult to think of Islamic values being taught in the elementary school, especially in social studies subject. One idea was by focusing students learning process on the development of certain values, such as, wealthiness, fairness, honesty, responsibility, and prohibition of practicing usury. Educating the students with those values were believed to contribute to the development of Islamic values in later age. This paper provides some ideas within which the mentioned values were taught in elementary school. DOI: 10.15408/tjems.v1i2.1268</p

    KEKAYAAN INTELEKTUAL DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM

    No full text
    Intellectual property rights in Indonesia is regulated comprehensively, whereas Islamic texts do not explain it in a specific way. Rights in Islam are a divine gift as guidance in determining the laws of sharia. Every person is obliged to respect the rights of others, and it is obviously forbidden to destroy or trample these rights. Moreover, the owner of the rights should use it properly without causing harm to others. In economic perspective, a person is prohibited trading a thing that is not belonging to him/her, causing violation of copyright laws. Intellectual works of a person is regarded as the intellectual property. Islam appreciate these rights in qualifying the rights attached to its ownerDOI: 10.15408/aiq.v5i1.2554</p

    DAMPAK PEMBANGUNAN HUTAN TANAMAN INDUSTRI Acacia crassicarpa DI LAHAN GAMBUT TERHADAP TINGKAT KEMATANGAN DAN LAJU PENURUNAN PERMUKAAN TANAH (The Impact of Development of Industrial Plantation Forest Acacia crassicarpa in Peatland Towards the Maturity)

    No full text
    ABSTRAK Pembangunan hutan tanaman di lahan gambut tidak terlepas dari sorotan isu negatif lingkungan terkait dengan penurunan kedalaman muka air tanah, sehingga terjadi perubahan ekosistem asli. Kegiatan reklamasi lahan untuk HTI Acacia crassicarpa dalam jangka panjang disinyalir akan menimbulkan dampak negatif terhadap perubahan karakteristik tanah gambutnya seperti tingkat kematangan dan laju penurunan permukaan tanah gambut (subsiden). Kajian mengenai dampak pembangunan HTI di lahan gambut terhadap tingkat kematangan dan laju subsiden perlu dilakukan untuk memberikan informasi mengenai kondisi exsisting daya dukung lahannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kematangan gambut baik secara vertikal (berdasarkan kedalaman gambut) maupun secara horizontal (berdasarkan jarak dari bibir kanal) dan mengetahui laju subsiden sebagai dampak dari reklamasi lahan gambut menjadi HTI A. crassicarpa. Penelitian dilakukan di PT AA, Distrik Rasau Kuning, Kabupaten Siak, Riau. Plot penelitian ditempatkan dalam satu transek sepanjang 100 m yang dibuat tegak lurus dengan kanal tersier, terdapat 12 plot dan dalam satu transek terdapat 3 titik pengamatan sehingga total titik pengamatan adalah 36 titik. Parameter yang diamati adalah dinamika kedalaman muka air tanah, nilai kadar serat tanah gambut dan laju subsiden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak perubahan kedalaman muka air tanah gambut di lokasi penelitian hanya mempengaruhi tingkat kematangan gambut pada kedalaman kurang dari 2 m, sedangkan jarak kanal tersier sebesar 125 m tidak berpengaruh secara nyata terhadap tingkat kematangan gambut. Pada kedalaman kurang dari 2 m tingkat kematangan gambut lebih tinggi dibandingkan dengan lapisan di bawahnya. Pembangunan HTI A. crassicarpa di lokasi penelitian menyebabkan laju subsiden sebesar rata-rata 5,5 cm/tahun.  ABSTRACT The establishment of forest on peat areas is insepatable from the glare of the negative environmental issues associated with a decrease in the depth of water table which then result in a change of the original ecosystem. Long-term land reclamation activities for HTI Acacia crassicarpa is supposed to give a negative impact on changes in the peat soil characteristics such as level of maturity and the rate of decrease in surface peat soil (subsidence). Studies on the impact of HTI development in peat areas particularly on the level of maturity and rate of subsidence need to be done in order to provide information regarding the carrying capacity of the land exsisting condition. This study aims at evaluating the maturity level of the peat either vertically (based on the depth of peat) or horizontally (based on the distance from the lips of the canal) and determining the rate of subsidence as a result of reclamation of peatlands into plantations A. crassicarpa. The study was conducted in PT. AA, Rasau Kuning District, Siak, Riau. Research plots were placed in a 100 m long transects that were perpendicular to the tertiary canal. There are 12 plots and, transects consist of 3 observation points, so the total observation point is 36 points. Parameters measured were the dynamics of groundwater depth, the value of peat fiber content and the rate of subsidence. The results show that the impact of changes in the water table depth of peat soil in the study area only affects the level of maturity of peat at depths less than 2 m, whereas the tertiary canals distance of 125 m did not significantly affect the level of maturity of peat. At a depth of less than 2 m of peat maturity level is higher than the layer below it. A. crassicarpa plantation development in the study area leads to subsidence rate by an average of 5.5 cm / year

    RANCANG BANGUN KONTROL LOGIKA FUZZY PADA SUDUT ANGGUK TURBIN ANGIN UNTUK OPTIMISASI DAYA LISTRIK DI LADANG ANGIN JAWA TIMUR - INDONESIA

    No full text
    Indonesia memiliki wilayah yang luas dan terdapat banyak pemukiman di kawasankawasan terpencil. Pemenuhan kebutuhan energi listrik pada kawasan tersebut belum memungkinkan melalui jaringan listrik nasional. Pemenuhan kebutuhan energi melalui potensi energi lokal dan sumber daya lokal serta pemanfaatan energi baru terbarukan adalah jawaban yang paling tepat. Salah satu sumber energi terbarukan yaitu energi angin perlu dimanfaatkan secara optimum untuk pemenuhan kebutuhan energi listrik di kawasan terpencil. Pada penelitian ini telah dilakukan kajian potensi angin di wilayah Jawa Timur, pengembangan prototipe turbin angin, dan penggunaan sistem kontrol cerdas berbasis fuzzy logic yang sesuai dengan karakteristik angin di Jawa Timur. Angin yang berada di ladang angin secara umum memiliki kecepatan fluktuasi, sehingga kajian ladang angin penting untuk dilakukan. Kajian ladang angin meliputi akusisi data yang dilakukan dengan pengukuran secara langsung maupun tidak langsung dengan cara mencuplik data cuaca dari stasiun cuaca. Selanjutnya data tersebut diolah dan dianalisis untuk mengetahui kecepatan angin rata-rata dan arah angin. Data tersebut berupa kecepatan angin rata-rata dalam kurun waktu singkat, kurun waktu menengah maupun kurun waktu panjang. Pada bagian lain data kecepatan angin juga diolah melalui teknik peramalan yang diikuti perhitungan terhadap nilai ketidakpastian pengukuran untuk mengetahui kualitas data yang dihasilkan. Informasi ladang angin tersbut merupakan data yang sangat penting untuk mengukur tingkat keberhasilan dalam instalasi turbin angin. Pada penelitian dikembangkan dua unit prototipe turbin angin. Perbedaan spesifik dari keduanya terletak pada komponen blade-nya. Blade yang dibangun mengacu pada standar NACA dan standar NREL yang selanjutnya disebut turbin angin plant-1 dan dan turbin angin plant-2. Oleh karena produksi daya listrik turbin angin secara dominan didominasi oleh kinerja blade turbin angin, maka fokus dalam penelitian ini adalah melakukan pengendalikan sudut pitch blade turbin angin. Pengendalian sudut pitch blade turbin angin dilakukan untuk menjaga kecepatan sudut yang stabil dan mampu mengekstraksi energi angin yang melintas secara optimum. Pengendalian sudut pitch blade turbin angin dirancang berbasis logika fuzzy untuk mengoptimisasi energi angin yang berada di ladang angin yang memiliki kecepatan rendah dengan variasi kecepatan 3-6 m/s mampu diekstrak secara penuh. Penerapan kontrol logika fuzzy pada sudut pitch blade diharapkan mampu memaksimalkan keluaran daya ratarata turbin angin dibanding dengan turbin angin yang memiliki sudut pitch blade tetap. ii Pengujian prototipe turbin angin pada turbin angin plant-1 dan plant-2, meliputi pengujian variasi kecepatan angin terhadap variasi posisi sudut blade terhadap produksi RPM turbin angin. Pengujian strategi kontrol logika fuzzy terhadap variasi kecepatan angin maupun perubahan beban dengan kecepatan angin osilasi naik dan turun. Pengujian turbin ketika dikopel dengan generator. Pengujian elektronika daya, pengujian produksi daya listrik terhadap perubahan sistem turbin angin. Diketahui bahwa turbin angin mampu bekerja secara optimum pada daerah kerja kecepatan angin dengan cut-in 2,8 m/s dan cut-off 10 m/s . Koefisien daya maksimum (daya angin yang mampu diekstrak turbin angin) yang dihasilkan oleh turbin angin plant-1 0,22 dan turbin angin plant-2 0,545. Adapun daya maksimum yang mampu diproduksi oleh turbin angin plant-1 dengan diameter 1 meter sebesar 13,2 Watt ketika kecepatan angin 5 m/s dan daya maksimum yang mampu diproduksi oleh turbin angin tipe plant-2 dengan diameter 2 meter sebesar 416 Watt pada kecepatan angin 7,5 m/s. Prototipe yang telah dikembangkan dalam penelitian ini sangat potensial dapat diterapkan di berbagai kawasan daerah pantai, daratan maupun pgunungan di Indonesia. Dengan nilai Cp=0,545 pada turbin angin plant-2 dengan sistem kendali logika fuzzy, maka prototipe turbin angin ini mampu menghasilkan effisiensi daya yang tinggi. Sehingga turbin angin ini dapat memberikan harapan besar untuk pemenuhan kebutuhan energi listrik yang berasal dari energi bayu

    Sejarah perkembangan Pondok Pesantren Darul Istiqomah Desa Woro, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro Tahun 1996-2021 M

    No full text
    Skripsi ini untuk mengetahui (1) Bagaimana sejarah berdirinya Pondok Pesantren Darul Istiqomah Woro? (2) Bagaimana perkembangan Pondok Pesantren Darul Istiqomah Woro pada tahun 1996-2021 M? (3) Apa saja faktor pendukung dan penghambat perkembangan Pondok Pesantren Darul Istiqomah Woro? Dalam penelitian skripsi ini penulis menerapkan metode penelitian sejarah, yakni melaksanakan langkah-langkah, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Dalam penelitian ini, penulis menerapkan pendekatan historis agar dapat menerangkan secara rinci mengenai sejarah perkembangan Pondok Pesantren Darul Istiqomah Woro pada tahun 1996 hingga 2021 M. Sedangkan teori yang dipakai untuk menganalisis penelitian ini, penulis menerapkan teori peran oleh Ralph Linton dan teori continuity and change oleh John Obert Voll. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) Pondok Pesantren Darul Istiqomah Woro didirikan oleh KH. Abdul Hamid Saifuddin Zuhri Al Musyafa pada tanggal 15 November 1996 M. (2) Perkembangan Pondok Pesantren Darul Istiqomah Woro melewati empat periodesasi, yakni membentuk program PKBA pada tahun 1997-2004 M, membentuk program PONSATA pada tahun 2005-2008 M, mendirikan sekolah formal MTs-SA dan MA-SA Darul Istiqomah pada tahun 2009-2012 M, memajukan sekolah formal MTs-SA dan MA-SA Darul Istiqomah pada tahun 2013-2021 M. Perkembangan lainnya dari segi sistem pendidikan, sarana prasarana, serta program kegiatan. (3) Faktor pendukung dan penghambat Pondok Pesantren Darul Istiqomah Woro terbagi menjadi dua faktor, yaitu faktor internal bersumber dari dalam dan faktor eksternal bersumber dari luar

    Peranan Serangga Herbivora dalam Proses Suksesi di Hutan Pendidikan Wanagama

    No full text
    Serangga herbivora merupakan elemen hutan yang cukup penting dan memiliki peran dalam ekosistem hutan dengan cara mempengaruhi produksi primer produksi hijauan melalui fotosintesis, mengatur siklus nutrisi penting, suksesi ekologi, dan mengatur bentuk distribusi dan kelimpahan pohon. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari peran serangga dalam proses suksesi di hutan pendidikan Wanagama. Penelitian ini dilakukan di petak 16, petak 5, dan petak 7. Setiap petak dibuat 4 plot tetap berbentuk lingkaran dengan diameter 7,2 m. Kerusakan tanaman dan serangga yang terlibat diidentifikasi. Selain itu serangga juga dikoleksi dengan pitfall trap. Hasil penelitian menunjukkan kerusakan terjadi pada daun dan batang tanaman. Tingkat kerusakan cukup rendah sehingga tidak dapat dikategorikan sebagai disturbance. Serangga yang tertangkap dengan pitfaltrap didominasi oleh Ordo Hymenoptera (Formicidae). Pada petak 16 dan 7 ditemukan 6 jenis semut sedangkan pada petak 5 ditemukan 3 jenis semut

    Pengaruh Demografis, Brand Image dan Perceived Benefit terhadap keputusan memilih menjadi Nasabah PT. BPRS Lantabur Tebuireng cab. Mojokerto

    No full text
    Keputusan nasabah untuk menjadi mitra bank, merupakan efek akhir dari suatu pembelian yang diartikan sebagai suatu sikap dan niat untuk berperilaku di masa depan dan diekspresikan melalui hal-hal seperti: komitmen untuk membeli produk dari perusahaan jika membutuhkan produk lainnya, komitmen untuk memberikan rekomendasi pada orang lain, niat untuk menambah jumlah tabungan, niat atau keinginan memberikan hal-hal positif perusahaan. Dalam persaingan di dunia bisnis perbankan yang semakin kompetitif, terdapat alasan yang menjadi bahan pertimbangan konsumen untuk menjadi nasabah pada suatu bank yang menjadi pilihan seperti pertimbangan demografis, brand image ataupun persepsi manfaat yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh demografis terhadap keputusan memilih, pengaruh brand image terhadap keputusan memilih, perceived benefit terhadap keputusan memilih, dan yang terakhir adalah untuk mengetahui variabel apakah yang paling berpengaruh dari ketiga variabel di atas terhadap keputusan memilih. Dengan jumlah responden 89 namun hanya 80 yang bisa dimasukkan ke dalam analisis. Metode analisis yang digunakan adalah dengan pendekatan SEM (sequal equation modelling) dengan bantuan program PLS (partial least square). Kuesioner dalam penelitian ini termasuk kedalam kuesioner tertutup dengan skala likert (sangat setuju, setuju, netral, tidak setuju, sangat tidak setuju). Dari hasil penelitian ini didapatkan kesimpulan bahwa hubungan demografis terhadap keputusan memilih adalah tidak berpengaruh signifikan dengan t-statistik sebesar 0,205 ( 1,96). Variabel ini sekaligus berpengaruh paling besar dibanding variable demografis dan brand image
    corecore