2,444 research outputs found

    Generalized properties for Hanafi–Wold’s procedure in partial least squares path modeling

    No full text
    Partial least squares path modeling is a statistical method that allows to analyze complex dependence relationships among several blocks of observed variables, each one represented by a latent variable. The computation of latent variable scores is an essential step of the method, achieved through an iterative procedure named here Hanafi–Wold’s procedure. The present paper generalizes properties already known in the literature for this procedure, from which additional convergence results will be obtained

    Complex entanglements: Moving from policy to public sociology in the Arab world

    No full text
    In this article, the author surveys his own career to illustrate some of the dilemmas of research, especially when it assumes a critical and public face. He shows how his work on Palestinian refugees, their socioeconomic rights, their right of return and their camps evolved toward complex forms of traditional and organic public sociology. The article concludes with reflections on one of the major dilemmas researchers face: conducting public research without losing its critical edge, even toward the deprived groups it seeks to protect. The moral of the story: good scientists are not always popular. © The Author(s) 2014.Adorno T, 1980, ADORNO READER, P239; Burawoy M, 2005, AM SOCIOL REV, V70, P4; Government of Lebanon, 2008, COMM CHALL SHAR RESP; Hale CR, 2006, CULT ANTHROPOL, V21, P96, DOI 10.1525-can.2006.21.1.96; Hanafi S, 2012, IDAFAT, V20-21, P4; Hanafi S, 2011, CURR SOCIOL, V59, P291, DOI 10.1177-0011392111400782; Wolff KH, 1992, RENAISSANCE SOCIOLOG, P2010

    Explaining spacio-cide in the Palestinian territory: Colonization, separation, and state of exception

    No full text
    This article argues that the Israeli colonial project is 'spacio-cidal' (as opposed to genocidal) in that it targets land for the purpose of rendering inevitable the 'voluntary' transfer of the Palestinian population primarily by targeting the space upon which the Palestinian people live. The spacio-cide is a deliberate ideology with unified rational, albeit dynamic process because it is in constant interaction with the emerging context and the actions of the Palestinian resistance. By describing and questioning different aspects of the military-judicial-civil apparatuses, this article examines how the realization of the spacio-cidal project becomes possible through a regime that deploys three principles, namely: the principle of colonization, the principle of separation, and the state of exception that mediates between these two seemingly contradictory principles. © The Author(s) 2012.Abu-Saba C, 2009, POWER INCLUSIVE EXCL, P413; Agamben G, 1998, HOMOSACER SOVEREIGN; Ajzenstadt M, 2008, 1 ISA FORUM SOCIOLOG; Arendt Hannah, 1985, ORIGINS TOTALITARIAN; Azoulay Ariella, 2008, REGIME WHICH IS NOT; Bogdanovic B, 1993, NEW YORK REV BOOKS, VXL; Coward M, 2007, THEORY EVENT, V10, P234; Dayan H, 2009, POWER INCLUSIVE EXCL, P281; Farsakh L, 2009, POWER INCLUSIVE EXCL, P379; Foucault M., 1995, DISCIPLINE PUNISH BI; Funk M, 2010, VICTIMS RIGHTS ADVOC; Gordon N, 2009, POWER INCLUSIVE EXCL, P239; Graham Stephen, 2004, CITY, V8, P165, DOI 10.1080-1360481042000242148; Haggerty K.D., 2006, NEW POLITICS SURVEIL; Hanafi Sari, 2009, CONT ARAB AFFAIRS, V2, P106; HEWITT K, 1983, ANN ASSOC AM GEOGR, V73, P257, DOI 10.1111-j.1467-8306.1983.tb01412.x; Monterescu D, 2009, PUBLIC CULTURE, V21, P403, DOI 10.1215-08992363-2008-034; Ophir Adi, 2009, POWER INCLUSIVE EXCL, P15; Pandolfi M., 2002, ANTHR SOC, V26, P29, DOI 10.7202-000701ar; Pappe Ilan, 2006, ETHNIC CLEANSING PAL; Parizot C, 2001, THESIS EHESS PARIS; Peace Now, 2006, BREAK LAW W BANK PRI; Ran G, 2009, ISRAELI REGIME SEA R; ROY S, 1987, J PALESTINE STUD, V17, P56, DOI 10.1525-jps.1987.17.1.00p0144f; Shamir R, 2009, POWER INCLUSIVE EXCL, P587; Weizman Eyal, 2007, HOLLOW LAND ISRAELS; Yehouda Shenhav, 2009, POWER INCLUSIVE EXCL, P337; Yiftachel O, 2006, ETHNOCRACY: LAND AND IDENTITY POLITICS IN ISRAEL-PALESTINE, P121

    Overcoming convergence problems in PLS path modelling

    No full text
    The present paper deals with convergence issues of Lohmöller’s procedure for the computation of the components in the PLS-PM algorithm. More datasets and proofs are given to highlight the convergence failure of this procedure. Consequently, a new procedure based on the Signless Lapalacien matrix of the indirect graph between constructs is introduced. In several cases that will be specified in this paper, both monotony and error convergence for this new procedure will be established. Several comparisons will be presented between the new procedure and the two conventionally used procedures (Lohmöller’s and Hanafi-Wold’s procedures)

    CORAK TEOLOGI ISLAM AHMAD HANAFI (1929-1968 M)

    No full text
    ABSTRAK CORAK TEOLOGI ISLAM AHMAD HANAFI (1929-1968 M) E-mail: [email protected] Dalam sejarah pemikiran Islam, telah tumbuh dan berkembang berbagai mazhab atau aliran keagamaan, baik di bidang fiqih, hukum maupun akidah/kalam. Di bidang yang terakhir ini, tercatat dalam sejarah adanya aliran-aliran seperti Mu‟tazilah, Asy‟ariyah, Maturidiyah, dan lain-lainnya. Sesuai dengan yang disebutkan di atas bahwa banyaknya aliran-aliran dalam Teologi Islam. Ada aliran yang lebih mengutamakan akal dari wahyu dan ada pula aliran yang mengutamakan wahyu dibandingkan akal. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pemahaman Teologi Islam Ahmad Hanafi dan bagaimana corak pemikiran Teologi Islam Ahmad Hanafi. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriftif. Data primer dari penelitian ini adalah buku Teologi Islam (Ilmu Kalam) karya Ahmad Hanafi dan buku Pengantar Teologi Islam karya Ahmad Hanafi. Teknik analisis data yang digunakan penulis adalah dengan mengadakan studi analisa yaitu dengan menggunakan metode analisis. Penulis mencari pemikiran Ahmad Hanafi tentang corak Teologi Islam. Maka disini penulis akan membaca buku primer yang berkaitan dengan fokus penelitian penulis. Setelah itu penulis akan menarik kesimpulan dengan menggunakan metode deduktif (dari umum ke khusus) sehingga penulis menemukan pemikian corak tokoh tersebut. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa pemahaman teologi Islam Ahmad Hanafi menyebutkan bahwa teologi adalah ilmu yang membicarakan tentang Tuhan dan pertaliannya dengan manusia, baik berdasarkan kebenaran wahyu ataupun berdasarkan penyelidikan akal murni. Sedangkan corak pemikiran teologi Islam Ahmad Hanafi adalah membicarakan kepercayaan-kepercayaan Islam yang sebagian besar bersumber kepada al-Qur‟an dan Hadits, meskipun tujuannya sama, yaitu mengajak manusia untuk mengakui kepercayaan tersebut namun berbeda cara yang dipakainya. Teologi Islam mengarahkan pembicaraan kepada akal pikiran semata-mata dan serba dirasionilkan dan menganut paham teologi Asy‟ariah, hal ini bisa dilihat dari beberapa karya tulisnya yang mendukung dan sepaham dengan teologi Asy‟ariah. Kata Kunci: Corak, Teologi, Aliran-aliran, Ahmad Hanafi (1929-1968 M

    Mustadh'afin dalam al-Quran: Studi kiri Islam Hassan Hanafi

    No full text
    Berdasarkan hasil penelitian kepustakaan yang penulis lakukan, dapat disimpulkan beberapa catatan penting menyangkut penelitian Kiri Isl�m ini. Melihat kondisi sosial objektif umat Isl�m yang kian terpuruk dari segala lini, maka Hassan Hanafi meluncurkan gagasan Kiri Isl�m yang di dalamnya termuat pemikiran kritis Hassan Hanafi yang dikontekstualisasikan dengan realitas sosial Umat Isl�m di Mesir khususnya dan di dunia pada umumnya. Kiri Isl�m merupakan suatu bentuk untuk memberikan motivasi perubahan bagi umat Islam di seluruh dunia, karena bagaimanapun perubahan tersebut di dapatkan dari usaha yang dilakukan oleh umat Isl�m itu sendiri. Dengan ini Hanafi meluncurkan gagasannya lewat Kiri Isl�m yang dapat mempengaruhi baik pemikiran umat Islam maupun perubahan sosial bagi mustadh�af�n yang dilakukan secara sadar dan terorganisir, karena lahirnya Kiri Isl�m merupakan suatu bentuk respon awal terhadap kemenangan revolusi Isl�m di Iran

    Manajemen/ Hanafi

    No full text
    xviii, 546 hal.: ill.; 24 cm

    Teologi Sosial; Telaah Pemikiran Hassan Hanafi

    No full text
    Dalam perkembangan rekonstruksi pemikiran Islam kekinian, semisal yang dikembangkan oleh Fazlur Rahman, Muhammad Arkoun dan juga Hassan Hanafi, mereka berpendapat bahwa Islam bukanlah sistem kepercayaan yang baku dan mati. Artinya pemahaman terhadap Islam tersebut perlu dilihat sebagai elemen universal, dan perlu adanya interpretasi baru dalam merespon segala permasalahan yang muncul. Hal ini menjadi sebuah kewajaran yang berlaku bahwa sebuah misi kekhalifahan manusia di dunia yang tidak dapat lepas dari berbagai aspek kehidupan; politik, ekonomi, budaya dan sosial kemasyarakatan dan lain-lain. Manusia harus mampu menciptakan sebuah aktivitas yang kondusif dengan merefleksikan pemahaman teologi dalam berbagai aspek kehidupan. Hassan Hanafi, dalam perkembangan pemikiran teologinya, lebih bersifat rasional ( lebih dekat dengan Mu'tazilah). Menurutnya manusia tidak boleh terjebak kepada pemahaman bahwa teologi hanya sebagai ilmu yang bersifat transenden, hanya sebagai dogma-dogma keagamaan belaka. Hanafi menawarkan pemahaman tentang teologi harus diperluas melalui interpretasi baru dengan seperangkat metodologi yang kekinian dengan tujuan menyebarkan rekonstruksi teologi dalam rangka mengupayakan transformasi sosial yang menduni

    Metode Ushul Fiqih Hasan Hanafi

    No full text
    Ushul Fiqh reconstruction is one of Hassan Hanafi renewal projects branch. To him, ushul Fiqh is ‘revealed' science that means ‘something' which is revealed from Allah to human beings. it is a science which is sent down-oriented for human beings' goodness. Ushul fiqh which is constructed by Hasan Hanafi is different from the previous works on ushul fiqh in four aspects. First, object of discussion is put systematically from mashadir arba'an to adillah syariyyah the ahkam syar'iyah. Second, there are orientation and tendency to give wider space for human being's duty and potential in understanding and implementing God's revelation in real life. Third, hasan hanafi's work gives idioms articulating humanbeing's potential as the practice of second conclusion. Fourth, the work is also deductive explaining general theories and free from mentioning law examples as description for understanding theories towards text content. Rekonstruksi ushul fiqih adalah salah satu cabang dari proyek pembaruan tradisi Hasan Hanafi. Baginya, ushul fiqih adalah ilmu ‘tanzil' yaitu ‘sesuatu' yang berasal dari Allah untuk manusia. ilmu yang berorientasi ke bawah, kepada mashlahah manusia. Ushul fiqih yang dicoba oleh Hasan Hanafi untuk direkonstruksi minimal tampak perbedaannya dengan ushul fiqih karya para ushuli terdahulu pada empat aspek. Pertama, resistematisasi objek pembahasan. Dimulai dari mashadir arba'an, lalu adillah syariyyah kemudian ahkam syar'iyah. kedua, adanya orientasi dan kecenderungan memberi ruang lebar bagi pentransparanan bagi tugas dan potensi manusia dalam menjemput misi wahyu dan pengimplementasiannya dalam kehidupan manusia yang riil. Ketiga, memberikan idiom- idiom (redaksi, ta'bir) yang mengartikulasikan potensi kemanusiaan sebagai tindak lanjut dari kesimpulan nomor dua di atas. Keempat, bersifat deduktif, menjelaskan teori-teori yang bersifat general dan sepi dari penyebutan contoh-contoh hukum sebagai deskripsi bagi teori-teori pemahaman terhadap isi tek

    Manajemen/ Hanafi

    No full text
    xviii, 546 hal.: ill.; 24 cm
    corecore