4,874 research outputs found
Light-emission from conjugated dendrimers and polymers
This thesis reports the photophysical and electroluminescence studies undertaken on two types of material: polymeric and dendritic. The dendritic architecture is a recent concept adopted to develop new materials for light-emitting diodes. The dendritic structure offers a combination of properties of both polymers and small organic molecules whilst having their own interesting characteristic of optimising processibility, charge transport, and optical properties independently. The dendritic structure consists of functional surface groups, conjugated dendrons and a conjugated core. Initial optical (absorption and photoluminescence) studies revealed that the dendrimer emission originates from the core and is independent of excitation wavelength. This was investigated further in distyrylbenzene based dendrimers where the effect of dendrimer generation number on photoluminescence and electroluminescence properties was studied. All dendrimers emit blue electroluminescence with, in some cases, reasonable electroluminescence quantum efficiency in the range of 0.09 % and brightness up to 150 Cd m(^-2). Having established that the furmel effect, where excitation is successfully transferred to the dendrimer core in both PL and EL, different chromophores were incorporated in the dendrimer structure. Colour control was thus demonstrated in EL devices of the different dendrimers, showing the possibility of using a large number of chromophores in a processible form for EL applications. Conjugated polymers were also studied to investigate the nature of the emitting species (poly(p-pyridine)) and the effect of side- chains (poly(p-phenylenevinylene)). In poly(p-pyridine) the emission was found to be strongly dependent on pyridyl ring rotation affecting the emission and its quantum yield while the side-chains in the poly(p-phenylenevinylene) derivatives were found to affect polymer properties such as degree of conversion of non-conjugated to conjugated polymer. The PL quantum yield system was set-up and proved useful in assessing synthesis of new materials
Motor and cognitive development of selected Egyptian and German primary school aged children - a cross-cultural study
von Osama M. Abdel Halim Abdel Kari
PERAN KYAI HAJI ABDUL HALIM 1887-1962 M DALAM MENDIRIKAN ORGANISASI PERSATUAN UMAT ISLAM DI MAJALENGKA
Budy Nurichsyan. NIM 1410310001. “Peran Kyai Haji Abdul Halim 1887-
1962 M Dalam Mendirikan Organisasi Islam di Majalengka”. Skripsi.
Cirebon: Sejarah Peradaban Islam, Fakultas Ushuludin Adab Dakwah, Institut
Agama Islam Negeri Syekh Nurjati, Febuari 2017.
Penelitian ini dilatarbelakangi dari peran penting dari seorang tokoh Islam
yang berasal dari Majalengka dengan menciptakan suatu konsep permbaruan
Umat Islam yang bergerak dalam orgaisasi bertujuan untuk melakukan pergerakan
dan perbaikan derajat masyarakat yang ada di sekitar kota Majalengka yang
diekploitasi oleh kolonial Belanda dan Jepang. Peran Kyai Haji Abdul Halim telah
mengalami tiga masa bersejarah yaitu masa Kolonial Belanda, Jepang dan masa
Kemerdekaan. Rentang waktu yang begitu panjang mulai melupakan tokoh yang
begitu besar jasanya bagi Rakyat Indonesia khususnya di Majalengka.
Oleh karena itu peneliti mengkaji data-data yang diperoleh dari studi
pustaka yang berkaitan dengan K.H. Abdul Halim dan Organisasi Persatuan Umat
Islam untuk mengetahui sejarah Peran Kyai Haji Abdul Halim dalam Mendirikan
Organisasi Persatuan Umat Islam di Majalengka. Data yang peneliti kaji
menggunakan metode penelitian sejarah melalui tahapan heuristik, verifikasi,
interpretasi, dan historiografi. Pada tahapan heuristik peneliti mengumpulkan 21
referensi. Dari data ini perlu ketelitian dalam mengutipnya untuk menghindari
sumber data yang tidak valid. Karena itu peneliti melakukan kritik intern dan
ekstern. Pada tahapan interpretasi peneliti menggunakan metode analisis yaitu
menguraikan suatu peristiwa sejarah. Pada tahapan historiografi peneliti
memaparkan dalam bentuk dokumen tertulis data-data yang didapat selama
melakukan penelitian mengenai Peran Kyai Haji Abdul Halim 1887-1962 Dalam
Mendirikan Organisasi Persatuan Umat Islam di Majalengka.
Dari sumber data yang diteliti tersebut maka dapat diperoleh kesimpulan.
Pada masa Kolonial Belanda, Jepang dan Kemerdekaan, K.H. Abdul Halim
berjasa besar yang mendirikan organisasi PUI setelah beliau memiliki pengalaman
berorganisasi secara baik yaitu Majelis Ilmu serta ke ikut sertaannya dalam SI
(Sarikat Islam) yang saat itu di pimpin oleh Tjokroaminoto yang berpusat di
surabaya. Atas saran Tjokroaminoto beliau juga mendirikan Madjlisul Ilmi tahun,
Hayatul Qulub dan beberapa organisasi lainnya seperti, Persatuan Oemat, dan
Persatuan Oemat Islam.
Kata Kunci : K.H. Abdul Halim dan Organisasi Persatuan Umat Isla
Kitap Tanıtımı: Refik Arıkan, Halim Demiryürek, H. 1246-M. 1831 ve H. 1254- M. 1839 Tarihli Nüfus Defterlerinde Söğüt, Babıali Kültür Yayıncılığı, İstanbul, 2019.
Kitap Tanıtımı: Refik Arıkan, Halim Demiryürek, H. 1246-M. 1831 ve H. 1254- M. 1839 Tarihli Nüfus Defterlerinde Söğüt, Babıali Kültür Yayıncılığı, İstanbul, 2019
Akibat hukum bagi notaris di wilayah Jakarta Utara yang mengiklankan dirinya melalui website (contoh kasus www.batubata.com) / oleh Freddy Setiawan Halim
abstrak A. Nama : Freddy Setiawan Halim (205050065). B. Judul Skripsi : Akibat Hukum Bagi Notaris Di Wilayah Jakarta Utara Yang Mengiklankan Dirinya Melalui Website (Contoh Kasus www.batubata.com). C. Halaman : x + 108 + Lampiran + 2009. D. Kata Kunci : Kenotarisan. E. Isi Abstrak : Notaris merupakan pejabat umum yang diangkat oleh negara dan bekerja untuk pelayanan kepentingan umum, dalam menjalankan tugasnya Notaris berpegang teguh pada peraturan perundang-undangan kenotarisan yang berlaku di Indonesia saat ini. Dalam Kode Etik Notaris dan Keputusan Mentri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor: M-01.HT.03.01 Tahun 2003 ada ketentuan melarang seorang Notaris melakukan promosi diri di media elektronik. Apakah yang menjadi akibat hukum bagi Notaris yang mengiklankan diri melalui website khususnya www.batubata.com berdasarkan peraturan perundang-undangan kenotarisan yang berlaku saat ini di Indonesia? Penulis meneliti masalah tersebut dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif yang ditunjang dengan wawancara pada beberapa pihak yang terkait, yaitu beberapa orang Notaris yang berdomisili di Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Organisasi I.N.I. Terdapat beberapa Notaris yang namanya tercantum di website www.batubata.com. Apabila perbuatan promosi dilakukan oleh Notaris itu sendiri, maka kepada Notaris tersebut akan dikenakan sanksi sebagaimana yang diatur di dalam Pasal 6 Ayat (1) Kode Etik Notaris dan Pasal 18 Ayat (4) Keputusan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor: M-01.HT.03.01 Tahun 2003. Dalam kasus ini beberapa Notaris tersebut tidak dapat disalahkan, karena bukan dari tindakan mereka yang mencantumkan namanya di dalam website tersebut. Sebaiknya Pemerintah lebih menyaring lagi mengenai segala macam bentuk iklan di website sebelum dipublikasikan dan menciptakan peraturan yang lebih konkrit mengatur masalah iklan dan promosi Notaris dalam website, pihak pengelola (Administrator) untuk menghapus iklan-iklan penawaran jasa Notaris, Notaris yang namanya tercantum untuk menghubungi pihak website untuk minta dihapuskan namanya, I.N.I lebih mengawasi website-website pemasaran. F. Daftar Acuan : 24 (1847-2009). G. Dosen Pembimbing Ibu Christine S.T. Kansil, S.H, M.H. H. Penulis Freddy Setiawan Halim
Analisis kebangkitan Volga Bulgaria 922 M / Harliana Halim … [et al.]
Kajian ini membincangkan kebangkitan Volga Bulgaria, sebuah wilayah Islam yang wujud seawal abad ke-7 sehingga ke-13 M di pertemuan Sungai Volga-Kama, Rusia. Kewujudan kerajaan Islam Volga Bulgaria disebut dalam catatan Ibn Fadlān, yang merupakan setiausaha kepada delegasi Baghdad ke Volga Bulgaria pada tahun 922M. Oleh itu, kajian ini disusun untuk meneroka sejarah dan latar belakang Volga Bulgaria. Selain itu, kajian juga menyenaraikan faktor yang menjadi momentum kebangkitan wilayah Islam Volga Bulgaria serta usaha yang telah dijalankan oleh pemerintah bagi mengukuhkan kedudukannya. Kajian ini menggunakan metodologi pendekatan sejarah yang melibatkan penyusunan dan penilaian fakta daripada catatan lama seperti catatan Ibn Fadlān. Oleh kerana kajian ini berbentuk kualitatif, pengumpulan data kajian dilakukan menerusi kaedah kajian perpustakaan manakala penganalisaan data menggunakan kaedah analisis dan perbandingan teks di samping kaedah induksi dan deduksi. Hasil kajian mendapati factor yang menyumbang kepada kebangkitan Volga Bulgaria ialah hubungan diplomatik antara Volga Bulgaria dengan Baghdad, kedua ialah peranan pemimpin dan kepemimpinan dan faktor ketiga ialah kekuatan dalaman daripada Islam itu sendiri. Faktor-faktor tersebut telah menyumbang kepada kegemilangan wilayah tersebut pada awal abad ke-9 dan ke-10 M di bawah pentadbiran kerajaan feudal Islam Volga Bulgaria
Perencanaan Parkir Stasiun Halim untuk Mendukung Operasi Kereta Cepat Jakarta - Bandung
Urgensi masyarakat untuk melakukan mobilitas akan terus meningkat seiring dengan berkembangnya sebuah daerah dan akan menimbulkan permasalahan jika tidak didukung dengan sistem transportasi yang baik. Munculnya moda transportasi baru di Indonesia, seperti kereta cepat, merupakan salah satu upaya pemerintah untuk melancarkan mobilitas masyarakat. Stasiun Halim yang terletak di Jakarta Timur merupakan salah satu stasiun yang melayani kereta cepat tersebut dengan rute Jakarta – Bandung. Aksesibilitas stasiun ini harus diperhatikan karena cakupan target penumpangnya yang luas, yaitu masyarakat Jabodetabek. Untuk mendukung hal tersebut, penelitian ini akan menganalisis kebutuhan parkir dan merencanakan layout fasilitas parkir Stasiun Halim. Dengan direncanakannya fasilitas parkir yang baik dan memenuhi kebutuhan parkir, aksesibilitas Stasiun Halim menjadi tak terbatas dan diharapkan akan semakin banyak masyarakat yang mengkombinasikan kendaraan pribadi dengan moda transportasi umum untuk perjalanan mereka. Pedoman yang digunakan antara lain “Pedoman Perencanaan dan Pengoperasian Fasilitas Parkir Direktorat Bina Sistem Lalu Lintas Angkutan Kota 1998”, dan beberapa referensi lain yang berkaitan dengan perencanaan parkir. Dari hasil pengolahan data primer dan sekunder, fasilitas parkir Stasiun Halim direncanakan terdiri dari taman parkir dan dua gedung parkir. Taman parkir Stasiun Halim mempunyai luas 12485,073 m², dapat menampung 262 mobil ditambah 50 parkir mobil khusus. Gedung parkir A, terdiri dari 11 lantai dengan luas 2600 m²/lantai, dapat menampung 540 sepeda motor dan 644 mobil. Gedung parkir B, terdiri dari 4 lantai dengan luas setiap lantai adalah 6250 m², dapat menampung 626 mobil. Sehingga, untuk kapasitas keseluruhan, fasilitas parkir Stasiun Halim dapat menampung 1582 mobil dan 540 sepeda motor
PEMIKIRANFIQIH SYEKH ABDUL HALIM HASAN (1901-1969 M) TENTANGAYAT-AYAT MUNÂKAHAT DALAM KITAB TAFSIR AHKÂM
Ayat Ahkam merupakan ayat-ayat yang mengkaji secara spesifik tentang
hukum.Tentu para mufassir memiliki pemikiran yang berbeda dalam memahami
hukum pada ayat tersebut, sehingga terkadang mengarahkannya pada mazhab yang
dianut oleh mufassir. Berbeda dengan Syekh Abdul Halim Hasan, sebagai seorang
mufassir beliau memiliki cara yang berbeda dengan pendahulunya. Dari perbedaan itu
melahirkan pemikiran yang unik.
Rumusan masalah penelitianini adalah pertama, Bagaimana karateristik
penafsiran Syekh Abdul Halim Hasan tentang ayat-ayat munakahat dalam kitabnya
Tafsir Ahkam ?Kedua, Apa keistimewaan metodologi penafsiran hukum Syekh Abdul
Halim Hasan tentang ayat-ayat munakahat dalam Kitabnya Tafsir Ahkam?Ketiga, Apa
pengaruh pemikiran Syekh Abdul Halim Hasan terhadap pemikiran hukum
masyarakat Sumatera Utara? Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplor produk
pemikiran fiqih ulama nusantara agar dapat diaplikasikan dalam konteks masyarakat
Indonesia.
Metode penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan (library reseach)
yang sifatnya kualitatif analitik melalui pendekatan historical approach (pendekatan
sejarah). Data penelitian ini dengan kajian teks kemudian dianalisis dengan teknik
deskriptif-analitik. Yaitu mengemukakan genealogi fiqih dan tafsir (hukum) baik dari
historisitas, aliran mazhab, dan thuruq istikhrajul dan tatbiqahkam-nya dengan
menganalisa produk-produk fiqih dalam kitabnya Tafsir Ahkam.
Hasil penelitian disertasi ini adalah pertama, Abdul Halim Hasan memiliki
penafsiran hukum yang moderat. Tampak ketika menguraikan persoalan fiqih, beliau
mengemukakan pendapat para ulama/imam mazhab tanpa ta’ashub pada mazhab
tertentu. Kedua, metodologi penafsiran hukum Syekh Abdul Halim Hasan
menggunakan metode riwayah dan dirayah, dengan memberikan perhatian yang
serius pada metode riwayah. Ketiga, pemikiran hukum Syekh Abdul Halim Hasan
sangat berpengaruh terhadap pemikiran hukum masyarakat Sumatera Utara.
Kehadiran kitab Tafsir Ahkam ini memberikan kontribusi untuk memahami pesanpesan
hukum dalam
al-Qur’an khususnya hukum perkawinan.
Dengan
demikian,
Syekh Abdul HalimHasan
memahami
betul kaidah-kaidah
tafsir,serta
metodologi
istikhrajul
ahkam-nya
sehingga menghasilkan
produk fiqih
yang
fleksibel.
Kata
Kunci:
Abdul
Halim Hasan, ayat-ayat munakahat, Tafsir Ahka
Perencanaan Parkir Stasiun Halim Untuk Mendukung Operasi Kereta Cepat Jakarta – Bandung
Urgensi masyarakat untuk melakukan mobilitas akan terus meningkat seiring dengan berkembangnya sebuah kota. Tingkat mobilitas yang tinggi tentunya akan menimbulkan permasalahan jika tidak didukung dengan sistem transportasi yang baik. Munculnya moda transportasi baru seperti kereta cepat di Indonesia merupakan salah satu upaya pemerintah untuk melancarkan mobilitas masyarakat. Stasiun Halim yang terletak di Jakarta Timur merupakan salah satu stasiun yang melayani kereta cepat tersebut dengan rute Jakarta – Bandung. Aksesibilitas stasiun Halim harus diperhatikan karena cakupan target penumpangnya yang luas yaitu masyarakat Jabodetabek. Untuk mendukung hal tersebut, tugas akhir ini akan menganalisis kebutuhan parkir dan merencanakan layout fasilitas parkir Stasiun Halim. Dengan direncanakannya fasilitas parkir yang baik dan memenuhi kebutuhan parkir, aksesibilitas Stasiun Halim menjadi tak terbatas dan diharapkan akan semakin banyak masyarakat yang mengkombinasikan kendaraan pribadi dengan moda transportasi umum untuk perjalanan mereka. Data yang dibutuhkan untuk perencanaan fasilitas parkir ini adalah data primer berupa persentase jumlah penumpang kereta cepat yang membawa mobil atau motor dan melakukan kegiatan parkir di Stasiun Halim. Data primer didapatkan dengan penyebaran kuesioner. Data sekunder, yaitu data jumlah track kereta di Stasiun Halim, kapasitas kereta cepat dan layout lahan parkir eksisting, juga diperlakukan dalam perencanaan ini. Pedoman yang digunakan antara lain “Pedoman Perencanaan dan Pengoperasian Fasilitas Parkir Direktorat Bina Sistem Lalu Lintas Angkutan Kota 1998”, dan beberapa referensi lain yang berkaitan dengan perencanaan parkir. Dari hasil pengolahan data tersebut, fasilitas parkir Stasiun Halim direncanakan terdiri dari taman parkir dan dua gedung parkir. Taman parkir Stasiun Halim mempunyai luas 12485,073 m², dapat menampung 262 SRP mobil ditambah 50 SRP parkir mobil khusus. Gedung parkir A, terdiri dari 11 lantai dengan luas 2600 m²/lantai, dapat menampung 540 SRP sepeda motor dan 644 SRP mobil. Gedung parkir B, terdiri dari 4 lantai dengan luas setiap lantai adalah 6250 m², dapat menampung 834 SRP mobil. Sehingga, untuk kapasitas keseluruhan, fasilitas parkir Stasiun Halim dapat menampung 1582 SRP mobil dan 540 SRP sepeda motor.
==================================================================================================================================
The citizen's urgency to carry out mobility will continue to increase along with the development of a city. A high level of mobility will certainly cause problems if it is not supported by a good transportation system. The emergence of new modes of transportation such as High-Speed Train in Indonesia is one of the government's efforts to facilitate people's mobility. Halim Station, located in East Jakarta, is one of the stations that serving High-Speed Train with Jakarta – Bandung as the route. The accessibility of Halim Station must be considered because of its broad target passengers, which is Jabodetabek citizens. To support this, this final project will analyze parking needs and plan the layout of Halim Station parking facilities. By planning good parking facilities and meeting parking needs, the accessibility of Halim Station will be unlimited and it is expected that more and more people will combine private vehicles with public transportation modes for their trips. The data needed for planning this parking facility is primary data in the form of the percentage of fast train passengers who drive cars or motorcycles and perform parking activities at Halim Station. Primary data obtained by distributing e-questionnaires. Secondary data, namely data on the number of train tracks at Halim Station, fast train capacity and existing parking lot layouts, are also needed in this planning. The guidelines used include "Guidelines for Planning and Operation of Parking Facilities, Directorate of City Transportation Traffic System Development 1998", and several other references related to parking planning. From the results of the data processing, the Halim Station parking facility is planned to consist of a parking park and two parking buildings. The Halim Station parking lot has an area of 12485.073 m², can accommodate 262 SRP cars plus 50 SRP exclusive car parks. Parking building A, consists of 11 floors with an area of 2600 m²/floor, can accommodate 540 SRP motorcycles and 644 SRP cars. Parking building B, consists of 4 floors with an area of each floor is 6250 m², can accommodate 834 SRP cars. So that for the overall capacity, the Halim Station parking facility can accommodate 1582 SRP cars and 540 SRP motorbikes
Alexandrium minutum Halim
3.1.6 <i>Alexandrium minutum</i> Halim (Figures 25–27) <p>References: Halim 1960, 101, figs I a-j; Balech 1989, 207, figs 1–26; Hallegraeff et al. 1991, 577, figs 2–9; Balech 1995, 24, pl. I, figs 1–50; Usup et al. 2002, 269, figs 4 A–D; Nguyen and Larsen 2004, 99, pl. 11, figs 1–6; Lim et al. 2007, 17, figs 3 A–K; Fabro et al. 2017, p. 1211, figs 1 A–H.</p> <p>Solitary and small cells, oval to spherical in shape (Figures 25 and 26). Epitheca rounded, slightly shorter than epitheca, Po non-prominent (Figure 25). Cingulum wide and excavated, sulcus narrow (Figure 25). First apical plate (1′) rhomboidal, in contact with Po, and with a small ventral pore on its right margin, 2′ larger than the other apical plates</p> <p>(Figure 27). Po with a comma shape (Figure 27).</p> <p>Measurements: 22–26 μm L, 20–24 μm W (Table 1).</p> <p>Toxicity: this species is toxic and associated to saxitoxin production (Zingone et al. 2021).</p> <p>Distribution: in the Gulf of Tehuantepec.</p>Published as part of <i>Hernández-Becerril, David U., Pichardo-Velarde, Jorge G., Alonso-Rodríguez, Rosalba, Maciel-Baltazar, Ebodio, Morquecho, Lourdes, Esqueda-Lara, Karina, Barón-Campis, Sofía A. & Quiroz-González, Nataly, 2023, Diversity and distribution of species of the planktonic dinoflagellate genus Alexandrium (Dinophyta) from the tropical and subtropical Mexican Pacific Ocean, pp. 539-557 in Botanica Marina (Warsaw, Poland) (Warsaw, Poland) 66 (6)</i> on page 545, DOI: 10.1515/bot-2023-0037, <a href="http://zenodo.org/record/11000291">http://zenodo.org/record/11000291</a>
- …
