1,722,200 research outputs found

    ANALISIS PENERAPAN AKUNTANSI LINGKUNGAN PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. M. YUNUS PROVINSI BENGKULU

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolahan limbah, penerapan akuntansi lingkungan, dan kesesuaian antara PSAP Nomor 1 Tahun 2010 tentang penyajian laporan keuangan dengan proses pengidentifikasian, pengakuan, pengukuran, penyajian dan pengungkapan di lingkungan RSUD dr. M. Yunus Bengkulu. Penelitian ini dilakukan di RSUD dr. M. Yunus Provinsi Bengkulu. Jenis Penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Jenis data yang digunakan oleh peneliti adalah data primer dan data sekunder. Hasil dari penelitian ini adalah RSUD dr. M. Yunus Provinsi Bengkulu telah melakukan pengelolahan limbah dengan baik, terbukti RSUD dr. M. Yunus Bengkulu telah mengeluarkan biaya-biaya terkait dengan lingkungan. Sehingga hal tersebut sejalan dengan UU No. 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolahan lingkungan hidup dan PP No. 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintah (SAP). RSUD dr. M. Yunus Bengkulu belum menerapkan akuntansi lingkungan sepenuhnya, dikarenakan pada biaya lingkungan hanya dimasukkan pada belanja pegawai langsung, belanja pegawai tidak langsung, dan belanja barang dan jasa. Pada penerapan akuntansi lingkungan, RSUD dr. M. Yunus Bengkulu sudah menerapkan akuntansi biaya lingkungannya, yang mana biaya tersebut dimasukkan pada biaya belanja pegawai langsung, belanja pegawai tidak langsung dan belanja barang dan jasa. Namun RSUD dr. M. Yunus Bengkulu belum menyajikannya kedalam laporan khusus mengenai akuntansi lingkungannya secara lebih terperinci. RSUD dr. M. Yunus sudah melakukan proses pengidentifikasian, pengakuan, pengukuran, penyajian, dan juga pengungkapan sesuai dengan yang dijelaskan dalam PSAP Nomor 1 Tahun 2010. Kata Kunci : Akuntansi lingkungan, Biaya Lingkungan, Penerapan Akuntansi Biaya Lingkungan

    ANALISIS PENERAPAN AKUNTANSI LINGKUNGAN PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. M. YUNUS PROVINSI BENGKULU

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolahan limbah, penerapan akuntansi lingkungan, dan kesesuaian antara PSAP Nomor 1 Tahun 2010 tentang penyajian laporan keuangan dengan proses pengidentifikasian, pengakuan, pengukuran, penyajian dan pengungkapan di lingkungan RSUD dr. M. Yunus Bengkulu. Penelitian ini dilakukan di RSUD dr. M. Yunus Provinsi Bengkulu. Jenis Penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Jenis data yang digunakan oleh peneliti adalah data primer dan data sekunder. Hasil dari penelitian ini adalah RSUD dr. M. Yunus Provinsi Bengkulu telah melakukan pengelolahan limbah dengan baik, terbukti RSUD dr. M. Yunus Bengkulu telah mengeluarkan biaya-biaya terkait dengan lingkungan. Sehingga hal tersebut sejalan dengan UU No. 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolahan lingkungan hidup dan PP No. 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintah (SAP). RSUD dr. M. Yunus Bengkulu belum menerapkan akuntansi lingkungan sepenuhnya, dikarenakan pada biaya lingkungan hanya dimasukkan pada belanja pegawai langsung, belanja pegawai tidak langsung, dan belanja barang dan jasa. Pada penerapan akuntansi lingkungan, RSUD dr. M. Yunus Bengkulu sudah menerapkan akuntansi biaya lingkungannya, yang mana biaya tersebut dimasukkan pada biaya belanja pegawai langsung, belanja pegawai tidak langsung dan belanja barang dan jasa. Namun RSUD dr. M. Yunus Bengkulu belum menyajikannya kedalam laporan khusus mengenai akuntansi lingkungannya secara lebih terperinci. RSUD dr. M. Yunus sudah melakukan proses pengidentifikasian, pengakuan, pengukuran, penyajian, dan juga pengungkapan sesuai dengan yang dijelaskan dalam PSAP Nomor 1 Tahun 2010. Kata Kunci : Akuntansi lingkungan, Biaya Lingkungan, Penerapan Akuntansi Biaya Lingkungan

    ANALISIS PENERAPAN AKUNTANSI LINGKUNGAN PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. M. YUNUS PROVINSI BENGKULU

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolahan limbah, penerapan akuntansi lingkungan, dan kesesuaian antara PSAP Nomor 1 Tahun 2010 tentang penyajian laporan keuangan dengan proses pengidentifikasian, pengakuan, pengukuran, penyajian dan pengungkapan di lingkungan RSUD dr. M. Yunus Bengkulu. Penelitian ini dilakukan di RSUD dr. M. Yunus Provinsi Bengkulu. Jenis Penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Jenis data yang digunakan oleh peneliti adalah data primer dan data sekunder. Hasil dari penelitian ini adalah RSUD dr. M. Yunus Provinsi Bengkulu telah melakukan pengelolahan limbah dengan baik, terbukti RSUD dr. M. Yunus Bengkulu telah mengeluarkan biaya-biaya terkait dengan lingkungan. Sehingga hal tersebut sejalan dengan UU No. 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolahan lingkungan hidup dan PP No. 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintah (SAP). RSUD dr. M. Yunus Bengkulu belum menerapkan akuntansi lingkungan sepenuhnya, dikarenakan pada biaya lingkungan hanya dimasukkan pada belanja pegawai langsung, belanja pegawai tidak langsung, dan belanja barang dan jasa. Pada penerapan akuntansi lingkungan, RSUD dr. M. Yunus Bengkulu sudah menerapkan akuntansi biaya lingkungannya, yang mana biaya tersebut dimasukkan pada biaya belanja pegawai langsung, belanja pegawai tidak langsung dan belanja barang dan jasa. Namun RSUD dr. M. Yunus Bengkulu belum menyajikannya kedalam laporan khusus mengenai akuntansi lingkungannya secara lebih terperinci. RSUD dr. M. Yunus sudah melakukan proses pengidentifikasian, pengakuan, pengukuran, penyajian, dan juga pengungkapan sesuai dengan yang dijelaskan dalam PSAP Nomor 1 Tahun 2010.  

    PENGARUH SERVANT LEADERSHIP DAN TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP TERHADAP KINERJA KARYAWAN RSUD Dr. M. YUNUS BENGKULU

    No full text
    Kinerja merupakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya atas dasar kecakapan, pengalaman, dan kesungguhan waktu yang diukur dengan mempertimbangkan kualitas, kuantitas, kehadiran, ketepatan waktu dan kerjasama. Adapun faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan adalah servant leadership dan transformational leadership. Dengan penerapan servant leadership dan transformational leadership yang baik oleh pemimpin, maka dapat meningkatkan kinerja karyawan. Karyawan dapat memberikan kontribusi kepada rumah sakit berupa kinerjanya yang semakin baik apabila pemimpin mampu menerapkan servant leadership dan transformational leadership dengan baik. Untuk meningkatkan kinerja karyawan dibutuhkan seorang pemimpin yang mampu menginspirasi karyawan, sehingga karyawan dapat memberikan kinerja terbaiknya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh servant leadership dan transformational leadership terhadap kinerja karyawan RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu. Pada penelitian ini jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah servant leadership, transformational leadership, dan kinerja karyawan. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer yaitu diperoleh langsung pada karyawan bagian administrasi yaitu administrasi IGD, administrasi rawat inap (Melati), dan administrasi umun RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu yang berjumlah 60 orang. Data diperoleh dengan menyebarkan kuesioner yang dianalisis menggunakan teknik regresi linier berganda. Dari hasil data penelitian, diketahui bahwa penerapan servant leadership oleh pimpinan RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu berada pada kategori baik karena memiliki nilai rata-rata sebesar 4,13. Demikian pula pada penerapan transformational leadership oleh pimpinan RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu berada pada kategori baik, karena memiliki nilai rata-rata sebesar 4,08. Berdasarkan analisis regresi linier berganda, terdapat pengaruh positif dan signifikan antara xi xii variabel servant leadership dan transformational leadership terhadap kinerja karyawan pada RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu. Berdasarkan hasil penelitian, maka beberapa saran yang dapat diberikan berkaitan dengan pengaruh servant leadership dan transformational leadership terhadap kinerja karyawan RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu adalah : (1) Disarankan bagi pimpinan RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu untuk memperbaiki penerapan servant leadership dan transformational leadership terhadap karyawan RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu agar kinerja yang dihasilkan oleh karyawan RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu meningkat, (2) Disarankan bagi pimpinan RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu untuk memperbaiki penerapan servant leadership terutama pada dimensi visioner agar lebih ditekankan lagi, yaitu dengan cara memberikan inspirasi terkait dengan produktivitas dan nilai-nilai yang ada agar dapat meningkatkan kinerja karyawan RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu, dan (3) Disarankan bagi pimpinan RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu untuk memperbaiki penerapan transformational leadership terutama pada dimensi Inspirational Motivation agar lebih ditekankan lagi yaitu dengan cara memberikan motivasi yang lebih besar kepada karyawan dalam mewujudkan tujuan-tujuan rumah sakit, dengan demikian dapat meningkatkan kinerja karyawan RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu. Kata Kunci ; Servant Leadership, Transformational Leadership, Kinerja Karyawa

    PENGEMBANGAN KARIER PEGAWAI NON MEDIS (Studi Deskriptif Kualitatif di RSUD Dr. M. YUNUS BENGKULU)

    Get PDF
    Haryati Utami; The purpose of this study is to describe the role of individuals, management roles and organizational roles towards career development of medical personnel in Dr. M. Yunus from Bengkulu. Data method used is observation, questioner and interview. The research was carried out by distributing questionnaires to 40 non medical personnel in Dr. M. Yunus from Bengkulu. In this study also interviewed 5 leaders of the district. M Yunus from Bengkulu as cross check the results of the questionnaire that produces. Assessment data and data. Assessment data and data data and data data. Results The study demonstrates the role of individuals, the role of the organization and the role of management has contributed to the career development of non medical workers in Dr. M. Yunus from Bengkulu. Based on the results of research in terms of the role of individuals, non-medical personnel hospital needs to be increased awareness given in addition to medical personnel in the district. M. Yunus from Bengkulu should be more actively seeking information about career development. In the aspect of the role of management, leadership must be continuously supported and non medical labor in Dr M. Yunus Bengkulu and the leadership and is expected to continue to communicate the mission, policy, and information information in order to create increased. In the aspect of organizational role, Dr. M. Yunus from Bengkulu must provide training facilities and facilities that support the career development of non-medical personnel. In addition, it should be Dr. M. Yunus from Bengkulu should devise a special program to support the career development of non-medical personnel.Key words: individual roles, management role, organization roll, career developmen

    PENGARUH PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TERHADAP KINERJA ASISTEN APOTEKER DI INSTALASI FARMASI RSUD Dr. M. YUNUS BENGKULU

    Get PDF
    Implementasi kinerja dilakukan oleh sumber daya manusia yang memiliki kemampuan, kompetensi, motivasi dan kepentingan. Survei awal yang dilakukan peneliti di RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu, didapat hasil observasi terhadap 10 orang asisten apoteker, 6 orang asisten apoteker menjalankan kinerja kurang baik, dimana asisten apoteker tersebut datang terlambat, tidak mengerjakan kartu stok dan mengumpulkan laporan stok opname terlambat. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pendidikan dan pelatihan terhadap kinerja asisten apoteker di Instalasi Farmasi RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu. Jenis penelitian yang digunakan desain Pre eksperimen dengan jumlah sampel 20 orang diambil dengan menggunakan metode purposive sampling yang berjumlah 20 orang. Hasil penelitian didapatkan ada pengaruh pendidikan dan pelatihan (diklat) terhadap kinerja asisten apoteker di Instalasi Farmasi RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu dengan nilai p = 0,0001. Penelitian ini diharapkan sebagai informasi dan masukan tentang cara meningkatkan kinerja asisten apoteker di Instalasi Farmasi RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu dengan melaksanakan Pendidikan dan Pelatihan (diklat) kepada asisten apoteker secara terencana dan berkala

    ANALISIS VALUE FOR MONEY DALAM PENGUKURAN KINERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. M. YUNUS PROVINSI BENGKULU PERIODE TAHUN 2015 – 2017

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kinerja RSUD Dr. M. Yunus Provinsi Bengkulu periode tahun 2015-2017 ditinjau dari elemen Ekonomi, (2) mengetahui kinerja RSUD Dr. M. Yunus Provinsi Bengkulu periode tahun 2015-2017 ditinjau dari elemen Efisiensi, (3) mengetahui kinerja RSUD Dr. M. Yunus Provinsi Bengkulu periode tahun 2015-2017 ditinjau dari elemen Efektivitas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan Objek yang di teliti adalah data realisasi pencapaian keuangan program-program yang terdapat di RSUD Dr. M. Yunus Provinsi Bengkulu yang terdapat pada Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) RSUD. Dr. M. Yunus Provinsi Bengkulu periode tahun 2015- 2017. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif pada pengukuran ekonomi, efisiensi, dan efektivitas. Berdasarkan hasil penelitian mengenai kinerja RSUD Dr. M. Yunus Provinsi Bengkulu dari tiga pengukuran yaitu ekonomi, efisiensi dan efektivitas pada periode tahun 2015, 2016, dan 2017 RSUD Dr. M. Yunus Provinsi Bengkulu telah mampu menyelenggarakan seluruh program secara ekonomis dengan penghematan pada tahun 2015 sebesar Rp. 13.277.023.624,00, pada tahun 2016 terdapat penghematan sebesar Rp. 31.926.068.136,76 serta penghematan pada tahun 2017 sebesar Rp. 25.912.181.937,55. Selain itu berdasarkan pengukuran efisiensi pada program kegiatan RSUD Dr. M. Yunus Provinsi Bengkulu juga sudah efisien, karena pada tahun 2015-2017 output yang dihasilkan sudah maksimum dengan input yang digunakan pada anggaran program kegiatan RSUD. Dr. M. Yunus Provinsi Bengkulu periode 2015-2017. Begitupun hasil dari pengukuran efektivitas, kinerja RSUD Dr. M. Yunus Provinsi Bengkulu pada tahun 2015-2017 sudah efektif, karena seluruh program kegiatan yang ditargetkan sudah terealisasi dengan rasio efektivitas setiap program kegiatan mencapai 100%. Kata Kunci : Ekonomi, Efisiensi, dan Efektivita

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA PERAWAT DAN PENUNJANG MEDIS PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) Dr. M. YUNUS BENGKULU

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kinerja perawat dan penunjang medis pada Rumah Sakit Umum Daerah dr. M. Yunus Bengkulu dan (2) Mengetahui faktor manakah yang memiliki pengaruh paling dominan terhadap kinerja perawat dan penunjang medis pada Rumah Sakit Umum Daerah dr. M. Yunus Bengkulu. Penelitian ini merupakan jenis penelitian survey yaitu penelitian yang mengambil sampel dari suatu populasi yang menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui kuesioner dan data sekunder yang diperoleh berupa informasi dan data dari laporan, referensi serta dokumen RSUD dr. M. Yunus Bengkulu. Populasi dalam penelitian adalah seluruh perawat dan penunjang medis pada RSUD dr. M. Yunus Bengkulu yang berjumlah 610 orang. Metode pengambilan sampel digunakan purposive sampling, diambil sebanyak 50%, sehingga jumlah sampel yang dijadikan unit analisis adalah 305 orang responden. Metode analisis data digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis faktor. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil bahwa: (1) Reduksi terhadap 30 faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja perawat dan penunjang medis menghasilkan 7 (tujuh) faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu. Ketujuh faktor tersebut adalah : faktor karakteristik individu, faktor kebijakan dan komunikasi, faktor pengembangan karyawan, faktor disiplin kerja, faktor kemampuan, faktor motivasi, dan faktor lingkungan organisasi ditingkatkan; (2) faktor-faktor tersebut secara signifikan berpengaruh terhadpa kinerja perawat dan penunjang medis pada RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu; dan (3) Faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap kinerja perawat dan penunjang medis pada RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu adalah faktor kebijakan dan komunikasi. Beberapa saran yang dapat diberikan adalah: (1) dengan ditemukannya 7 (tujuh) faktor yang mempengaruhi kinerja perawat dan penunjang medis pada RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu diharapkan pihak manajemen RSUD menyadari bahwa ketujuh faktor tersebut sangat penting, (2) mengingat fungsi RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu sebagai rumah sakit rujukan tertinggi di Bengkulu, harus dapat meningkatkan kualitas pelayanan yang mencakup semua lapisan masyarakat sesuai dengan visi dan misi RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu

    PENGARUH KETERLIBATAN KERJA DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KINERJA PERAWAT RSUD dr. M. YUNUS BENGKULU

    No full text
    Suatu organisasi dapat berjalan efektif apabila individu yang ada dapat bekerja dengan efektif. Pernyataan ini berimplikasi bahwa bagaimana suatu organisasi dapat bertahan, hampir sebagian besar tergantung pada bagaimana kinerja karyawan atau individu yang terlibat. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk menguji pengaruh keterlibatan kerja dan komitmen organisasi secara bersama-sama terhadap kinerja perawat RSUD dr. M. Yunus Bengkulu, dan secara individu: (2) untuk menganalisis pengaruh keterlibatan kerja terhadap kinerja perawat RSUD dr. M. Yunus Bengkulu, dan (3) untuk menganalisis pengaruh komitmen organisasi terhadap kinerja perawat RSUD dr. M. Yunus Bengkulu Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif yang menggunakan metode survei. Responden adalah seluruh perawat berstatus pegawai negeri sipil (PNS) dan bekerja pada RSUD dr. M. Yunus Bengkulu sebanyak 115 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner online dengan mengakses tautan: https://forms.gle/3zq4ALwZxbi8t2aA8. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial dan simultan, keterlibatan kerja dan komitmen organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perawat RSUD dr. M. Yunus Bengkulu. Artinya, semakin perawat memiliki keterlibatan kerja dan komitmen organisasi yang tinggi maka kinerja mereka juga akan semakin tinggi, sebaliknya semakin rendah keterlibatan kerja dan komitmen organisasi maka kinerja perawat juga akan rendah. Secara parsial, keterlibatan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perawat RSUD dr. M. Yunus Bengkulu. Artinya, semakin tinggi keterlibatan kerja perawat maka kinerja perawat juga akan semakin tinggi, sebaliknya semakin rendah keterlibatan kerja perawat maka kinerja perawat juga akan semakin rendah; Komitmen organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perawat RSUD dr. M. Yunus Bengkulu. Artinya, semakin tinggi komitmen organisasi maka kinerja perawat juga akan semakin tinggi, sebaliknya semakin rendah komitmen organisasi perawat maka kinerja perawat juga akan semakin rendah. Disimpulkan bahwa baik secara simultan maupun parsial keterlibatan kerja dan komitmen organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja perawat RSUD dr. M. Yunus Bengkulu. Oleh sebab itu, perlu adanya dukungan pihak rumah sakit terhadap peningkatan pengetahuan dan kemampuan perawat sebagai sumber daya manusia, maka akan semakin meningkatkan kinerjanya. Pihak rumah sakit juga perlu memperhatikan kesejahteraan perawat sehingga para perawat dapat melakukan usaha yang maksimal dalam memberikan pelayanan kepada pasien. viii Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambah variabel lain yang dianggap dapat memberikan pengaruh terhadap kinerja perawat, mengingat determinasi kedua variabel independen hanya mampu menjelaskan 19,8% kinerja perawat. Variabel-variabel tersebut, misalnya dari faktor individual (kemampuan, keterampilan, pengalaman kerja, tingkat sosial, dan demografi); dari faktor psikologis (persepsi, peran, sikap, kepribadian, motivasi dan kepuasan kerja); dan dari faktor organisasi (struktur organisasi, desain pekerjaan, kepemimpinan dan penghargaan). Kata Kunci: Keterlibatan kerja, Komitmen Organisasi, Kinerja Perawat, RSU

    The Hubungan Paritas dan Preeklamsi dengan Kejadian BBLR di RSUD dr. M. Yunus Bengkulu Tahun 2017

    No full text
    Short term impacts of Low Birth Weight (LBW) are metabolic disorders, immune disorders, circulatory  system disorders, fluid and electrolyte disorders, and long term impacts are developmental disorders, growth disorders, speech disorders, communication disorders, communication disorders, neurological disorders, and cognition. This study aimed to determine the relationship between parity and preeclampsia with LBW incidence at  dr. M. Yunus Hospital Bengkulu. This research used Analytical Survey with Cross Sectional design. The population in this study were mothers giving birth at  dr. M. Yunus Hospital Bengkulu in 2017 there were 654 mothers. The sampling technique in this study used Simple Random Sampling with 87 mothers giving birth. In this study using secondary data that was  data recorded in the register at dr. M. Yunus Hospital Bengkulu from January to December 2017. Data analysed by univariate and bivariate methods with Chi-Square (c2) statistical test. To determine the closeness of the relationship by using the Contingency Cofficient (C) statistical test. The results obtained from 87 mothers who gave birth, there were 58 mothers (66.7%) who did not have babies with LBW, 47 mothers (54%) with multiparous parity, and 72 mothers (82.8%) without preeclampsia. There was a significant relationship between parity with LBW incidence and there was a significant relationship between preeclampsia and LBW incidence at dr. M. Yunus Hospital Bengkulu. It is expected that dr. M. Yunus Hospital Bengkulu to be able to do health promotion to pregnant women about preventing LBW so that their knowledge increases and LBW incidence can be prevented.  Keywords: LBW incidence, parity, preeclampsiaDampak jangka pendek Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah gangguan gangguan metabolik, gangguan imunitas, gangguan sistem peredaran darah, gangguan cairan dan elektrolit, sedangkan dampak jangka panjang  adalah gangguan perkembangan, gangguan pertumbuhan, gangguan bicara, gangguan komunikasi, gangguan neurologi dan kognisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  hubungan paritas dan preeklamsi dengan kejadian BBLR di RSUD dr. M. Yunus Bengkulu. Penelitian ini menggunakan Survey Analitik dengan desain Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu melahirkan di RSUD dr. M. Yunus Bengkulu Tahun 2017 berjumlah 654 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan Simple Random Sampling berjumlah 87 ibu yng melahirkan. Dalam penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu data yang tercatat dalam buku register di RSUD dr. M. Yunus Bengkulu periode Januari-Desember tahun 2017. Analisis data dengan cara univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi-Square (c2). Untuk mengetahui keeratan hubungan menggunakan uji statistik Contingency Cofficient (C). Hasil penelitian didapatkan dari 87 ibu yang melahirkan, terdapat 58 ibu (66,7%) yang bayinya tidak mengalami kejadian BBLR, 47 ibu (54%) memiliki paritas  multipara, dan 72 ibu (82,8%) tidak mengalami preeklamsi. Ada hubungan yang signifikan antara paritas dengan kejadian BBLR dan ada hubungan yang signifikan antara preeklamsi dengan kejadian BBLR di RSUD dr. M. Yunus Bengkulu. Diharapkan bagi RSUD dr. M. Yunus Bengkulu untuk dapat melakukan promosi kesehatan pada ibu hamil tentang pencegahan BBLR sehingga pengetahuan mereka meningkat dan kejadian BBLR dapat dicegah.  Kata Kunci : kejadian BBLR, paritas, preeklamps
    corecore