116 research outputs found

    Botani Meningkatkan Taraf Ekonomi Petani

    No full text
    Buku ini ditulis sebagai rujukan untuk masyarakat, mahasiswa dan pelaku bisnis yang dijadikan sebuah pedoman untuk memberikan pengetahuan serta minat tentang pengelolaan hasil botani dalam mengembangkan perekonomian masyarakat. Buku ini terdiri dari berbagai judul dan disesuaikan temanya dengan prodi yaitu Manajemen Bisnis Syariah berbasis kampung halaman masing- masing. Buku ini menjelaskan bagaimana strategi yang dapat diaplikasikan dalam pengelolaan hasil botani yang lebih baik, agar hasil botani yang dikelola dapat memberikan manfaat untuk masyarakat terkhususnya dalam meningkatkan taraf ekonomi para petani

    Peran UMKM Dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat

    No full text
    Peran UMKM Dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, karena atas berkat dan rahmatnya, buku Peran UMKM Dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat dapat terselesaikan. Penulis buku ini dilakukan dalam rangka untuk menjawab peran UMKM dan bagaimana kita mengelola usaha tersebut. Peran UMKM ini sangat penting dalam meningkatkan perekonomian masyarakat tergantung bagaimana cara mengelola usaha tersebut. Sebab itu penulis berharap melalui buku yang penulis buat ini dapat membantu bagi pengusaha untuk mendapatkan ide-ide baru dalam memasarkannya. Pembuatan buku ini tentunya masih jauh dari kata sempurna, baik secara konteks maupun konten, untuk itu penulis menerima kritik dan saran pembaca agar bisa dipebaiki lagi kedepannya

    Imamuddin (S. M.). The economic history of Spain under the Umayyads, 711-1031 A. C

    No full text
    Verlinden Charles. Imamuddin (S. M.). The economic history of Spain under the Umayyads, 711-1031 A. C. In: Revue belge de philologie et d'histoire, tome 44, fasc. 2, 1966. Histoire (depuis la fin de l'Antiquité) - Geschiedenis (sedert de Oudheid) pp. 614-616

    S. M. Imamuddin, Some Aspects of the Socio-Economic and Cultural History of Muslim Spain, 711-1492 A.D., VII-238 p., E. J. Brill, Leiden, 1965

    No full text
    Arnold Léon. S. M. Imamuddin, Some Aspects of the Socio-Economic and Cultural History of Muslim Spain, 711-1492 A.D., VII-238 p., E. J. Brill, Leiden, 1965. In: Mélanges de l'Université Saint-Joseph, tome 42, 1966. p. 323

    Placement of Entries, Phono-morphological Information and Emotive Idioms in Al-`Inarah Al-Tahzibiyyah Kamoes Arab-Melajoe

    No full text
    In Indonesia there are two kinds of bilingual Arabic-Malay dictionaries and 26 Arabic-Indonesian dictionaries (1925-2018), but all refer to the Dictionary of Al-`Inārah Al-Thżībiyyah Kamoes Arab Melajoe by H. Moehammad Fadloellah and B.Th. Brondgeest (1925). Based on research (Imamuddin, 2017), the placement of entries and subentries is often not consistent. Therefore, there is an urgency to research and revise the dictionary which is the "parent" of the 28 dictionaries. It is expected that the 28 dictionaries can be updated so that inaccuracies can be avoided. To propose research and revisions to the "parent" work, the factors analyzed are entries and subentries. Phonological information is given to readers so that they know the changes that occur in a word. Al-`Inārah provides this information. Morphological information also provides an explanation of the origin of words in Arabic. Therefore, the analysis will be accompanied by the book entitled Syaza Al-Urf fi Fan Al-Sharf (1980). Idiomatic structure is also presented by the author so that the reader knows that certain verbs must also be accompanied by certain prepositions

    Pengembangan Perangkat Model 4D

    No full text
    Pengembangan Perangkat Model 4

    ANALISIS PEMASANGAN PROTEKSI PETIR ELEKTROSTATIS YANG TERPASANG PADA GEDUNG AUDITORIUM DAN GKB UNISSULA

    No full text
    Hari guruh di Indonesia khususnya kota semarang dapat terjadi didataran tinggi maupun didataran rendah, tergantung arah hembusan angin. Guruh berasal dari awan cumulonimbus yang terbentuk dari gumpalan awan dengan ukuran vertikal hingga mecapai 14 km dan ukuran horizontal 1,5-7,5 km. Bangunan tinggi sangat rentan dan berpotensi terkena sambaran petir yang akan mengakibatkan kerusakan hingga terjadinya korban jiwa. Maka diperlukan proteksi petir pada gedung. Gedung auditorium dan GKB (gedung kuliah bersama) yang belum lama didirikan,menggunakan proteksi petir jenis elektrostatis dan produk tersebut mempunyai tipe radius 25 m, 60 m, 125 m. Maka dari tipe produk tersebut dapat dianalisa luas radius (zona proteksi) dengan metode ESE (Early Streamer System) dan tipe proteksi petir mana yang cocok (efektif) untuk memproteksi gedung auditorium dan GKB UNISSULA. Hasil penelitian radius 125 m pada gedung auditorium sudah efektif karena melindungi gedung itu sendiri dan beberapa area sekelilinganya. Proteksi petir internal dan sistem grounding pada gedung auditorium dan GKB belum sepenuhnya diimplementasikan berdasarkan SNI 03-7015-2004. Kata kunci : Analisa Radius Proteksi, Proteksi Petir Elektrostatis, Sistem Pentanahan Gedun

    Evaluasi Kapasitas Tampungan Setu Tarisi Kabupaten Majalengka

    No full text
    Setu Tarisi terletak di Desa Babajurang Kecamatan Jati Tujuh Kabupaten Majalengka, saat ini dengan menggunakan tadah hujan, kondisi fisik setu sudah memprihatinkan dan dalam kondisi rusak berat, terdapat retakan pada puncak bendungan baik secara vertikal maupun horisontal, akibat tidak adanya bangunan penahan seperti pasangan batu pada dinding lereng, banyak tumpukan sampah/puing serta endapan sedimentasi pada kedua bangunan pelimpah terletak pada bagian struktur, lantai saluran dan tembok sayap bangunan serta pintu intake yang beberapa item nya rusak atau hilang. Setu Tarisi yang dibangun pada tahun 1928, dapat menampung 270.534 m3 dari yang seharusnya 320.000 m3 air hujan ditahun 2015 dengan tingkat sedimentasi sebesar 0,51 cm/tahun atau volume sedimentasi sebesar 49.466 m3 untuk mengairi sawah sebesar 49 ha pada intensitas curah hujanuntuk 100 tahun

    EFFECT OF IRRADIATION AND 1-METHYLCYCLOPROPENE ON SHELF LIFE AND POST- HARVEST QUALITY OF ONION BULBS UNDER AMBIENT STORAGE CONDITION

    No full text
    A Thesis Submitted to Department of Entomology, Faculty of Agriculture. Sher-e-Bangla Agricultural University, Dhaka- In partial fulfillment of the requirements for the degree of MASTERS OF SCIENCE (MS) IN DEPARTMENT OF HORTICULTUREThe experiment was carried out at the Postharvest Laboratory of the Department of Horticulture, Sher-e-Bangla Agricultural University in Dhaka to observe the effects of irradiation and 1-MCP on shelf life and postharvest quality of onion bulbs during the period from March 2022 to June 2022. The onion variety used in this experiment was Indian Mori kata piaz. The experiment comprised four levels of gamma irradiation viz., I 0 = 0.00Gy, I 1 = 10Gy, I 2 = 60Gy, I 3 = 120Gy and four levels of 1-methylcyclopropene (1-MCP) viz., M 0 = 0.00 ppm, M 1 = 150 ppm, M 2 = 300 ppm, M 3 = 450 ppm were used in this experiment. The experiment was laid out in a completely randomized design (CRD) with three replications. Data revealed that Physiological weight loss and the rotting percentage were higher in the untreated (control) bulbs. In gamma radiation treatment, the minimum weight loss (17.01%), rooting percentage (7.9%) at 90 DAS. Maximum shelf life (110.83 days) of onion was found in I 3 treatment. In different 1-MCP treatment, the minimum weight loss (17.88%), minimum rotting percentage (12.61%), minimum total soluble solid (15.75 ºBrix) at 90 DAS. Maximum shelf life (103 days) of onion was found in M 3 treatment. The gamma irradiation treatment at 120 Gy in combination with 450 ppm 1-MCP preserved the quality of the onion bulbs for approximately 120 days under ambient condition. From the results, it may be concluded that treatment I 3 (120 Gy+ 450 ppm 1-MCP) could be used to prolong shelf life, reduce rotting percentage and quality retention of onion

    Analisis Kapasitas Saluran Jalan Kapuk Raya Jakarta Barat

    No full text
    Kelurahan Kapuk berada di kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, provinsi DKI Jakarta. Pada kelurahan ini, terdapat suatu daerah yang sering terjadi genangan pada saat turun hujan. Berdasarkan informasi dari warga sekitar saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi selama tiga jam, permukaan air dari saluran sudah menggenangi pemukiman hingga 20 cm yang akan surut dua jam kemudian. Bahkan pada saat tidak terjadi hujan pada daerah tersebut terdapat suatu titik yang memiliki muka air diatas saluran drainase yang telah disediakan. Salah satu penyebab terjadinya banjir yaitu tidak sesuainya penampang saluran yang telah ada untuk mengalirkan air. Pada tahun 2012 dilakukan pembangunan Rumah Pompa Kapuk 1 B yang bertujuan untuk mempercepat laju aliran yang menggenangi daerah tersebut dengan tujuan banjir dapat diminimalkan. Namun saat ini masih terjadi genangan dikarenakan kapasitas saluran belum memadai. Dengan menganalisa penampang saluran menggunakan metode distribusi curah hujan menggunakan metode Gumbel dihasilkan intensitas curah hujan 2 tahun sebesar 25,85 mm/jam dengan debit puncak sebesar 4,03 m3/detik, sementara penampang terkecil saluran eksisting memiliki kapasitas 1,07 m3/detik pada penampang eksisting 1,6 m x 0,9 m. Hasil analisa kapasitas yang diperlukan agar tidak terjadi banjir yaitu dengan menormalisasikan saluran dari ukuran penampang 1,6 m x 0,9 m menjadi 2 m x2 m sehingga debit yang dihasilkan sebesar 4,03 m3/detik
    corecore