4 research outputs found
Laporan Akhir Penelitian Terapan Kepakaran "Pemetaan Tenurial Untuk Pengelolaan Kolaboratif Sumberdaya Hutan Optimal Di Kawasan Muria"
Pengelolaan hutan bersama masyarakat (PHBM) menghasilkan berbagai program menggembirakan, namun masih menyisakan persoalan legendaris yakni konflik antar pengelola, masyarakat yang hidup di sekitar hutan tergolong belum sejahtera, koordinasi belum optimal, dan pengalihan penguasaan lahan. Urgensi pemetaan tenurial memperoleh data terkini dan informasi potensi hutan serta lingkungan yang dapat digunakan untuk pengelolaan kolaboratif dalam merealisasikan ketercapaian pembangunan berkelanjutan.
Data didapat menggunakan pengamataan, dokumentasi, pemetaan dan intepretasi citra Landsat 8 Operational Land Imager, wawancara, dan FGD. Data sekunder dari Peta Indikatif, informasi dari media massa. Analisis menggunakan kualitatif dan kuantitatif. Analisis deskriptif untuk menggambarkan bentuk saling ketergantungan dan ragam kepentingan dalam pengelolaan hutan, analisis SWOT untuk merumuskan strategi pengembangan, serta analisis SIG.
Hasil penelitian survei dilakukan di Kawasan Hutan Muria, termasuk fisiografis dan struktur regional Jawa Bagian Timur. Optimalisasi mengimplementasikan paradigma pembangunan green economy dalam mengelola sumberdaya hutan. Luas kawasan 11.247,6 ha. Dilihat dari struktur dan agihannya berturut-turut adalah hutan lindung 2.852 ha berposisi di lereng paling hulu, hutan produksi terbatas 5.432 ha, dan semakin ke hilir pada ketinggian 15-450 m difungsikan sebagai hutan produksi 2.963,6 ha. Pemetaan lokasi sampel luas hutan 67,89 ha atau 41,02%. Meluasnya tanaman ketela pohon menunjukkan dua tipe ekspansi, yaitu ekspansi informal menyebabkan konflik lahan, dan ekspansi formal menyebabkan berbasis lahan dan berbasis non lahan. Area yang cenderung mengalami perubahan adalah pada wilayah terluar hutan produksi, sedangkan hutan lindung yang berada pada Zona Inti tetap. Sumberdaya hutan yang dapat dioptimalkan memiliki fungsi ekologi, nilai ekonomi, dan nilai ilmiah atas eminance tumbuhan Parijoto (Medinilla speciosa Blume) sebagai tanaman obat masyarakat (etnobotani) antibakteri, anti inflamasi, antioksidan dan antikanker. Unggulan lain berupa tanaman Delima Unggu yang langka. Penentuan produk unggulan berbasis klaster menggunakan metode AHP, dan prioritas strategi SWOT pada kuadran 1 berpengaruh terhadap pengembangan sentra di kawasan bufer zone. Pengembangan model agroforesty sesuai dinamika sosial budaya menggunakan metode PRA mengkaji aspirasi menunjukkan nilai 3,25 dari total skor tertinggi 5. Tujuan ke 4 dan 5a dalam proses penyusunan
Tipologi Ruang Dalam Rumah Lamin Berdasarkan Sistem Adat Pada Masyarakat Suku Dayak
Rumah merupakan bangunan yang dibangun dengan tujuan untuk dijadikan tempat tinggal oleh manusia. Proses pembuatan rumah tak lepas dari penyesuaian antara kebiasaan dan kegiatan dari manusia yang akan menghuninya dari waktu ke waktu. Di Indonesia, rumah - rumah adat yang diturunkan oleh nenek moyang dapat dikatakan sebagai arsitektur nusantara. Rumah-rumah tersebut memiliki ciri khas tersendiri sesuai dengan tata letak geografisnya, sumber daya, adat, kepercayaan, kebiasaan dan budaya masyarakatnya. Masyarakat Dayak memiliki sistem tersendiri dalam mengorganisir kelompok suku mereka dalam hunian mereka. Suku Dayak pada umumnya menganut prinsip kekerabatan ambilineal. Prinsip kekerabatan ini mengharuskan seseorang untuk tinggal bersama dengan kerabat - kerabatnya dalam sebuah rumah. Studi ini difokuskan untuk mengidentifikasi pembagian ruang pada rumah Lamin, yang mana pembagian ruang ini sangat dipengaruhi oleh sistem adat yang berlaku. Tujuan artikel ini adalah untuk mengetahui Tipologi ruang dalam rumah tradisional Lamin. Hasil studi tentang tipologi ruang dalam rumah Lamin dapat dijadikan sebagai esensi pedoman bentuk Arsitektur rumah Lamin, yang akan memberikan kontribusi terhadap keilmuan arsitektur nusantara
TEORI MARKETING
Istilah Marketing diartikan sebagai suatu perpaduan antara rangkaian aktivitas-aktivitas yang saling berhubungan untuk dapat mengetahui apa yang dibutuhkan oleh konsumen sehingga perusahaan dapat mengembangkan produk, harga, pelayanan dan melakukan promosi supaya kebutuhan konsumen dapat terpenuhi serta perusahaan mendapatkan keuntungan. Marketing memang sangat erat kaitannya dengan aktivitas kehidupan kita sehari-hari sebab objeknya ialah Konsumen. Biasanya kita sebagai konsumen sering dihadapkan pada beberapa pilihan seperti memilih merek dari produk tertentu yang hendak kita beli, dimana kita akan membelinya dan menentukan waktu maupun kualitas saat melakukan pembelian. Jadi kita sebagai konsumen dapat dijadikan informasi yang dibutuhkan oleh para Marketer dalam melakukan kegiatan marketing. Dengan adanya marketing para konsumen tidak perlu memenuhi kebutuhannya secara sendiri-sendiri. Karena dengan melakukan pertukaran dengan para pelaku marketing, konsumen dapat memenuhi kebutuhan maupun kepuasannya dengan mendapatkan produk ataupun jasa. Berdasarkan hal tersebut maka, buku ini menyajikan segala yang dibutuhkan oleh para pengelola pelaku usaha dalam menjalankan roda perputaran perusahaannya agar dapat menciptakan kualitas dan kuantitasnya
DASAR-DASAR HUKUM PERDATA INTERNASIONAL
Perkembangan Hukum Perdata Internasional didasarkan pada kenyataan adanya koeksistensi dari berbagai sistem hukum di dunia yang sederajad. Setiap pembuat hukum di suatu negara pada dasarnya membentuk hukum sesuai dengan kebutuhan atau situasi yang ada di negaranya. Namun adakalanya terjadi peristiwa-peristiwa hukum yang menunjukkan adanya kaitan atau relevansi dengan lebih dari satu sistem hukum negara-negara. Bila kenyataan yang ada dikaitkan dengan materi HPI maka akan selalu timbul permasalahan-permasalahantertentu yang menjadi masalah pokok dalam mempelajari HPI yaitu:
Hakim atau badan peradilan manakah yang berwenang untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yuridis yang mengandung unsur asing;
Hukum manakah yang harus diberlakukan untuk mengatur dan atau menyelesaikan persoalan-persoalan yuridis yang mengandung unsur-unsur asing;
Bilamana atau sejauhmana suatu pengadilan harus memperhatikan dan mengakui hak-hak atau kewajiban-kewajiban hukum yang terbit berdasarkan hukum atau putusan hakim asing
Dengan adanya unsur masalah-masalah pokok dalam HPI ini maka dapat mempermudah para pembaca, baik mahasiswa, dosen, maupun stakeholder lainnya agar lebih mudah dalam mempelajari dan memahami apa itu HPI, perbedaan antara HPI dengan Hukum Internasional (publik) baik dari subyek hukum, sumber hukum maupun permasalahan yang diatur. Manfaat dan peranan ilmu begitu besar bagi para pembaca dan orang-orang yang menekuni profesi di bidang hukum dalam menerapkan teori-teori maupun kaidah dan asas hukum yang terkait dengan peristiwa HPI untuk memecahkan permasalahan yang ada dalam praktek di setiap negar
