1,720,965 research outputs found

    اكتساب المفردات لدى الطلبة في البرنامج الخاص لتعليم اللغة العربية: دراسة تحليلية لغوية سيكولوجية

    Full text link
    مستخلص البحث اكتساب اللغة (Language Acquisition) أىم االت الدراسة والبحث يف علم اللغة النفسى، سواء أكانت لغة أمًا أم لغة ثانية أم لغة أجنبية. فاكتساب اللغة ىو الميدان الذى تتضح فيو العلاقة الحقيقة بين علم اللغة وعلم النفس، حتى يخيل للقارئ أن علم اللغة النفسى ىو اكتساب اللغة وحسب. ومشكلة ىذا البحث ال ثتها الباحثة ىي ما المفردات المكتسبة لدى الطلبة يف الربنامج ااص لتعليم اللغة العربية وكيف استخدام المفردات المكتسبة لدى الطلبة يف الربنامج ااص لتعليم اللغة العربية وما العوامل المؤثرة يف اكتساب المفردات لدى الطلبة في البرنامج الخاص لتعليم اللغة العربية. وأردت الباحثة ببحث هذا البحث الجامعي بالدراسة الكيفية والمنهج الوصفي ألنو جيمع البيانات من الكلمات وليس من العداد. والنتائج ال حصلت عليها الباحثة هي تتكون من الطلبة مد إرفان زمزمى يكتسبها احدى وعشرون وعبد اادى يكتسبها عشرون وأمحد ولدان فرمان شو يكتسبها أربع وعشرون ويجيانتى تكتسبها خمس وعشرون وريتا أماليا تكتسبها أربع وعشرون. ونتيجة اسخدام المفردات التي تجعل الطلبة في مجلة مفيدة فحصل على تقدير المتنوعة. ولعومل التي تؤثر إلى اكتساب اللغة عند الطلبة في البرنامج الخاص لتعليم اللغة العربية هي الدافعية وعرض الرمسي والبيئة. ABSTRACT Language acquisition is a field of study and research which is very important in psycholinguistics, which discusses the native language, second language and foreign language. Thus language acquisition is a field that describes the true relationship between linguistics and psychology, so that the reader thinks that psycholinguistics is language acquisition. In this study, discusses the acquisition of a second language or Arabic language learning and researching on recovery mufrodat to students of Arabic Language Learning (PPBA) which is Psycholinguistics Analysis Study. This study used a descriptive-qualitative study illustrates clearly the nature and detail of the problems examined, recorded, and analyzed. While the data collection techniques that researchers use a data collection field study were derived from a variety of sources, literature and books relating to the completion of this thesis research. And the results of this study are very diverse. For example, Muhammad Irfan Zamzami obtain 21 mufrodat, Abdul Hadi get 20 mufrodat, Wildfire Ahmad Firman get 24 mufrodat, Wijianti get 25 mufrodat and Rita Amaliah get 23 mufrodat. And results in the use of mufrodat that was obtained was also very diverse in value. For example, Muhammad Irfan scored jayyid Zamzami, Abdul Hadi get to on value Mumtaz Ahmad Firman scored Wildfire jayyid Jiddan, Wijianti scored jayyid Jiddan and Rita Amaliah jayyid Jiddan scored. And the latter is the result of factors that influence them in acquiring mufrodat is Motivation, Presentation of formal and environmental factors. ABSTRAK Pemerolehan bahasa merupakan bidang kajian dan penelitian yang sangat penting dalam Psikolinguistik, yang membahas tentang bahasa ibu, bahasa kedua dan bahasa asing. Maka dari itu pemerolehan bahasa adalah bidang yang menjelaskan hubungan yang sebenarnya antara linguistik dan psikologi, sehingga pembaca berpikir bahwasannya psikolinguistik adalah pemerolehan bahasa. Dalam penelitian ini, membahas tentang pemerolehan bahasa kedua atau pembelajaran bahasa arab dan meneliti tentang pemerolehan mufrodat terhadap mahasiswa Program Pembelajaran Bahasa Arab (PPBA) yang merupakan Kajian Analisis Psikolinguistik. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif-kualitatif yang bersifat menggambarkan secara jelas dan terperinci terhadap masalah yang diteliti, mencatat, serta menganalisis. Sementara teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah studi lapangan yang pengumpulan datanya berasal dari berbagai sumber, literature dan buku-buku yang berkaitan dengan penelitian sebagai penyelesaian skripsi ini. Dan hasil penelitian ini sangat bermacam-macam. Misalnya, Muhammad Irfan Zamzami memperoleh 21 mufrodat, Abdul Hadi mendapatkan 20 mufrodat, Ahmad Wildan Firmansyah mendapatkan 24 mufrodat, Wijianti mendapatkan 25 mufrodat dan Rita Amaliah mendapatkan 23 mufrodat. Dan hasil dalam penggunaan mufrodat yang di peroleh itu juga sangat bermacam-macam nilainya. Misalnya, Muhammad Irfan Zamzami mendapat nilai Jayyid, Abdul Hadi mendapatk nilai Mumtaz, Ahmad Wildan Firmansyah mendapat nilai jayyid Jiddan, Wijianti mendapat nilai jayyid Jiddan dan Rita Amaliah mendapat nilai jayyid Jiddan. Dan hasil yang terakhir yaitu faktor-faktor yang mempengaruhi mereka dalam memeroleh mufrodat adalah Motivasi, Penyajian formal dan faktor lingkungan

    Hubungan kekerabatan diantara varietas keladi yang termasuk marga colocasia di wilayah Kota Palangka Raya

    Full text link
    ABSTRAK Keladi atau talas (Colocasia esculenta L. Schott) merupakan tumbuhan herba yang termasuk dalam marga Colocasia, keladi memiliki daya adaptasi yang cukup tinggi terhadap berbagai macam tanah. Sehingga tumbuhan ini tumbuh secara menyebar di Indonesia dan salah satunya adalah di wilayah kota Palangka Raya. Berdasarkan hasil observasi di lapangan ternyata ditemukan varietas keladi yang beranekaragam, sehingga perlu dilakukan inventarisasi dan dilihat hubungan kekerabatan diantara varietas keladi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kekerabatan diantara varietas keladi tersebut. Jenis penelitian ini merupakan deskriptif eksploratif, pengambilan data yaitu dengan cara survey ke lapangan dan pengamatan karakter-karakter morfologi organ vegetatif semua varietas. Data yang didapat selanjutnya dianalisis menggunakan analisis kelompok (cluster analysis)yang dinyatakan dalam bentuk fenogram (pohon kekerabatan),pembentukan kelompok pada semua varietas keladi tersebut berdasarkan nilai indeks kesamaan yang dihitung menggunakan rumus Indeks Kesamaan Sorensen. Adapun lokasi penelitian yaitu pada tiga kecamatan dengan lima kelurahan di kota Palangka Raya, serta penelitian ini dilakukan sejak bulan Juli 2015 sampai dengan bulan Agustus 2015. Hasil penelitian berdasarkan organ vegetatif ditemukan 7 varietas dengan nama lokal yaitu lais, biha, melahui, arpah, luwaw, pentol, dan bahandang. Dari fenogram yang terbentuk menunjukkan bahwa semua varietas yang diamati membentuk dua kelompok utama, kelompok pertama terdiri dari lais, luwaw, pentol, arpah dan bahandang, yang membentuk dua subkelompok. Sedangkan kelompok kedua terdiri dari biha dan melahui. Hasil analisis kelompok menunjukkan bahwa urutan nilai indeks kesamaan dari yang terbesar sampai yang terkecil yaitulais dan luwaw 59.3%, arpah dan bahandang 45.5%, lais, luwaw dan pentol 39.9%, lais, luwaw, pentol, arpah dan bahandang 31.2%, biha dan melahui 20%, serta lais, luwaw, pentol, arpah, bahandang, biha dan melahui 13%. Sehingga diketahui bahwa yang memiliki hubungan kekerabatan tertinggi yaitu varietas lais dan luwaw dengan nilai indeks kesamaan sebesar 59.3%, sedangkan yang hubungan kekerabatannya terendah yaitu varietas biha dan melahui dengan nilai indeks kesamaan sebesar 20%. ABSTRACT Taro (Colocasia esculenta L. Schott) is an herbaceous plant which is included in the genus Colocasia, taro has a fairly high adaptability to various kinds of soil. So that this plant grows sparsely in Indonesia and one of them in the region of Palangka Raya. Based on observation in the field, it was found that diverse varieties of taro, so we need an inventory and see the phenetic rlationship among taro varieties. This study aims to determine the phenetic rlationship among taro varieties. This reserch is descriptive exploratory, data retrieval is by a survey to the field and observations morphological characters of all varieties vegetative organs. The data obtained were then analyzed using cluster analysis were expressed in the form of fenogram (family tree), the formation of the group in all varieties of taro are based on the similarity index value is calculated using the formula Sorensen similarity index. The study sites are in three districts in five villages in Palangka Raya city, as well as the research carried out since the month of the July 2015 through the month of August 2015. The results based on vegetative organs found 7 varieties with local names are: Lais, Biha, Melahui, Arpah, Luwaw, Pentol, and Bahandang. From fenogram formed showed that all varieties are observed to form two main groups, the first group consists of: Lais, Luwaw, Pentol, Arpah, and Bahandang, which formed two subgroups. Th second group consists of Biha and Melahui. Results of cluster analysis showed that the sequence of index values in common fom the largest to the lowest: Lais and Luwaw 59.3 %, Arpah and Bahandang 45.5%, Lais, Luwaw, and Pentol 39.9%, Lais, Luwaw, Pentol, Arpah and Bahandang 31.2%, Biha and Melahui 20%, and the last Lais,Luwaw, Pentol, Arpah, Bahandang, Biha and Melahui 13%. So that it is known that which has the highest relationships varieties Lais and Luwaw the similarity index value of 59.3%, while the lowest is that relationshipsare varieties of Biha and Melahui the similarity index value of 20%

    Efektivitas Pembelajaran Matematika Melalui Model Means-Ends Analysis (MEA) Berbantuan Media Karsir Pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar di Kelas VIII MTs Miftahul Aula Bangkal

    Full text link
    Proses belajar mengajar sebaiknya menggunakan model pembelajaran yang tepat agar hasil belajar siswa meningkat. Salah satu model yang tepat digunakan dalam pembelajaran matematika adalah model pembelajaran Means-Ends Analysis (MEA). Karena dapat membuat peserta didik belajar lebih aktif, terbimbing, pembelajaran tidak lagi pasif dan mempermudah dalam memahami pelajaran yang diajarkan Tujuan dalam penelitian ini ialah untuk mengetahui pembelajaran Matematika menggunakan model Means-Ends Analysis (MEA) Berbantuan Media Karsir Pada materi bangun ruang sisi datar terlaksana dan tepat dalam pemilihan model dalam pembelajaran matematika dilihat dari hasil belajar siswa kelas VIII pretest dan posttest. Penelitian ini ialah penelitian (field research) yang terjun kelapangan untuk menggali dan mengumpulkan sejumlah data yang diperlukan mengenai model Means-Ends Analysis (MEA) berbantuan media karsir dalam hasil belajar siswa pada materi bangun ruang sisi datar. Pengumpulan data dalam penelitian ini diambil dengan cara metode tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Setelah data terkumpul, selanjutnya diproses dan dianalisis secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa setelah menggunakan model pembelajaran Means-Ends Analysis (MEA) berbantuan media karsir pada nilai posttest sebesar 85,00 termasuk dalam kualifikasi sangat baik, sedangkan rata-rata hasil belajar siswa sebelum diberikan perlakuan sebesar 43,06 yang berada pada kualifikasi cukup. Namun, pada hasil uji normalitas pada Kolmogorov-Smirnova. untuk siswa kelas VIII B MTs Miftahul Aula Bangkal menunjukkan signifikansi bernilai 0,003 < 0,05 tidak normal pada pretest , maka dilakukan uji wilcoxon untuk mengetahui efektivitas model Means-Ends Analysis (MEA) berbantuan media karsir pada materi bangun ruang sisi datar hasilnya Nilai Z yang diperoleh -3,739b dengan nilai p value asyms. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 lebih kecil dari nilai a yang ditetapkan yaitu 0,000 < 0,05. Maka Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan terdapat efektivitas sesudah menggunakan model pembelajaran Means-Ends Analysis (MEA)

    Mengeksplorasi Konsep Pendidikan Anak dalam Keluarga Berdasarkan Sudut Pandang Tafsir Al-Misbah

    Full text link
    Keluarga mempunyai fungsi penting bagi anak, terlebih dalam pembentukan karakter kepribadian dan penguatan pendidikan. Kurangnya pemahaman orang tua dalam mendidik anak bahkan dapat menyebabkan bullying oleh orang tua terhadap anak, terjadinya depresi pada anak, kekerasan fisik, kenakalan anak dan lain sebagainya. Kondisi yang memprihatinkan ini menuntut adanya penggalian konsep yang dapat dijadikan acuan dalam pendidikan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep Al-Quran tentang pendidikan anak dalam keluarga berdasarkan penafsiran M. Quraish Shihab dalam kitab tafsir Al-Misbah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan tafsir maudhu’i. Berdasarkan hasil eksplorasi, ditemukan 3 konsep utama dan 20 konsep turunannya: Pertama, konsep tarbiyah (pengasuhan dan pemeliharaan) yang terdapat pada Qs. Al-Isra ayat 24 dan Qs. As-Syu’ara ayat 18 meliputi: mengajarkan kasih-sayang, mendidik/ memelihara, mengasuh. Kedua, konsep ta’lim (pengajaran) yang terdapat pada Qs. An-Nahl ayat 78, Qs. Al-Alaq ayat 1-5, dan Qs. Luqman ayat 13 dan 17 meliputi: mengajarkan pendengaran, penglihatan dan hati, mengajarkan syukur, membaca, penggunaan nama Tuhan, mengajarkan sikap pemurah, penggunaan media ajar, menasehati, penggunaan panggilan sayang, mengajarkan tauhid, mengajarkan sholat, mengajarkan amar ma’ruf nahi munkar, mengajarkan kesabaran. Ketiga, konsep ta’dib (Mendisiplinkan akhlak dan budi pekerti) yang terdapat pada Qs. Luqman ayat 18 dan 19 meliputi: melarang bersikap sombong, melarang bersikap angkuh, melarang bersikap sombong dan bangga diri, mengajarkan kesederhanaan, mengajarkan adab berbicara. Konsep ini dapat dijadikan referensi bagi orang tua maupun pendidik dalam melaksanakan proses mendidik anak

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado
    corecore