1,720,968 research outputs found

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Tarian pencak silat dari Pakpak: tatak moccak

    No full text
    Tatak Moccak adalah sebuah warisan budaya, yang terlahir dari para leluhur sebelumnya, sudah barang tentu merupakan jelmaan dari proses pergulatan hidup yang menyejarah di bumi pakpak bharat. Ia mengandung nilai-nilai dilestarikan dari generasi ke generasi. Tarian ini merupakan salah satu tarian penyambut tamu dalam acara-acara adat pakpak, namun seiring perkembangan zaman tarian ini juga ditarikan diberbagai acara lain yang diadakan masyarakat pakpak seperti pernikahan, pembukaan pasar atau gedung dan juga telah difestivalkan

    Dugem Gaya Hidup para Clubbers (Studi Deskriptif tentang Kegiatan Dugem di Retro Spective

    No full text
    Saat ini digem tehh menjadi salah satu gaya hidup masyarakat perkotaan Gaya hidup yang pemnih dengan hura-hawa dan kesenangan ini sering dianggap sebagai suatu hal yang negatif oleh sebagian besar masyarakat Keglamoran gaya hidup par penikmat chegem yang biasa disebut clubber mi dianggap bertolak belakang dengan keadam masyarakat Indonesia Terus berkembangnya pemikat dugem ini kemudian memunculkan pertanyaan-pertanyaan tentang siapa saja yang disebut sebagai clubbers? Apa saja yang dilakukan chubbers saat digem? dan apa yang diperoleh chubbers dari kegiatan dugem ? sehingga perlu dilakukan penelitian secara sisterratis Penelitian ini bertipakan deskriptif dengan pendekatan penelitian kualitatif Untuk memperoleh data, metode yang digunakan adalah observasi semi-partisipasi, wawancara mendalam dan studi pustaka. Penelitian ini berlokasi di Retrospective yang merupakan salah saru diskonk di Kota Medam Adapun yang menjadi unit analisis dalam penelitian mi adalah para penikmat hiburan malam yang sering berkunjung ke diskotik Retro Informan dalan penelitian ini adalah 12 clubbers yang mengunjungi retro dengan frekuensi kunjungan minimal satu kali dalam seminggu Hasil dari penelitian im menjelaskan bahwa yang disebut para clubber adalah para penikmat kehidupan malam yang memilih cara menghabiskan waktunya dengan berkumpul dengan teman-temannya di sebuah diskotik dengan segala aktivitas didalanmaya Kegiatan yang biasa dilakukan clubbers pada saat dugem adalah ngobrol, mimum, dan dance (jojing) Aktivitas ini adalah kegiatan utan para chubber pada saat dugem dan mampu membuat para clubber merasa sang dan terlebur dalam suasana malam hingga hapa waktu Para clubber metasa halwa pada saat dugem mereka dapat memperoleh kepuasan, kesenangan, informasi dan cita dari Melahu dugem para clubber merasa memperoleh kepuasan dan kesenangan yang mampu menghilangkan beban pikiran yang mereka rasakan I Dan penelitian ini disimpulkan bahwa dugem merupakan salah satu dari berbagai gaya hidup yang diamit oleh masyarakat perkotaan khususnya para penikmat dunia malam Pars clubber umumnya menjadikan digem sebagai cara mereka memperoleh hiburan dan kesenangan Clubbers terdiri dari berbagai golongan lai dari siswa hingga pekerja, generasi muda hingga yang tua, dan dari yang kaya hingga yang miskin Beranekaragamnya latar belakang para clubber in kenndian menciptakan tipe-tipe clubbers yang berada di dalam diskotik sesuai dengan prilaku mereka Pol konsumsi merupakan pembentuk utan dari gaya ladap para clubber Dugem dianggap para clubber merupakan bagian dari sebuah kemajuan dan bagi mereka sebuah kemajuan adalah sesuatu yang harus diikuti Anggapan bahan budaya atapun gaya hidup Barat adalah sebuah kemajuan kenndian memunculkan konsep ketertinggalan pada mereka yang tidak mengikuti trend tersebut. Para clubber umaya menganggap bahwa gaya hidup yang mereka lakukan adalah bagian dari sebuah peradaban yang lebih maju dan par clubbers juga memiliki anggan balwa orang-orang yang tidak menjalani kehidupan seperti yang mereka lakukan adalah orang-orang yang hidup dalam kekurangan dan tertinggal dibandingkan mereka127 HalamanSkripsi Sarjan

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    Manulangi: ritual penghormatan kepada orang tua di masyarakat Parmalim, Hutatinggi No.31/2021

    No full text
    Manulangi dalam konsep masyarakat batak adalah menyuapkan makanan dan minuman kepada orang tua sebagai tanda bakti anak kepada orangtua, dan juga bermakna sebagai penghormatan tertinggi dalam konteks perjalanan hidup selain itu juga bernilai sebagai perwujudan sikap ikhlas untuk melepaskan orang tua apabila meninggal

    Rondang bintang wisata: etnografi tahunan Simalungun No.28/2011

    No full text
    Ritualitas, secara etimologis berarti perayaan atau upacara yang berhubungan denga kepercayaan tertentu dalam suatu masyarakat. ritualitas merupakan ikatan yang paling penting dalam masyarakat bergama. Ritualitas yang dilakukan bahkan dapat mendorong masyarakat untuk melakukan dengan nilai dan tatanan sosial yang sudah di sepakati bersama
    corecore