168 research outputs found
Pengaruh Metode Latihan Terbimbing Terhadap Kemampuan Menulis Cerpen Dengan Menggunakan Pengalaman Pribadi
ABSTRAK Suryani, Lisa. 2017. Pengaruh Metode Latihan Terbimbing Terhadap Kemampuan Menulis Cerpen dengan Menggunakan Pengalaman Pribadi. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Hj. Siti Cholisotul Hamidah, M.Pd Kata kunci: metode latihan terbimbing, kemampuan menulis cerpen dengan menggunakan pengalaman pribadi Kemampuan menulis sangat diperlukan dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Kemampuan menulis dapat diterapkan dalam menulis cerpen. Kemampuan menulis cerpen dapat ditingkatkan dengan melakukan kegiatan menulis cerpen secara terus- menerus sehingga akan mempengaruhi hasil dan prestasi siswa dalam menulis cerpen. Saat ini banyak siswa yang mengalami kesulitan mengembangkan idenya dalam menulis teks cerpen. Oleh karena itu, untuk melihat kemampuan siswa mengungkapkan idenya menulis teks cerpen digunakan metode latihan terbimbing dalam menulis cerpen dengan menggunakan pengalaman pribadi. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan pengaruh metode latihan terbimbing terhadap kemampuan menulis cerpen dengan menggunakan pengalaman pribadi. Pengaruh metode latihan terbimbing kemampuan menulis cerpen dengan menggunakan pengalaman pribadi tersebut ditentukan oleh lima aspek, yaitu (1) kesesuaian alur dalam cerpen berdasarkan pengalaman pribadi, (2) kesesuain tokoh dan penokohan berdasarkan pengalaman pribadi, (3) kesesuaian latar dalam cerpen berdasarkan pengalaman pribadi, (4) kesesuaian sudut pandang dalam cerpen berdasarkan pengalaman pribadi, dan (5) kesesuaian tema dalam cerpen berdasarkan pengalaman pribadi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain penelitian eksperimen semu. Sampel dalam penelitian ini menggunakan satu kelas kontrol dan satu kelas eksperimen pada kelas XI SMA Negeri 8 Malang. Nilai hasil menulis cerpen pada kedua kelas tersebut digunakan untuk mendeskripsikan perbandingan penggunaan metode latihan terbimbing dengan teknik pembelajaran konvensional dalam pembelajaran menulis cerpen berdasarkan pengalaman pribadi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tugas menulis cerpen dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menganalisis hasil tes yang diperoleh pada saat prates dan pascates. Data dalam penelitian ini berupa nilai penggambaran alur, penggambaran tokoh dan penokohan, penggambaran latar, penggambaran sudut pandang, dan pengembangan tema dalam cerpen yang ditulis berdasarkan pengalaman peribadi. Analisis data dihitung menggunakan uji-t. Sebelum uji-t, telebih dahulu dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas sebagai uji prasyarat. Data pada penelitian ini dinyatakan normal dan homogen sehingga uji-t dapat dilanjutkan. Pengujian hipotesis diterima apabila thitung> ttabel dan ditolak apabila thitung < ttabel dengan ttabel pada taraf signifikansi 0,05.Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan metode latihan terbimbing berpengaruh terhadap kemampuan menulis cerpen dengan menggunakan pengalaman pribadi siswa kelas XI SMA Negeri 8 Malang pada aspek menggambarkan alur dan pengaluran, menggambarkan tokoh dan penokohan, menggambarkan latar dan pelataran, menggambarkan sudut pandang, dan mengembangkan tema. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, saran yang dapat diberikan kepada guru mata pelajaran bahasa Indonesia khususnya guru SMA Negeri 8 Malang adalah guru dapat menggunakan metode latihan terbimbing dalam pembelajaran menulis cerpen di ke kelas XI untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Bagi peneliti lain, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai referensi penelitian lebih lanjut terkait dengan pengggunaan metode latihan terbimbing. Peneliti lain dapat menerapkan metode latihan terbimbing dalam penelitian dasar yang tidak sama atau jenis penelitian lain
Sport Club (Arsitektur Tropis)
Kota Medan merupakan pintu gerbang wilayah Indonesia bagian barat dan
merupakan salah satu kota besar di Indonesia, penduduknya berjumlah 2.109.339
dengan luas 265,10 km² dan kepadatan 7956,76 Orang/km2. Penduduk yang padat
berbanding lurus dengan aktifitas dan mobilitas masyarakat, sehingga kegiatan
masyarakat juga menjadi semakin padat dan beragam. Aktivitas yang padat
tersebut membuat masyarakat menjadi jenuh, lelah dan stress sehingga butuh
sarana atau tempat yang dapat mengurangi hal tersebut, yaitu dengan hiburan
salah satunnya dengan berolahraga. Hal ini tampak pada hari libur, tempat-tempat
hiburan seperti mall, cafe, tempat olahraga, dan tempat hiburan lainya ramai
dikunjungi.
Medan yang merupakan kota ketiga terbesar di Indonesia dengan
perkembangan pembangunan yang pesat, hal ini sangat berpengaruh bagi
kehidupan masyarakat kota medan, baik dari segi ekonomi maupun tingkat sosial
masyarakatnya. Pertumbuhan penduduk kota medan yang relatif tinggi
mengakibatkan bertambahnya aktivitas masyarakatnya, sehingga meningkat pula
kebutuhan masyarakat akan fasiltas pendukung yang memiliki peran penting dalam
perkembangan kota.
Kehidupan di kota besar, seperti Medan yang penuh dengan aktivitas dan
rutinitas dapat menimbulkan kejenuhan dan tekanan mental pada masyarakatnya.
Hal ini juga menyebabkan keterbatasan waktu luang mereka untuk bersantai guna
melepas kejenuhan akan rutinitas yang dijalankan setiap harinya. Dalam kondisi
seperti inilah mereka membutuhkan suatu sarana untuk mendapatkan perubahan
suasana yang dapat menjadi suatu terapi untuk memulihkan dan menyegarkan
kembali jiwa dan raga mereka.165 HalamanSkripsi Sarjan
Pusat Kreativitas Seni (Arsitektur Ekspresionisme)
Medan has a relatively small area with a relatively large population. This makes the
activity and high mobility and activities of the society become increasingly diverse.
One of them is a community activity which is essentially creative and potential.
However, each community did not have a forum to express themselves.138 HalamanSkripsi Sarjan
Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan & Anak Arsitektur Perilaku
Perdagangan manusia, kebanyakan adalah perempuan dan anak, adalah sebuah masalah serius yang harus diperhatikan oleh pemerintah Indonesia. Walaupun belum ada data yang lengkap dan resmi tentang seberapa besar masalah ini, diprediksi sekitar 700.000 sampai 1.000.000 anak-anak dan perempuan yang diperdagangkan di Indonesia, dimana kebanyakan korban dijual sebagai pekerja seks komersial PSK 1, pembantu rumah tangga, pencuri, penyalur obat-obat terlarang, dan ekspoloitasi pekerjaan lainnya seperti perkebunan dan restoran. Masalah perdagangan ke luar negeri juga menjadi perhatian serius sejak terdapat 1400 kasus tentang perdagangan wanita yang bisa terlacak dan terjadi di tahun 2000, berdasarkan catatan polisi (Kompas, September 2001)
Kenaikan jumlah keluarga yang miskin dan anak-anak yang putus sekolah pada sem tingkat pendidikan, berkurangnya kesempatan kerja dan konflik sosial yang dinebabkan oleh) krisis ekonomu, yang akunya menyebabkan terdinys perdagangan perempuan dan anak Hal ini semakin diperparah oleh fakta baliwa itu keluarga dan solidaritat nosial yang melemah dalam menyalurkan batuati ekonou soual dan pakologa dan juga kendali pada anggota keluarganya.90 HalamanSkripsi Sarjan
Isolasi, Karakterisasi Dan Produksi Lipase Dari Kapang Indigenous.
Ketergantungan beberapa industri di Indonesia dalam memanfaatkan enzim yang diperoleh atau diproduksi dari luar negeri, mendorong para ahli enzim atau peneliti untuk mengisolasi enzim yang diperoleh dari mikroorgasnisme indigenous. Salah satu enzim yang digunakan di industri pangan adalah lipase. Lipase merupakan biokatalisator yang mempunyai kemampuan mengkatalisis reaksi hidrolisis minyak/lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Salah satu pemanfaatan lipase yaitu sebagai biokatalis dalam interesterifikasi enzimatik pada pembuatan margarin. Untuk memodifikasi lemak pada campuran bahan baku margarin melalui intereseterifikasi enzimatik, maka dibutuhkan mikroorganisme penghasil lipase dengan aktivitas tinggi. Salah satu mikrorganisme yang potensial dan mampu menghasilkan lipase adalah kapang. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan isolat kapang indigenous penghasil lipase, mengetahui morfologi dan spesies kapang, stabilitas enzim, kondisi suhu dan pH optimum. Penelitian dilakukan melalui beberapa tahap yaitu isolasi kapang penghasil lipase, identifikasi morfologi dan spesies kapang, uji aktivitas lipase secara kualitatif dan kuantitatif, penentuan media dan waktu produksi enzim, serta karakterisasi enzim. Hasil percobaan menunjukkan bahwa ketiga kapang hasil isolasi dari isolat BPPT, tempe dan oncom positif menghasilkan lipase setelah diuji secara kualitatif menggunakan media dengan penambahan Rhodamin B olive oil dan PVA. Ketiga isolat mampu menghasilan pendaran berwarna orange dan membentuk zona bening disekitar koloni isolat. Berdasarkan hasil penentuan konsentrasi suspensi spora dengan konsentrasi 5% dan 10% (v/v) dengan tingkat kepadatan spora berkisar 105-4.3x108 selama 4 hari fermentasi, konsentrasi suspensi spora 10% menghasilkan aktivitas spesifik lebih tinggi dibandingkan dengan konsentrasi spora 5% pada ketiga kapang. Berdasarkan kurva pertumbuhan kapang dan enzim yang dihasilkannya dapat dijelaskan bahwa lipase dihasilkan pada awal pertumbuhan. Secara kuantitatif, penentuan media dan waktu produksi dari hasil perbandingan aktivitas spesifik enzim ketiga kapang pada media produksi PDB dan olive oil 2%, PDB dan crude palm oil (CPO) 2% serta media Blain (1978) yang mengandung KH2PO4 0.3%, NaNO3 0.1%, MgSO4.7H2O 0.05%, pepton 4%, glukosa 2% dan olive oil 2% menunjukkan bahwa aktivitas enzim paling tinggi adalah pada media PDB olive oil jam ke 48. Lipase yang dihasilkan ketiga kapang memiliki aktivitas optimum pada pH 4, suhu 40oC dan stabil pada suhu 55oC selama 30 - 40 menit. Aktivitas spesifik enzim setelah dilakukan pemekatan 10 kali (v/v) dengan polietilen glikol (PEG) mampu meningkatkan aktivitasnya menjadi 2.9-5.1 kali lipat dibandingkan dengan aktivitas spesifik sebelum dipekatkan. Sedangkan hasil pemekatan menggunakan aseton dengan berbagai konsentrasi, menunjukkan bahwa aktivitas spesifik enzim pekat mengalami penurunan. Berdasarkan identifikasi morfologinya dan molekuler isolat R (dari isolat BPPT) merupakan kapang genus Aspergillus, isolat T (dari tempe) termasuk dalam Rhizopus sp dan isolat O (dari oncom) termasuk dalam Neurospora sp
Pembangunan Kembali Pasar Padang Bulan ( Arsitektur Perilaku )
Negara Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang bersaing
dengan negara maju dan negara berkembang lainnya. Indonesia juga merupakan negara
kepulauan dimana masing-masing pulau dan daerahnya mempunyai potensi sumber daya
yang berbeda-beda. Oleh karena itu Indonesia menerapkan sistem otonomi daerah dalam
mengatur negaranya. Sistem otonomi daerah merupakan suatu sistem dimana
pemerintah pusat memberikan hak dan wewenang kepada tiap-tiap daerah untuk
mengatur daerahnya sendiri.
Kota Medan merupakan salah satu kota terbesar yang berada di Propinsi
Sumatera Utara dan mempunyai hak otonomi tersebut. Oleh karena itu pemerintah Kota
Medan mempunyai kewenangan untuk mengatur daerahnya. Pengembangan infrastruktur
tata kota diatur oleh pemerintah kota dengan maksud dan tujuan yang baik, begitu pula
dengan pengembangan pasar tradisional di Kota Medan. Salah satuya adalah pasar
Padang Bulan atau lebih dikenal dengan Pajak Sore.
Pasar tradisional sendiri merupakan salah satu warisan budaya dan kebiasaan
yang berawal sejak nenek moyang kita mengenal adanya transaksi jual beli. Namun tidak
seperti kebanyakan warisan budaya lainnya, pasar tradisional cenderung lebih
terbelakang dan kurang mendapat perhatian. Pasar tradisional merupakan salah satu
bukti bahwa masyarakat kita juga sudah mengenal sistem perdagangan sejak lama.
Selain menjadi bagian dari sejarah dan peninggalan budaya, keberadaan pasar
tradisional ini juga menguntungkan secara ekonomi, karena dengan adanya pasar
tradisional ini, kegiatan jual beli masyarakat sudah memiliki wadah yang menjadi tempat
untuk bertransaksi, maka ekonomi masyarakat sekitar juga menjadi ikut terdorong.143 HalamanSkripsi Sarjan
Kompleks Wisata Agro Buah dan Sayur Medan (Arsitektur Hijau)
Sebagai Negara agraris, Indonesia memiliki kekayaan alam dan hayati yang sangat
beragam yang jika dikelola dengan tepat, kekayaan tersebut mampu diandalkan menjadi
andalan perekonomian nasional. Kondisi agroklimatik di wilayah Indonesia sangat sesuai
untuk pengembangan komoditas tropis dan sebagian sub tropis pada ketinggian antara nol
sampai ribuan meter diatas permukaan laut. Komoditas pertanian (mencakup tanaman
pangan, holtikultura, perkebunan, kehutanan, peternakan dan perikanan) dengan
keragaman dan keunikannya yang bernilai tinggi serta diperkuat oleh kekayaan kultural
yang sangat beragam mempunyai daya tarik kuat sebagai Wisata Agro. Keseluuhannya
sangat berpeluang besar menjadi andalan dalam perekonomian Indonesia.
Kepariwisataan merupakan salah satu industri strategis di dunia. Hal ini disebabkan
sebagian Negara-negara yang ada di dunia mendapatkan devisa dari sektor kepariwisataan
mereka. Selain sebagai industri terbesar, kepariwisataan juga merupakan kegiatan yang
stategis jika ditinjau dari segi pengembangan ekonomi dan social budaya karena
kepariwisataan mendorong terciptanya lapangan pekerjaan, perkembangan investasi,
peningkatan pendapatan masyarakat, peningkatan kualitas masyarakat dan dapat
menanamkan rasa cinta tanah air terhadap nilai-nilai budaya bangsa.162 HalamanSkripsi Sarjan
Planetarium Medan ( Arsitektur Metafora )
Sudah beribu-ribu tahun manusia tinggal dan hidup di bumi dengan selalu dinaungi
langit. Di langit yang cerah kita dapat melihat benda-benda langit berupa planet,
matahari, bulan, bintang, meteor, dan pada waktu-waktu tertentu meteor. Kemunculan
benda-benda langit dan berbagai fenomena alam lainnya yang berulang secara teratur,
menyebabkan kita dapat mengenal dimensi waktu. Selanjutnya dimensi waktu ini
menjadi penting sekali dalam pengamatan fenomena alam secara umum.
Astronomi sebagai bagian dari sains merupakan ilmu yang paling awal dalam
peradaban manusia, yang sudah dikenal sekitar 3000 tahun sebelum jaman Babilonia
kuno. Pada masa itu sudah tertarik untuk mengetahui gejala-gejala alam dengan
mengamati perubahan yang terjadi di langit yang kemudian banyak melahirkan mitosmitos
dan muncul ilmu astrology, yang ,mempelajari tentang pergerakan benda-benda
langit seperti matahari, bulan, plane-planet dan bintang-bintang, yang dipercaya
mempunyai dampak atau pengaruh terhadap kehidupan seseorang. Orang-orang
Romawi mempunyai andil yang sangat besar dalam perkembangan ilmu astronomi
maupun astrologi.
Seperti kebudayaan-kebudayaan lain di dunia, masyarakat asli Indonesia juga sejak
lama menaruh perhatian pada langit. Keterbatasan pengetahuan membuat kebanyakan
pengematan dilakukan untuk keperluan astrologi. Pada tingkatan praktis, pengamatan
langit digunakan dalam pertanian dan pelayaran. Dalam masyarakat Jawa misalnya
dikenal pranatamangsa, yaitu peramalan musim berdasarkan gejala-gejala alam, dan
umumnya berhubungan dengan tata letak bintang di langit.184 HalamanSkripsi Sarjan
Medan Athletic Arena (Struktur Sebagai Elemen Estetis)
Olahraga merupakan kegiatan yang dapat memberikan kesehatan dan kesenangan
kepada manusia. Olahraga juga merupakan satu keharusan dari aspek biologis manusia
guna mengembangkan ketahanan yang bersifat menyeluruh, pembentukan ketrampilan
hidup, ketrampilan sosial, ketrampilan berfikir, pembentukan prestasi, penghayatan nilainilai
sportifitas, nilai-nilai moral dan estetika.
Olahraga terbagi atas1 :
Olahraga pendidikan adalah pendidikan jasmani dan olahraga yang dilaksanakan
sebagai bagian proses pendidikan yang teratur dan berkelanjutan untuk
memperoleh pengetahuan, kepribadian, ketrampilan, kesehatan, dan kebugaran
jasmani.
Olahraga rekreasi adalah olahraga yang dilakukan oleh masyarakat dengan
kegemaran dan kemampuan yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan kondisi
dan nilai budaya masyarakat setempat untuk kesehatan, kebugaran, dan
kegembiraan.
Olahraga prestasi adalah olahraga yang membina dan mengembangkan
olahragawan secara terencana, berjenjang, dan berkelanjutan melalui kompetisi
untuk mencapai prestasi dengan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi
keolahragaan.
Olahraga amatir adalah olahraga yang dilakukan atas dasar kecintaan atau
kegemaran berolahraga.
Olahraga profesional adalah olahraga yang dilakukan untuk memperoleh
pendapatan dalam bentuk uang atau bentuk lain yang didasarkan atas kemahiran
berolahraga.
Olahraga penyandang cacat adalah olahraga yang khusus dilakukan sesuai dengan
kondisi kelainan fisik dan/atau mental seseoarang151 HalamanSkripsi Sarjan
Kenyamanan Pejalan Kaki Terbadap Pemanfaatan Jalur Pedestrian di Jalan JaminGinting Medan
City development is identified by the rapid development which is the
realization of the functional development of the residents of Medan. But the city
development has brought about the decrease in the quality and the quantity of public
space. As we know, public space is joint tenancy, and one of the functions of public
space is pedestrian lane (sidewalk). Jalan Jamin Ginting is one of the main streets of
Medan which crowdedly used by street users, including pedestrians. As it is
dominated by students, this street, including its sidewalk, should reflect a functional
public space. Therefore, in order to create a pedestrian space on Jalan Jamin
Ginting as comfortable public space, it is necessary to conduct a study on the comfort
for pedestrians through physical and climate comfort. Physical comfort includes
accessibility, the width of the sidewalk, street furniture, vegetation, and other
elements. Climate comfort includes temperature and humidity. Pedestrians'
satisfaction was obtained through descriptive method which is expected to satisfy
them, viewed from the factors of its physical and climate comfort. The result of the
research showed that existing condition and the available supporting facilities in
supporting pedestrians' comfort on Jalan Jamin Ginting was in the category of
inconvenience. Viewed from the aspect of climate comfort, it lacked of shading, while
viewed from physical comfort, it was inconvenient because of a lot of constraint on
the road surface as the parking place. It is recommended that the micro climate
should be modified by constructing shelters of planting trees so that they will provide
shades and physical comfort and will eventually provide smooth flow, convenience,
and accessibility for the space users in their work The space users actually want the
hardening of sidewalk which does not disturb work activities, while street equipment
and street furniture and the laying down of its utility strand should facilitate the
users' mobility on pedestrian lane.91 HalamanTesis Magiste
- …
