1,720,994 research outputs found

    DERAJAT INFEKSI DAN TINGKAT PREVALENSI CACING Anisakis sp PADA IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) DI TPI KOTA PEKALONGAN

    Full text link
    The objective of this study was to look at the degree of infection and the prevalence of anisakis presence in the body of Euthynnus affinis . research was conduct in March - April 2017 at TPI (fish auction)  of Pekalongan city.  The length of fish used are 19-24 cm fish as the first group and 25-33 cm as the second group. The number of fish used as many as 50 fish that is divided into 2 groups as above. In this study, observation of the presence of anisakis worms carried on the organs in the fish body of the intestine, stomach, liver and fish muscles. The results showed that the degree of fish infection was 12.6 in size 19-24 cm, while the degree of infection in the 25-33 cm group was 16.5. While the prevalence value in fish group size of first 60% and group size second 88%. The value belongs to the highly infection criteria. The largest amount of anisakis found in the gut organs because on that organs is full of food which needed to grow for parasit. In both groups of anisakis worms found in the intestine more than 100, while in the liver ranged from 10 to 36.

    Pengaruh penambahan tepung kunyit (Curcuma longa Linn.) terhadap pertumbuhan dan rasio konversi pakan ikan kakap putih (Lates calcarifer, Bloch)

    Full text link
    Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 1sampai 3 Desember 2021 di Laboratorium Air Payau dan Laut Fakultas Perikanan Universitas Pekalongan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung kunyit (Curcuma longa Linn.) pada pakan terhadap pertumbuhan dan FCR ikan kakap putih (Lates calcarifer, Bloch). Penelitian menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah A (pakan ditambah tepung kunyit 5 gr/kg pakan), B (pakan ditambah tepung kunyit 10 gr/kg pakan), C (pakan ditambah tepung kunyit 15 gr/kg pakan) dan D (pakan ditambah tepung kunyit 20 gr/kg pakan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan D memberikan hasil terbaik dengan pertumbuhan biomassa mutlak tertinggi sebesar 6,6 g dan FCR 1,4. Setelah dilakukan analisis regresi didapatkan nilai > 96%, artinya penambahan tepung kunyit pada pakan berpengaruh terhadap pertumbuhan biomassa mutlak dan FCR ikan kakap putih. Tingkat kelangsungan hidup (SR) ikan selama penelitian pada semua perlakuan adalah 100%. Kualitas air selama penelitian masih dalam kisaran yang wajar yaitu suhu 28 -30 C, salinitas 28-30 ppt dan pH 7,4-7,8

    Aplikasi Penerapan Biosecurity Pada Kegiatan Budidaya Udang di PT. Manunggal Setia Makmur, Kabupaten Probolinggo

    Full text link
    Shrimp culture is one of the lucrative fisheries agribusiness businesses to develop. However, in recent years there have been many crop failures in shrimp farming due to disease. The purpose of this society service is to provide counseling about the application of biosecurity in shrimp farming operational. The results of the service show that the service participants who are workers in the ponds of Manunggal Setia Makmur Corp. was very enthusiastic about participating in the program presentation. In addition, after presentation of the material and interactive dialogue with the presenters, the workers at this Manunggal Setia Makmur Corp. also immediately applied the concepts they got from this counseling event to his work in the shrimp pond. The conclusion obtained from this society service event is that most of the employees in Manunggal Setia Makmur Corp. still has not applied the concept of biosecurity to its shrimp culture operations. On this occasion the author provides education and examples of the application of practical biosecurity concepts in intensive shrimp farming activities

    KAJIAN PEMANFAATAN LDPE SEBAGAI PELAPIS TAMBAK UDANG VANAMEI (Litopenaeus vannamei) DI TAMBAK FAKULAS PERIKANAN UNIVERSITAS PEKALONGAN

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan plastik LDPE sebagai pelapis dasar tambak udang vanamei terhadap pertumbuhan udang vanamei dan kualitas air tambak. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan membandingkan hasil produksi dan kualitas air dari tambak dengan pelapis LDPE dan tambak dengan dasar tanah. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertumbuhan udang vanamei di tambak dengan lapis LDPE pada DOC 84, MBW mencapai 16,4, SR 92,9%, FCR 1,04. Tambak dengan dasar tanah pada DOC yang sama MBW hanya mencapai 13,8 g, SR 43,9% dan FCR mencapai 1,7. Beberapa parameter kualitas air yang menunjukkan perbedaan diantaranya adalah densitas pytoplankton, DO, dam NH3.Kata kunci : udang vanamei, tambak plastik LDPE, pertumbuha

    Analisis Kandungan Timbal (Pb) ,Cadmium (Cd) pada Air dan Ikan Bandeng (Chanos chanos) di Tambak Kota dan Kabupaten Pekalongan

    Full text link
    Salah satu masalah lingkungan wilayah pesisir Pekalongan yang akhir-akhir ini mendapat perhatian serius adalah pencemaran logam berat. Pencemaran logam berat akan merusak lingkungan perairan dalam hal stabilitas, keanekaragaman dan kedewasaan ekosistem. Penelitian di lakukan pada Tambak tambak di Kota Pekalongan, pada Bulan Oktober sampai Desember 2014. Analisis laboratprium dilakukan di laboratorium Biologi UNSOED Purwokerto. Alat yang digunakan dalam penelitian meliputi jaring, termos es, penggarsis, kertas milimeter, kertas label, timbangan analitik, oven, tabung reaksi, corong pemisah, labu takar, pipet, Atomatic Absorbtation Spectrofotometer (AAS). Bahan penelitian terdiri dari air tambak, ikan bandeng dan bahan bahan kimia untuk keperluan analisis laboratorium.1.Hasil kisaran Pb dalam ikan bandeng yang di uji dari tambak kota Pekalongan antara 0.015 – 0.02 mg/Kg dan Cadmium pada 0.073 – 0.095 mg/Kg yang masih dibawah standar baku mutu maksimum cemaran logam berat menurut SNI 78 87 Tahun 2009. Kawasan perairan Kabupaten dan Kota Pekalongan telah mengalami penurunan kualitas air karena ditemukan kadar Pb dan Cd pada air tambak sebagai akibat pembuangan limbah batik dan kegiatan industri. Kata kunci: Tambak, bandeng, logam bera

    Penambahan Tepung Buah Pepaya (Carica papaya L.) Terhadap Pertumbuhan dan Rasio Konversi Pakan Ikan Bandeng (Chanos chanos)

    Full text link
    Ikan bandeng (Chanos chanos) merupakan salah satu ikan yang digemari oleh masyarakat dan potensial untuk dikembangkan karena bernilai ekonomis. Buah pepaya merupakan salah satu buah yang mengandung enzim papain. Enzim papain bertugas sebagai biokatalisator dalam reaksi kimia pada proses metabolisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan buah pepaya pada pakan terhadap pertumbuhan dan rasio konversi pakan serta untuk mengetahui dosis yang tepat untuk pakan ikan bandeng. Ikan uji menggunakan ikan bandeng berukuran 3 cm dengan padat tebar 1 ekor/L. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), terdiri atas 4 perlakuan 3 ulangan. Pakan uji yaitu pakan yang ditambahkan tepung buah pepaya sesuai dosis tiap perlakuan yaitu 0 % per kg pakan (A); 5% per kg pakan (B); 7,5 % per kg pakan (C); dan 10% per kg pakan (D). Frekuensi pemberian pakan sebanyak 3 kali sehari dan dipelihara selama 35 hari. Hasil penelitian menunjukkan nilai pertumbuhan bobot mutlak terbaik yaitu pada perlakuan 7,5% per kg pakan (D). Rasio konversi pakan terbaik yaitu pada perlakuan 7,5% per kg (D). Kualitas air selama pemeliharaan ikan bandeng yakni suhu 27–29 0C, salinitas 27–30 ppt, pH 6,8–7,3, dan DO 5 – 6 mg/l. Kata kunci: Buah Pepaya, FCR, Ikan Bandeng, PertumbuhanIkan bandeng adalah salah satu spesies ikan yang digemari oleh masyarakat dan menjanjikan untuk dikembangkan karena bernilai ekonomis. Buah pepaya dikenal sebagai salah satu alternatif bahan alami yang memiliki enzim papain. Enzim papain berfunsi sebagai biokatalisator dalam reaksi kimia pada proses metabolisme. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi adanya penambahan tepung buah pepaya pada pakan buatan terhadap pertumbuhan, rasio konversi pakanikan bandeng, dan untuk mengetahui dosis terbaik untuk pakan ikan bandeng. Penelitian ini menggunakan ikan bandeng berukuran 3 cm dengan padat tebar 1 ekor/L. Metode penelitian ini yaitu metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL), terdiri atas 4 perlakuan 3 ulangan. Pakan uji yaitu pakan yang ditambahkan tepung buah pepaya sesuai dosis tiap perlakuan yaitu 0 % per kg pakan (A); 5% per kg pakan (B); 7,5 % per kg pakan (C); dan 10% per kg pakan (D). Pemberian pakan dilakukan sebanyak 3 kali sehari denagn lama pemeliharaan 35 hari. Hasil penelitian menunjukkan nilai pertumbuhan bobot mutlak terbaik yaitu pada perlakuan 7,5% per kg pakan (D). Rasio konversi pakan terbaik yaitu pada perlakuan 7,5% per kg (D). Hasil pengkuran kualitas air selama penelitian yakni suhu 27–29 0C, salinitas 27–30 ppt, pH 6,8–7,3, dan DO 5 – 6 mg/l

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    PENGARUH PEMBERIAN AKAR TUBA (DERRIS ELLIPTICA) DAN SAPONIN DENGAN KOMBINASI DOSIS YANG BERBEDA TERHADAP MORTALITAS IKAN KAKAP PUTIH (LATES CALCARIFER)

    Full text link
    Pengaruh Pemberian Akar Tuba (Derris elliptica) dan Saponin dengan Kombinasi Dosis Yang Berbeda Terhadap Mortalitas Ikan Kakap Putih  (Lates calcarifer) Lilis Handayani, Hadi Pranggono, LinayatiProgram Studi Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan Universitas PekalonganEmail : [email protected] ABSTRAKIkan kakap (Lates calcarifer) adalah merupakan salah satu komoditas budidaya laut unggulan di Indonesia karena memiliki pertumbuhan yang relatif cepat dan mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan budidaya. Ikan kakp putih salah satu hama di dalam tambak udang, diantara kegagalan budidaya ialah disebabkan oleh masuknya hama kedalam tambak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi dosis akar tuba dan saponin terhadap mortalitas ikan kakap putih dan untuk mengetahui kombinasi dosis akar tuba dan saponin yang optimum terhadap mortalitas ikan kakap putih. Penelitian ini menggunakan metode RAL dan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi dosis akar tuba dan saponin dapat mempercepat mortalitas ikan kakap putih. Data mortalitas perlakuan C menunjukan nilai LC 50 dengan rata-rata yaitu 39,58 menit dan pada LC 100 yaitu 43,28 menit, perlakuan B menunjukan nilai LC 50 dengan rata-rata yaitu 49,45 menit dan pada LC 100 yaitu 49,57 menit dan perlakuan A menunjukan nilai LC 50 dengan rata-rata yaitu 75,86 menit dan pada LC 100 yaitu 80,66 menit. Sehingga diketahui pemberian akar tuba dan saponin dengan kombinasi dosis yang berbeda berpengaruh terhadap mortalitas ikan kakap putih dan dosis yang optimum adalah perlakuan C yaitu 25% akar tuba dan 75% saponin. Kualitas air selama penelitian masih dalam kisaran optimum dan layak untuk kehidupan ikan kakap putih.  Kata kunci : Ikan kakap putih, akar tuba dan saponin, mortalitas, kualitas air ABSTRACTSeabass is one of the leading marine aquaculture commodities in Indonesia because it has a relatively fast growth and easily adjust to the cultivation environment. Seabass  pheasant fish one of the pests in the shrimp pond, among the failure of the cultivation is caused by the entry of pests into the pond. This study aims to determine the effect of combination of tubal and saponin root dose to mortality of seabass  and to determine the optimum combination of tuba root and saponin doses of seabass  mortality. This research uses RAL method and qualitative analysis. The results showed that combination of tubal doses and saponins could accelerate mortality of seabass . The data of C treatment mortality showed LC 50 value with mean of 39,58 minute and at LC 100 that was 43,28 minutes, B treatment showed the value of LC 50 with average that is 49,45 minutes and at LC 100 that is 49,57 min and A treatment showed the value of LC 50 with average that is 75,86 minutes and at LC 100 that is 80,66 minutes. So it is known to give the tuba root and saponin with a combination of different doses effect on mortality of seabass and the optimum doses is C treatment that is 25% tubal root and 75% saponin. The water quality during research is still within the optimum and feasible range for the life of seabass.  Keywords : Seabass, tuba root and saponin, mortality, water qualit

    Pengaruh Penambahan Tepung Bunga Telang (Clitoria ternatea) pada Pakan Terhadap Pertumbuhan Ikan Gabus Pulchra (Channa pulchra)

    Full text link
    Tujuan penelitian adalah menetukan dosis terbaik dan pengaruh ekstrak bunga telang yang dicampurkan ke pakan ikan gabus pulchra untuk pertumbuhan. Masa penelitian dilakukan dalam jangka waktu 30 hari dengan ikan uji berupa ikan gabus dengan spesifik 1.5 g.ekor-1 dengan panjang tubuh  6–7 cm dan pakan uji yaitu dengan mencampurkan pakan berprotein 39% (pellet) dengan tepung bunga telang dengan perlakuan yang ditentukan A (0 g.kg-1), B (10 g.kg-1), C (20 g.kg-1), serta D (30 g.kg-1). Parameter yang diperhatikan selama penelitian berupa pertumbuhan mutlak, FCR, SR, dan kualitas air media pemeliharaan. Hasil yang didapatkan berpengaruh nyatanya ekstrak bunga telang yang dicampurkan kepakan pada pertumbuhan ikan gabus pulchra. Penambahan tepung bunga telang pada pakan dapat meningkatkan biomassa dan FCR. Perlakuan D dengan penambahan tepung bunga telang 30g/kg pakan merupakan dosis terbaik yang menghasilkan nilai biomasa 1,94 dan FCR 1.99, kelulusanhidupan  100%. Parameter kualitas air selama penelitian layak untuk budidaya ikan gabus pulchra. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Penambahan tepung bunga telang dengan dosis berbeda berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan benih ikan gabus pulchra secara progresif.Tujuan penelitian adalah menetukan dosis terbaik dan pengaruh ekstrak bunga telang yang dicampurkan ke pakan ikan gabus pulchra untuk pertumbuhan. Masa penelitian dilakukan dalam jangka waktu 30 hari dengan ikan uji berupa ikan gabus dengan spesifik 1.5 g.ekor-1 dengan panjang tubuh  6–7 cm dan pakan uji yaitu dengan mencampurkan pakan berprotein 39% (pellet) dengan tepung bunga telang dengan perlakuan yang ditentukan A (0 g.kg-1), B (10 g.kg-1), C (20 g.kg-1), serta D (30 g.kg-1). Parameter yang diperhatikan selama penelitian berupa pertumbuhan mutlak, FCR, SR, dan kualitas air media pemeliharaan. Hasil yang didapatkan berpengaruh nyatanya ekstrak bunga telang yang dicampurkan kepakan pada pertumbuhan ikan gabus pulchra. Penambahan tepung bunga telang pada pakan dapat meningkatkan biomassa dan FCR. Perlakuan D dengan penambahan tepung bunga telang 30g/kg pakan merupakan dosis terbaik yang menghasilkan nilai biomasa 1,94 dan FCR 1.99, kelulusanhidupan  100%. Parameter kualitas air selama penelitian layak untuk budidaya ikan gabus pulchra Kata kunci: ikan gabus, pakan, pertumbuhan, tepung bunga telan
    corecore