41 research outputs found

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING MENGGUNAKAN MEDIA KARTU PADA MATERI PETA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN IPS KELAS IV SD MUHAMMADIYAH BANDA ACEH.

    No full text
    ABSTRAKCut,Linasari. 2011. Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Learning Menggunakan Media Kartu Pada Materi Peta Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran IPS Kelas IV SD Muhammadiyah Banda Aceh. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing:(1) Drs. Abdul Wahab Abdi, M.Si., (2) Drs. M. Yusuf Harun, M.Pd.Kata Kunci: PTK, model pembelajaran Cooperative Learning, hasil belajar, IPSJenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yaitu suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Peningkatan hasil belajar IPS siswa kelas IV SD Muhammadiyah Banda Aceh melalui penerapan model pembelajaran Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Learning, aktivitas guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran mencerminkan keterlaksanaan model pembelajaran Cooperative Learning, keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dengan model pembelajaran Cooperative Learning, dan respon siswa kelas IV SD Muhammadiyah Banda Aceh setelah proses pembelajaran dengan menggunakan model Cooperative Learning.Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Muhammadiyah Banda Aceh yang berjumlah 28 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan: Tes hasil belajar siswa, lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, lembar pengamatan keterampilan guru mengelola pembelajaran dan angket respon siswa menggunakan model pembelajaran Cooperative Learning. Analisis data menggunakan statistik sederhana yaitu persentase. Berdasarkan pengolahan data, Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 75% menjadi 96% siswa yang tuntas belajar, persentase ketuntasan klasikal pun meningkat dari 60% menjadi 90%. Aktivitas guru dan siswa antara siklus I sampai siklus II telah mencerminkan penerapan model pembelajaran Cooperative Learning. Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative Learning meningkat dari perolehan skor rata-rata 2,71 dengan katagori baik menjadi 2,93 dengan katagori baik dan respon siswa terhadap model pembelajaran Cooperative Learning dapat dikatakan baik. 89,2 persen dari 28 siswa berpendapat bahwa dengan belajar melalui model pembelajaran Cooperative Learning dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi aktivitas penduduk Indonesia yang telah dipelajari. Berdasarkan hasil analisis data di atas, temuan ini dapat disimpulkan bahwa meningkatnya hasil belajar IPS siswa kelas IV SD Muhammadiyah dengan penerapan model pembelajaran Cooperative Learning

    PERILAKU KONSUMSI MAKANAN KARIOGENIK DAN MENYIKAT GIGI ANAK DI SD KECAMATAN RAJABASA KOTA BANDAR LAMPUNG

    No full text
    Anak adalah generasi yang akan menjadi penerus bangsa sehingga mereka harus dipersiapkan dan diarahkan sejak dini agar dapat tumbuh dan berkembang menjadi anak yang sehat jasmani dan rohani, maju, mandiri dan sejahtera menjadi sumberdaya yang berkualitas. Kesehatan gigi merupakan salah satu aspek dari kesehatan secara keseluruhan. Penyakit mulut yang paling umum adalah karies gigi dan penyakit periodontal. Penyakit-penyakit ini merupakan penyebab utama hilangnya gigi. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor berhubungan dengan perilaku makan makanan kariogenik dan menyikat gigi anak. Jenis penelitian survei analitik dengan desain yang digunakan adalah cross sectional. populasi 1800 Murid SD dan sampel 377 Murid. Sampel diambil secara random. Analisa data univariat, bivariat, multivariat dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menyatakan ada hubungan sikap, iklan, sarana, pengaruh guru dan pengaruh orang tua, tidak ada hubungan antara pengetahuan, dan uang saku dengan perilaku konsumsi makanan kariogenik dan menyikat gigi anak di SD Kecamatan Rajabasa Kota Bandar Lampung tahun 2012, dan pengaruh orang tua merupakan variabel yang paling dominan. Peneliti menyarankan peran orang tua ditingkatkan dalam  membimbing, pengawasan kebiasaan menyikat gigi dan perilaku jajan anak di sekolah ataupun di rumah

    Pengaruh Penggunaan Media Poster dan Leaflet terhadap Pengetahuan Siswa SMA di Bandar Lampung tentang Karies Gigi

    No full text
    Upaya untuk meningkatkan pengetahuan adalah dengan penyuluhan kesehatan. Perilaku yang didasari pengetahuan yang benar akan lebih bertahan lama daripada perilaku yang tidak didasari pengetahuan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh Penggunaan Media Poster dan Leaflet Terhadap Pengetahuan Siswa/I SMA di Bandar Lampung Tentang Karies Gigi Pada Tahun 2016. Metode penelitian yan digunakan oleh penulis adalah Quasi eksperiment (eksperimen semu). Rancangan penelitian yang dipergunakan adalah rancangan Non equivalent control group design, rancangan ini sangat baik untuk evaluasi pendidikan kesehatan dan pelatihan lainya. Pengelompokan anggota sampel pada kelompok eksperimen tidak dilakukan secara random atau acak. Rancangan penelitian ini betujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media poster dan leaflet terhadap pengetahuan siswa/i di Bandar Lampung tentang karies gigi. Lokasi penelitian dilakukan di SMAN yang ada  di Bandar Lampung. Sasaran dari penelitian ini adalah siswa-siswi SMA N 10 Bandar Lampung dan SMA N 5 Bandar Lampung. Populasi yang dijadikan sampel penelitian berjumlah 138 orang. Variabel dalam penelitian ini adalah Pengetahuan Siswa/I SMA N 10 dan SMA N 5 Tentang Karies Gigi. Hasil dari Penelitian ini adalah sebagai berikut poster lebih berpengaruh dalam meningkatkan pengetahuan siswa/I tentang karies gigi

    HUBUNGAN PERILAKU MENYIKAT GIGI PADA MALAM HARI DENGAN TINGKAT KEPARAHAN GINGIVITIS PADA REMAJA DI BANDAR LAMPUNG

    No full text
    Menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan cara menyikat gigi diwaktu yang tepat pada malam hari sebelum tidur belum menjadi perilaku masyarakat Indonesia. Hal tersebut tentu saja dapat menyebabkan berbagai masalah, salah satunya adalah gingivitis.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui Pengaruh perilaku menyikat gigi pada malam hari terhadap terjadinya Tingkat keparahan gingivitis pada remaja  Bandar Lampung. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif Analitik dengan pendekatan cross sectional.Menyikat gigi pada malam hari sangat penting dilakukan, karena apabila tidak menyikat gigi pada malam hari penumpukan sisa – sisa makanan yang tertumpuk akan diubah oleh bakteri menjadi asam yang menginflamasi gingiva, keadaan tersebut diperburuk dengan jumlah saliva yang berkurang pada saat tidur sehingga asam yang dihasilkan akan semakin pekat dan kemampuannya untuk merusak semakin besar pula. Hal ini dibuktikan dengan nilai p value 0,000 < α (0,05) sehingga ada pengaruh yang kuat antara kebiasaan menyikat gigi pada malam hari dengan tingkat terjadinya gingivitis pada remaja di Bandar Lampung

    LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) SD NEGERI 4 WATES, KULON PROGO

    No full text
    Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan salah satu rangkaian mata kuliah yang wajib diikuti mahasiswa. SD Negeri 4 Wates merupakan salah satu sekolah yang ditunjuk oleh pihak UNY untuk menjadi lokasi PPL pada tahun 2015. Tujuan dari program PPL adalah untuk memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam bidang manajerial dan pembelajaran di sekolah, memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam rangka melatih dan mengembangkan keprofesionalan dalam bidang keguruan atau pendidikan, memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal, belajar, dan memahami seluk beluk sekolah dengan segala permasalahannya, serta memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan dan kemampuan yang telah dimiliki dalam proses pembelajaran. Program kegiatan PPL adalah mengajar mata pelajaran dasar selama satu bulan dimulai tanggal 10 Agustus sampai dengan 12 September 2015. Sebelum proses pembelajaran dilaksanakan di kelas, praktikan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), membuat media pembelajaran, dan alat penilaian. Dari pelaksanaan kegiatan PPL, dapat disimpulkan bahwa kegiatan PPL, dapat memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam pengembangan kompetensi di bidang pendidikan, memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dan mengenal segala permasalahan di sekolah yang terkait dengan proses pembelajaran, memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan ilmu, pengetahuan, dan keterampilan yang telah dipelajari dalam kehidupan nyata di sekolah, serta dapat meningkatkan hubungan kemitraan yang baik antara UNY dengan sekolah yang terkait, yaitu SD Negeri 4 Wates

    PELAKSAAAN MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLE NON EXAMPL EDENAN MEDIA MAKET PADA KOMPETENSI DASAR MENGIDENTIFIKASI ILMU BANGUNAN GEDUNG SISWA KELAS X TGB DI SMKN 1 KEMLAGI MOJOKERTO

    No full text
    Siswa masih merasa kesulitan memahami mata pelajaran mengidentifikasi Ilmu Bangunan Gedung dan belum bisa membayangkan bentuk asli sebuah sambungan, sedangkan pembelajaran yang dilakukan dengan pembelajaran model ceramah. Pembelajaran dengan model pembelajaran Example non Example ditambah dengan media maket merupakan suatu inovasi pembelajaran. Rumusan masalah penelitian ini adalalah bagaimana hasil belajar siswa setelah menggunakan model pembelajaran Example Non Example dengan media maket pada mata pelajaran mengidentifikasi ilmu bangunan gedung di SMKN 1 Kemlagi Mojokerto?. Penelitian ini menggunakan penelitian experimen dengan desain penelitian one-shot case study, yaitu pelaksanaan model pembelajaran example non example dengan media maket pada kompetensi dasar mengidentifikai ilmu bangunan gedung di SMKN 1 Kemlagi Mojokerto. Tahapan penerapan dengan model pembelajaran example non example dengan media maket, setelah itu dilakukan latihan posttest, selanjutnya dilakukan analisis data hasil latihan, dan didapat hasil kelayakan perangkat, keterlaksanaan pembelajaran dan hasil belajar siswa. Instrumen penelitian ini meliputi lembar validasi perangkat, lembar keterlaksanaan pembelajaran dan lembar tes hasil belajar. Analisis data terdiri dari analisis kelayakan perangkat, analisis keterlaksanaan pembelajaran, dan analisis hasil belajar siswa setelah menerima pembelajaran dengan model example non example dengan media maket. Hasil analisis data penelitian secara deskriptif dan kuantitatif kelayakan perangkat menunjukkan presentase 89,4% dan keterlaksanaan pembelajaran mendapatkan presentase sebesar 84% termasuk dalam kategori sangat layak untuk digunakan dalam pembelajaran, berarti pembelajaran dengan model pembelajaran example non example dengan media maket terlaksana dengan baik, dan analisis hasil belajar siswa mendapat hasil rata-rata kelas 84% dalam kategori sangat baik dan tuntas, dengan t tabel = 7,851 dan t hitung = 1,697 dengan nilai signifikansi 0,05. Hal ini berarti bahwa harga thitung > ttabel, sehingga H0 diterima dan Ha ditolak. Pernyataan ini sesuai dengan ketentuan uji pihak kiri, jika harga thitung > ttabel maka H0 diterima dan Ha ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa siswa telah memenuhi kriteria ketuntasan belajar minimum (KKM) >75. Kata kunci: hasil belajar, media maket, model pembelajaran example non example. Students still find it difficult to understand the subjects to identify the science building and could not imagine the original shape of a connection, and the learning is done by learning model of lecture. Learning by learning model example non example coupled with a mock media is a learning innovations. Formulation of the problem of this research after using learning model example non example with a mock media on subjects identified science building in scondary vacational schools 1 Kemlagi Mojokerto. This research uses experimental research study design with a one-shot case study, namely implementation of learning model example non example by mockups media to the basic competence to identify the science building class X engineering drawings of buildings in vacational high school 1 Kemlagi Mojokerto. Stages of implementation of the learning model example non example with mockups media, after it conducted exercises posttest, then performed the data analysis results of the exercise, and the obtained results of the feasibility, enforceability of learning and student learning outcomes. The instrument of the study include validation learning device letters, materialized learning letters and achievement test letters. The data analysis consisted of a feasibility analysis tools, materialized learning analysis, and analysis of student learning outcomes after receiving a learning model example non example with mock media. The results of the data analysis by descriptive and quantitative study the feasibility of the device indicates the percentage of 89.4% and enforceability of learning to get a percentage of 84% included in the category of very viable for use in learning, learning means learning model example non example with media mockups done well, and analysis of learning outcomes of students got an average yield of 84% grade in the category of a very good and complete, with value of t table = 7.851 and t = 1,697 with a significanted value of 0.05. This means that the price tarithmatic> ttable, so H0 is accepted and Ha rejected. This statement is in accordance with the provisions of the test left, if price tarithmatic> ttable then H0 is accepted and Ha rejected, so it can be concluded that the student has met the minimum criteria of mastery learning (KKM)> 75. Keywords: learning outcomes, learning model example non example, mockups media

    Analisis Faktor Faktor Internal yang Mempengaruhi Penyaluran Kredit Bank Umum yang Terdaftar pada Bursa Efek Indonesia Periode 2017

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dana pihak ketiga (DPK), capital adequacy ratio (CAR), dan non performing loan (NPL) terhadap jumlah penyaluran kredit pada bank umum di Indonesia periode 2017. Penelitian dilakukan pada 42 bank umum di Indonesia yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ada metode analisis linear berganda. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data laporan keuangan tahunan yang bersumber dari website Bursa Efek Indonesia. Hasil pengujian menunjukkan bahwa secara parsial, dana pihak ketiga berpengaruh positif terhadap jumlah kredit yang disalurkan. Sedangkan secara simultan variabel dana pihak ketiga (DPK), capital adequacy ratio (CAR), dan non performing loan (NPL) berpengaruh terhadap jumlah kredit yang disalurkan

    EFEKTIVITAS TEKNIK BERMAIN PERAN DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA

    No full text
    Die Sprechfertigkeit ist ein Teil der Sprachfertigkeiten im Deutschunterricht an der SMA Kartika Siliwangi II Bandung. Nach der Beobachtung der Lernergebnisse der Schüler beim Sprechen gibt es viele Schüler, die noch Schwierigkeiten haben, auf Deutsch gut und richtig zu äuβern. Einer der Gründe ist die Unfähigkeit der Schüler, ihre Gedanken oder Ideen zu äuβern. Es wird vermutet, dass die Unfähigkeit mit der Lerntechnik, die der Lehrer im Deutschunterricht verwendet, zusammenhängt. Rollenspiel ist eine Lerntechnik, in der Schüler eine Rolle spielen, um sich in die Lage der anderen zu versetzen. Beim Fremdsprachenunterricht ist Rollenspiel eine gute Technik, um die Schüler zum Sprechen zu motivieren. Deshalb können die Schüler ihre Meinung leichter äuβern. Aus diesem Grund möchte die Verfasserin herausfinden, wie die Effektivität der Anwendung des Rollenspiels zum Steigern der Sprechfertigkeit ist. Die Daten wurden von 31 Schülern im Studienjahr 2007-2008 an der SMA Kartika Siliwangi II Bandung genommen. Die Daten wurden durch Lilifors/Normalität und Probe-t verarbeitet. Entsprechend dem obengenannten Untersuchungsziel wurde die Verfasserin in dieser Untersuchung die Vor-Experimente-Methode (quasi-experiment) mit one group pretest-posttest benutzt. Die Normalitätsprobe zeigte, dass das Ergebniss normal ist, denn die Signifikanzahl ist > 0,05. Die Durchschnittsnote für den Vortest der Sprechfertigkeit ist 53,71% und 71,26% für den Nachtest. Das Ergebnis der Berechnung des Signifikants ist th > tt (11,25 > 1,70). Folgendes werden Ergebnisse in dieser Untersuchung festgestellt: es gab bedeutende Entwicklung zwischen dem Vortest und dem Nachtest. Das Rollenspiel war im Deutschunterricht in der XI IPA 2 auf der SMA Kartika Siliwangi II Bandung effektiv. Die Sprechfertigkeit der Schüler zeigt eine bedeutende Steigerung, nachdem die Rollenspieltechnik im Deutschunterricht verwendet wurde, denn fast alle Schüler mögen diese Technik

    KEEFEKTIFAN VIDEOTHERAPY DALAM MENUMBUHKAN KESADARAN ANTI-BULLYING PADA SISWA KELAS V

    No full text
    AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk keefektifan penggunaan videotherapy dalam menumbuhkan kesadaran anti-bullying pada siswa kelas V SD Negeri Kepek Pengasih Kulon Progo. Penelitian ini merupakan penelitian pre-experimental dengan bentuk intact group comparison. Subjek penelitian ini 28 siswa kelas V. Teknik pengumpulan data menggunakan skala Likert. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan membandingkan rata-rata hasil skor postest. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pretest dan postest pada kelompok eksperimen adalah 114,21 dan 126,64. Sementara itu, skor rata-rata pretest dan postest kelompok kontrol adalah 114,07 dan 125,50. Berdasarkan perbandingan rata-rata dari hasil postest, dapat diketahui bahwa rata-rata kelompok eksperimen lebih besar dibandingkan kelompok kontrol. Dapat disimpulkan bahwa videotherapy terbukti efektif dalam menumbuhkan kesadaran anti-bullyingKata kunci: kesadaran anti-bullying, videotherapyAbstractThis research aims to determine the effectiveness of videotherapy in growing anti-bullying awareness of 5th grade students in  SD Kepek Pengasih Kulon Progo. This research was a pre-experimental intact group comparison type. The subjects of this research were 28th students of 5th grade. Data collection technique in this research used Likert Scale. Data were analyzed using descriptive statistics with compare mean of postest results. The research results show that score pretest and postest mean of experiment group were 114.21 and 126.64. Meanwhile, score pretest and postest mean of control group are 114,07 and 125.50. Based on mean comparasion of postest result, mean of experiment group is bigger than control group. It is conclude that videotherapy grow anti-bullying awareness. Keywords: anti-bullying awareness, videotherapy

    Pengaruh Efikasi Diri Dan Kemandirian Belajar Terhadap Minat Belajar IPA Siswa Kelas VII Di SMPN 1 Sambit

    No full text
    Semangat dan minat belajar peserta didik kelas VIII di SMPN 1 Sambit terhadap mata pelajaran IPA mulai menurun. Menurunnya minat belajar dapat dipengaruhi oleh rendahnya tingkat efikasi diri peserta didik dan kemandirian belajar peserta didik. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk meneliti lebih dalam tentang pengaruh efikasi diri dan kemandirian belajar terhadap minat belajar IPA di SMPN 1 Sambit. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat efikasi diri peserta didik terhadap minat belajar IPA kelas VIII di SMPN 1 Sambit, pengaruh kemandirian belajar peserta didik terhadap minat belajar IPA kelas VIII di SMPN 1 Sambit dan pengaruh timgkat efikasi diri dan kemandirian peserta didik terhadap minat belajar IPA kelas VIII di SMPN 1 Sambit. Pendektan yang digunakan dalam penelitian pendekatan kuantitatif, dengan jenis penelitian ex post facto. Teknik pengambilan data dilakukan secara random sampling. Dengan jumlah sampel 56 peserta didik.Teknik analisis data dilakukan dengan cara deskriptif statistik dan analisis inferensial statistik. Hasil analisishasil analisis inferensial statistik diperolah hasil bahwa variabel efikasi diri, kemandiriaan belajar secara bersamaan memberikan pengaruh terhadap minat belajar, dengan koefisien determinasi r2 sebesar 0,583
    corecore