6 research outputs found
Pelatihan Pembelajaran Interaktif untuk Pelaksana Kelas Persiapan Pernikahan di Kecamatan Sambi Boyolali
Kasus perceraian di Indonesia masih mengalami peningkatan dalam lima tahun terakhir. Pada tahun 2020, BPS mencatat persentase perceraian mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya, yaitu 4,7 juta pasangan. Sedangkan menurut data Dirjen Dukcapil, data cerai hidup hingga pertengahan tahun 2021 mencapai 3,97 juta pasangan. Tingginya angka perceraian tersebut disebabkan oleh banyak faktor seperti masalah ekonomi, isu kesetiaan, termasuk ketidaksiapan membina rumah tangga. Sebagian besar calon pengantin di Indonesia menikah tanpa membekali diri dengan pengetahuan yang cukup tentang pernikahan. Kementerian Agama terus berupaya menekan angka perceraian dengan mewajibkan calon pengantin untuk mengikuti kelas persiapan pernikahan sebagai syarat mendaftarkan pernikahan. Di Kecamatan Sambi, kelas persiapan pernikahan dilaksanakan oleh Puskesmas dan KUA. Metode yang selalu digunakan dalam kelas persiapan pernikahan adalah ceramah sehingga peserta cenderung bosan dan kurang bersemangat. Sedangkan, agar tujuan pendidikan kesehatan dapat optimal, diperlukan metode yang dapat melibatkan sebanyak mungkin indera. Untuk itu, perlu dilakukan Pelatihan Metode Pembelajaran Interaktif dengan Kartu Permainan untuk Pelaksana Kelas Persiapan Pernikahan di Kecamatan Sambi Kabupaten Boyolali. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan kemampuan Pelaksana Kelas Persiapan Pernikahan dalam menyampaikan materi di Kelas Persiapan Pernikahan. Setelah mengikuti pelatihan, para pelaksana Kelas Persiapan Pernikahan berkomitmen untuk menerapkan metode pembelajaran interaktif yang telah dipelajari.
Kata Kunci: Kelas Persiapan Pernikahan, Pelatiha
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEIKUTSERTAAN PAP SMEAR PASANGAN USIA SUBUR (PUS) DI DAERAH RW XIII PERUMAHAN PUCANG GADING SEMARANG
Kanker serviks adalah penyakit kanker yang disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV). Kanker serviks menjadi penyebab kematian wanita pertama di Indonesia. Menurut dara Rumah Sakit dan Puskesmas di Kota Semarang tahun 2004, ditemukan 1.115 kasus kanker serviks, tahun 2006 sebanyak 4160 kasus kanker serviks, dan pada tahun 2007 terdapat 5.481 kasus kanker serviks. sementara menurut WHO tahun 2008, keikutsertaan pap smear di Indonesia hanya 5%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keikutsertaan pap smear oleh PUS di daerah RW XIII Perumahan Pucang Gading Semarang. Jenis penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif analitis. Populasi penelitian ini adalah wanita PUS dengan jumlah total 316. Sampel sebanyak 75 menggunakan metode simple random sampling. Analisis data dilakukan secara statistik dengan taraf signifikansi 95%. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 15 responden (20%) melakukan pap smear, sedangkan sebanyak 60 responden (80%) tidak melakukan pap smear. Dari uji statistik chi square didapatkan ada hubungan antara pengetahuan dengan praktik pap smear (p=0,002), dan ada hubungan antara dukungan suami dengan praktik pap smear (p=0,0001). Saran yang direkomendasikan berdasarkan penelitian ini adalah pemegang program dapat bekerja sama dengan FKM Undip untuk meningkatkan sosialisasi tentang kanker serviks dan pap smear kepada masyarakat.
Kata Kunci: kanker serviks, PUS, pap smea
Korean Wave and Potential Impacts on Indonesian Adolescents and Other ASEAN Countries
Korean Wave or Hallyu is a phenomenon of Korean pop culture spread throughout the world including Southeast Asia countries. The Korean Wave is carried by drama and music in television, DVD, magazine, newspaper or internet. According Cognitive Theory, media can affect audienobservational learning. The process are learning the behavior, observing the model and modeling via the media that facilitates the social diffusion of ideas, values and behaviors occurs. However, the behavior is not influenced by media only, they also have ability to consider and choose their own behavior. Consuming, look like behavior, learning the culture and getting closer to the stars are potential behaviors among Indonesian adolescents. However, there are limited literatures on impacts of Korean wave to dating/sexual behavior and drinking behavior among adolescents but we must also give concern on it and suggest for further research. Indonesia and Southeast Asia countries may realize the strength of drama and music to break the distance. Those ways could introduce culture each other among ASEAN countries and using social learning mechanism to as well as deliver health messages. For instance healthy diet, reproductive health, alcoholism and plastic surgery effects, etc.
Child Abuse in Indonesia: A National Trend Analysis and Health Promotion Response (2016-2024)
Child abuse remains a critical issue in Indonesia. Cases have been tracked in real time through the Online Information System for the Protection of Women and Children (SIMFONI-PPA) since 2016; however, long-term trends have not been comprehensively analysed. This study examined national child abuse trends in Indonesia and explored health promotion strategies for prevention. Secondary data from SIMFONI-PPA were analysed to identify trends in abuse types, victim profiles, perpetrator profiles, and locations. A literature review was conducted to identify prevention strategies employing a health promotion framework grounded in the Ottawa Charter. Findings showed a steady increase in reported child abuse cases. Sexual violence was the most reported abuse, 2–3 times higher than physical or psychological violence and several times more than trafficking or exploitation. Adolescent girls (approximately 70% of victims), aged 13–17 (over 50% victims), were the most affected; about one-third of victims were attending junior high school. Perpetrators were known to the victims, such as lovers or peers (about a quarter of cases), and most incidents occurred at home (around half of reported cases). Indonesia has implemented several prevention strategies, including policy reform, education, and community-based efforts. The rising trend of child abuse in Indonesia underscores the urgent need for multisectoral, context-sensitive interventions focused on improving data collection, service access, and reducing stigma. Future research should explore socio-cultural factors and evaluate the effectiveness of existing prevention programs
Being A Young Widow Or A Spinster: Dilemma Of Young Women In Tengger Tribe
Marriage is a life cycle that cannot be separated from the culture of Indonesian society. Indonesia consists of diverse tribes and each tribe has its own value on marriages.Early marriage is common among the Tengger tribe that placed in District Tosari. It is found that 59% women first married at age 15-19 years. However, it is not accompanied by the readiness of the young women, especially readiness to become pregnant and give birth at young age. Pregnant and gave birth at young age lead to maternal and child health. Throughout 2014, There were 6 cases of infant mortality in women aged under 20 years throughout 2014. Besides triggering infant mortality, incidence of early marriage in the Tengger tribe also trigger the high divorce rate.This paper aims to give an overview of the phenomenon of early marriage among young woman in Tengger tribe. The study was conducted with a qualitative approach in the group of women who were married before 20 years in Tengger tribe, in East Java, Indonesia. This study found reasons that encourage young women did early marriage were because their desire to marry becausethey thought they were ready and eager to settle down, then because their pregnant before marriage, and theirfears if they considered as a spinster by the people in their neighborhood. Although many examples of early marriage that ended in divorce at young age, the phenomenon of early marriage remains currently happened among young women in Tengger tribe.
DUKUNGAN SUAMI MENDORONG KEIKUTSERTAAN PAP SMEAR PASANGAN USIA SUBUR (PUS) DI PERUMAHAN PUCANG GADING SEMARANG
Pendahuluan: Kanker serviks menjadi penyebab kematian wanita tertinggi di Indonesia. Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi dengan kasus kanker serviks yang tinggi sepanjang tahun 2004-2008 dengan prevalensi tertinggi di Kota Semarang. Deteksi dini dengan pap smear terbukti menurunkan angka kematian penderita tetapi keikutsertaan pap smear di Indonesia masih rendah (5%). Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan keikutsertaan pap smear oleh PUS di Perumahan Pucang Gading Semarang. Metode : Penelitian ini merupakan studi kuantitatifdengan pendekatan potong lintang. Data PUS didapat dari kader (N=316) dan sebanyak 75 sampel ditentukan secara acak sederhan. Data dianalisis dengan distribusi frekuensi dan metode chi squareuntuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil : Sebanyak 15 responden (20%) melakukan pap smear. Dukungan suami dan pengetahuan memiliki hubungan signifikan terhadap keikutsertaan pap smear (p<0,05). Sedangkan variabel sikap memiliki sedikit hubungan (p=0,066). Kesimpulan : Karakteristik dan persepsi responden mengenai sosialisasitidak berhubungan dengan keikutsertaan pap smear. Pengetahuan, sikap, dan dukungan suami menjadi faktor yang meningkatkan keikutsertaan PUS melakukan pap smear. Kata kunci: pap smear, dukungan suami, Semaran
