64 research outputs found

    Efektivitas Penambahan Ekstrak Buah Pepaya Pada Pakan Terhadap Peningkatan Kecerahan Ikan Badut (Amphiprion ocellaris)

    Get PDF
    Penelitian ini dilaksanakan di Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung, dari bulan Mei sampai Juli 2015. Tujuan  penelitian ini  adalah  untuk  mendapatkan konsentrasi ekstrak  buah  papaya pada  pakan  buatan  yang  dapat meningkatkan warna terbaik pada ikan badut (Amphiprion ocellaris). Ikan yang digunakan adalah ikan badut berumur ±2 bulan dan memiliki panjang 3 cm yang diperoleh dari Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung. Ikan yang digunakan sebanyak 5 ekor dalam satu akuarium dengan kepadatan 1 ekor / 1 L. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuannya adalah dengan penambahan ekstrak buah papaya dalam pakan dengan konsentrasi 0 mg/g (perlakuan A), konsentrasi 1,25 mg/g (perlakuan B), konsentrasi 2,5 mg/g (perlakuan C), konsentrasi 3,75 mg/g (perlakuan D), dan terakhir   dengan konsentrasi 5 mg/g (perlakuan E). Parameter yang diamati meliputi tingkat kecerahan warna pada tubuh ikan yang diukur dengan menggunakan Toca Colour Finder (TCF). Hasil penelitian menunjukkan pengaruh penambahan ekstrak buah papaya tidak memberikan hasil yang signifikan terhadap tingkat kecerahan warna ikan badut (Amphiprion ocellaris). Kata Kunci : Ikan Badut, Warna, Ekstrak Pepay

    INVENTARISASI EKTOPARASIT PADA BENIH NILEM (Osteochilus hasselti) DARI GARUT, JAWA BARAT

    No full text
    Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui ektoparasit pada  stadia  benih ikan nilem (Osteochillus hasselti) yang terdapat di Pasar Ikan  Tarogong, Garut, Jawa Barat  . Pengamatan menggunakan metode deskriptif, dengan mengamati bagian  sisik/kulit, sirip dan insang ikan. Sampel diambil sebanyak 200 ekor  dari mulai bulan Juni sampai dengan bulan September 2007.Hasil menunjukkan bahwa ektoparasit yang ditemukan terdiri dari dua filum yaitu Protozoa (77%) dengan lima genus yaitu  Ichthyophthirius sp (36,16%), Trichodina sp (22,20%), Trichodinella sp (4,65%), Myxobolus sp ( 3,32%), Epistylis sp (0,07%)  dan filum Helminthes (23%) yang terdiri dari tiga genus yaitu Dactylogyrus sp (29,27%), Gyrodactylus sp (3,20%), Transversotrema sp (0,03%), dengan intensitas 55,48  dan Prevalensi 77%. Kata kunci: Ektoparasit, Benih nila

    ANALISIS SANITASI DAN HIGIENEUNIT PENGOLAHAN IKAN KEP.01/MEN/2007 (STUDI KASUS PENGOLAHAN OTAK-OTAK BANDENG DI UKMP JUWITA FOOD BANDUNG)

    Get PDF
    Kondisi sanitasi higiene suatu usaha pangan menentukan keamanan produk.Penelitian bertujuan untuk menganalisis tingkat penerapan sanitasi dan higiene serta menganalisis cemaran mikrobiologis pada pengolahan otak-otak bandeng di UKMP Juwita Food Bandung. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi tempat pengolahan UKMP Juwita Food Bandung menggunakan lembar penilaian kelayakan unit pengolahanikan (Modifikasi KEP.01/MEN/2007) terhadap praktek sanitasi higiene pekerja, peralatan pengolahan, bahan baku, dan produk jadi, serta pengujian mikrobiologi di laboratorium BPMHP Tangerang.Secara keseluruhan kebersihan dan kelengkapan produksidi UKMP Juita Food ini sudah cukup baik, hail uji mikrobiologi menunjukan kedua bahan baku dengan sebelum pencucian dan sesudah pencucian didapatkan hasil angka lempeng total sebanyak 1,2 x 105 koloni/g dan 1,0 x 105 koloni/g sedangkan pada produk otak-otak bandeng dihasilkan sebanyak 3,8 x 104koloni/g . Hasil dari pengujian bakteri Escherchia coli pada kedua bahan baku setelah dan sebelum pencucian yaitu < 2 MPN/g dan pada produk otak-otak bandeng < 3MPN/g, sedangkan untuk hasil pengujian Salmonella dinyatakan negatif

    The Effect of Differences in the Addition of Astaxanthin and Several Sources of Natural ß-carotene in Increasing Color Intensity of Koi Fish (Cyprinus carpio L.)

    No full text
    This study aimed to examine the effect of differences in the addition of astaxanthin and several natural sources of ß-carotene taken from shrimp head flour and marigold flower flour on the color intensity of koi fish. The research was carried out from January 2022 to March 2022 at the Aquaculture Laboratory, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Padjadjaran University, Indonesia. This study used an experimental method with a completely randomized design (CRD) consisting of four treatments and three replications. The treatments given are control (A), Astaxanthin 0.02% (B), Shrimp Head Flour 10% (C), and Marigold Flower Flour 1.5% (D). Feding of koi fish was carried out for 60 days. Parameters observed included color brightness observed using Toca Color Finder (TCF), survival rate, growth and water quality (temperature, DO, and pH). The results showed that each treatment gave a good effect in increasing the color of koi fish. The addition of astaxanthin 0.02% showed the highest value with an increase in color score of 2.2 on the head and 1.2 on the body. The highest survival rate was in the treatment of adding astaxanthin 0.02% and marigold flower flour 1.5% with a value of 100%. The highest fish growth value was in the addition of shrimp head flour 10% treatment with a weight growth value of 1.938 g and a length growth value of 0.852 cm. The water quality parameter values ​​(temperature: 27-30℃, DO 5.3-7.8 mg/L, and pH: 6.7-7.9) were in normal conditions.</jats:p

    Pengaruh Padat Penebaran Yang Berbeda Terhadap Tingkat Kelangsungan Hidup Dan Pertumbuhan Benih Ikan Torsoro (Tor Soro)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui padat penebaran yang memberikan kelangsungan hidup dan pertumbuhan terbaik bagi pemeliharaan benih ikan Torsoro (Tor soro). Penelitian ini telah dilaksanakan di Instalasi Riset Perikanan Air Tawar Cijeruk, Bogor, pada tanggal 25 Februari sampai 5 Juni 2012. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan 3 ulangan yaitu, perlakuan A (1 ekor L¯¹), B (2 ekor L¯¹), C (3 ekor L¯¹), D (4 ekor L¯¹) dan E (5 ekor L¯¹). Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji F dan uji jarak berganda Duncan. Parameter yang diamati adalah tingkat kelangsungan hidup, pertumbuhan dan kualitas air. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa padat penebaran tidak berpengaruh terhadap tingkat kelangsungan hidup, tetapi berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan (P<0,05). Perlakuan A (1 ekor L¯¹) merupakan padat penebaran yang terbaik bagi pemeliharaan benih ikan Torsoro (Tor soro) menghasilkan laju pertumbuhan bobot harian sebesar 3,80% hari¯¹, biomassa mutlak sebesar 0,39 gram, panjang mutlak sebesar 1,405 cm dan tingkat kelangsungan hidup sebesar 100%

    Effectiveness of Water Hyacinth (Eichhornia crassipes) and Water Spinach (Ipomoea aquatica) to Reduce Nitrate and Phosphate Concentrations in Cimulu River Water, Tasikmalaya City, Indonesia

    No full text
    Water hyacinth and water spinach can be used as phytoremediation agents in the Cimulu River because these two plants can grow and adapt in the Cimulu River. This study compared the effectiveness of the two plants in reducing nitrate and phosphate in Cimulu river water. The research was conducted from September to October 2021. The research was conducted ex-situ and in-situ. Media retrieval from the Cimulu River was carried out in situ in the middle of the Cimulu River, Tawang District, Tasikmalaya City, Indonesia. aquatic plants, analysis of pH, temperature, and sampling were carried out ex-situ in the backyard of the house at the LIK Complex, Tasikmalaya City, Indonesia. Analysis of water samples such as DO, BOD, nitrate, and phosphate was carried out ex-situ at the Water Resources Management Laboratory of FPIK Padjadjaran University. The method used is an experimental method, with three treatments consisting of control treatment, treatment A (water hyacinth), and treatment B (water spinach). Each aquarium in treatments A and B contained aquatic plants weighing 200 g each. The results of the research conducted for 28 days showed that water hyacinth weighing 200 g was more effective in reducing nitrate and phosphate than water spinach with the same weight. Furthermore, water hyacinth can reduce nitrate by 61.72% and phosphate by 78.27% with the absorption rate of nitrate in one day reaching 0.006 g/m2 and phosphate 0.038 g/m2. The growth rates of water hyacinth in weeks I, II, III, and IV were 5.03±0.971%, 6.31±0.971%, 6.80±0.321%, and 7.18±0.277%. Meanwhile, other water parameters that can be reduced are BOD from 37.3 mg/L to 8.10 mg/L.</jats:p

    Pengaruh Dari Beberapa Jenis Ikan Sebagai Bahan Baku Pembuatan Kamaboko Terhadap Tingkat Kesukaan Panelis

    Get PDF
    Kamaboko merupakan makanan tradisional khas yang berasal dari jepang yang prosesnya diutamakan untuk mempertahankan stabilitas protein myofibril daging ikan yang terbentuk oleh gel yang kohesif, kokoh, dan memiliki emulsi yang padat terbentuk pada saat pencampuran lumatan daging dari bahan – bahan tambahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan rasa dari beberapa jenis ikan dalam pembuatan kamaboko terhadap tingkat kesukaan panelis. Analisis yang dilakukan yaitu uji organoleptik, uji lipat da uji gigit. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan menggunakan data uji friedman. Karakteristik kamaboko ikan kurisi nilai organoleptik kenampakan 7,6, aroma 6, tekstur 6,8, rasa 7,2, nilai uji lipat 3,45 dan uji gigit 6,65. Kamaboko ikan selar nilai kenampakan 6,3, aroma 5,5, tekstur 5,6, rasa 6,4, uji lipat 2,7 dan uji gigit 6,35. Karakteristik ikan kamaboko ikan tongkol memiliki nilai kenampakan 5,6, aroma 5,1, tekstur 5,05, rasa 5,5, uji lipat 1,9 dan uji gigit 4,75. Hasil uji karakteristik menunjukkan produk kamaboko ikan kurisi dapat diterima oleh panelis

    Sebaran Logam Berat Timbal (Pb) Pada Makrozoobenthos Di Perairan Waduk Cirata, Provinsi Jawa Barat

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai akumulasi logam timbal pada makrozoobenthos, pola persebarannya di Waduk Cirata dan mengetahui peranan makrozoobenthos dalam proses biomagnifikasi yang terjadi     di Waduk Cirata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Pengukuran kandungan logam timbal pada sedimen dan makrozoobenthos dengan menggunakan metode AAS (Atomic Absorbtion Spectofotometer). Makrozoobenthos di Waduk Cirata yang teridentifikasi terdiri dari 9 genus yang keseluruhannya tergolong kedalam Filum Moluska dan Kelas Gastropoda. Kepadatan makrozoobenthos paling rendah berada di Stasiun Muara Cibalagung dengan kepadatan 74 individu/m2 dan kelimpahan tertinggi berada pada Stasiun Dam dengan kepadatan 267 individu/m2. Kandungan logam timbal pada makrozoobenthos berkisar antara 0,78 – 3,22 mg/kg, yang secara umum lebih rendah dari kandungan logam timbal pada sedimen yang berkisar antara 0,29 – 5,04 mg/kg sementara kandungan logam timbal pada air pada semua stasiun yaitu <0,01 ppm. Kandungan logam timbal pada sedimen Inlet Muara Citarum menurun secara perlahan hingga pada stasiun Muara Cibalagung, kemudian kembali naik pada stasiun Gandasoli dan Dam. Hal tersebut diduga akibat adanya masukan logam timbal akibat penggunaan pakan pada budidaya KJA di Waduk Cirata. Makrozoobenthos diduga tidak terlalu berperan dalam dalam proses biomagnifikasi di Waduk Cirata

    PENGARUH PEMBERIAN DEDAK PADI HASIL FERMENTASI RAGI (Saccharomyces cerevisiae) TERHADAP PERTUMBUHAN BIOMASSA Daphnia sp

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dedak padi yang telah difermentasi dengan ragi (Saccharomyces cerevisiae) terhadap pertumbuhan biomassa Daphnia sp. Penelitian ini menggunakan Metode Eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan dan tiga ulangan, yaitu perlakuan A (Kontrol) 125 mg/L dedak tanpa fermentasi, perlakuan B (25 mg/L dedak hasil fermentasi), perlakuan C (50 mg/L dedak hasil fermentasi), perlakuan D (75 mg/L dedak hasil fermentasi), perlakuan E (100 mg/L dedak hasil fermentasi), dan perlakuan F (125 mg/L dedak hasil fermentasi). Daphnia sp. dikultur selama 22 hari dalam wadah toples plastik dengan volume 1 Liter. Parameter yang diamati adalah pengujian proksimat dedak hasil fermentasi, pertumbuhan populasi, pertumbuhan biomassa, dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses fermentasi oleh ragi Saccharomyces cerevisiae dapat meningkatkan nilai nutrisi dalam dedak seperti protein sebesar 4,78 % dan karbohidrat sebesar 95,71 %, serta menurunkan nilai nutrisi lipid sebesar 80,07 % dan serat kasar sebesar 17,43 %. Pemberian dedak hasil fermentasi sebesar 125 mg/L menghasilkan puncak populasi tertinggi pada hari ke-12 sebanyak 177 individu dan biomassa tertinggi dicapai pada hari ke-14 sebesar 63,1 mg

    Efektivitas Ekstrak Biji Pepaya Mentah (Carica papaya L.) Dalam Pengobatan Benih Ikan Nila Yang Terinfeksi Bakteri Streptococcus agalactiae

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi efektif dari ekstrak biji pepaya dalam pengobatan benih ikan nila yang terinfeksi bakteri Streptococcus agalactiae sehingga dapat meningkatkan kelangsungan hidup. Benih ikan nila yang digunakan berukuran ±8 cm. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan tiga kali ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah perendaman dengan ekstrak biji pepaya pada konsentrasi A (0 ppm), B (50 ppm), C (100 ppm), D (150 ppm), dan E (200 ppm). Parameter yang diamati adalah gejala klinis, proses pemulihan, kelangsungan hidup, dan kualitas air. Hasil pengamatan gejala klinis, proses pemulihan dan parameter kualitas air dianalisis secara deskriptif, sedangkan kelangsungan hidup benih ikan nila dianalisis dengan menggunakan uji F pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak biji pepaya pada konsentrasi 50 ppm dan 100 ppm dengan metode perendaman 48 jam efektif dalam pengobatan infeksi bakteri Streptococcus agalactiae pada benih ikan nila dan memberikan kelangsungan hidup sebesar 64,44% dan66,66%. Pemberian ekstrak biji pepaya pada konsentrasi 100 ppm memberikan tingkat pemulihan lebih cepat pada hari ke- 13 dan menunjukkan respon pakan yang lebih cepat pada hari ke-6. Konsentrasi optimum untuk pengobatan ikan nila yang terinfeksi bakteri Streptococcus agalctiae selama 48 jam dengan metode perendaman adalah sebesar 78 ppm dengan kelangsungan hidup sebesar 70%. Kata kunci: Benih Ikan Nila Sultana, Ekstrak Daun Kecubung, Streptocococcis
    corecore