398 research outputs found
PEMBUATAN APLIKASI OLAP UNTUK ANALISIS STUDI KELAYAKAN PROYEK: STUDI KASUS PEMERINTAH KABUPATEN KEDIRI
Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4
st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
Untuk memperbaiki kinerja pemerintah, maka kelembagaan negara, instansi pemerintah, entitas ekonomi, dan satuan kerja sektor publik harus dikelola dengan konsep good governance. Mengingat pengeluaran pembangunan memerlukan dana yang lebih besar dari dana yang ada, maka perlu diperhatikan skala prioritas pembangunan serta analisis biaya dan manfaatnya. Karena itu perlu dilakukan evaluasi atas usulan proyek-proyek pembangunan untuk diseleksi dan ditentukan kelayakannya, agar tujuan pembangunan dapat dicapai serta dapat memberikan manfaat yang optimal. Untuk membantu perencanaan pembangunan pemerintah, pada penelitian ini dibuat sebuah aplikasi OLAP. Aplikasi OLAP ini dibuat dengan studi kasus Bappeda Pemda Kabupaten Kediri yang saat ini sedang mengaplikasikan prinsip good governance dan berminat mengembangkan sistem ini. Aplikasi OLAP yang dibuat direncanakan untuk menjadi analysis tool yang dapat memanipulasi tampilan dalam berbagai sudut pandang data, merubah urutan data, dan melakukan perubahan parameter dengan menggunakan fungsi-fungsi rekapitulasi dalam sebuah aliran data global ke detil atau sebaliknya, akan dapat memberi bantuan kepada user dalam proses analisis menentukan kebijakan dalam menentukan kelayakan proyek-proyek pembangunan terutama ditinjau dari aspek keuangan. Berdasarkan kebutuhan user, dirancang sebuah aplikasi OLAP yang terdiri atas 3 modul yaitu User Management, OLAP Entry, dan OLAP Report. User Management mengatur penggunaan aplikasi oleh user, OLAP Entry menjembatani sistem manual dengan sistem OLAP yang akan dibuat, sedangkan OLAP Report merupakan penerapan dari OLAP yang sesungguhnya sebagai alat bantu analisis. Dari uji coba aplikasi OLAP ini, diperoleh kemudahan user dalam melakukan analisis dengan adanya fitur OLAP yang mampu memanipulasi tampilan, menambahkan custom field, dan melakukan filtering data. Selain itu, dengan adanya kemampuan menyimpan data, aplikasi dapat menyimpan konfigurasi proses analisis yang telah dilakukan. Dengan adanya penyimpanan konfigurasi ini, analisis serupa dapat dilakukan tanpa harus melakukan redefinisi konfigurasi sekaligus menjadikannya sebuah standar analisis. Kata kunci : Good Governance, Akuntabilitas, OLAP, Feasibility Study, Analysis Tool.</p
Figurative Language of Cinema World in Joko Widodo Speech
This research titled Figurative Language in Joko Widodo Speech. The purpose of this research is to analyze and describe the figure of speech in Joko Widodo speech, the types of figurative language and its meaning of his speech. A qualitative method was used to classify and analyze the data. The technique used in collecting the data was searching videos of Joko Widodo speech. The data used Perrine (1963) and Taylors theories (1981: 167) that many types of figurative language that divide into three classifications namely comparison and substitution, representation by substitution, and contrast by the discrepancy. The data was taken from Joko Widodo Speech in Annual Meeting International Monetary Fund-World Bank in Bali, World Economic ASEAN Forum in Hanoi and US-ASEAN Forum. The author found 9 figurative languages in Joko Widodo speech in the international event; there were 7 allusions, 1 metaphor, and 1 assonance. The conclusion of this research, the using of figurative language is an alternative to implied the literal meaning which can attract the readers or listeners attention and evoke their imagination
APLIKASI PENENTUAN PEMBERIAN PEMBIAYAAN PADA LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH
Bank Syari’ah X sebagai salah satu institusi keuangan yang bergerak dalam usaha pelayanan bidang keuangan dengan berbasis syariah Islam memiliki salah satu produk berupa pembiayaan. Calon debitur yang akan mengajukan harus melalui seleksi kuantitatif dan kualitatif. Seleksi ini memakan waktu yang relatif lama karena hasil seleksi harus memiliki akurasi dan mencerminkan kondisi calon debitur sesungguhnya. Sementara manajemen Bank Syari’ah X berusaha memberikan pelayanan pembiayaan tersebut secara cepat, tepat dan akurat, agar proses penyaluran pembiayaan tepat dan tidak mengalami kemacetan.Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan rancangan dan aplikasi menggunakan XpertRule yang dapat melakukan analisis kuantitatif dan kualitatif untuk menghasilkan informasi kondisi calon debitur. Informasi tersebut dapat digunakan oleh manajer pembiayaan sebagai pendukung keputusan dalam menentukan pemberian pembiayaan kepada calon debitur. Aplikasi ini menggunakan prinsip sistem berbasis pengetahuan dalam menganalisis calon debitur secara kuantitatif dan kualitatif pada aspek teknis dan non-teknis. Analisa kuantitatif dengan menggunakan pohon keputusan yang setiap cabang keputusan memiliki bobot resiko tertentu. Analisis aspek kualitatif yang tidak terukur secara langsung ditangani oleh pohon keputusan yang cabang keputusannya memiliki berdasarkan nilai logika.Dari hasil ujicoba dan perbandingan dengan analisis manual, hasil analisis aplikasi menunjukkan hasil yang lebih spesifik serta disertai saran dan proyeksi kondisi masa depan. Selain itu karena dilakukan oleh komputer, kerja aplikasi lebih cepat dari pada analisis manual.Kata kunci: Bank Syari’ah, pembiayaan, sistem pakar, XpertRule
ANALISIS GAYA BAHASA DALAM KUMPULAN PUISI KEKASIHKU KARYA JOKO PINURBO: KAJIAN STILISTIKA
Poetry still exists today, through poetry the author can express his feelings and thoughts. In addition to being written, poetry can also be read, made into musicals, inserted in short stories, novels, and films. There are various studies that can be used to analize poetry, one of which is stylistics studies. Tyhrough this study, it can be seen the style of language used by the author in making poetry. The purpose of this study is to find the style of language in the collection of poems My Firl by Joko Pinurbo. This study uses a qualitative method. Data analysis was carried out using Miles and Huberman analysis techniques, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The result of the research on the use of language styles in the collection of poems My Girl by Joko Pinurbo, namely parable language style, metaphor language style, personification language style, cynicism style, and anaphoric language style.Keywords: literary works; poetry; stylistic
Fig. S1 in Status of polychaete (Annelida) taxonomy in Indonesia, including a checklist of Indonesian species
Fig. S1. The Museum Zoologicum Bogoriense (MZB; left) showing the entire polychaete collection after being tidied up by the author (JP; right).Published as part of Pamungkas, Joko & Glasby, Christopher J., 2019, Status of polychaete (Annelida) taxonomy in Indonesia, including a checklist of Indonesian species, pp. 595-639 in Raffles Bulletin of Zoology 67 on page 637, DOI: 10.26107/RBZ-2019-0045, http://zenodo.org/record/534371
Kebijakan Pertahanan Indonesia terhadap Pulau-Pulau Kecil Terluar sebagai Beranda Depan Kedaulatan Negara: Pada Masa Pemerintahan Joko Widodo
Dari 17.506 lebih pulau, 92 di antaranya adalah pulau-pulau kecil terluar yang berbatasan laut langsung dengan 10 negara lain yakni Malaysia, Singapura, Filipina, Vietnam, Thailand, Timor Leste, Papua New Guinea, Republik Palau, Australia, dan India. Dari 92 pulau tersebut, menurut Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), ada 12 pulau-pulau kecil terluar yang rawan secara pertahanan dan keamanan karena merupakan titik koordinat terluar. Kekalahan Indonesia dalam memperebutkan Pulau Sipadan dan Ligitan juga menjadi salah satu titik terhadap kesadaran negara tentang pentingnya pulau-pulau kecil terluar. Dengan kehadiran Joko Widodo bersama Doktrin Poros Maritim Dunia, menjadikan pulau-pulau kecil terluar sebagai kajian strategis bagi penyusunan kebijakan pertahanan Indonesia. Penelitian ini merupakan upaya untuk menggambarkan kebijakan pertahanan yang diterapkan Indonesia terhadap pulau-pulau kecil terluar sebagai beranda kedaulatan negara. Dengan menggunakan konstruktivisme, penulis melihat adanya kekuatan ide yang dituangkan Joko Widodo melalui Doktrin Poros Maritim Dunia, yang kemudian membentuk wajah baru Indonesia dalam memperlakukan pulau-pulau kecil terluar yang merupakan salah satu komponen penting pada sektor maritim. Konsep maritime security juga digunakan penulis dalam menganalisa kebijakan pertahanan karena mengingat militer tetap menjadi satu bagian penting dalam menjaga kedaulatan wilayah NKRI, khususnya di wilayah perbatasan. Dengan menggunakan metode wawancara dan telaah pustaka, penulis menyajikan penelitian ini dengan pendekatan kualitatif. Dari penelitian yang dilakukan, ditemui bahwa Joko Widodo berhasil menuangkan idenya ke dalam kebijakan pertahanan Indonesia, bahkan hingga melahirkan berbagai peraturan nasional yang berpatok pada UNCLOS 1982. Joko Widodo juga berhasil menggerakkan Kementerian/Lembaga terkait yakni Kementerian Pertahanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan untuk menjalankan perannya di pulau-pulau kecil terluar. Namun demikian, pemerintahan Joko Widodo masih jauh dari kata aktif dalam keterlibatannya di forum internasional untuk membawa isu pulau-pulau kecil terluar.From more than 17.506 islands, 92 among them are the outermost small islands which have sea border with ten neighbor states including Malaysia, Singapura, Phillippines, Vietnam, Thailand, Timor-Leste, Papua New Guinea, Republic of Palau, Australia and India. According to The National Agency for Border Management (BNPP), from 92 of the outermost small islands above, 12 are having the vulnerability in security and defense because they were in the outermost coordinate point. After The International Court of Justice decided that sovereignty over Sipadan and Ligitan Island belongs to Malaysia, Indonesia puts the outermost small islands as one of the most important issues. Joko Widodo with his Global Maritime Axis Doctrine puts the outermost small islands as strategic studies in defense policy. This research aims to describe Indonesian defense policy of Joko Widodo's era toward the outermost small islands as state sovereign verandah. By using constructivism, the author saw that Joko Widodo’s ideas of Global Maritime Axis Doctrine have shaped Indonesian new forms toward how it treat the outermost small islands which one of the most important components in maritime. The author also using maritime security concept to analyze Indonesia defense policy because military existence still plays an important role in protecting Indonesian sovereignty, especially in the border region. By using research methods of interviews and literature review, this research presented in a qualitative approach. Through this research, the author found that Joko Widodo transfers his idea in Indonesian defense policy successfully, and moreover can make some national constitutions which are based on UNCLOS 1982. The Ministry and/or Institution under Joko Widodo's era, such as Ministry of Defense, Ministry of Marine Affairs and Fisheries, and The National Agency for Border Management also played their roles into the outermost small islands. Even though, Indonesian defense policy in Joko Widodo's era still far from involvement into the international forum to bring the outermost small islands issues
Text Based Approach For Similar Traffic Incident Detection from Twitter
Microblog has been used as an information source to detect real-world event. Several related studies retrieved road traffic event based on textual content. Not only detect traffic incident, we found that it is necessary to recognize statuses with similar traffic incident content. Better representation of traffic information will help the handling of traffic incident by related parties. This study proposes text-based approach for identification of similar traffic incident from twitter posts. The proposed approach performs traffic incident information extraction and calculates information’s weight based on textual similarity upon traffic incident information gained. We evaluate the proposed method by using a traffic incident information retrieval system. We used Indonesian language corpus contains traffic incident tweets data. Best average f-measure 70% was achieved by retrieval system that tested using Jaccard coefficient. Therefore text matching such as Jaccard coefficient is more suitable to be implemented in very short text document such as extracted tweet document. The experiment result gives the conclusion that the proposed approach can be implemented for identification of similar traffic incident information from Twitter
Evaluasi Seratus Hari Periode Kedua Pemerintahan Presiden Joko Widodo Melalui Peristiwa Penobatan Saul sebagai Raja
Abstract. Saul as the first king of Israel is often regarded as a king who was rejected by God. According to 1 Samuel 13, he had acted against the will of God as Samuel had reminded. However, from a different perspective can be found the good values of King Saul’s leadership. The author used the narrative interpretation method of 1 Samuel 10-11 in order to explore the positive values of King Saul's leadership which were then used as an evaluation for 100 days of the second period of President Joko Widodo's reign. The result is President Joko Widodo's efforts in building peace should be appreciated, but in upholding justice and human rights leave an unsatisfactory record.Abstrak. Saul sebagai raja pertama Israel sering dianggap sebagai raja yang ditolak oleh Allah. Menurut 1 Samuel 13, dia telah bertindak melawan kehendak Tuhan yang telah diingatkan oleh Samuel. Namun demikian, dari perspektif yang berbeda dapat ditemukan nilai-nilai kepemimpinan yang baik dari Raja Saul. Penulis menggunakan metode tafsir naratif terhadap 1 Samuel 10-11 dalam rangka menggali nilai-nilai positif dari kepemimpinan Raja Saul tersebut yang kemudian digunakan sebagai evaluasi bagi 100 hari periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo. Hasilnya adalah dalam hal upaya Presiden Joko Widodo untuk menciptakan damai sejahtera patut diapresiasi, namun dalam hal tanggung jawab untuk menegakkan keadilan dan HAM masih menjadi catatan yang belum memuaskan
- …
