39 research outputs found

    NASKAH PRIMBON HIRZ AL-YAMANI (Suntingan dan Kajian Isi Teks)

    Get PDF
    Yuli Tri Hastuti. 2018. Primbon Text Hirz Al-Yamani: (Editing and Study of Text Content) Thesis. Indonesian Literature Department, Faculty of Cultural Sciences. Diponegoro University. Semarang. Advisor: Dr. Muh. Abdullah, MA The Primbon Hirz Al-Yamani manuscript is a collection of the National Library of the Republic of Indonesia (PNRI) with the catalog number Br7 which reads Arabic Pegon. The Primbon Hirz Al-Yamani manuscript is a form of prose which contains the functions and benefits of hirz prayer. In this study, data sources are divided into two, namely primary data and secondary data. Primary data sourced from Primbon Hirz Al-Yamani texts obtained through catalog studies in museums or libraries. Secondary data comes from books or other sources that are located as supporting research. The theory used in this study is the theory of philology and mimeic theory. Philological theory is used to get translations and edits of text. The text editing method used in this study is the standard method. In addition, to find out the contents contained in the Primbon Hirz Al-Yamani text, the authors use mimetic theory. The mimetic model used in this study is mimetic according to Abrams. Based on the analysis conducted by the author, the Primbon Hirz Al-Yamani text is a pesantren literary text containing Isim A'zhom in it. To get a practice, Hizib must go through a diploma directly to a teacher and ask for his guidance directly. Keywords: Primbon Hirz Al-Yamani manuscript, philology, mimetic

    Karakterisasi Kimia dan Fungsional Hidrolisat Protein Ikan Sepat Rawa (Trichogaster Trichopterus)

    No full text
    Hasil perikanan Indonesia cukup melimpah. Potensi ini belum dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan perekonomian nasional. Ikan merupakan sumber protein bagi manusia, termasuk hidrolisat protein. Hidrolisat protein berguna sebagai bahan fortifikasi untuk memperkaya nilai gizi produk makanan dan dalam bidang farmasi digunakan dalam perngembangan bioteknologi. Ikan sepat rawa merupakan jenis ikan yang memiliki potensi untuk dapat dikembangkan menjadi hidrolisat protein. Ketersediaan ikan sepat rawa melimpah, dan mengandung protein sebesar 12,35%. Hidrolisis protein dapat dilakukan dengan bantuan enzim protease. Enzim protease papain dan biduri dapat dikombinasikan untuk menghasilkan hidrolisat protein ikan. Hidrolisat protein oleh protease ditentukan oleh jumlah protease dan lama waktu hidrolisis. Tujuan penelitian ini adalah : 1) mengetahui pengaruh variasi konsentrasi enzim protease biduri dan waktu hidrolisis terhadap sifat-sifat hidrolisat protein ikan sepat rawa, 2) mengetahui kombinasi yang tepat antara konsentrasi enzim protease biduri dan waktu hidrolisis sehingga dihasilkan hidrolisat ikan sepat rawa yang memiliki kandungan biokimia dan sifat fungsional terbaik. Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan acak lengkap dengan perlakuan konsentrasi enzim protease biduri (1%, 1.5% dan 2%) dan waktu hidrolisis (1.5 jam dan 3 jam). Variabel yang diamati adalah kadar air, abu, lemak, protein, daya emulsi dan stabilitas emulsi, daya buih dan stabilitas buih, jumlah produk maillard, total padatan terlarut, kadar protein terlarut dan tingkat ketengikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan protease biduri pada berbagai konsentrasi dan waktu hidrolisis berpengaruh nyata terhadap reaksi 9 produk maillard, tingkat ketengikan, daya emulsi, kadar protein dan total padatan terlarut, serta berpengaruh tidak nyata terhadap kadar lemak, kadar abu, kadar air, daya buih, stabilitas buih, dan kadar protein terlarut. Kondisi perlakuan terbaik untuk mendapatkan hidrolisat protein ikan sepat rawa adalah penambahan protease biduri 2% dan waktu hidrolisis 3 jam. Hidrolisat protein ikan sepat rawa yang dihasilkan memiliki kadar air 9.57%, kadar abu 10.78%, kadar lemak 3.89%, kadar protein 56.41%, daya emulsi 0.102 m2/g dan stabilitas emulsi 0.0029 menit, daya buih 79.31 dan stabilitas buih 1.23%, produk mailard 0.596, kadar protein terlarut dengan nilai 21.50%, total padatan terlarut (oBrix) 11 dan tingkat ketengikan 0.17 mmol/kg

    Kajian Etis Transformasi Tri Tugas Gereja HKBP Banuarea di Tengah Pengaruh Teknologi Informasi

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana transformasi tri tugas gereja atas pengaruh teknologi informasi di HKBP Banuarea berdasarkan kajian etis. Penelitian ini didasari oleh fakta perubahan pelayanan yang terjadi di gereja karena pengaruh perkembangan teknologi informasi yang dialami oleh jemaat. Dalam memudahkan penelitian penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yang dideskripsikan dalam penelitian ini adalah pandangan jemaat mengenai transformasi tri tugas gereja dan pengaruh teknologi informasi. Pendekatan studi kasus sebagai prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan suasana/ keadaan objek penelitian. Salah satu teknik pengumpulan data terkait dengan penelitian ini, dilakukan melalui wawancara, sebagai suatu kegiatan dilakukan untuk mendapatkan informasi secara langsung dan faktual dengan mengungkapkan pertanyaan-pertanyaan terbuka pada informan. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa HKBP Banuarea memahami pelayanan dalam pengaruh teknologi adalah salah satu proses pengetahuan yang memengaruhi seluruh aspek kehidupan manusia baik dari segi pendidikan, ekonomi, politik bahkan kegiatan beragama. Salah satu wujud dari perkembangan teknologi informasi itu disadari sudah menjadi kebutuhan warga jemaat dan menjadi sebuah peluang sekaligus tantangan untuk meningkatkan pengetahuan dan hubungan sosial secara mengglobal. Oleh sebab itu, peneliti mengajak pembaca untuk membuat atau peduli pada model pelayanan tri tugas gereja yang up to date, sesuai dengan perkembangan zaman, tanpa kehilangan esensi teologisnya.This study aims to examine how the transformation of the church's tri-duties on the influence of information technology in HKBP Banuarea based on ethical studies. This research is based on the fact that the service changes that occurred in the church due to the influence of the development of information technology experienced by the congregation. In facilitating the research, the author uses a qualitative method with a case study approach, which is described in this study is the congregation's view of the transformation of the church's tri-duties and the influence of information technology. The case study approach is a problem solving procedure investigated by describing the atmosphere/state of the object of research. One of the data collection techniques related to this research, conducted through interviews, as an activity carried out to obtain direct and factual information by expressing open questions to informants. The results of this study reveal that HKBP Banuarea understands that service under the influence of technology is one of the knowledge processes that affects all aspects of human life both in terms of education, economy, politics and even religious activities. One manifestation of the development of information technology is that it is realized that it has become a necessity for members of the congregation and has become an opportunity as well as a challenge to increase knowledge and social relations globally. Therefore, the researcher invites the reader to create or care about an up to date model of the church's tri-duty ministry, according to the times, without losing its theological essence

    Financial Condition as a Moderator of Tax Awareness and Tri Nga Teaching on Tax Compliance Intention of MSMEs

    Get PDF
    This study aims to analyze the effect of tax awareness and tamansiswa tri nga teachings (ngerti, ngrasa, nglakoni) on taxpayer compliance intentions, with financial condition as a moderating variable. A quantitative approach was used by distributing questionnaires to individual taxpayers. The results showed that tax awareness and internalization of tri nga values had a positive effect on compliance intention. The values of ngerti (understanding), ngrasa (caring), and nglakoni (practicing) strengthen the moral integrity of taxpayers in fulfilling tax obligations. However, financial conditions proved to moderate the relationship: when financial conditions deteriorate, compliance intention decreases despite high awareness and moral values. The findings confirm the importance of a holistic approach to improving tax compliance, combining values education and supportive economic policies. The implications of this study are relevant for the formulation of value-based and welfare-based tax compliance improvement strategies

    STUNTING DAN PERMASALAHAN DISEKITARNYA

    No full text
    STUNTING DAN PERMASALAHAN DISEKITARNYA Penulis: Tri Anasari Tri Endah Widi Lestari Tanti Fitriyani Hutari Puji Astuti Idawati Heni Hirawati Pranoto Iceu Mulyati Yuli Irnawati Domas Nurchandra Pramudianti Nopri Padma Nudesti Yuliana Eviyati Aini Muriana Noveri Aisyaroh ISBN: 978-623-09-6722-1 Tebal: xi + 178 hlm., 23 x 15,5 cm November 2023 Editor: Nurul Eko Widiyastuti Penata Letak: Fiana Astika Penata Sampul: Alwi Viandika Penerbit: PT. ADIKARYA PRATAMA GLOBALINDO Dusun Tegalsari RT 001/RW 004, Desa Jumoyo, Kec. Salam Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah HP/WA: 08989999951, Email: [email protected] Website: www.adpraglobalindo.my.i

    SOSIALISASI PENGOLAHAN TELUR ASIN AYAM RAS DI DESA MARGO LESTARI, KECAMATAN JATI AGUNG KABUPATEN LAMPUNG SELATAN

    Get PDF
    Margo Lestari Village is a village with potential as a laying hen farming center. This can be seen from the people who raise laying hens. However, the high egg production in the village is not matched by egg sales or marketing. This results in the production of eggs that can rot before being utilized or consumed because eggs have a fairly short shelf life. Thus, it is hoped that this service activity can increase the income of farmers through improving the quality of salted egg products from laying hen eggs in Margo Lestari Village. This counseling activity uses the lecture method and question and answer section. Extension activities were carried out on Wednesday, October 26, 2022 at 09.00 to 12.30 WIB at the Margo Lestari Village Hall, Jati Agung District, South Lampung Regency. The socialization was attended by 20 people, most of whom were breeders. After carrying out community service activities, it can be concluded that there are several things obtained by farmers as participants, namely increasing knowledge related to processing poultry farm products into salted eggs to increase the selling price and shelf life of production eggs in an effort to increase the economic value of farmers. Keywords: Processed Livestock Products, Economic Value, Egg Storabilit

    Pengaruh Motivasi, Sanksi Pajak dan Ajaran Tri-Nga terhadap Niat Melakukan Kecurangan oleh Calon Wajib Pajak (Studi Kasus pada Mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa)

    No full text
    This study aims to prove the effect of motivations, tax sanctions, and tamansiswa teachings “Tri-Nga” on student intentions to commit fraud by prospective taxpayers. This research is quantitative and the type of primary data. This study used 100 respondents, namely accounting students at the tamansiswa bachelor of laws university. This study uses multiple linear regression analysis, where the results of the study show evidence that there is a positive influence on lifestyle on motivations, tax sanctions, and tamansiswa teachings “Tri-Nga” have effect on student’s intentions to commit fraud by prospective taxpayers

    Pengaruh Pengetahuan, Modernisasi Sistem Administrasi, dan Sosialisasi Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi di Kelurahan Bahagia Babelan Bekasi Jawa Barat

    Get PDF
    Pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria yang sudah ditetapkan. Sampel yang digunakan sebanyak 100 responden. Metode pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji kualitas data, uji asumsi klasik, uji analisis regresi linear dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial dan simultan pengetahuan perpajakan, modernisasi sistem administrasi perpajakan dan sosialisasi perpajakan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi

    PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MODEL MISSOURI MATHEMATICS PROJECT (MMP) PADA POKOK BAHASAN SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL (SPLDV) DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) KELAS VIII

    No full text
    Pendidikan merupakan kebutuhan sepanjang hayat. Setiap manusia membutuhkan pendidikan, sampai kapan dan dimanapun ia berada. Pendidikan harus diarahkan untuk menghasilkan manusia yang berkualitas dan mampu bersaing di jaman yang terus menerus berkembang. Selain itu pendidikan juga berperan dalam menghadapi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) pada era globalisasi ini. Salah satu ilmu yang berperan penting dalam perkembangan IPTEK adalah matematika. Matematika adalah pelajaran yang tidak lepas dari soal-soal yang harus diselesaikan, dimana untuk menyelesaikannya dibutuhkan pemahaman konsep matematika, penyelesaian soal, dan pemecahan masalah-masalah matematika. Sehingga dalam menyampaikan materi, guru harus dapat memilih dengan benar model pembelajaran yang mana yang ia pilih agar siswa tertarik untuk belajar. Untuk meningkatkan dan mengembangkan proses belajar mengajar, terdapat beberapa model pembelajaran yang dapat diterapkan misalnya model Missouri Mathematics Project (MMP) (Oktavia, 2010:4). MMP adalah model pembelajaran yang memuat langkah-langkah: review, pengembangan, kerja kooperatif, seat work atau kerja mandiri, dan proyek. Oktavia (2010:4) juga mengungkapkan MMP merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi dalam pembelajaran. Perangkat pembelajaran adalah sekumpulan sumber belajar yang memungkinkan siswa dan guru melakukan kegiatan pembelajaran (Hobri, 2010: 31). Perangkat pembelajaran yang dimaksud dalam tulisan ini adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Buku Siswa, Lembar Kerja Siswa (LKS) dan Tes Hasil Belajar (THB). Perangkat pembelajaran tersebut dikembangkan sesuai dengan model Missouri Mathematicss Project (MMP). Model Missouri Mathematicss Project (MMP) adalah model pembelajaran yang terstruktur dengan baik. Langkah- langkah berurutan yang diterapkan dalam MMP adalah Review, Pengembangan, Kerja Kelompok, Kerja Mandiri, dan Proyek/PR. MMP memiliki banyak kelebihan, diantaranya akan lebih banyak materi yang dapat disampaikan kepada siswa, siswa dapat membangun pengetahuannya sendiri melalui bimbingan guru dan siswa dapat terampil mengerjakan soal karena banyaknya latihan yang diberikan. Model pengembangan perangkat yang digunakan adalah model Plomp. Model Plomp memiliki lima fase pengembangan, yaitu (1) investigasi awal, (2) fase perancangan/desain, (3) fase realisasi/konstruksi, (4) fase tes, evaluasi, dan revisi, (5) fase implementasi. Hasil yang diperoleh dari pengembangan perangkat yang telah dilakukan meliputi: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Buku Siswa, Lembar Kerja Siswa, Tes Hasil Belajar (THB). Perangkat yang telah dikembangkan selanjutnya divalidasi oleh para validator untuk mengetahui kevalidan perangkat tersebut. Apabila perangkat pembelajaran valid, maka siap digunakan untuk uji coba. Dari penilaian yang diberikan validator diperoleh nilai tingkat kevalidan RPP sebesar 0.91 yang berarti kriteria kevalidan sangat tinggi, nilai tingkat kevalidan Buku Siswa sebesar 0.90 yang berarti kriteria kevalidan sangat tinggi, nilai tingkat kevalidan LKS sebesar 0.925 yang berarti kriteria kevalidan sangat tinggi, dan nilai tingkat kevalidan Tes Hasil Belajar sebesar 0.851 yang berarti kriteria kevalidan sangat tinggi. Sehingga kevalidan perangkat yang dihasilkan adalah sangat tinggi. Untuk mengetahui kualitas kepraktisan dan kefektifan perangkat yang dikembangkan diukur dari aktivitas siswa dan guru serta respon positif siswa terhadap perangkat pembelajaran. Hasil pengamatan aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran rata-rata dari pelaksanaan RPP 1 hingga pelaksanaan RPP 5 berada pada kategori sangat tinggi dengan nilai keaktifan rata-rata 82.82% dengan angka korelasi 0,83. Dengan demikian aktivitas guru dapat dikatakan telah sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran MMP. Aktivitas siswa dalam pembelajaran menunjukkan tingkat keaktifan siswa pada kategori sangat tinggi dengan nilai keaktifan sebesar 87.2% dengan angka korelasi 0,87, artinya sebagian besar siswa aktif mengikuti pembelajaran model MMP dan menunjukkan respon yang positif. Dengan nilai aktivitas siwa dan guru yang sangat tinggi, maka kualifikasi kepraktisan perangkat pembelajaran juga sangat tinggi. Jumlah siswa yang memberikan respon positif terhadap perangkat pembelajaran yang dikembangkan sebanyak 14 siswa dari 16 siswa, sehingga kualifikasi kefektifan perangkat pembelajaran sangat tinggi dengan nilai korelasi 0,875. Dapat disimpulkan bahwa apabila kevalidan, kepraktisan, dan kualifikasi perangkat pembelajaran sangat tinggi, maka perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan dengan model MMP ini tidak perlu dilakukan revisi dan uji coba kembali. Perangkat pembelajaran ini telah siap dipublikasikan guna meningkatkan kualitas pendidikan siswa. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yang menyebutkan bahwa pengembangan perangkat pembelajaran dengan model MMP dapat membiasakan siswa belajar dengan disiplin dan sistematis (Sendy, 2011:62). Dengan demikian perangkat pembelajaran yang dihasilkan dapat digunakan dengan baik oleh guru untuk menambah kedisiplinan dan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran meskipun dengan penilaian dari indikator yang berbeda

    ANALISIS MUTU ORGANOLEPTIK SWEET BREAD BERBAHAN DASAR TEPUNG TALAS

    Get PDF
    Penelitian yang dilakukan dengan membuat inovasi produk terhadap sweet bread yaitu dengan menggunakan bahan dasar tepung talas dan ingin mengetahui respon konsumen terhadap sweet bread yang telah di inovasi. Pengujian dilakukan dengan tiga perlakuan konsentrasi tepung talas. Peneliti ingin membantu pemerintah dalam upaya mengurangi import tepung terigu. Dengan mengolah talas menjadi tepung yang merupakan pangan lokal Indonesia. Tujuan dari penelitian ini mengetahui proses pembuatan tepung talas, prosentase tepung talas yang menghasilkan produk inovasi sweet bread berbahan dasar tepung talas dengan kualitas terbaik, respon konsumen terhadap substitusi tepung talas pada sweet bread dan pengaruh mutu organoleptik. Penelitian ini menggunakan 15 panelis terlatih dan 50 panelis konsumen dengan menggunakan pengujian organoleptik dan uji minat beli konsumen. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa perlakuan konsentrasi 20% tepung talas dan 80% tepung terigu dengan kode SBTT1 disukai oleh panelis dan konsumen dinilai dari kelima karakteristik yaitu penampilan fisik, aroma, rasa, tekstur dan warna. Total skor dari hasil pengumpulan data pada variable mutu organoleptik SBTT1 sebanyak 949 point dari skor tertinggi 1250 point, sesuai data penelitian yaitu termasuk dalam kategori tinggi dapat dikatakan responden cenderung untuk melakukan pembelian sweet bread tepung talas. Total skor dari hasil pengumpulan data pada variable mutu organoleptik SBTT1 sebanyak 452 point dari skor tertinggi 600 point, sesuai data penelitian yaitu termasuk dalam kategori tinggi dapat dikatakan responden cenderung untuk melakukan pembelian sweet bread tepung talas. Pengaruh dari mutu organoleptik terhadap minat beli konsumen dinyatakan positif berdasarkan R Square = 0,845 yang berarti termasuk kategori sangat kuat maka mutu organoleptik sweet bread berpengaruh terhadap minat beli sweet bread. ;---This research is done to make an innovation product sweet bread that use taro flour as a basic material and this research will find consumers response about sweet bread that had innovated. The trial is done with three consentration of taro flour. Researcher want to help the government to diminish import of flour. To process taro become taro flous as local food in Indonesia. The purpose of this research is to know making process of taro flour, presentation of taro flour that produce an innovation product sweet bread with material basic taro flour with high quality, response of cunsomers with flour subtantion taro flour of sweet bread and influence of organoleptic quality. This research use 15 expert panelist and 50 consumers with uses organleptic test and purchase desire of consumers. Based on the result of this research, had found that consentration of 20% taro flour and 80% flour with code SBTT1 is be likely by consumers with five characteristic, appearance, aroma, flavor, tekstur and colour. Score total of organoleptic quality SBTT1 is 949 point from the highest point 1250, as a data of research included the highest category its called that respondend is inclined to purchasing sweet bread taro flour. Score total of purchases desire of consumers SBTT1 is 452 point from the higest 600 point, as a data of research included the highest category its called that respondend is inclined to purchasing sweet bread taro flour. The influence of organoleptic quality and purchase desire of consumers is called postivite with R Square = 0,845 that mean it’s included of the strongest category so that organoleptic quality is influencing of purchases desire of consumers
    corecore