20 research outputs found

    ANALISIS ADSORBEN PENGOLAHAN AIR SUNGAI MUARA LEBUNG MENGGUNAKAN KARBON AKTIF SEKAM PADI DAN KULIT PISANG KEPOK

    No full text
    Kadar besi (Fe) dan total suspensi solid (TSS) dalam air dapat diturunkan dengan menggunakan karbon aktif sebagai media adsorben dan juga nilai pH larutan dapat dinetralkan. Karbon aktif dapat diperoleh dari arang, diantaranya adalah arang sekam padi dan arang kulit pisang kepok. Tujuan penelitian mengetahui bagaimana kualitas karbon aktif sekam padi dan kulit pisang kapok dengan variasi berat yang berbeda, mengetahui pengaruh keefektivitasan karbon aktif dari sekam padi dan kulit pisang kepok, mengetahui penurunan kadar besi (Fe), TSS, dan penetralan nilai pH setelah dilakukan penyerapan dengan karbon aktif sekam padi dan kulit pisang kepok. Tinggi nya konsentrasi logam besi (Fe), TSS dan pH larutan asam, di sepanjang aliran sungai Muara Lebung di Kecamatan Babat Supat kabupaten Musi Banyuasin diakibatkan dari pembuangan air limbah limbah rumah tangga dan industri yang ada di Musi banyuasin. Masyarakat yang berada di sekitar sungai Muara Lebung menggunakan air sungai untuk keperluan mandi dan mencuci. Maka diperlukan suatu cara untuk mengurangi pencemaran pada air sungai Muara Lebung  dengan menggunakan dua macam adsorben. Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahap persiapan sampel, karbonisasi, aktivasi, dan penyerapan kadar air sungai dengan karbon aktif. Berdasarkan hasil penelitian karbon aktif sekam padi dan kulit pisang kepok dengan aktivator H3PO4 pada konsentrasi 0,1N 20% di dapatkan karbon aktif pisang kapok dengan massa 60 gr adalah yang terbaik dari nilai awal TSS 1.370 mg/L mengalami penurunan menjadi 0.29 mg/L, kadar besi (Fe) 0,450 mg/L menjadi 0,00 mg/L, sedangkan nilai pH berubah netral dari 6,4 menjadi 7,6. Kesimpulan yang didapat bahwa karbon aktif kulit pisang kepok lebih baik dari pada karbon aktif sekam padi untuk mendegradasi kadar TSS, kadar besi (Fe) dan meningkatnya nilai pH

    PEMBUATAN PULP DARI AMPAS TEBU PROSES BLEACHING HIDROGEN PEROKSIDA

    No full text
    Indonesia merupakan negara agraris penghasil bahan pangan yang besar, seperti padi, jagung, kedelai, tebu dan lain-lain. Ampas tebu, atau disebut juga dengan bagasse adalah hasil samping dari proses ekstraksi cairan tebu yang sebagian besar mengandung lignin selulosa. Panjang seratnya antara 1,7-2 mm dengan diameter sekitar 20 µm, sehingga ampas tebu ini dapat memenuhi persyaratan untuk diolah menjadi papan-papan buatan dan bahan pembuatan pembuatan pulp. Kurangnya pemanfaatan limbah ampas tebu menjadikan ampas tebu menjadi tumpukan sampah yang mencemari lingkungan. Metode penelitian dilakukan dengan proses hidrogen peroksida dengan larutan pemasak pada konsentrasi NaOH 3%, 5%, 7%, 9%, dan 11% dengan waktu 70 m, 80 m, 90m 100m, dan 110 m kemudian dilanjutkan dengan menghitung persentasi rendemen dan bilangan permanganate tujuan dalam penelitian ini adalah mendapatkan persentase rendemen dan bilangan permanganat yang merupakan bagian pengujian kuantitas dan kualitas pulp secara kimiawi dengan perbedaan waktu dan konsentrasi larutan pemasakan yang konstan. Dari penelitian persentasi yang didapat 66,1 % dan bilangan permanganate 3,9

    PEMANFAATAN ARANG SEKAM PADI DAN KULIT PISANG KEPOK SEBAGAI ADSORBEN UNTUK MENURUNKAN COD (Chemical Oxygen Demand) DAN BOD (Biological Oxygen Demand) PADA AIR SUNGAI ENIM

    No full text
    Air sungai adalah sumber daya alam yang menjadi kebutuhan makhluk hidup namun hingga kini banyak terjadi pencemaran yang diakibatkan oleh kegiatan industri. Pencemaran air sungai terjadi karena pembuangan limbah industri yang dikelola tidak efektif. Tingginya konsentrasi COD dan BOD di sepanjang sungai Enim di Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim diakibatkan dari pembuangan air limbah cucian batubara yang bersifat asam yang masuk ke sungai yakni sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Enim dan anak anak sungai. Maka diperlukan suatu cara yang dapat mengurangi pencemaran tersebut dengan menggunakan berbagai adsorben salah satunya dengan karbon aktif sekam padi dan kulit pisang kepok.  Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana kualitas karbon aktif dari sekam padi dan kulit pisang kepok dengan variasi berat yang berbeda, mengetahui pengaruh keefektivitasan karbon aktif dari sekam padi dan kulit pisang kepok, mengetahui penurunan kadar COD dan BOD, setelah dilakukan adsorpsi dengan karbon aktif dari sekam padi maupun adsorpsi dengan karbon aktif dari kulit pisang kepok. Penelitian ini dilakukan dengan persiapan bahan baku, karbonisasi, aktivasi, dan penyerapan kadar air sungai dengan karbonaktif. Hasil penelitian menunjukkan karbon aktif sekam padi dengan konsentrasi H3PO4 15% dapat menurunkan kadar COD dari nilai awal 30mg/L menjadi 5,9mg/L, dan kadar BOD mengalami penurunan dari nilai awal 3,31mg/L menjadi 1,56mg/L.  Kesimpulan yang didapat bahwa karbon aktif sekam padi lebih baik dari pada karbon aktif kulit pisang kepok untuk menurunkan konsentrasi COD dan BOD

    UJI PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PROSES ADSORBSI MENGGUNAKAN KARBON AKTIF DARI AMPAS TEBU , CANGKANG BUAH KARET DAN KULIT PISANG TERHADAP PENURUNAN KADAR COD DAN BOD DALAM LIMBAH CAIR INDUSTRI SONGKET

    No full text
    Indonesia merupakan Negara agraris penghasil bahan pangan yang besar, seperti padi, jagung, kedelai, tebu dan lain-lain. Ampas tebu, atau disebut juga dengan bagasse, adalah hasil samping dari proses ekstraksi cairan tebu, yang  sebagian besar mengandung lignin selulosa. Panjang seratnya antara 1,7-2 mm dengan diameter sekitar 20 µm, sehingga ampas tebu ini dapat memenuhi persyaratan untuk diolah menjadi papan-papan buatan dan bahan pembuatan pembuatan pulp. Kurangnya pemanfaatan limbah ampas tebu menjadikan ampas tebu menjadi tumpukan sampah yang mencemari lingkungan. Metode penelitian dilakukan dengan proses Hydrogen Peroksida dengan larutan pemasak pada konsentrasi NaOH 3%, 5%, 7%, 9%, dan 11% dengan waktu 70 m, 80 m, 90m 100m, dan 110 m kemudian dilanjutkan dengan menghitung persentase rendemen dan bilangan permanganat tujuan dalam penelitian ini adalah mendapatkan persentase rendemen dan bilangan permanganat yang merupakan bagian pengujian kuantitas dan kualitas pulp secara kimiawi dengan perbedaan waktu dan konsentrasi larutan pemasakan yang konstan. Persentase rendemen terbaik yang didapat sebesar 66,1 % dan bilangan permanganat terbaik sebesar 3,9

    PENGARUH WAKTU KONTAK OPTIMUM DAN MASSA ADSORBEN TERHADAP KEMAMPUAN LIMBAH KARBIT MENGADSORPSI Pb DAN Cr DALAM LIMBAH KAIN JUMPUTAN DENGAN METODE FIXED BED COLOUM FLOW UP

    No full text
    Air limbah yang berasal dari rumah sakit merupakan salah satu sumber pencemaran air yang sangat potensial. Hal ini disebabkan karena air limbah rumah sakit mengandung senyawa organik yang cukup tinggi juga kemungkinan mengandung senyawa-senyawa kimia lain serta mikroorganisme patogen yang dapat menyebabkan penyakit terhadap masyarakat disekitarnya. Proses pengolahan air limbah rumah sakit dengan sistem biofilter anaero-aerob mampu menurunkan kadar BOD, COD, TSS, dan dapat menstabilkan pH.  Kadar BOD, COD, dan TSS juga dapat dipengaruhi oleh kepekatan air limbah. Semakin tinggi tingkat pengenceran air limbah maka penurunan kadar BOD, COD, dan TSS juga akan semakin tinggi. Dari hasil pengamatan, maka dapat disimpulkan bahwa hasil terbaik yang didapat dalam penelitian ini adalah pada laju alir 500 ml/menit dengan kepekatan 50% pengenceran dengan analisa BOD sebesar 22,40 mg/l, COD sebesar 56,24 mg/l, dan TSS sebesar 12,71 mg/l. Nilai-nilai tersebut telah sesuai dengan baku mutu limbah cair yang telah ditetapkan dalam Peraturan Gubernur Sumsel No 18 Tahun 2005

    Perbandingan Efektivitas Karbon Aktif Sekam Padi Dan Kulit Pisang Kepok Sebagai Adsorben Pada Pengolahan Air Sungai Enim

    No full text
    Air merupakan zat penting kedua setelah oksigen. Air sungai adalah sumber daya alam yang menjadi kebutuhan makhluk hidup namun hingga kini banyak terjadi pencemaran yang diakibatkan oleh kegiatan industri. Tingginya konsentrasi logam besi (Fe) di sepanjang sungai Enim di Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim diakibatkan dari pembuangan air limbah cucian batubara yang bersifat asam yang masuk ke sungai alami yakni sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Enim dan anak anak sungai enim. Sungai tersebut merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat yang tinggal disekitarnya. Masyarakat menggunakan air sungai untuk keperluan mencuci dan mandi. Maka diperlukan suatu cara yang dapat mengurangi pencemaran pada air sungai dengan menggunakan berbagai adsorben salah satunya penggunaan karbon aktif sekam padi dan kulit pisang kepok. Tujuan penelitian mengetahui bagaimana kualitas karbon aktif dari sekam padi dan kulit pisang kepok degan variasi berat yang berbeda, mengetahui pengaruh keefektivitasan karbon aktif dari sekam padi dan kulit pisang kepok, mengetahui penurunan kadar besi (Fe), pH, TSS, setelah dilakukan penyaringan dengan karbon aktif dari sekam padi maupun penyaringan dengan karbon aktif dari kulit pisang kepok. Penelitian ini dilakukan dengan persiapan bahan baku, karbonisasi, aktivasi, dan penyerapan kadar air sungai dengan karbonaktif. Berdasarkan hasil penelitian karbon aktif sekam padi dengan konsentrasi H3PO4 15%, kadar Fe 0,57 mg/L menjadi 0,05 mg/L, TSS mengalami penurunan 80,2 mg/L menjadi 42,5mg/L namun untuk pH mengalami kenaikan setelah proses adsorbsi dari nilai awal 6,51 menjadi 7,03. Kesimpulan yang didapatkan bahwa karbon aktif sekam padi lebih baik dari karbon aktif kulit pisang kepok untuk mengurangi kadar pencemaran air sungai

    ANALISIS ADSORBEN ARANG AKTIF SEKAM PADI DAN KULIT PISANG KEPOK UNTUK PENGOLAHAN AIR SUNGAI GASING, TALANG KELAPA, KABUPATEN BANYUASIN SUMATERA SELATAN

    No full text
    Air sungai adalah sumber daya alam yang menjadi kebutuhan mahluk hidup namun hingga kini banyak terjadi pencemaran yang diakibatkan oleh industri. Tingginya konsentrasi logam besi (Fe) pada air sungai Gasing di Talang Kelapa, kabupate Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan diakibatkan dari pembuangan air limbah yang dihasilkan oleh industri. Masyarakat yang berada di sekitaran sungai Gasing menggunakan air sungai untuk keperluan mandi dan mencuci. Untuk mengurangi kandungan logam besi (Fe) dapat dilakukan melalui proses adsorpsi. Pada penelitian ini, dilakukan pembuatan adsorben karbon aktif dari bahan sekam padi dan kulit pisang kapok secara terpisah. Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh data karakteristik kualitas karbon aktif yang terbuat dari sekam padi dan kulit pisang kepok dengan variasi berat yang berbeda, untuk memperoleh data pengaruh keefektifitasan karbon aktif, memperoleh data kadar besi (Fe), TSS, pH setelah dilakukan proses adsorpsi. Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu persiapan bahan baku, karbonisasi, aktivasi, dan penyerapan kadar air sungai dengan karbon aktif. Berdasarkan hasil penelitian karbon aktif sekam padi dan kulit pisang kepok dengan aktivator H3PO4 pada konsentrasi 0,1N 20%, didapatkan karbon aktif pisang kapok dengan massa 50 gr adalah yang terbaik, yaitu nilai awal TSS 168,2 ppm mengalami penurunan menjadi 0,42 ppm, kadar besi (Fe) menurun dari nilai 0,568 ppm menjadi 0,00 ppm

    ANALYSIS OF ACTIVE CARBON OF RICE HUSK AND BANANA KEPOK SKIN AS ADSORBENT MEDIA IN REDUCING HEAVY METALS IRON (Fe), TSS AND pH ATKUNDUR RIVER IN SOUTH SUMATRA

    No full text
    River water is a natural resource that is a necessity for living things, but untilnow there has been a lot of pollution caused by industrial activities. Kundur river waterpollution occurs because the disposal of industrial waste that is managed ineffectively and theriver becomes a place for accumulation of waste disposal from all human activities, causingpollutants to enter the river before finally being channeled into the sea or lake, and at acertain point when the river\u27s capacity for If the pollution load has reached its limit, what willhappen is river pollution. So we need a way that can reduce this pollution by using variousadsorbents, one of which is activated carbon from rice husks and banana peels. The aims ofthe study were to determine the quality of activated carbon from rice husks and kepok bananapeels with different weight variations, to determine the effect of the effectiveness of activatedcarbon from rice husks and kepok banana peels, to determine the decrease in levels of heavymetals iron (Fe), TSS and pH, after Adsorption was carried out with activated carbon fromrice husks and adsorption with activated carbon from kepok banana peels. This research wasconducted by preparing raw materials, carbonization, activation, and absorption of river watercontent with activated carbon. The results showed that activated carbon of kepok bananapeels with a concentration of 20% H3PO4 could reduce iron (Fe) levels from an initial valueof 0.52 mg/L to 0.00 mg/L, TSS levels decreased from an initial value of 180.3 to 0.46 mg./L., and the pH of the acid solution from the initial value of 5.4 to neutral with a value of 7.2.The conclusion is that the activated carbon of banana peel kepok is better than rice huskactivated carbon to reduce the content of heavy metal iron (Fe), TSS and neutralize pH

    Pemanfaatan Karbon Aktif dari Limbah Sekam Padi dan Bonggol Jagung untuk Mengurangi Kadar Pencemar pada Sungai Sekanak

    No full text
    Sungai Sekanak merupakan salah satu sungai yang ada di kawasan pemukiman yang padat penduduk,pusat perekonomian serta pusat pemerintahan. Sungai sekanak memiliki tiga buah kolam retensi, yaituSiti Khodijah, Kambang Iwak Besar, dan Kambang Iwak Kecil. Kondisi sungai sekanak yang bau, dankotor, disebabkan oleh beberapa parameter yaitu COD, BOD, TDS, pH, dan Fe (Fe2+, Fe3+ terlarut, danFe3+). Sehingga dibutuhkan komposisi dan material yang pas untuk mengurangi kadar pencemaran padaair sungai sekanak. Dengan ini diharapkan dapat memperoleh komposisi dan material yang optimal untukmenurunkan nilai COD, TDS, BOD, dan Fe, serta meningkatkan nilai pH air pada sungai sekanak yangberdasarkan dengan standar mutu air. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh komposisidan material yang optimal yang mampu menurunkan kadar COD, BOD, TDS, pH, dan Fe (Fe2+, Fe3+terlarut, dan Fe3+) yaitu pada karbon aktif dari limbah bonggol jagung dengan proses karbonisasi 300oC,25% H3PO4 sebagai aktivator yang menggunakan bahan baku bonggol jagung, serta waktu aktivasiselama 24 jam. Bonggol jagung dengan pH 7,18, sehingga didapat senilai COD sebesar 8mg/L, BOD1,5mg/L, TDS 102mg/L, dan kadar Fe 0mg/L. Sedangkan karbon aktif dari sekam padi yang diprosesdengan karbonisasi 300oC, 25% H3PO4, serta waktu aktivasi memiliki nilai pH sebesar 7,02 dari 6,30,sehingga diperoleh nilai COD 10mg/L, BOD 1,7mg/L, TDS 104mg/L, dan Fe 0mg/L
    corecore