85 research outputs found
Perancangan dan realisasi prototip elektrokardiograf 3-LEAD berbasis PC
Di Indonesia, dan sebagian besar negara lainnya. Peningkatan jumlah penderita masalah jantung cukup signifikan, sehingga perlu pendeteksian sejak awal agar dapat dilakukan perawatan sejak dini. Usaha ini sangat tepat di terapkan di Puskesmas karena tersebar di seluruh kota maupun desa di Indonesia untuk tujuan ini, maka akan dikembangkan sistem EKG (elektrokardiograf, yang cukup murah dan mudah digunakan karena keterbatasan keuangan dan sumber daya manusia di Puskesmas. Sistem yang dikembangkan akan berfungsi untuk pendeteksi dini masalah jantung dengan merekam 3-lead sinyal EKG; (lead I. II. dan III). Dengan sistem berbasis PC juga akan memberi banyak keuntungan
Dalam tesis ini telah dilakukan pengembangan EKG 3-lead berbasis PC (personal computer) dengan elektroda pada tubuh berdasarkan metoda Segitiga Einthoven Tiap lead sinyal EKG akan dideteksi melalui pasangan plat elektroda Ag- AgCI pada tubuh pasien. Sistem EKG yang telah dikembangkan terdiri dari dua modul yaitu modul perangkat keras dan perangkat lunak. Modul perangkat keras terbagi menjadi 2 blok utama. Blok pertama terdiri dari penguat instrumentasi (IC INAl14) yang dihubungkan bertingkat terhadap penguat tak membalik. Rangkaian ini menghasilkan penguatan 500 kali (1Ox50) dan CMRR (commonmode rejection ratio) di atas 90dB. Rangkaian driven right leg digunakan untuk menghindari terjadinya ground loop demi keamanan pasien. Serangkaian filter juga digunakan untuk melewatkan sinyal EKG (0,05Hz-100Hz) dan menapis frekuensi lainnya. Penguat tak membalik juga berfungsi sebagai filter low pass aktif dengan frekuensi cutoff 100Hz. Filter high pass Butterworth orde 2 akan melewatkan sinyal-sinyaI dengan frekuensi di atas 0,05Hz. Filter notch Twin-T digunakan untuk menapis sinyaI dengan frekuensi 50Hz yaitu derau jala-jala listrik. Selanjutnya untuk pemrosesan sinyal digital dibutuhkan filter anti-aliasing, digunakan filter low pass Butterworth orde 2 dengan frekuensi cutoff 200Hz. Rangkaian clamping berfungsi untuk memberikan tambahan tegangan dc sekitar 2V pada sinyal EKG. Rangkaian ini diperlukan karena penggunaan ADC (analog to digital converter) unipolar. Blok kedua dari modul perangkat keras adalah PC interface yang terdiri dari rangkaian ADC, rangkaian mikrokontroler, dan rangkaian-rangkaian optoislator. ADC0809 adalah ADC unipolar yang dapat mengkonversi sinyal analog 0-5V. ADC ini menghasilkan sinyal digital 8-bit dengan error ±1 LSB (least significant bit). Mikrokontroler AT89S52 mempunyai 3 fungsi utama. Pertama, untuk mengontrol proses pengambilan sampel sinyal dengan mengatur perioda konversi pada ADC setiap 5ms. Kedua, untuk menyimpan data EKG sementara di register. Ketiga, untuk melakukan komunikasi melalui pori paralel pada PC untuk proses – pengiriman sinyal EKG. Ground perangkat keras dan PC dipisahkan secara optik dengan menggunakan rangkaian optoisolator (PC817) untuk menghindari arus bocor dari /PC' ke pasien.
Modul perangkat lunak telah dikembangkan dengan menggunakan dua bahasa pemrograman yaitu Assembly dan Turbo C. Sistem berbasis mikrokontroler AT89S52 diprogram dengan bahasa assembly. Proses selanjutnya di PC dilakukan dengan pemrograman C yang mempunyai 3 kategori fungsi. Pertama, dapat merekam data pribadi pasien (terbatas pada nama, tanggal lahir, dan jenis kelamin) dan tanggal serta waktu pemeriksaan EKG ke dalam file (.dat), Kedua, untuk melakukan komunikasi dengan mikrokontroler untuk menerima sinyal EKG melalui port paralel PC. Kemudian, sinyal EKG dibaca dan ditampilkan dalam bentuk grafik di monitor. Juga dapat dilakukan perekaman sinyal EKG ke file(.dat). Ketiga, untuk membaca data dari file ( dat ) Data pribadi pasien dan tanggal serta waktu pemeriksaan EKG ditampilkan dalam bentuk teks ke minitor, dan rekaman sinyal EKG ditampilkan dalam bentuk grafik
Prototip sistem ini telah diuji di laboratorium Teknik Biomedika. Sistem EKG yang telah direalisasikan dapat memberikan penguatan total 501,75 kali, Peredaman maksimum sinyal derau 50Hz jala-jala ;listrik sehesar 26,02dB. Rentang frekuensi cutolf filter low pass Butterworth orde 2 adalah 100-11 OHz, 40db/dekade. Frekuensi cutoff filter high pass di bawah O,O5Hz, Dari perealisasian perangkat keras tersebut maka sistem dapat mendeteksi sinyal EKG dengan amplitudo (-)2 -(+)6mV, bandwidth sinyal 0,05-100Hz. Pengujian keseluruhan sistem dilakukan dengan melakukan perekam sinyal-sinyal EKG dengan input dari simulator EKG (phantom) dan beberapa subyek, kemudian disimpan ke dalam file (.dat). Jumlah sampel maksimum dalam perekaman yaitu 9866 sampel untuk masing-masing lead sinyal EKG (sama dengan perekaman selama 170 detik). Operator dapat menentukan secara manual lamanya perekaman. Terjadi penurunan amplitudo sinyal yang disebabkan karena kualitas modul perangkat keras, khususnya filter notch. Beberapa sinyal artefak juga tampak pada sinyal EKG, misalnya yang disebabkan oleh pergerakan anggota tubuh dan karena aktivitas pernafasan. Pengujian di lapangan yang meliputi pengiriman file hasil rekaman ke FTP server melalui operator telepon genggam GSM dan CDMA serta Internet dapat dilakukan dengan baik. Usaha ini sangat bermanfaat untuk daerah terpencil, namun masih terlalu mahal untuk aplikasi di Puskesmas.
Meskipun telah diperoleh beberapa kemajuan positif, namun ada beberapa masalah yang harus diatasi seperti: derau, ukuran file, keamanan pasien, dan managemen data. Untuk pengembangan lebih lanjut, sistem EKG berbasis PC ini dapat diterapkan sebagai salah satu aplikasi pada sistem telemedika Puskesmas yang sedang dikembangkan di laboratorium Teknik Biomedika
Peningkatan Ketrampilan Berpikir Tingkat Tinggi (Higher-Order Thingking Skills) Dalam Penguasaan Materi Mata Kuliah Wireless Communication Dengan Sistem Pengajaran Pendekatan Student Centered
Mata kuliah Wireless communication adalah mata kuliah yang
diberikan bagi mahasiswa semester 7., yang termasuk kelompok mata kuliah
keahlian berkarya ( MKB ) dengan beban studi 4 SKS. Pada mata kuliah ini, mahasiswa mempelajari Prinsip-prinsip dasar dari sistem komunikasi bergerak (mobile), Sistem komunikasi tanpa kabel (Wireless), dan Sistem Komunikasi selular.
Ada beberapa permasalahan yang dihadapi pada kuliah ini, antara lain : Dalam perkuliahan, mahasiswa biasanya kurang mempersiapkan diri dengan baik (membaca/mempelajari bahan/ materi perkuliah),Dalam menyelesaikan tugas (soal latihan), mahasiswa kurang mandiri (menunggu hasil pekerjaan temannya), perlu banyak melakukan diskusi dengan rekan-rekannya; Dalam tanya jawab yang dilakukan di kelas, biasanya hanya mahasiswa tertentu saja yang aktif.
Permasalahan-permasalahan tersebut kemungkinan disebabkan oleh metode pengajaran yang masih menggunakan metode ceramah (konvensional). Selain itu mahasiswa masih belum dapat mengembangkan pola berpikirnya, untuk dapat berpikir menjadi lebih tinggi.Untuk mengatasi beberapa kelemahan tersebut di atas, perlu dilakukan perubahan metode pembelajaran, sehingga mahasiswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Metode diterapkan adalah metode Collaborative Learning.
Pembelajaran Collaborative Learning juga efektif untuk meningkatkan kemampuan bekerja sama, komunikai dan tanggung jawab mahasiswa. Hal ini dikarenakan terjadinya proses kegiatan yang ada didalam kelompok-kelompok kerja yang kecil, sehingga mendorong setiap anggita berpartisipasi aktif dalam penyelesaiannya. Presentase meningkatnya taraf berpikir (menuju High Order Thinking) dari mahasiswa, dengan meningkatnya presentase mahasiswa dalam memperoleh nilai A, terjadi kenaikan presentase distribusi nilai A dari 11 %
(sebelum pelaksanaan), menjadi 84,6% sesudah pelaksanaan, sesuai dengan rancangan penilaian. Kepuasan mahasiswa terhadap metode Collaborative Learning, berdasarkan skala Likert (1-10), dengan skor 7,99% (artinya mahasiswa dapat menikmati pembelajaran dikelas dengan menggunakan metode
tersebut
Komposter Otomatis-Elektrik Tenaga Surya untuk Pengolahan Sampah Organik
Sampah merupakan sisa hasil pengolahan, secara umum sampah banyak menimbulkan kerugiankerugian, seperti polusi bau, gangguan kesehatan, dan menimbulkan kerugian ekonomi untuk pengakutan (penimbunan sampah) ke tempat pembuangan akhir, namun dari sisi kerugian tersebut dapat ditimbulkan sisi
keuntungan dengan melakukan pengolahan sampah tersebut untuk dapat difungsikan positif.
Pengolahan sampah organik dapat menghasilkan kompos (pupuk) untuk tanaman, yang dapat bernilai ekonomi. Pengolahan sampah organik untuk dijadikan kompos (secara cepat) memerlukan komposter (alat pembuat kompos beserta bahan pendukung). Komposter akan mengubah sampah organik dengan mikroba, supaya mikroba dapat bekerja menguraikan sampah dengan baik, maka diperlukan proses mengaduk sampah-sampah yang sudah diurai mikroba, setiap beberapa waktu. Realisasi perancangan alat menggunakan, Komposter elektrik otomatis (akan melakukan proses komposter secara otomatis, masukan bahan akan diolah dengan pengadukan secara otomatis setiap harinya, hasilnya kompos (padat dan cair)), Tenaga Surya dari Solar panel 100 wp, bateray 100 Ah, smart inverter 850 watt, yang akan menggerakkan komposter elektrik dengan daya 330 watt. Oleh karena itu dibuat suatu alat pengolah sampah tersebut, secara elektrik-otomatis dengan sumber energy surya, sehingga proses pengolahan ini dapat dilakukan
secara otomatis dengan sumber energi dari alam juga (energi terbarukan). Kondisi lokasi yang akan digunakan di daerah mojoarum, kelurahan mojo, kecamatan gubeng, surabaya, dekat tempat pembuangan sementara (TPS)
Peningkatan Hasil Produksi Makanan Ringan Olahan (Krupuk-Kemplang)dengan Mesin Pengering Kerupuk Energi gas LPG pada Kelompok Usaha Kecil Menengah (UKM), di Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto
The production of light processed foods has never
experienced a decrease in consumer interest, in Magersari subdistrict, Mojokerto City, there are several small and medium enterprises (SNIEs) that produce cheerful food (kerupuk and kemplang), which are partners in this community partnership program, the first partner of SMEs cassava crackers "Cassava", and the second partner of SME Kemplang Cracker "Haka Bakery". The production process can produce up to 300 kg of processing per day but in the final processing, drying (drying) is required only depending on the weather (sunlight), so that the current production can range from 50 to 75 Kg per day. To improve the production of the SME, the prioritized way is to make a cracker dryer, using a closed room, heating using hot air exhaled, with a production scale of 50 kg of wet cracker once process, drying process (late humidity 15%) during approximately I hour 30 minutes, fuel used LpG gas. In general, production and management are well managed, with the help of brand permits, nutrition licenses, legal trade administration, and product exhibitions up to the national level, facilitated by Mojokerto municipal government, so that these SMEs can develop marketing in the area around Kediri, Tulungagung, Surabaya, to the outer islands. Therefore, the priority of activities by making equipment that solves the problem of drying processed food crackers, which can be done at any time, with cleanliness and controlled drought standards, and the efficient use of fuel (LPG gas). So the production will increase to 300 Kg of processed material
Alat latih bicara untuk Penderita Tuna Rungu Ringan-Sedang Dengan Memanfaatkan AT89S51.
Penelitian ini akan membahas mengenai "A/at Latih Bicara Untuk Penderita Tuna Rungu RinganSedang dengan memanfaatkan AT89S5/" Tujuan dari penelitian ini adalah membuat a/at bantu proses pembelajaran kata untuk siswa tuna rungu khususnya tuna rungu ringan dan sedang yang masuk pada kategori kondisi kurang dengar.
Pembelajaran dilakukan melalui suara yang masuk me/alui mikrofon kemudian dilakukan penguatan dan output pada headphone. Push button terhubung microcontroller yang digunakan untuk menjalankan motor stepper dalam mengunah rnlume amplifier, push fnlffon yang terhubung de11ga11
microcontroller juga berfungsi sebagai on I off pada amplifier dan CCTV melalui pengaturan relay.
Microcontroller berperanan dalam pengoperasian seluruh perangkat keras (hardware). Jika siswa masih be/um mengenal kata tersebut maka digunakan TV. Penggunaan TV untuk mempermudah anak untuk melihat gerak hibir pengajar.
Pengujian bagian a/at dilakukan pada amplifier, sedangkan pengujian a/at secara keseluruhan diterapkan langsung pada siswa penderita tuna rungun ringan - sedang di Sekolah Luar Biasa Karya Mulia di Surabaya. Hasil pengujian untuk tuna rungu ringan antara 14 dB sampai 30 dB. Pengujian
dilakukan dengan suku kata A, U. £. kata-kata ibu, bola. pepaya.buaya, sepatu, celana dapat ditirukan dengan benar 100%. Untuk kata buku hanya berhasil 50% dengan pelafalan yang tidak jelas, sedangkan untuk suku kata mata, bapak gaga/. Untuk tuna rungu sedang antara 34,4 dB sampai
53,5 dB pengujian dengan suku kata A, U. £. 0, ibu, bola berhasil 100%, tetapi untuk suku lca(a sepeda, pepaya, sepatu, celana hanya berhasil 50%, dan untuk suku kata I, mata, bapak, buku. buaya gaga!. Terjadi kegagalan dikarenakan yang didengar para siswa terdapat bunyi suku kata yang hampir serupa sehingga sulit unwk membedakan
REPRESENTASI MASKULINITAS MELALUI KARAKTER TOKOH DALAM DRAMA KOREA DAN INDONESIA (Studi Komparasi Strong Woman Do Bong-Soon dan Get Married 1)
Representasi Maskulinitas Melalui Karakter Tokoh dalam Drama
Korea dan Indonesia (Studi Komparasi Strong Woman Do Bong-Soon dan Get
Married 1). Skripsi. Jakarta: Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial,
Universitas Negeri Jakarta, 2022
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi maskulinitas dalam drama
Korea Strong Woman Do Bong-Soon dan film Indonesia Get Married 1. Serta, untuk
mendeskripsikan perbedaan representasi maskulinitas yang ada di drama Korea Strong
Woman Do Bong-Soon dan film Indonesia Get Married 1.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian ini menggunakan
penelitian deskripsi. Penulis memperoleh data penelitian melalui observasi dan studi
pustaka. Lokasi penelitian di Jakarta Selatan. Penulis melakukan penelitian saat
Agustus 2019 sampai bulan Februari 2022.
Hasil penelitian memperlihatkan bahwa bukan laki-laki yang memperlihatkan sisi
maskulin tetapi perempuan pun dapat memiliki sisi maskulin. Melalui serial drama
Korea Strong Woman Do Bong-Soo telah menggambarkan sisi maskulin pada karakter
Do Bong-Soon. Sedangkan pada film Indonesia Get Married 1 akan memperlihatkan
sisi maskulin pada karakter Mae. Karakter perempuan dari drama Korea dan film
Indonesia ini terdapat tujuh area maskulin yaitu fisik, fungsional, seksual, emosional,
intelektual, interpersonal, dan karakter personal lainnya. Drama Korea Strong Woman
Do Bong-Soon dan film Indonesia Get Married 1 akan dianalisis menggunakan analisis
framing model Gamson dan Modigliani. Analisis framing model William A. Gamson
dan Andre Modigliani dapat diketahui melalui beberapa perangkat framing. Adanya
framing devices (perangkat framing) yang didukung dengan perangkat wacana seperti
metaphors, catchphrases, exemplar, depiction, dan visual image. Sedangkan pada
reasoning devices (perangkat penalaran) terdapat perangkat wacana seperti roots,
appeals to principle dan consequences.
********************************
Lisha Agustine. Representation of Masculinity Through Characters in Drama Korean
and Indonesian (Comparative Study Strong Woman Do Bong-Soon and Get Married
1). Thesis. Jakarta: Sociology Study Program, Faculty of Social Sciences, Jakarta State
University, 2022
The study aims to describe representations of masculinity in korean drama Strong
Woman Do Bong-Soon and indonesian film Get Married 1. Also, to describe the
difference in the representation of masculinity in the korean drama Strong Woman Do
Bong-Soon and the film Indonesia Get Married 1.
This research uses a qualitative approach and this type of research uses description
research. The author obtains research data through observation and literature studies.
Research site in South Jakarta. The authors conducted the study from August 2019 to
February 2022.
The results showed that not men who show a masculine side but women can have a
masculine side. Through the Korean drama series Strong Woman Do Bong-so has
portrayed the masculine side of the character Do Bong-Soon. While in the film
Indonesia Get Married 1 will show the masculine side of the character Mae. Female
characters from Korean dramas and Indonesian films have seven masculine areas,
namely physical, functional, sexual, emotional, intellectual, interpersonal, and other
personal. Korean drama Strong Woman Do Bong-Soon and Indonesian film Get
Married 1 will be analyzed using Gamson and Modigliani model framing
analysis. Analysis of framing models of William A. Gamson and Andre Modigliani can
be known through several framing devices. Framing devices are supported by
discourse devices such as metaphors, catchphrases, exemplars, depictions, and visual
images. While in reasoning devices (reasoning devices) there are discourse devices
such as roots, appeals to principle and consequences.
Keywords: Representation, Masculinity and Framing Analysi
Perancangan dan Pembuatan Alat Pengatur Perioda Penyemprotan Pada Room Deodorizer Dispenser Berbasis Mikrokontroler.
Aroma/bau yang tidak sedap selain dapat mengganggu kenyamanan dalam beraktivitas juga dapat mengganggu kesehatan. Untuk itu artikel dengan judul “Perancangan dan Pembuatan Pengatur Perioda Penyemprotan Pada Room Deodorizer Dispenser Berbasis Mikrokontroler” ini, diharapkan mampu
menanggulangi masalah bau di dalam ruangan dengan pengaturan pengharum yang disesuaikan dengan pemakaian.
Pengoperasian alat penyemprotan pengharum mudah dilakukan karena menggunakan mikrokontroler yang dirangkai dengan komponen elektronika seperti IC Real Time Clock (RTC) sebagai acuan waktu dari sistem perangkat, sehingga pemakai cukup sekali saja mengaktifkan serta memasukkan data waktu dan interval dari perioda penyemprotan yang diinginkan, yang ditampilkan melalui Liquid Crystal Display (LCD).
Selanjutnya perangkat akan bekerja sesuai data waktu yang telah dimasukkan. Disamping itu, perangkat ini juga dilengkapi dengan sensor cahaya Light Dependent Resistor (LDR) untuk mendeteksi penerangan lampu di dalam ruangan. Apabila lampu dipadamkan, maka mikrokontroler akan mengontrol agar pengharum tidak disemprotkan. Selain LDR, pada perangkat juga dipasang sensor Infra Red untuk mendeteksi isi dari kaleng pengharum berdasarkan hasil semprotan, sehingga pemakai dapat langsung mengganti kaleng pengharum ketika isi pengharum telah habis.
Dari hasil pengujian alat yang telah dilakukan, diketahui bahwa perangkat ini berhasil menyemprotkan pengharum sesuai dengan pengaturan waktu dan interval waktu penyemprotan yang sama dengan acuan waktu dari RTC
Troli Pengikut Otomatis Berbasis Mikrokontroler AVR
Troli Pengikut Otomatis merupakan robot yang berfungsi sebagai troli pembawa barang belanja yang mengikuti manusia secara otomatis, tanpa perlu didorong atau ditarik, sehingga mempermudah manusia saat berbelanja. Untuk itu, robot troli mempunyai kemampuan untuk mendeteksi keberadaan pengguna dan mengikuti perpindahan pengguna. Untuk itu, troli harus mampu melaju hingga kecepatan maksimum manusia berjalan yaitu
1m/s, dan dapat mengangkut beban hingga 15kg. Kontrol robot troli menggunakan sistem minimum mikrokontroler berbasis ATmega8535, dengan pendeteksi keberadaan manusia menggunakan sensor ultrasound. Robot digerakkan dengan menggunakan motor DC dan sumber daya dari aki kering sebesar 24V. Hasil pengujian alat menunjukkan bahwa sistem pada troli dapat bekerja dengan cukup baik dan memenuhi spesifikasi yang diinginkan. Troli mampu mendeteksi arah gerak pengguna hingga jarak 250cm dengan sudut pancar sensor ultrasound transmitter sebesar 60o. Troli juga mampu mengatur pergerakannya, sehingga troli dapat berhenti, berbelok, mundur, dan maju dengan kecepatan tertentu yang bergantung dari jarak antara troli terhadap pengguna. Beban yang dapat diangkut troli hingga 15kg dan memiliki alarm yang berbunyi saat kehilangan transmitter
Matrix Pressure Sensor untuk Mengamati Genggaman Tangan pada Objek Silinder
Matrix pressure sensor dapat digunakan untuk membaca kekuatan genggaman pada berbagai objek. Objek yang akan diamati saat ini adalah objek silinder dengan diameter 7 cm dan 12 cm. Hasil pembacaan sensor kemudian diubah dalam bentuk heatmap untuk mempermudah analisis dan dilakukan peningkatan resolusi agar heatmap yang dihasilkan lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran objek dengan kemampuan genggaman dengan cara membaca dan menganalisis tekanan pada objek. Dengan demikian didapat hasil yang bersifat objektif dan saintis. Hasil dari penelitian ini dapat digunakan untuk mendesain barang yang dibawa dengan cara digenggam. Salah satunya botol minum dengan menggunakan ukuran yang sesuai dan bentuk yang meningkatkan cengkeraman pada bagian tangan yang memiliki tekanan tinggi. Dari data yang didapatkan tekanan berpusat di area ujung jari, oleh karena itu untuk mendesain botol minum yang tidak mudah jatuh perlu mendesain pada bagian tengah botol menyerupai kontur jari, sehingga dapat meningkatkan luas area genggaman
Vehicle security and management system on GPS assisted vehicle using geofence and google map
Abstract. Global Positioning System (GPS) receiver installed in motor vehicles have been used to track
vehicles. The position of vehicle is transmitted via a wireless nework using cellular telephone network
known as GSM (Global System for Mobile communication). A vehicle that has GPS receiver installed
onboard connected with GPRS modem and connected to a computer system in the Internet can be monitored
and then provide alert when it travels outside the predefined area. This area is very important for many
situations such as city car rental, trucking company to send goods from one city to another and logistic
company with many fleets. The system designed here is a module with a GPS and a GPRS already
integrated in one module. The output of the GPS receiver is connected to a microcontroller. The
microcontroller dictates which data is collected via the GPS receiver and then sends the information to a
computer system via GPRS modem. The microcontroller also receives command from the computer system
via the GPRS connection and then can acct accordingly, such as change the frequency of geo-coordinate or
turn the vehicle engine off if necessary. This device will help the user to track its vehicle via GoogleMap
with the GPS coordinate data sent to the database server every 10. This device will enable the operator to
turn off the vehicle engine and one other device onboard the vehicle if necessary. With the feature of
Geofence on the Web server using HTML5, a virtual fence has been built around the GoogleMap and when
the vehicle moving outside the fence the user can be alerted either via email or color change on the web
page. The device has been tested and shown to be working with all the conditioned mentioned above. The
computer system that displays the web page together with the geofence has been developed and shown to be
working properly as indicated
- …
