87,127 research outputs found
Factura, 1933 dic. 11, Madrid, de F. Larraz al Sr. D. Eduardo Crespo
Factura impresa en negro y rojo, manuscrita en tinta azul y numerada "Núm. 1813"Alcance y contenido: Versa sobre la expedición de cinco sacas. La factura contiene las mercancias detalladas y el importe. Se indica la forma de pago al contado y un saluda previoEn la parte superior aparecen impresos el nombre, la dirección y el teléfono del establecimiento: "F. Larraz / 20, Ventura Rodríguez, 20 / Madrid - 8 / Teléfono 32216 / Sección LANAS"Se indica el destinatario y la localidad del mismo: "Sr. D. Eduardo Crespo Madrid"Sello en tinta azul de la firma de Felipe Larraz GilMembrete en negro y rojo sin ornamento y con datos del establecimiento en la parte superior izquierda del documento. A la derecha, datos bancarios. El Apartado de Correos figura con sello "Apartado de Correos / Nº 8075"Papel en color crem
Evaluasi Ketahanan 18 Klon Harapan Ubijalar (Ipomoea batatas (L.) Lam.) terhadap Hama Lanas (Cylas formicarius F.) di Laboratorium
Ubijalar (Ipomoea batatas (L.)Lam.) termasuk salah satu tanaman pangan yang sangat potensial untuk dikembangkan melalui program diversifikasi pangan dan sebagai komoditi industri. Penerapan diversifikasi diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar, baik sebagai bahan mentah, produk setengah jadi, atau produk akhir berupa pangan olahan. Begitu potensialnya tanaman ubijalar sebagai salah satu jenis tanaman ubi-ubian yang serba guna, maka diperlukan berbagai upaya dalam peningkatan hasil dan kualitasnya. Menurut Subagyo (2010), berdasarkan data dari BPS terbaru tahun 2009, menyebutkan bahwa selama tahun 2004-2009, produksi ubijalar di Indonesia mengalami kenaikan dari 1,9 juta ton menjadi 2,03 juta ton. Namun angka tersebut masih kalah bila dibandingkan dengan kenaikan produksi jagung yang cukup signifikan yaitu dari 11,22 juta ton menjadi 17,69 juta ton, dan ubi kayu yang juga mengalami kenaikan produksi dari 19,42 juta ton menjadi 22,37 juta ton. Salah satu kendala penyebab kurangnya hasil yang diperoleh petani ubijalar saat ini adalah adanya serangan hama lanas (Cylas formicarius F.). Hama lanas ialah hama utama pada tanaman ubijalar, terutama yang ditanam dilahan kering, dan dapat menurunkan kualitas10 %- 80 %, bergantung dari lokasi dan musim. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah serangan hama lanas pada tanaman ubijalar adalah dengan menanam varietas ubijalar yang memiliki ketahanan terhadap hama lanas. Sehingga pengujian klon-klon harapan ubijalar untuk mendapatkan varietas yang memiliki ketahanan terhadap lanas sangat diperlukan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat ketahanan klon-klon harapan ubijalar terhadap hama lanas (Cylas formicarius F.) di laboratorium. Manfaat dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi tingkat ketahanan klon-klon harapan ubijalar terhadap hama lanas, dengan hipotesis diduga terdapat perbedaan tingkat ketahanan klon-klon harapan ubijalar terhadap lanas (Cylas formicarius F.).
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian (Balitkabi), Desa Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Jawa Timur mulai bulan Maret sampai dengan Juni 2007. Ketinggian tempat kurang lebih 440 meter diatas permukaan laut, dengan suhu harian rata-rata 23 – 25 0C, dan kelembapan udara berkisar 73 %. Bahan -bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 18 klon/varietas ubijalar yaitu : RIS 03005-09, RIS 03019-70, RIS 03023-07, RIS 03051-85, RIS 03063-05, MSU 02009-77, MSU 02009-156, MSU 03028-10, MSU 03030-59, MSU 03034-15, MSU 03034-17, MSU 03287-71, MSU 02002-09, RIS 03064-51, RIS 03065-06, RIS 03065-08, RIS 02069-44, AYAMURASAKI dan 2 varietas pembanding yaitu IR MELATI (peka), CANGKUANG (agak tahan). Alat-alat yang dipergunakan dalam penelitian ini antara lain : toples plastik besar, kain kasa berwarna gelap, kantong semen ukuran 5 kg, tabung plastik kecil, seksferomon, cutter, kertas
label, spidol, penggaris. Penelitian ini disusun dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Metode yang digunakan dalam penelitian ini ada dua yaitu pengamatan lapang dan pengamatan laboratorium. Untuk pengamatan di lapang variabel yang diamati yaitu persentase kerusakan umbi dan jumlah serangga. Variabel yang diamati di laboratorium yaitu: persentase (%) kerusakan umbi, jumlah serangga lanas (larva, pupa, imago), kadar getah (skoring), laju oksidasi (skoring), ketebalan korteks (skoring) dan korelasi. Data hasil pengamatan persentase kerusakan ubijalar dan jumlah serangga di laboratorium diuji dengan analisis ragam pada taraf 5 % dan dilanjutkan dengan uji Duncan.
Berdasarkan hasil pengamatan tidak terdapat klon yang tergolong kebal ataupun sangat tahan. Tingkat ketahanan yang didapatkan : tahan yaitu RIS 03005-09, agak tahan yaitu : RIS 03063-05, MSU 02009-77, MSU 03028-10, RIS 03065-08, Cangkuang, peka yaitu : IR Melati, sangat peka yaitu RIS 03019-70, RIS 03023-07, RIS 03051-85, MSU 02009-156, MSU 03030-59, MSU 03034-15, MSU 03034-17, MSU 03287-71, MSU 02002-09, RIS 03064-51, RIS 03065-06, RIS 02069-44, Ayamurasaki. Dari hasil pengamatan evaluasi ketahanan 18 klon harapan ubijalar terhadap hama lanas di laboratorium, menunjukkan mekanisme ketahanan antixenosis (non preference) morfologi dan kimiawi. Morfologi yaitu : warna daging umbi dan ketebalan korteks. Kimiawi yaitu : kandungan beta karoten dan antosianin yang diekspresikan dalam pigmen warna daging umbi dan kadar getah
Grandes y pequeños ganaderos trashumantes en las sierras sorianas en el tránsito de la Edad Media a la Moderna
Editada en la Universidad Carlos IIISe trata de llamar la atención en e este artículo sobre el papel de primera fila que jugaron los grandes señores de ganados en la actividad ganadera trashumante en el ámbito que abarcaba la cuadrilla mesteña de Soria durante los siglos XV y XVI. Para ello se establecen comparaciones entre el tamaño de sus rebaños y los de otros medianos y pequeños propietarios de la región, teniendo en cuenta entre otros indicios las noticias sobre sus ventas de lanas. Al mismo tiempo se profundiza en su caracterización desde el punto de vista sociopolítico, matizando algunas hipótesis que se han venido manejando para definir la base social mesteña y su evolución a lo largo del siglo XVI. Y por fin se repasan algunos aspectos referentes a la gestión de las explotaciones ganaderas trashumantes, que revelan la presencia de numerosos factores que hacían más rentables a las grandes frente a las medianas y pequeñas.Big sheep owners played a key role in nomadic sheeprearing in the Spanish region around Soria during the XVth. and XVIth. centuries. By using the volume of wool sales, the author compares the size of their flocks with those of other middle and small owners in the region and analyzes the owner’s sociopolitical profile, in order to qualify traditional hypotheses about the social basis of the «Mesta» and its evolution during the XVIth. Century. Lastly, some aspects of the management of sheeprrearing enterprises are examined, and its factors identified. In particular, the analyses focus on those aspects of sheeprearing that made big enterprises more profitable than the small ones.Publicad
Efficacy and safety of piroxicam revisited. A global meta-analysis of randomised clinical trials.
peer reviewedBACKGROUND: The relative efficacy/safety profiles of traditional (non-selective) NSAIDs (t-NSAIDs) have been repeatedly challenged. To better understand the efficacy and safety profile of piroxicam, a widely used NSAID, a meta-analysis of comparative RCTs was carried out according to the QUOROM guidance. METHODS: A systematic comprehensive research (years 1980-2006) of any comparative randomised controlled trial (of over 7-day duration) with piroxicam for the treatment of osteoarticular conditions was conducted. Conservative analyses were stratified by comparator, outcome, indication, duration, and doses. Publication bias and robustness were exhaustively investigated. RESULTS: Seventy-five comparative trials were ultimately included for analyses. Regarding global efficacy, piroxicam was more effective than naproxen [OR=1.37 (1.05; 1.77)] and nabumetone [OR=1.72 (1.26; 2.34)], while equivalent to other NSAIDS [OR=1.06 (0.96; 1.18)]. For pain and articular swelling, piroxicam was statistically equivalent to all other NSAIDs. For mobility, piroxicam appeared to be more effective than indomethacin, while equivalent to all other NSAIDs. Piroxicam was globally safer than other NSAIDs OR=0.84 [0.73; 0.96], notably indomethacin [OR=0.53 (0.43; 0.64], naproxen [OR=0.75 (0.65; 0.85)] and salicylates [OR=0.36 (0.17; 0.75)]. From a global GI safety point of view, piroxicam was better tolerated than indomethacin [OR=0.46 (0.36; 0.58)], naproxen [OR=0.66 (0.53; 0.83)] and salicylates [OR=0.45 (0.27; 0.78)] while less tolerated when compared to meloxicam [OR=1.49 (1.05; 2.13)]. Major GI effects were comparable among piroxicam users as in comparator drugs users [OR=1.33 (0.96; 1.84)], except for meloxicam [OR=2.37 (1.13; 4.97)]. The skin safety of piroxicam was statistically comparable to those of comparators [OR=1.01 (0.68; 1.51)]. CONCLUSION: This meta-analysis of RCTs support a similar to more favourable efficacy/safety profile of piroxicam as compared to other t-NSAIDs
Producción de lanas finas, una alternativa validada en sistemas comerciales.
Esta experiencia de dos años de seguimiento en dos establecimientos comerciales del Basalto que producen lana fina y carne ovina como parte de su empresa,permitió confirmar la viabilidad de la producción de lanas finas como alternativa tecnológica en sistemas reales de producción. Esta confirmación fue incluso en uncontexto de sistemas diferentes en magnitud y funcionamiento, indicando la relevancia de la adecuación de las opciones productivas a las situaciones particularesde cada empresa
Potensi limbah media tanam jamur merang dalam mengendalikan hama lanas (Cylas formicarius) pada tanaman ubi cilembu (Ipomea batatas)
Ubi cilembu merupakan salah satu dari sekian banyak varietas ubi jalar yang populer dikonsumsi oleh masyarakat dikarenakan kualitas dan rasanya yang khas, serta memiliki peranan cukup besar dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Produksi ubi cilembu dapat mengalami penurunan produksi akibat kerusakan yang diakibatkan oleh hama lanas (Cylas formicarius), hama lanas merusak dengan cara membuat lubang gerekan untuk bertelur. Serangan ini menyebabkan warna umbi menjadi gelap sehingga rasanya menjadi pahit dan tidak layak dikonsumsi. Salah satu cara untuk menanggulangi hama lanas ini adalah dengan pemanfaatan Limbah media tanam jamur merang sebagai bahan dasar dalam pembuatan biokontrol yang ramah bagi lingkungan serta berfungsi sebagai pupuk. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2019 sampai Juni 2020 di Desa Pamulihan Kecamatan Cilembu Kabupaten Sumedang dan Uji Histologi dilakukan pada bulan Agustus 2020 sampai bulan Oktober 2020 di Laboratorium Hama Tanaman UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Penelitian ini Menggunakan Metode Rancangan Acak Lengkap (RAK) dengan keseluruhan perlakuan sebanyak 6 perlakuan yang terdiri dari perlakuan (A) Limbah padat, (B) campuran Limbah cair + Trichoderma, (C) Limbah cair, (D) Limbah padat & campuran limbah cair + Trichoderma, (E) Limbah padat & limbah cair, (F) Kontrol, dan 5 kali ulangan kemudian uji lanjut yang digunakan adalah uji DMRT 5% (duncan multiple range test). Hasil penelitian menunjukan pemberian Limbah Media Tanam Jamur Merang mampu meminimalisir intensitas serangan hama lanas (Cylas formicarius), serta mempertahankan pertumbuhan dan hasil ubi cilemb
Andrés Montero Ortiz contra Nicolás Queri por una contrata de lanas
24 f. ; 2º (30 cm)Pleito interpuesto por don Andrés Montero Ortiz contra don Nicolás Queri por no haber percibido aun el precio acordado de 151.488 reales, que hacían 5 quentos, 150.592 maravedíes, en virtud de una contrata para lavar cierta cantidad de lanas firmada por las dos partes el 12 de junio de 1686. En 147 puntos el licenciado Campos defiende la protesta de don Andrés Monter
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Edicto del Real Decreto sobre la renta de lanas - Barcelona 1749
[1] f.; 45 x 30 cmEdicto publicando instrucciones referentes a la renta de las lanas, especificando que los ganaderos deberían registrar su ganado lanero con distinción del que iba destinado a lana fina, entrefina, añinos y basta; las ventas quedarían también registradas; el transporte de la lana se realizaría con la supervisión de un guía. Las instrucciones también serían aplicables a los rebaños de ganado lanero de eclesiásticos de cualquier índole, entre otro
Celecoxib: A review of its use for symptomatic relief in the treatment of osteoarthritis, rheumatoid arthritis and ankylosing spondylitis
- …
