40 research outputs found

    Pengaruh Emisi Partikel Ultrafine Asap Pembakaran Biomass Terhadap Gambaran Mikroskopis Organ Paru-Paru Mencit (Mus Musculus)

    No full text
    Partikel Ultrafine Merupakan Partikel Dengan Diameter < 0,1 µm Yang Telah Diidentifikasi Dapat Mempengaruhi Kesehatan Manusia. Partikel Ultrafine Dapat Menembus Alveoli Paru-Paru Melalui Sistem Pernapasan Dan Menyebabkan Kerusakan Pada Sel-Sel Alveoli. Penelitian Ini Bertujuan Untuk Mengetahui Dan Mengukur Pengaruh Partikel Ultrafine Yang Dihasilkan Oleh Pembakaran Biomassa Terhadap Paru-Paru Mencit (Mus Musculus). Penelitian Ini Dilakukan Dengan Memasukkan Asap Pembakaran Biomassa Dari Burning Chamber Ke Dalam Exposure Chamber Yang Telah Dimasukkan Lima Mencit. Dalam Penelitian Ini Digunakan 6 Kelompok Mencit Dengan 1 Kelompok Sebagai Kontrol Dan 5 Kelompok Lainnya Diberi Perlakuan Dengan Variasi Lama Paparan 90 S, 180 S, 270 S, 360 S Dan 450 S Dalam Satu Hari. Pemaparan Diulang Selama 10 Hari, Kemudian Dibuat Preparasi Organ Paru Mencit Dan Diamati Menggunakan Mikroskop Dengan Perbesaran 400x Untuk Melihat Kerusakan Yang Terjadi. Total Partikel Ultrafine Yang Dipaparkan Kepada Mencit Diketahui Dengan Mengukur Konsentrasi Partikel Ultrafine Tiap Perlakuan Dalam Exposure Chamber. Konsentrasi Partikel Ultrafne Dalam Exposure Chamber Diukur Dengan Menggunakan TSI 8525 P-Trak Ultrafine Particle Counter. Hasil Penelitian Menunjukkan Bahwa Ada Hubungan Linear Antara Total Partikel Ultrafine Asap Pembakaran Biomassa Terhadap Kerusakan Paru-Paru. Semakin Besar Jumlah Partikel Ultrafine Yang Dipaparkan Maka Semakin Besar Kerusakan Organ Paru-Paru Yang Teramati

    PENANAMAN NILAI – NILAI PENDIDIKAN BERBUSANA MUSLIMAH DALAM BUKU “MAKIN SYAR’I MAKIN CANTIK†KARYA AGUS ARIWIBOWO DAN FIDAYANI

    No full text
    Cultivating educational values is a process or effort to impart knowledge to do something valuable so that it can have an influence on individual growth, one of which is to dress Muslim women properly according to islamic law. The objectives of this study include the first, to describe the cultivation of educational values in muslim women’s clothing, second, to describe the supporting factors for women in muslim women’s clothing, and third, to describe the onhibiting factors for women in dressing muslim women. This research includes librari research with a qualitative approach. The data collection technique in this literature research is to collect primary and secondary data sources and then the data is analyzed using descriptive methods. Based on this research, it was found that the supporting factor for women in muslim dress is because of their awareness that covering their genitals in an obligation. While one obstacle for women in dressing muslim women is that women think that wearing muslsim clothes can hinder all their activities.Penanaman nila-nilai pendidikan adalah suatu proses atau usaha untuk menanamkan pengetahuan untuk melakukan sesuatu yang berharga agar dapat memberikan pengaruh pada pertumbuhan individu salah satunya adalah dalam berbusana muslimah dengan benar sesuai syari’at agama islam. Tujuan dari penelitian ini meliputi yang pertama, untuk memaparkan penanaman nilai-nilai pendidikan berbusana muslimah, kedua, untuk memaparkan faktor pendukung wanita dalam berbusana muslimah, ketiga, untuk memaparkan faktor penghambat wanita dalam berbusana muslimah. Penelitian ini termasuk penelitian kepustakaan (Library Research) dengan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data pada penelitian kepustakaan ini adalah dengan mengumpulkan sumber-sumber data primer dan sekunder kemudian data tersebut di analisis dengan menggunakan metode deskriptif Berdasarkan penelitian tersebut didapatkan hasil bahwa faktor pendukung wanita dalam berbusana muslimah adalah karena kesadaran dirinya bahwa menutup aurat merupakan suatu kewajiban. Sedangkan penghambat wanita dalam berbusana muslimah salah satunya adalah wanita menganggap bahwa berbusana muslimah dapat menghambat segala aktivitasnya

    Implementasi Musabaqah Tilawatil Qur’an Dalam Meningkatkan Kualitas Hafalan Santri di Pondok Pesantren Putri Walisongo Cukir Jombang

    No full text
    Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) adalah kegiatan perlombaan dalam bidang pembacaan Al-Qur’an yang menekankan pada ketepatan serta keindahan pelafalan. Kemampuan hafalan peserta dinilai melalui aspek kelancaran membaca, kefasihan dalam melafalkan, dan ketepatan hafalan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yang melibatkan observasi, wawancara, dan pengumpulan dokumentasi. Berdasarkan temuan penelitian, pelaksanaan MTQ di Pondok Pesantren Putri Walisongo dilakukan secara bertahap. Santri yang lolos seleksi tingkat pondok kemudian diikutsertakan dalam kompetisi di tingkat kabupaten, provinsi, nasional, bahkan internasional. Tingkat kualitas hafalan tiap santri berbeda-beda, tergantung pada kemampuan pribadi santri. Pelaksanaan MTQ di pesantren ini terbukti mampu meningkatkan kemampuan hafalan santri secara signifikan. Hal ini terlihat dari perbandingan antara santri yang mengikuti MTQ dan yang tidak, di mana peserta MTQ cenderung memiliki hafalan lebih lancar, bacaan lebih baik, dan pemahaman tajwid yang lebih mendalam. Dalam hal ini, santri merujuk pada peserta didik yang mempelajari ajaran Islam dalam lingkungan pendidikan pondok pesantren.Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) adalah kegiatan perlombaan dalam bidang pembacaan Al-Qur’an yang menekankan pada ketepatan serta keindahan pelafalan. Kemampuan hafalan peserta dinilai melalui aspek kelancaran membaca, kefasihan dalam melafalkan, dan ketepatan hafalan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yang melibatkan observasi, wawancara, dan pengumpulan dokumentasi. Berdasarkan temuan penelitian, pelaksanaan MTQ di Pondok Pesantren Putri Walisongo dilakukan secara bertahap. Santri yang lolos seleksi tingkat pondok kemudian diikutsertakan dalam kompetisi di tingkat kabupaten, provinsi, nasional, bahkan internasional. Tingkat kualitas hafalan tiap santri berbeda-beda, tergantung pada kemampuan pribadi santri. Pelaksanaan MTQ di pesantren ini terbukti mampu meningkatkan kemampuan hafalan santri secara signifikan. Hal ini terlihat dari perbandingan antara santri yang mengikuti MTQ dan yang tidak, di mana peserta MTQ cenderung memiliki hafalan lebih lancar, bacaan lebih baik, dan pemahaman tajwid yang lebih mendalam. Dalam hal ini, santri merujuk pada peserta didik yang mempelajari ajaran Islam dalam lingkungan pendidikan pondok pesantren

    The AUDIO VISUAL MEDIA IMPLEMENTATION IN INCREASING STUDENTS' LEARNING MOTIVATION IN ISLAMIC CULTURE HISTORY LEARNING STUDENTS OF CLASS X MAN 6 JOMBANG: IMPLEMENTASI MEDIA AUDIO VISUAL DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM SISWA KELAS X MAN 6 JOMBANG

    No full text
    Learning media is defined as a unit in the learning process that can support students in understanding the messages contained in the subject matter. Audio-visual media is media that emphasizes the focus of two human senses simultaneously, namely the sense of sight and the sense of hearing. One thing that needs to be considered in students in carrying out learning activities is the existence of a motivational boost to be able to achieve a goal to be achieved. This becomes the teacher's task as a motivator in presenting learning that is able to foster students' motivation when learning so that learning objectives are achieved perfectly. For SKI subject teachers at MAN 6 Jombang applying audio-visual media is as a means in an effort to increase learning motivation, therefore in this study there is a research focus, namely: 1. How is the implementation of audio-visual media in increasing students' motivation in learning SKI class X MAN 6 Jombang. 2. How is the learning motivation of students after using audio-visual media in SKI learning. 3. What are the supporting factors and inhibiting factors of audio-visual media in increasing students' learning motivation in SKI learning for class X MAN 6 Jombang students. This type of research in this study uses qualitative. In collecting data utilizing observation techniques, interviews and documentation. In conducting interviews, data were obtained from the head of the madrasah, teachers of Islamic cultural history and students. The data collected for observation and interviews were then analyzed using data source triangulation analysis techniques. Based on the results of the study it was found that: 1. The implementation of audio-visual media in an effort to increase students' motivation in learning SKI class X MAN 6 Jombang is supported by adequate facilities and infrastructure. The audio-visual media that SKI teachers use to apply is video media, which in its application goes through 3 stages: the first is to make preparations, at this stage the teacher prepares lesson plans, class preparations, the media selected and which will be applied. In the implementation stage the teacher states the objectives of learning, materials and media that are selected and will be applied. Presenting videos for the media in motivating students. And then in following up, the teacher adds material reinforcement, and determines the next step. 2. The learning motivation of students in carrying out SKI learning in class X MAN 6 Jombang indicates that students' learning enthusiasm is high, the emergence of learning enthusiasm, the emergence of student learning independence. 3. The supporting factor in implementing this media is the LCD projector facility in the media room. while the inhibiting factor is the lack of existing infrastructure in each class.Media pembelajaran diartikan sebagai suatu kesatuan selama aktifitas pembelajaran yang dapat mendukung siswa-siswi agar dapat memahami pesan yang terkandung dari materi pelajaran. Media audio visual merupakan media yang menekankan kefokusan dua indra manusia secara bersamaan yaitu indra penglihat dan indra pendengar. Satu hal yang perlu diperhatikan pada siswa-siswi dalam melaksanakan kegiatan belajar adalah adanya suatu dorongan motivasi agar dapat memperoleh dari tujuan yang ingin digapai. Hal tersebut menjadi tugas guru sebagai motivator dalam menyajikan pembelajaran yang mampu menumbuhkan motivasi siswa-siswi saat belajar agar tercapainya tujuan pembelajaran dengan sempurna. Bagi guru mata pelajaran SKI di MAN 6 Jombang mengimplementasikan media audio visual sebagai sarana dalam meningkatkan motivasi belajar, oleh karenanya dalam penelitian ini terdapat fokus penelitian yaitu: 1. Bagaimana implementasi media audio visual dalam meningkatkan motivasi belajar para siswa pada pembelajaran SKI kelas X MAN 6 Jombang. 2. Bagaimana motivasi belajar para siswa setelah menggunakan media audio visual dalam  pembelajaran SKI. 3. Apa faktor pendukung dan faktor penghambat dari media audio visual dalam meningkatkan motivasi belajar para siswa pada pembelajaran SKI siswa-siswi kelas X MAN 6 Jombang. Jenis penelitian pada penelitian ini menerapkan bentuk penelitian kualitatif. Dalam pengumpulan data memanfaatkan dari teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam menjalani wawancara, data didapat dari kepala madrasdah, pengajar sejarah kebudayaan Islam dan siswa. Data yang berhasil terkumpul untuk observasi dan wawancara yang berikutnya dianalisis dengan memanfaatkan dari teknik analisis triangulasi bentuk sumber data. Berdasarkan data yang diperoleh dari penelitian ini ditemukan bahwa: 1. Implementasi media audio visual dalam upaya peningkatan motivasi belajar para siswa dari pembelajaran SKI kelas X MAN 6 Jombang didukung dari adanya sarana prasarana yang cukup memadai. Media audio visual yang manfaatkan dari guru SKI untuk diterapkan adalah media video, yang dalam penerapannya melalui 3 tahapan yaitu yang pertama melakukan persiapan, pada tahapan ini guru menyusun rancangan pembelajaran, persiapan kelas, media yang dipilih dan yang akan diterapkan. Dalam tahapan pelaksanaan guru mengemukakan tujuan dari pembelajaran, materi, dan media yang dipilih dan akan diterapkan. Menyajikan video untuk media dalam memberikan motivasi pada siswa-siswi. Dan selanjutnya dalam menindak lanjuti, guru menambahkan penguatan materi, dan menentukan langkah selanjutnya. 2. Motivasi belajar siswa-siswi dalam menjalankan pembelajaran SKI kelas X MAN 6 Jombang mengindikasikan bahwa gairah belajar para siswa tinggi, munculnya semangat belajar, munculnya kemandirian belajar siswa. 3. Faktor pendukung dalam menerapkan media ini adalah fasilitas LCD proyektor di ruang media. sedangkan faktor penghambatnya kurangnya sarana prasarana yang ada di setiap kelas

    PENGARUH EKSTRAK KUNYIT (Curcuma domestica) TERHADAP BERAT BADAN DAN KADAR GLUKOSA DARAH TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) MODEL DIABETES

    No full text
    Diabetes mellitus is one of metabolic disorders with higher prevalence and incidence each year. Diabetics could not produce insulin in significant amount. It makes diabetics body in hyperglycemic state. Moreover, diabetics loose body weights significantly due to cell’s hypoglycaemia. Turmeric is very popular in the world as a traditional drug to treat various diseases include diabetes. Turmeric has curcumin as its main active substance. Curcumin with certain dose can be an antioxidant, PARP inhibitor, and increase serum insulin level. Objective: This study is conducted to analyze the effects of turmeric extract on improving body weights and reducing high blood glucose level in diabetics. Methods: This research is separate pre-test and post-test control group design. Thirty rats (Rattus norvegicus) weighted ±105 gram are divided into 3 groups. Group K is a negative control, group D is diabetics with placebo group, while group E is diabetics with curcumin 150 mg/kgBW. Treatment is given in 14 days. Result: According to One Way ANOVA, significance value of body weights change in rats is p<0.05 that means there is a significant difference among these groups, but after LSD test there is no significant difference between group E compared to group D. Meanwhile, in Brown Forsythe test, significance value of blood glucose difference result is p>0.05 that means there is no significant difference among these groups Conclusion: Turmeric extract treatment 150 mg/kgBW during 14 days is not effective to improve body weight loss and reduce high blood glucose in diabetic rats

    Author Guidelines

    No full text

    Author Guidelines

    No full text

    Implementasi Program Adiwiyata Dalam Menumbuhkan Karakter Peduli Lingkungan Di MTs Madrasatul Qur’an Tebuireng Jombang

    No full text
    Program Adiwiyata adalah salah satu program Kementerian Negara Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Tujuanya adanya penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendiskripsikan Program Adiwiyata dalam membentuk karakter peduli lingkungan di MTs MQ Tebuirng Jombang. Metode yang dimanfaatkan oleh peneliti adalah metode kualitatif. Sedangkan temuan yang dapat diungkap meliputi program adiwiyata yang ada yakni pemilahan jenis sampah, kerja bakti, sedekah oksigen, shodaqoh sampah plastik untuk pembuatan ecobrick, kunjungan Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan maupun kunjungan dari tim Dinas Lingkungan Hidup, bersih-bersih lingkungan setiap sebelum kegiatan belajar mengajar, Ro’an setiap akhir pekan, lomba kebersihan kelas

    A Implementasi Metode Peer Teaching Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Aqidah Akhlak Di Kelas X IPA Madrasah Aliyah Terpadu Al-Munawwarah Jombang

    No full text
    Peer Teaching Adalah Latihan atau praktik membelajarkan, yang menjadi peserta didiknya adalah temannya sendiri. Tujuannya untuk memperoleh keterampilan dalam membelajarkan. Motivasi adalah dorongan atau penyemangat kepada seseorang untuk melakukan hal yang dituju agar sesuai degan harapan. Aqidah Secara etimologis berakar dari kata ‘aqida-ya’qidu ’aqdan-aqidatan. Kaitan antara arti kata “aqdan” dan “aqidah” adalah keyakinan itu tersimpul dengan kokoh di dalam hati, bersifat mengikat dan mengandung perjanjian. penelitian ini menggunakan jenis penelitian fenomenologi, Fenomenologai adalah studi tentang pengetahuan yang berasal dari kesaradan, atau cara memahami suatu objek atau peristiwsa dengan mengalaminya secara sadar. Fenomenologi bermakna metode pemikiran untuk memperoleh ilmu pengetahuan baru atau mengembangkan pengetahuan yang ada dengan langkah-langkah logis, sistematis kritis, tidak berdasarkan apriori/prasangka dan tidak dogmatis. hasil penelitian ditemukan bahwa penerapan model pembelajaran peer teaching dapat membantu untuk meningkatkan Motivasi siswa dalam belajar. Penggunaan model Peer Teaching dapat mendukung siswa untuk aktif, Sehingga pola pembelajaran menjadi aktif, interaktif, kritis.Peer Teaching Adalah Latihan atau praktik membelajarkan, yang menjadi peserta didiknya adalah temannya sendiri. Tujuannya untuk memperoleh keterampilan dalam membelajarkan. Motivasi adalah dorongan atau penyemangat kepada seseorang untuk melakukan hal yang dituju agar sesuai degan harapan. Aqidah Secara etimologis berakar dari kata ‘aqida-ya’qidu ’aqdan-aqidatan. Kaitan antara arti kata “aqdan” dan “aqidah” adalah keyakinan itu tersimpul dengan kokoh di dalam hati, bersifat mengikat dan mengandung perjanjian. penelitian ini menggunakan jenis penelitian fenomenologi, Fenomenologai adalah studi tentang pengetahuan yang berasal dari kesaradan, atau cara memahami suatu objek atau peristiwsa dengan mengalaminya secara sadar. Fenomenologi bermakna metode pemikiran untuk memperoleh ilmu pengetahuan baru atau mengembangkan pengetahuan yang ada dengan langkah-langkah logis, sistematis kritis, tidak berdasarkan apriori/prasangka dan tidak dogmatis. hasil penelitian ditemukan bahwa penerapan model pembelajaran peer teaching dapat membantu untuk meningkatkan Motivasi siswa dalam belajar. Penggunaan model Peer Teaching dapat mendukung siswa untuk aktif, Sehingga pola pembelajaran menjadi aktif, interaktif, kritis
    corecore