85 research outputs found
PENGUATAN PRAKTIK KEAGAMAAN DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA KELAS V DI SDI MIFTAHUL HUDA PLOSOKANDANG TULUNGAGUNG
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Penguatan Praktik Keagamaan dalam Pembentukan Karakter Siswa Kelas V di SDI Miftahul Huda Plosokandang Tulungagung” ini ditulis oleh Ulfa Lailatul Izza, NIM. 1725143290, pembimbing Dr.H. Zaini Fasya, S.Ag, M.Pd.I.
Kata Kunci : Praktik Keagamaan, Karakter
Penelitian dalam skripsi ini dilatarbelakangi oleh sebuah fenomena dalam dunia pendidikan. Dikarenakan banyak sekali penyimpangan-penyimpangan yang ada dilingkungan sekolah dasar. Hal ini diperkuat dengan realitas banyaknya persoalan klasik yang melanda dunia pendidikan dasar, semacam, berkurangnya moral anak didik, kurangnya rasa hormat dan sopan santun terhadap orang yang lebih tua, mahalnya kejujuran, hilangnya karakter pada anak, kurangnya nilai keagamaan pada anak serta belum tertanamanya nilai keagamaan pada anak. Penyimpangan tersebut dikarenakan krisis moral dan belum terbentuknya karakter pada anak. Dengan ini maka peneliti memilih menggunakan praktik keagamaan dalam pembentukan karakter siswa.
Pertanyaan penelitian dalam penulisan skripsi ini adalah: (1) Bagaimana kegiatan praktik keagamaan untuk pembentukan karakter siswa kelas lima yang terdapat di SDI Miftahul Huda Plosokandang Tulungagung? (2) Bagaimana manfaat dari kegiatan praktik keagamaan untuk pembentukan karakter siswa kelas lima di SDI Miftahul Huda Plosokandang Tulungagung? (3) Bagaimana hambatan serta solusi pembentukan karakter siswa kelas lima di SDI Miftahul Huda Plosokandang Tulungagung melalui praktik keagamaan?
Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan seluruh kegiatan praktik keagamaan untuk pembentukan karakter siswa kelas lima yang terdapat di SDI Miftahul Huda Plosokandang. (2) Mendeskripsikan manfaat dari praktik keagamaan untuk pembentukan karakter siswa kelas lima di SDI Miftahul Huda Plosokandang. (3) Mendeskripsikan hambatan serta solusi pembentukan karakter siswa kelas lima di SDI Miftahul Huda Plosokandang melalui praktik keagamaan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan dan jenis penelitian deskripstif kualitatif, deskriptif kualitatif Lokasi penelitian ini dilakukan di SDI Miftahul Huda terletak di desa Plosokandang, kecamatan Kedungwaru, kabupaten Tulungagung mengoptimalkan kehadiran peneliti dalam penggalian datanya, data yang digali berdasarkan dua sumber : (1) data primer dam (2) data sekunder, kemudian untuk tekhnik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu: (1) observasi (2) wawancara (3) dokumentasi. Kemudian menggunakan teknik analisa data dengana menggunakan Reduksi data, penyajian Data, Penarikan Kesimpulan. Kemudian pengecekan keabsahan temuan dengan uji kredebility, transfebility, dependability, konfermability.
Hasil dari penelitian tersebut ditemukan (1) Guru membiasakan budaya religius terhadap siswa, yaitu membudayakan bersalaman setiap pagi dengan bapak ibu guru di depan gerbang masuk dan juga bersalaman dengan bapak ibu guru setiap pulang sekolah di kelas masing-masing. Kegiatan praktik keagamaan untuk pembentukan karakter siswa di SDI Miftahul Huda sudah terlaksana dengan baik, baik kegiatan PHBI maupun kegiatan harian seperti solat dhuha berjamaah, solat dhuhur berjamaah, serta melaksanakan solat jumat berjamah bagi laki-laki di Masjid dekat sekolah, tadarus Al-Qur’an, serta doa SP (doa-doa dan surat pendek) setiap pagi. (2) Terbentuknya karakter anak yang agamis memiliki sikap sopan terhadap orag yang lebih tua dan para bapak ibu guru, ramah terhadap siapapun, jujur, disiplin, serta bertanggung jawab, serta menjadikan anak mengerti dan mampu melaksanakan ibadah wajib dan ibadah Sunnah. (3) hambatan serta solusi dari kegiatan tersebut diantaranya : memberikan perhatian dan pembelajaran lebih intensif terhadap siswa yang belum mencapai kualitas sama dengan temannya. Selalu memberikan motivasi intrinsik pada semua siswa karena tidak semua siswa mendapatkan motivasi intrinsik. Walaupun metode mengaji anak yang berbeda-beda, tetapi pihak guru tetap membimbing agar sama dengan metode yang digunakan di sekolah, sedangkan waktu mengaji yang terbatas, guru membolehkan setoran hafalan disiapa saja dan kapan saja
OTORITAS KEILMUAN GUS IZZA SADEWA DAN MEDIA BARU (PUTRA KH. IMRON JAMIL JOMBANG)
The study aims to uncovered the facts behind the scientific authority that was showed by Gus Izza Sadewa (the son of KH. Imron Jamil Jombang), who was only 15 years old and was able to present a scientific identity and sufism practices that was very beneficial. The author focuses on YouTube's new media as a shaping of scientific authority in the cyberculture world. The author analyzes the content analysis of some YouTube videos about Gus Izza. The content provided is manifested in aspects of contextual sufism. According to Heidi A. Campbell, there are 4 things that influence a religion or a text ideology, namely hierarchy (value), structure, ideology, and text. The results obtained from several segments of the hierarchy or values formed in the self of Gus Izza, he has Sufism and mature scientific authority, which can be proven by giving explanations about monotheism, the most important in looking for mursyhd-teachers, faith, actualizing worship that applied in daily life. All of those have the main orientation in the virtue ethics (akhlaq al-karimah)
Keterampilan Berpikir Kritis dan Minat Belajar Siswa dalam Penerapan Model Pembelajaran Guided Inquiry Berbantuan Virtual Laboratory di SMAN 4 Jember
Indonesia memerlukan pelajar yang memiliki kemampuan berpikir kritis ,
kreatif, dan berjiwa ilmiah dalam bidang tertentu. Meningkatkan keterampilan
berpikir kritis siwa sangat perlu karena berpengaruh terhadap kemampuannya
memecahkan masalah dan mencari jalan keluar untuk menyelesaikannya.
Pembelajaran fisika di SMA dan MA dimaksudkan sebagai sarana peserta didik
dalam menguasai pengetahuan, konsep, dan prinsip fisika, memiliki kecakapan
ilmiah, dan keterampilan berpikir kritis. Salah satu upaya yang dapat upaya yang
dapat dilakukan dalam melatihkan keterampilan berpikir kritis terhadap siswa
yaitu dengan menggunakan model pembelajaran guided inquiry karena
merupakan pembelajaran yang terpusat pada siswa. Implementasi model
pembelajaran guided inquiry dapat dikembangkan dengan cara memadukan
dengan media pembelajaran yang menarik yang sesuai dengan perkembangan
tekhnologi masa kini guna menunjang minat belajar siswa agar meningkat salah
satunya dengan virtual laboratory karena berpusat pada siswa. Maka dari itu,
untuk melatihkan keterampilan berpikir kritis perlu adanya model pembelajaran
yang cocok dan sesuai. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan
kemampuan berpikir kritis dan minat belajar siswa melalui model pembelajaran
guided inquiry berbantuan virtual laboratory.
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskripsi. Tempat penelitian ini
menggunakan teknik purposive sampling area. Penelitian dilaksanakan di SMA
Negeri 4 Jember dengan subyek penelitian adalah kelas X MIPA 2. Teknik
pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi observasi, tes, dan wawancara.
Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan pembelajaran dengan model
pembelajaran guided inquiry berbantuan virtual laboratory dan memberikan tes
kepada siswa. Data yang telah didapat dinilai sesuai kriteria penskoran yang telah
ditetapkan. Untuk menentukan tingkat kemampuan berpikir kritis siswa
menggunakan persentase kemampuan berpikir kritis kemudian nilai persentase
tersebut dikategorikan berdasarkan kategori yang ada.
Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai rata-rata tingkat keterampilan
berpikir kritis siswa secara berurutan dari tertinggi ke terendah yaitu indikator
basic support memiliki nilai paling tinggi sebesar 80,48 dengan kategori sangat
baik, indikator strategy and tactics sebesar 74,76 dengan ketegori baik. Indikator
inference sebesar 73,33 dengan kategori baik. Indikator advance clarification
sebesar 72,86 dengan kategori baik. Nilai paling rendah yaitu pada indikator
elementary clarification sebesar 71,43 dengan kategori baik. Sehingga rata-rata
nilai keseluruhan siswa pada ke lima indikator sebesar 74,57 dengan kategori
baik. Sedangkan hasil analisis nilai rata-rata minat belajar siswa tiap indikator
secara berurutan dari tertinggi ke terendah yaitu indikator ketertarikan belajar
sebesar 90 dengan kategori sangat tinggi, indikator perhatian sebesar 83,33
dengan kategori tinggi, indikator motivasi sebesar 73,33 dengan kategori tinggi,
dan nilai terendah yaitu indikator pengetahuan sebesar 66,67 dengan kategori
cukup. Sehingga rata-rata nilai keseluruhan siswa pada ke empat indikator sebesar
78,33 dengan kategori minat belajar siswa tinggi.
Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh, maka didapatkan
kesimpulan dalam penelitian ini adalah: 1) keterampilan berpikir kritis siswa
SMAN 4 Jember setelah penerapan model pembelajaran guided inquiry
berbantuan virtual laboratorium adalah baik. 2) minat belajar siswa SMAN 4
Jember setelah diberikan penerapan model guided inquiry berbantuan virtual
laboratory adalah dalam kategori tinggi
PENGARUH PENANAMAN SIKAP BERANI (SYAJA'AH) MELALUI PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK TERHADAP PENCEGAHAN TINDAKAN PERUNDUNGAN PESERTA DIDIK KELAS X DI SMK TERPADU ASSALAM DURENAN TRENGGALEK
Skripsi dengan judul “Pengaruh Penanaman Sikap Berani (Syaja’ah) Melalui Pembelajaran Akidah Akhlak Terhadap Pencegahan Tindakan Perundungan Peserta Didik Di SMK Terpadu Assalam Durenan Trenggalek” ditulis oleh Izza Lailatul Maghfiroh, NIM. 126201212187, Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, pembimbing Ikfi Khoulita, M.Pd.I., NIP. 198210132018012001
Kata Kunci: penanaman, berani (syaja’ah), pencegahan, perundungan
Latar belakang dalam penelitian ini berawal dari maraknya kenakalan remaja, khususnya tindakan perundungan yang terjadi dikalangan pelajar, baik dilakukan di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Hal tersebut disebabkan karena karakter kebanyakan remaja yang semakin rusak karena faktor pergaulan maupun faktor yang lain. Faktor utama yang membuat tindakan perundungan terus berlanjut dan membudaya dikarenakan adanya pihak yang lemah dan takut melaporkan kepada guru atau orangtua tentang apa yang dialaminya.
Fokus penelitian ini yaitu: (1) Adakah pengaruh penanaman sikap berani (syaja’ah) melalui pembelajaran Akidah Akhlak terhadap pencegahan tindakan perundungan peserta didik di SMK Terpadu Assalam Durenan Trenggalek?; (2) Seberapa besar pengaruh penanaman sikap berani (syaja’ah) melalui pembelajaran Akidah Akhlak terhadap pencegahan tindakan perundungan peserta didik di SMK Terpadu Assalam Durenan Trenggalek? Adapun tujuan penelitian ini yaitu: (1) untuk mengetahui pengaruh penanaman sikap berani (syaja’ah) melalui pembelajaran Akidah Akhlak terhadap pencegahan tindakan perundungan peserta didik di SMK Terpadu Assalam Durenan Trenggalek; (2) untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penanaman sikap berani (syaja’ah) melalui pembelajaran Akidah Akhlak terhadap pencegahan tindakan perundungan peserta didik di SMK Terpadu Assalam Durenan Trenggalek.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian Quasi Experimental Design atau desain eksperimen semu dengan bentuk Non-Equivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas X SMK Terpadu Assalam Durenan Trenggalek yang berjumlah 78 peserta didik. Dengan teknik sampling menggunakan simple random sampling dan melihat tabel Isaac dan Michael, diperoleh sampel 61 yaitu kelas X-BD yang berjumlah 29 peserta didik sebagai kelompok eksperimen dan kelas X-DKV yang berjumlah 32 peserta didik sebagai kelompok kontrol. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji validitas dan reliabilitas sebagai uji instrumen, uji prasyarat berupa uji normalitas dan uji homogenitas, serta uji Mann Whitney dan rumus mencari nilai effect size sebagai pengujian hipotesis. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan bantuan aplikasi IBM SPSS 25.00 for windows.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh penanaman sikap berani (syaja’ah) melalui pembelajaran Akidah Akhlak terhadap pencegahan tindakan perundungan peserta didik di SMK Terpadu Assalam Durenan Trenggalek, yang diketahui dari nilai signifikansi 0.00 < 0.05 dan jumlah Mean Rank pada kelas eksperimen yang lebih besar dari jumlah Mean Rank pada kelas kontrol, dengan selisih sebesar 30,50. (2) Penanaman sikap berani (syaja’ah) melalui pembelajaran Akidah Akhlak berpengaruh besar terhadap pencegahan tindakan perundungan peserta didik di SMK Terpadu Assalam Durenan Trenggalek, yang diketahui dari perhitungan nilai effect size, yaitu sebesar 0,866
A substantive validity study: An evaluation of withdrawal, burnout, boredom, and CWB item overlap
The purpose of this study was to investigate overlap between items that are intended to measure withdrawal, burnout, counterproductive work behavior, and job boredom. This substantive validity analysis examined the content of items used to measure boredom, burnout, CWB, and withdrawal. We found that 38% of the items were judged to represent multiple constructs. Most of the overlap existed between boredom and burnout items, followed by withdrawal items but each construct had at least one item that was perceived as confounded. The results indicate a need to revisit and resolve conceptual and operational overlap between the constructs, as the empirical relationships among the constructs are likely affected.Submission published under a 24 month embargo labeled 'U of I Access', the embargo will last until 2019-12-01The student, Izza Rasul, accepted the attached license on 2017-09-19 at 12:45.The student, Izza Rasul, submitted this Thesis for approval on 2017-09-19 at 12:59.This Thesis was approved for publication on 2017-09-19 at 15:12.DSpace SAF Submission Ingestion Package generated from Vireo submission #11650 on 2018-03-13 at 09:55:04Made available in DSpace on 2018-03-13T15:20:59Z (GMT). No. of bitstreams: 2
RASUL-THESIS-2017.pdf: 271625 bytes, checksum: bb2c140a4bdf25c2e9f997b59fbaa27f (MD5)
LICENSE.txt: 4207 bytes, checksum: 2ed860b093226b5218b66d96c10dc640 (MD5)
Previous issue date: 2017-09-19Embargo set by: Seth Robbins for item 105141
Lift date: 2020-03-13T15:21:19Z
Reason: Author requested U of Illinois access only (OA after 2yrs) in Vireo ETD systemEmbargo set by: Seth Robbins for item 105141
Lift date: 2020-03-13T15:25:40Z
Reason: Author requested U of Illinois access only (OA after 2yrs) in Vireo ETD systemEmbargo set by: Seth Robbins for item 105141
Lift date: 2020-03-13T15:28:52Z
Reason: Author requested U of Illinois access only (OA after 2yrs) in Vireo ETD systemU of I Only Restriction Lifted for Item 105141 on 2020-03-14T09:15:22Z
The Dog and His Shadow: Aesop Fables (Hebrew)
This is one of two Hebrew books found at the same time on eBay. They are roughly similar to Little Golden Books in the USA. For me, the outstanding feature of each lies in the three full-page colored illustrations. Here those picture FS (11), a cat with mice (23, perhaps BC?), and a crow with a mussel (37). There are also nine smaller black-and-white illustrations along the way. From the pictures, I recognize other familiar stories among the twelve presented in this book. These include The Rich Man and His Friend (7), The Woodsman and His Axe (16), The Rich Woman and Her Youth (19), AD (28), Buried Treasure (30), GGE (33), The Apple Tree (40), and BS (44). There is a T of C at the beginning.This is a hardbound book (hard cover)Language note: HebrewTold by John Walle
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pokok bahasan peristiwa sekitar proklamasi kelas V MIN Seduri Kecamatan Mojosari
INDONESIA:
Proses belajar mengajar yang diselenggarakan di sekolah atau lembaga formal, dimaksudkan untuk mengarahkan perubahan diri siswa secara terencana, baik perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan atau sikap. Proses belajar mengajar di sekolah atau lembaga formal sangat dipengaruhi oleh lingkungan belajar.. Dan proses belajar mengajar IPS perlu dilakukan variasi metode pembelajaran. Pembelajaran kooperatif menawarkan beberapa model pembelajaran. Salah satunya yaitu model pembelajaran student team achievement divisions (STAD). Pembelajaran tipe STAD merupakan model pembelajaran yang mampu meningkatkan prestasi belajar dan memberikan kesempatan untuk bekerjasama antar siswa dengan kemampuan homogennya.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses perencanaan, penerapan dan penilaian model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan prestasi belajar siswa Pokok Bahasan Peristiwa Sekitar Proklamasi kelas 5 MIN Seduri Mojosari.
Penelitian yang peneliti lakukan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Urutan kegiatan penelitian mencakup: 1. Perencanaan, 2. Pelaksanaan, 3. Observasi, 4. Refleksi. Dalam pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang bersifat kualitatif dianalisis secara deskriptif kualitatif. Untuk uji keabsahan data menggunakan triangulasi dengan sumber, yaitu membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam penelitiannya kualitatif.
Hasil analisis, menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan prestasi belajar pokok bahasan peristiwa sekitar proklamasi kelas V MIN Seduri Mojosari telah dilaksanakan dengan baik dan sesuai dengan konsep pembelajaran dengan model STAD yang ada, hal ini dapat dilihat dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang dilakukan dalam kegiatan belajar mengajar yang dirancang dengan baik.
ENGLISH:
Teaching-learning process in schools organized or formal institutions, are meant to guide the students in a planned change, both changes in the knowledge, understanding, and skills or attitudes. Teaching and learning in formal school or institution is influenced by the learning environment. Social studies teaching and learning process variation needs to be done learning methods. Cooperative learning offers several models of learning. One such model of student learning teams achievement divisions (STAD). Learning STAD is a learning model that can improve student achievement and provide opportunities for collaboration between students with homogeneous capabilities.
The purpose of this study was to determine how the process of planning, implementation and assessment of cooperative learning model Student Team Achievement Division (STAD) can improve student achievement Highlights Events Around Proclamation grade 5 MIN Seduri.
The researchers did a study using a qualitative approach to classroom action research (CAR). Sequence of research activities include: 1. Planning, 2. Implementation, 3. Observation, 4. Reflection. In data collection were interviews, observation, and documentation. Techniques of qualitative data analysis qualitative descriptive analysis. To test the validity of the source data using triangulation, comparing and checking back a degree of confidence that the information gained through time and different tools in qualitative research.
Analysis, showed that the implementation of STAD cooperative learning model to improve learning achievement subject of the events surrounding the proclamation of class V MIN Seduri Kirkcaldy has been implemented properly and in accordance with the concept of learning with STAD existing models, it can be seen from the planning, implementation, and evaluation in teaching and learning activities are designed well
Prosedur Pemungutan PPH Pasal 22 Atas Pengadaan Barang pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Jember
Pelaksanaan Praktek Kerja Nyata dilaksanakan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Jember dimulai dari tanggal 12 Februari 2018 sampai dengan 09 April 2018. Tujuan pelaksanaan Praktek Kerja Nyata adalah untuk mengetahui dan memahami Prosedur Pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 22 atas Pengadaan barang berupa Alat Tulis Kantor Pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Jember.
Penulis mempelajari dan memahami Prosedur Pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 22 atas Pengadaan barang berupa Alat Tulis Kantor Pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Jember. Pajak Penghasilan Pasal 22 merupakan cara pelunasan pembayaran pajak dalam tahun berjalan oleh Wajib Pajak atas penghasilan antara lain sehubungan dengan impor barang/jasa, pembelian barang dengan menggunakan dana APBN/APBD dan non APBN/APBD, dan penjualan barang tergolong sangat mewah Terdapat beberapa jenis pajak yang dipungut di Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Jember, diantaranya yaitu PPh Pasal 21, PPh Pasal 22, PPh Pasal 23, PPh pasal 4 ayat 2, dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Pada Kegiatan Praktek Kerja Nyata (PKN) ini penulis fokus pada Prosedur Pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 22 atas Pengadaan barang berupa Alat Tulis Kantor. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Jember dalam Pengadaan Alat Tulis Kantor melakukan kerjasama dengan CV. Mitra Jaya Abadi. Berdasarkan sistem pemungutan Pajak yang ada di Indonesia, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Jember menggunakan sistem pemungutan pajak with holding system yaitu suatu sistem pemungutan pajak yang menyatakan bahwa jumlah pajak yang terutang dihitung oleh pihak ketiga, dimana pihak rekanan memberikan wewenang pada BPBD Jember bagian unit keuangan untuk menghitung, menyetor dan melaporkan pajak. Dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Jember berhak untuk melakukan perhitungan, penyetoran, dan pelaporan pajak penghasilan pasal 22 atas pengadaan barang berupa Alat Tulis Kantor. Besarnya tarif pajak penghasilan pasal 22 sebesar 1,5% untuk pembelian Alat Tulis Kantor.
Hasil dari Kegiatan Praktek Kerja Nyata (PKN) ini mengenai Prosedur Pemungutan pajak penghasilan pasal 22 atas Pengadaan barang Pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Jember yang dipungut oleh Bendahara sudah sesuai dengan Undang-Undang Perpajakan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Jember memungut pajak penghasilan pasal 22 mengacu pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2008 tentang perubahan keempat atas Undang-Undang Nomor 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan. Atas pengadaan barang dan lain-lain dengan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia nomor 154/PMK.03/2010 tentang pemungutan pajak penghasilan pasal 22 sehubungan dengan pembayaran atas penyerahan barang dan kegiatan di bidang impor atau kegiatan usaha di bidang lain
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN TERHADAP KUALITAS HIDUP PENDERITA KANKER SERVIKS YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI RSUP. Dr. KARIADI
Latar Belakang: Kanker serviks merupakan penyakit serius yang dapat membuat
seseorang yang telah terdiagnosa menjadi putus asa. Penatalaksanaan pada pasien
kanker serviks stadium lanjut dapat dilakukan dengan pemberian kemoterapi. Hal
ini akan meningkatkatkan respon kecemasan pada pasien serta memengaruhi
kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi tingkat
kecemasan terhadap kualitas hidup penderita kanker serviks yang menjalani
kemoterapi di RSUP. Dr. kariadi.
Metode: penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif menggunakan
pendekatan cross sectional. Pengumpulan data menggunakan koesioner. Jumlah
responden sebanyak 110 orang dengan tehnik porposive sampling. Data yang
diperoleh diolah secara statistic dengan menggunakan spearman rank.
Hasil: Berdasarka hasil analisa diperoleh responden pasien kanker serviks yang
menjalani kemoterapi pada penelitian ini mayoritas berpendidikan rendah
sebanyak 59% responden, usia resiko rendah 43 tahun sebanyak 76,3%
responden, stadium kanker lanjut sebanyak 57% responden, mayoritas pekerjaan
responden tidak bekerja 69,1% orang, mayoritas jumlah pendapatan >UMR
sebanyak 63,6% responden. Tingkat kecemasan berat pada pasien kanker serviks
sebanyak 57,3% Kualitas hidup baik pada psien kanker serviks sebanyak 50,9%.
Hasil penelitian diperoleh (p-value = 0,000), sehingga Ho ditolak.
Simpulan: Terdapat hubungan tingkat kecemasan terhadap kualitas hidup
penderita kanker serviks yang menjalani kemoterapi di RSUP Dr. kariadi
Kata kunci : Kanker serviks, Tingkat kecemasan, Kualitas hidup
Daftar Pustaka :55 (2011-2022
Tingkat Keterbacaan Wacana pada Buku Tematik Kurikulum 2013 Kelas I SD Berdasarkan Teknik Cloze
Buku teks berfungsi sebagai sumber informasi dan pengetahuan bagi
siswa. Selain itu, buku teks berisi rambu-rambu kompetensi ideal yang harus
dicapai oleh siswa. Mengingat fungsi serta peran penting buku teks dalam
pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas, penyusunan buku teks harus dilakukan
dengan penuh ketelitian dan kehati-hatian. Ada beberapa aspek yang perlu
diperhatikan terkait dengan keterbacaan buku teks. Salah satunya adalah wacana.
Wacana yang terdapat dalam buku teks haruslah wacana yang dapat dibaca dan
dipahami siswa sesuai dengan jenjang dan tingkat berpikirnya. Dengan mengukur
keterbacaan sebuah wacana maka akan mengetahui wacana tersebut sesuai untuk
jenjang kognisi kelas berapa (satu, dua, tiga, dan seterusnya).
Teknik cloze adalah salah satu alat ukur keterbacaan dengan cara
menugaskan pembaca untuk mengisi kata-kata yang dirumpangkan. Teknik Cloze
adalah metode penangkapan pesan dari sumbernya dengan mengubah pola bahasa
melalui jalan menghilangkan bagian-bagian kata yang dihilangkan, bagian kata
tersebut biasa disebut kata ke-n. Kata ke-n itu bisa diganti dengan tanda titik
mendatar atau bisa juga dengan tanda garis mendatar yang panjangnya sama
dengan kata yang dihilangkan. Pembaca diminta memahami wacana yang tidak
lengkap, sebab bagian tertentu telah dihilangkan. Tugas pembaca yaitu mengisi
bagian-bagian yang kosong yang bertujuan membangun kembali wacana tersebut
sehingga menjadi utuh.
Terdapat dua rumusan masalah yaitu: 1) Bagaimanakah tingkat
keterbacaan wacana pada buku tematik kurikulum 2013 kelas I SD berdasarkan
teknik Cloze? dan 2) Bagaimanakah ketepatan isian kata dalam mengisi lesapan
pada wacana rumpang berdasarkan teknik cloze?
Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara,
dokumentasi, dan tes. Tes yang digunakan adalah tes cloze yang diujikan kepada
siswa kelas I di SD Muhammadiyah 1 Jember yang masih berada pada tingkatan
membaca permulaan atau tingkat pengenalan. Jumlah siswa kelas I adalah 112
siswa dan yang menjadi subjek penelitian di dalam penelitian ini hanya diambil
12% dari keseluruhan siswa. Jumlah tersebut menjadi sample siswa kelas I di SD
Muhammadiyah 1 Jember. Data dalam penelitian ini adalah isian dan skor dari tes
cloze yang bersumber dari wacana yang terdapat pada buku tematik kurikulum
2013 edisi revisi 2017 kelas I. Sumber data diperoleh melalui wacana rumpang
yang dibuat dari wacana-wacana pada buku tematik kurikulum 2013 edisi revisi
2017 kelas I. Wacana yang digunakan adalah wacana yang memenuhi kriteria
untuk digunakan sebagai tes cloze.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan, skor yang
didapatkan adalah 5540,5. Sesuai prosedur analisis teknik cloze, didapatkan skor
keterbacaan dengan persentase 79,15%. Ketepatan isian kata dalam mengisi
lesapan pada wacana rumpang berdasarkan teknik cloze menggunakan contextual
methods atau penilaian kelayakan konteks. Faktor eksternal yang berkaitan
dengan perbendaharaan kosakata siswa dan pengalaman membaca siswa
merupakan faktor yang mempengaruhi isian siswa dalam mengisi lesapan pada
wacana rumpang. Dapat disimpulkan bahwa tingkat keterbacaan wacana secara
keseluruhan digolongkan dalam bahan bacaan mudah dan sudah sesuai dengan
jenjang siswa kelas I SD. Secara umum pembaca buku tersebut masuk dalam
kriteria pada tingkat kemampuan membaca siswa independen.
Berdasarkan hasil penelitian maka saran yang dapat diberikan adalah
sebagai berikut; 1) Guru hendaknya harus mampu mengetahui latar belakang
pengalaman minat dan bahasa siswa; 2) Guru dapat dengan tepat membuat
keputusan interaksional untuk membantu siswanya dalam belajar membaca,
khususnya bagi jenjang siswa kelas I; 3) untuk peneliti lain dapat melakukan
penelitian keterbacaan dengan bahasan yang lebih luas; 4) Peneliti lain juga dapat
menganalisis aspek keterbacaan buku teks untuk menentukan tingkat keterbacaan
wacana dari aspek konsep (isi atau makna)
- …
