1,720,985 research outputs found

    Pembelajaran Dalam Jaringan Berbasis Web pada MAN 1 Pasewaran Lampung

    Full text link
                Maraknya penyebaran virus covid-19 menyebabkan aktifitas mobile seluruh masyarakat terhentikan, masyarakat dipaksa untuk beradaptasi dengan seluruh kegiatan online guna membatasi penyebaran virus covid-19. Dunia pendidkan ikut terkena imbas dari kegiatan online, semula kegiatan belajar mengajar dilakukan dengan carat atap muka bertemu langsung, saat ini hanya bisa dilakukan tatap muka didunia maya saja. Tujuan dilakukan penelitian ini agar mempermudah para guru serta siswa dalam mengakses materi, absensi, kuis, ujian, serta menampilkan nilai secara langsung menggunakan perangkat lunak MOODLE sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berjalan lancar tanpa ada kendala. Adapun metode penelitian yang dilakukan disini menggunakan data kualitatif, kemudian diolah serta diterapkan dalam pembuatan perangkat lunak MOODLE. Metode pengujiannya menggunakan ISO 25010 yang mengacu pada aspek Functionality Suitability memiliki 3 bagian yaitu functional Comletness 85%, functional Apporpriatness 90%, functional Correctness 90% sehingga bisa kita lihat hasil tersebut semuanya telah sesuai dengan aspek yang ada. Pada aspek Usability memiliki 6 bagian yaitu Appropriatness recognizability 64,8%, operability 64%, learnability 76%, user interfaces aesthetic 76%, user error protection 88%, accessibility 74,6%. Hasil dari persentasi keseluruhan bisa kita lihat bahwa aplikasi pembelajaran dalam jaringan berbasis web menggunakan aplikasi perangkat lunak MOODLE rata-rata telah sesuai dengan standar ISO 25010

    THOMAS LUCKMANN: KONTRIBUSI SOSIOLOGI PENGETAHUAN DALAM STUDI ISLAM

    Full text link
    The reality of everyday life is considered to present itself as a reality par excellence. The reality is a social fact, is externally general and has the power to force the consciousness of each individual, because it is outside the individual and is in the social order. While knowledge means the belief that a phenomenon is real and has certain characteristics, namely reality that is present in the consciousness of the individual, so this knowledge is subjective.   Luckmann uses the dialectical process experienced by the human through three moments; externalization, objectivization, and internalization. These moments do not always take place in a sequence of time, but they are simultaneously characterized by the three moments. The key to this theory of the construction of reality is influenced by Hegel\u27s dialectic. From this it is known that the sociology of knowledge, especially in the theory of social construction is not a new offering of Berger and Luckmann, but this theory is a development of pre-existing theories. This social construction theory plays an important role in dialogue with Indonesian traditions in Islamic studies, especially when talking about the Islamic Law, so that Islamic Law with a sociological approach, especially with social construction theory will keep the jargon Islamic law as “sholihun likulli zamanin wa makanin” will be realized.Kenyataan kehidupan sehari-hari oleh Luckman dianggap menampilkan diri sebagai kenyataan par excellence sehingga disebutnya sebagai kenyataan utama (paramount). Realitas bersifat fakta sosial, bersifat eksternal umum dan memiliki kekuatan memaksa kesadaran masing-masing individu, karena berada di luar individu dan berada di tatanan sosial. Sementara pengetahuan artinya keyakinan bahwa suatu fenomena yang riil dan memiliki karakteristik tertentu yakni realitas yang hadir dalam kesadaran individu, sehingga pengetahuan ini bersifat subyektif. Luckmann menggunakan proses dialektis yang dialami oleh manusia melalui tiga momen; eksternalisasi, obyektivasi, dan internalisasi. Momen-memen tersebut tidak selalu berlangsung dalam suatu urutan waktu, namun masyarakat dan tiap individu yang menjadi bagian darinya secara serentak dikarakterisasi oleh ketiga momen itu, sehingga analisa dari masyarakat harus melalui tiga momen tersebut. Kunci teori konstruksi realitas ini dipengaruhi oleh dialektika Hegel sebagaimana telah ditetapkan pada kolektivitas fenomena-fenomena oleh Marx.  Dari sini diketahui bahwa sosiologi pengetahuan, terkhusus pada teori konstruksi sosial adalah bukan penawaran baru dari Berger dan Luckmann, namun teori ini adalah perkembangan teori yang telah ada sebelumnya. Teori konstruksi sosial ini berperan penting dalam mendialogkan kultur budaya ataupun tradisi keindonesian dalam studi keislaman, khususnya bila berbicara tentang Hukum Islamnya, sehingga Hukum Islam dengan pendekatan sosiologi khususnya dengan teori konstruksi sosial akan mengembalikan jargon Hukum Islam seabgai jargon sholihun likulli zamanin wa makanin tidak sekedar jargon kosong

    Manajemen Bimbingan dan Konseling di SMPN 1 Barabai dan MTsN Model Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah

    Full text link
    Lathifah, S.Pd.I : THE MANAGEMENT OF GUIDANCE AND COUNSELING AT SMPN 1 BARABAI AND MTSN MODEL BARABAI, HULU SUNGAI TENGAH REGENCY. Advisors: Dr. H. Husnul Yaqin, M.Ed and Dr. Hj. Romdiyah, M.Pd. Thesis, Graduate Degree. Study Program of Islamic Education Management, IAIN Antasari Banjarmasin, 2016. Keywords : Management, Guidance and Counseling. The focus of study in this research is the management of guidance and counselling at SMPN 1 Barabai and MTsN Model Barabai, Hulu Sungai Tengah regency. In the preliminary research, the researcher found out that SMPN 1 Barabai and MTsN Model Barabai deficiency amount teachers as advisors. In addition, the researcher also found that SMPN 1 Barabai applied policy of class hour for guidance and counseling while MTsN Model Barabai decided that guidance and counseling be conducted beyond classroom learning activities, therefore it is necessary to investigate how guidance and counseling be conducted at the two schools. The problem of this research is the management of guidance and counseling in SMPN 1 Barabai and MTsN Model Barabai consisting of planning, organizing, actuating, and controlling. This research is a descriptive field research. The data are obtained through interview, observation, and documentation using informan and dokumen. Trustworthiness of the data is confirmed through triangulation, member check, and peer discussion. The following are the research results: 1) Planning, consisting of arranging programs of guidance and counseling at SMPN 1 Barabai and MTsN Model Barabai conducted together during MGBK (Guidance and Counseling Teacher Meeting). 2) Organizing, which consists of managing the allotment of service program, such as managing service allotment and guidance fields and managing work allotment based on responsibility pattern and distribution and the authority of parties involved in the guidance and counseling at SMPN 1 Barabai and MTsN Model Barabai.3). Actuating, which is the realization of guidance and counseling service at SMPN 1 Barabai and MTsN Model Barabai. At SMPN 1 Barabai, the guidance and counseling was conducted through two ways: during classroom learning hour and beyond classroom learning hour. At MTsN Model Barabai, the guidance and counseling service program implementation was conducted beyond classroom learning hour. 4) Controling, consisting of assessment activity and follow up of guidance and counseling at SMPN 1 Barabai and MTsN Model Barabai. ABSTRAK Lathifah, S.Pd.I: MANAJEMEN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMPN 1 BARABAI DAN MTSN MODEL BARABAI KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH. Dibawah bimbingan Dr. H. Husnul Yaqin, M.Ed dan Dr. Hj. Romdiyah, M.Pd. Tesis Pada Pascasarjana, Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, IAIN Antasari Banjarmasin, 2016. Kata Kunci: Manajemen, Bimbingan dan Konseling. Studi dalam penelitian ini adalah manajemen Bimbingan dan Konseling di SMPN 1 Barabai dan MTsN Model Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Penelitian ini beranjak dari penjajakan awal peneliti memperoleh data pada SMPN 1 Barabai dan MTsN Model Barabai kekurangan jumlah guru pembimbing. Selain itu, peneliti juga memperoleh data bahwa SMPN 1 Barabai menerapkan kebijakan adanya alokasi jam masuk kelas untuk kegiatan Bimbingan dan Konseling sedangkan MTsN Model Barabai menerapkan kebijakan ketidakadaan alokasi jam masuk kelas untuk kegiatan Bimbingan dan Konseling, sehingga perlu dilakukan penelitian bagaimana manajemen Bimbingan dan Konseling pada kedua sekolah ini. Permasalahan dalam penelitian ini adalah manajemen Bimbingan dan Konseling di SMPN 1 Barabai dan MTsN Model Barabai meliputi tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian field research (penelitian lapangan) yang bersifat deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan menggunakan sumber data yaitu informan dan dokumen. Sedangkan pengecekan keabsahan data melalui teknik triangulasi, pengecekan anggota dan diskusi teman sejawat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1). Perencanaan (planning), meliputi aktivitas penyusunan program layanan Bimbingan dan Konseling pada SMPN 1 Barabai dan MTsN Model Barabai yang dilaksanakan bersama-sama pada saat MGBK (Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling). 2). Pengorganisasian (organizing), meliputi aktivitas mengelola pembagian program layanan yaitu membagi layanan dan bidang-bidang bimbingan serta mengelola pembagian kerja berdasarkan pola dan pembagian tanggung jawab dan wewenang masing-masing pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di SMPN 1 Barabai dan MTsN Model Barabai. 3). Pelaksanaan (actuating), meliputi aktivitas pelaksanaan layanan Bimbingan dan Konseling di SMPN 1 Barabai dan MTsN Model Barabai. Pada SMPN 1 Barabai pelaksanaan dilakukan dengan dua cara yaitu di dalam jam pembelajaran di kelas dan di luar jam pembelajaran. Pada MTsN Model Barabai Pelaksanaan program layanan Bimbingan dan Konseling dilaksanakan di luar jam pembelajaran. 4). Pengawasan (controlling), meliputi aktivitas penilaian dan tindak lanjut Bimbingan dan Konseling pada SMPN 1 Barabai dan MTsN Model Barabai

    KATA UMPATAN DALAM DRAMA DAN FILM ANI NI AISARESUGITE KOMATTEMASU: TINJAUAN PRAGMATIK

    Full text link
    Kata kunci: Kata umpatan, aspek situasi tutur, Ani ni Aisaresugite Komattemasu, tinjauan pragmatik Pengkajian dalam penelitian ini tentang kata umpatan dalam drama dan film Ani ni Aisaresugite Komattemasu. Kata umpatan biasanya digunakan untuk mengungkapkan kemarahan. Namun, kata umpatan juga bisa digunakan untuk menunjukkan kedekatan dengan seseorang jika dilihat dari konteks tuturan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tipe dari kata umpatan dilihat dari sudut pandang pragmatik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Data pada penelitian ini diperoleh dari drama dan film Ani ni Aisaresugite Komattemasu. Penelitian ini terdiri atas tiga tahap. Pertama, tahap pengumpulan data, peneliti menggunakan metode simak dengan teknik sadap, serta teknik lanjutan yaitu teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Kedua, pada tahap analisis data peneliti menggunakan metode padan, yaitu metode padan pragmatis dengan teknik Pilih Unsur Penentu (PUP). Ketiga, pada tahap penyajian hasil analisis data peneliti menggunakan metode informal. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori aspek-aspek situasi tindak tutur yang dikemukakan oleh Leech dan teori Andersson dan Trudgill tentang tipe umpatan. Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan delapan tuturan umpatan yaitu baka, kuso, saitei, yarou, urusai, mendokusai, atama okashii dan kudaranai. Hasil dari analisis ditemukan 3 umpatan expletive, 10 umpatan abusive, 6 umpatan humorous dan 4 umpatan auxiliary. Kata umpatan digunakan untuk mengungkapakan kekesalan, kekecawaan, rasa jengkel, kemarahan, kebencian, keterkejutan, keheranan, candaan, kekhawatiran, rasa senang kepada lawan tutur maupun pada diri penutur

    MONZER KAHF'S CONCEPT OF SOCIO- ECONOMIC JUSTICE IN ISLAMIC PERSPECTIVE

    No full text
    Keadilan adalah tujuan awal dari setiap kegiatan ekonomi yang dilakukan dalam kehidupan manusia. Manusia akan memperoleh kesejahteraannya apabila semua kebutuhan bisa tercapai baik secara material maupun spiritual, individual maupun sosial. Dan setiap manusia memiliki cara tersendiri dalam proses pemenuhannya. Ekonomi Islam yang mempunyai idealisme sendiri mempelajari bagaimana cara menyeimbangkan kehidupan dunia dan akhirat sehingga keadilan sosial ekonomi dapat tercapai. Monzer Kahf sebagai salah satu tokoh ekonomi Islam kontemporer mengungkapkan pandangannya tentang konsep keadilan sosial ekonomi dan cara untuk manusia untuk mencapai keadilan sosial ekonomi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pandangan Monzer Kahf tentang konsep keadilan sosial ekonomi, serta untuk mengetahui pandangan Monzer Kahf bagaimana mencapai keadilan sosial ekonomi. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan konseptual. Untuk mengumpulkan data, peneliti memakai metode dokumentasi. Kemudian dari data-data yang tersebut dianalisa dengan cara deduktif dan induktif kemudian dilanjutkan dengan metode diskripsi analisis isi. Peneliti menggunakan metode ini untuk menganalisa dan menarik kesimpulan pandangan Monzer Kahf tentang konsep keadilan sosial ekonomi dan cara untuk mencapai keadilan sosial ekonomi tersebut dalam kehidupan. Dari analisa yang didapatkan peneliti dapat menyimpulkan bahwa konsep keadilan sosial ekonomi menurut pandangan Monzer Kahf adalah keadilan sosial ekonomi dapat dicapai dengan dua jalan utama yaitu zakat dan waqf, tanpa menghilangkan faktor-faktor lainnya. Kesejahteraan di akhirat merupakan tujuan utama, sehingga pencapaian kesejahteraan dan kebahagian di dunia merupakan jalan untuk mendapatkan kesejahteraan di akhirat. Sedangkan cara untuk mencapai keadilan sosial ekonomi tersebut menurut pandangan Monzer Kahf adalah berdasarkan tujuan ajaran Islam yaitu dengan menerapkan konsep zakat dan waqf dengan tepat sasaran. Karena pada dasarnya tujuan tersebut saling mendukung satu sama lain dan apabila semuanya itu berjalan dengan baik dan maksimal dan mewujudkan dan mencapai keadilan sosial ekonomi dunia dan akhirat. Penulis berharap tulisan ini bermanfaat, dan diharapkan kepada peneliti berikutnya untuk bisa lebih menyempurnakannya

    محاولة ترقية نتيجة تعليم اللغة العربية باستعمال المثيرات لطلاب الصف السادس فى مدرسة نورلإاسلام الإبتدائية الإسلامية تمبان

    Full text link
    لطيفه. 2011 م. محاولة ترقية نتيجة تعليم اللغة العربية باستعمال المثيرات لطلاب الصف السادس فى مدرسة نورلإاسلام الإبتدائية الإسلامية تمبان. لرسالة العلمية، قسم تعليم اللغة العربية، كلية التربية. المرشد الأول الدكتور حامدي إلهامي، الماجستير, الدكتوراندوس ديرابي. كان البحث يقدم محاولة ترقية نتيجة تعليم اللغة العربية باستعمال المثيرات لطلاب الصف السادس فى مدرسة نورالاسلام الإبتدائية الإسلامية تمبان . و أما المسألة التى ستبحث فى هذا البحث فهى : كيف مقدرة تعليم اللغة العربية باستعمال المثيرات لطلاب الصف السادس فى مدرسة نورالاسلام الإبتدائية الإسلامية تمبان . و اما الغرض فى هذا البحث لتعرف الكاتبة درجة عن محاولة ترقية نتيجة تعليم اللغة العربية باستعمال المثيرات لطلاب الصف السادس فى مدرسة نورالاسلام الإبتدائية الإسلامية تمبان. كان البحث يتزحزح عن الافتراض. ان طلاب المستطيعات ان نتيجة تعليم اللغة العربية اذا كان لهن عوامل تعضد فيها. واما العوامل المقصود فهى : الطلاب والمدرس والبينة والوسائل. والمصدار البيانات فى هذا البحث سائر الطلاب هذا ذتى هذا البحث الجميع لطلاب الصف السادس فى مدرسة نور الاسلام الابتدائية الإسلامية تمبان عدد 26 وتفصيل الطلاب 11 فردا والطالبات 15 فردتا و مدرسة. و موضوع هذا البحث محاولة ترقية نتيجة تعليم اللغة العربية باستعمال المثيرات لطلاب الصف السادس فى مدرسة نورالاسلام الإبتدائية الإسلامية تمبان. فى هذا البحث استعملت الكاتبة السلوك لجمع البيانات فهى : الامتيحان و المناقشة و الملاحظة والمقابلة و الوثائق. ثم صنعت الكاتبة البيانات المجموعة بالتصحيح والترميز والتعديد والتفسير, ثم تحللها الكاتبة تحليلا وصفيا نوعيا وتلخص الكاتبة بطريقة التعميم. ومن هذا البحث تخلص الكاتبة ان محاولة ترقية نتيجة تعليم اللغة العربية باستعمال المثيرات لطلاب الصف السادس فى مدرسة نورالاسلام الإبتدائية الإسلامية تمبان. هذه تسببها العوامل التى تعضدها. منها راغبة الطلاب كبيرة تعليم اللغة العربية باستعمال المثيرات( أعطاء الهديا) الصف السادس فى مدرسة نورالاسلام الإبتدائية الإسلامية تمبان, استماعه إلى شرح المعلمين, الإجابة على الأسئلة المعلم, طرح أسئلة, ممارسة اختبارين إعطاء المعلم, اشتراك النشط الطلاب في التعلم, المرح وتحفيز الطلاب في التعلم, الختامية الدرس

    Peranan Majelis Ta’lim Az-Zikro dalam Pendidikan Agama Islam Bagi Masyarakat Desa Paku Alam Kecamatan Sungai tabuk Kabupaten banjar

    Full text link
    Pendidikan di Indonesia terbagi menjadi 3 jalur yaitu Pendidikan Formal, Pendidikan Informal dan Pendidikan Nonformal. Pendidikan Nonformal merupakan pendidikan yang dilaksanakan secara terencana, fleksibel dan di luar sistem Pendidikan formal misalnya Majelis Ta’lim. Majelis ta’lim yang di teliti pada penelitian ini adalah Majelis Ta’lim Az-Zikro dimana penelitian ini dilatar belakangi dengan banyaknya masyarakat yang kurang mengerti dalam pendidikan agama islam dan diutamakan untuk belajar membaca al-qur’an serta pelajaran fiqh. Dengan itu diajarkanlah pendidikan agama islam pada Majelis ta’lim Az-Zikro agar dapat membantu para jama’ahnya untuk belajar pendidikan agama islam. Yang mana kalau Pendidikan Agama islam lembaga pendidikan formal itu terpaut usia sedangkan majelis ta’lim tidak terpaut usia. Tujuan penelitin ini adalah untuk menjelaskan bagaimana peranan majelis ta’lim Az-Zikro dalam pendidikan agama islam bagi masyarakat Desa Paku Alam Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif, subjek penelitian yaitu Ustadz dan jama’ah. Objek penelitiannya adalah Peranan Majelis Ta’lim Az-Zikro dalam pendidikan agama islam bagi masyarakat Desa Paku Alam Kecamatan Sungai tabuk Kabupaten banjar. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun teknik pengolahan data yang digunakan yaitu koleksi data, editing, dan interpretasi data sedangkan analisis data menggunkan analisis kualitatif . Hasil penelitian ini menjelaskan Peranan majelis ta’lim Az-Zikro dalam pendidikan agama islam bagi masyarakat Desa Paku Alam Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar yaitu pendidikan, pembinaan, tempat silaturrahmi/kontak sosial, dan seni dan budaya. Dimana Pendidikan mencakup pada bagian materi dan metode yang di terapkan di majalis ta’lim Az-Zikr

    COMMON MEDIA USED BY ENGLISH TEACHERS OF SENIOR HIGH SCHOOLS OF PONOROGO FOR TEACHING LISTENING IN THE ERA OF 5.0

    Full text link
    Lathifah, 2024, Common Media Used By English Teachers Of Senior High Schools Of Ponorogo For Teaching Listening In The Era Of 5.0. Thesis. English Education Department, Muhammadiyah university of Ponorogo. Advisors: (1) Siti Asiyah, M.Pd, (2) Dr. Diyah Atiek Mustikawati, S.Pd., M.Hum. Keywords: Media for Teaching Listening, Listening Skill, Era 5.0 In the 5.0 era, technological integration has become indispensable in education, especially in language teaching. Among the crucial skills in language learning during this period is listening, because it required continuous training and practice. The teacher plays a pivotal role in developing listening skills, including effectively utilizing media to support teaching. Both teachers and students now incorporate technology into their strategies for teaching and learning, and technology-based media have revolutionized the learning process. The purpose of this study was to identify various forms of media commonly used by English teachers of senior high schools in Ponorogo to teach listening in the 5.0 era, to explain the advantages and disadvantages of media used, and to find out whether the chosen media can improve students' listening skills. In this research, the researcher used a qualitative research design especially desciptive qualitative. Data were collected through interviews and documentation from English teachers in five high schools in the Ponorogo area: SMA N 1 Ponorogo, SMA N 2 Ponorogo, SMA N 3 Ponorogo, SMA Bakti Ponorogo, and SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo. The data analysis encompassed data reduction, data display, and drawing conclusions. Based on the research results, the media used by English teachers at Ponorogo High School to teach listening skills were grouped into several categories. Devices like laptops, mobile phones, and speakers were employed to access learning materials and audio sources. Platforms such as YouTube and podcasts provided various audio-visual content to support listening practice. Additionally, direct audio sources were utilized for listening exercises. Each media type had its own advantages and disadvantages. Each type of media had its own advantages and disadvantages. While the media were easy to use and boosted student participation, they also presented disadvantages, including difficulties in maintaining student attention and susceptibility to technical issues like connection problems. The results of the study indicated that the media could increase student engagement in learning, particularly in vocabulary comprehension and word identification in oral contexts, although the effects varied depending on student motivation and learning context. Diverse evaluations from teachers highlighted the need for continuous adaptation in teaching methods to improve the effectiveness of media use

    ANALISIS PENERAPAN AKUNTANSI SYARIAH DAN PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN KOPERASI SIMPAN PINJAM DAN PEMBIAYAAN SYARIAH (KSPPS) DI KOTA PADANG

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana penerapan prinsip akuntansi syariah pada KSPPS Kelurahan di Kota Padang apakah sudah sesuai dengan PSAK Syariah, tingkat keberhasilan KSPPS Kelurahan di Kota Padang, faktor-faktor apa saja yang menjadi pendorong dan penghambat kemajuan dan perkembangan KSPPS Kelurahan di Kota Padang, langkah-langkah kebijakan terhadap berbagai hambatan pencapaian kinerja pada KSPPS di Kota Padang dan penilaian tingkat kesehatan pada KSPPS di Kota Padang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi lapangan dengan melakukan observasi terlebih dahulu dengan mendapatkan alamat lokasi penelitian kemudian datang langsung ke objek penelitian dengan wawancara langsung bersama informan terkait untuk mendapatkan data yang mendukung penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan penerapan akuntansi syariah belum sepenuhnya berjalan baik sesuai PSAK Syariah, Akad pembiayaan Murabahah lebih diminati masyarakat karena risikonya yang lebih rendah daripada akad pembiayaan lainnya, Akad Mudharabah tidak begitu banyak digunakan karena krisis kepercayaan dari KSPPS kepada anggota. Penilaian kesehatan yang penulis lakukan dibatasi pada 3 KSPPS yaitu KSPPS BMT Belakang Tangsi, KSPPS BMT Pasar Ambacang, dan KSPPS BMT Koto Pulai. Kata Kunci: KSPPS, Akuntansi Syariah, Murabahah, Mudharabah, Pembiayaan Syaria

    PENERAPAN DESAIN MOTIF DENGAN TEKNIK ECOPRINT TERHADAP KREATIVITAS ANGGOTA PKK DESA PURWOSARI

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses dan hasil dari Desain Motif Dengan Teknik Ecoprint Bagi Anggota PKK Desa Purwosari. Pembahasan teknik ecoprint sebagai pelatihan untuk kreativitas dalam penataan daun dan bunga dengan teknik dye bundle. Metode penelitian menggunakan deskriptif dengan pendekatan kualitatif, peneliti ingin mendeskripsikan penerapan desain motif dengan teknik ecoprint terhadap kreativitas anggota PKK Desa Purwosari RT 03. Pengambilan sampel dengan jumlah warga dari RT 03 per KK yaitu 77 anggota keluarga. Kegiatan ini diikuti 12 ibu-ibu dari anggota PKK RT 03 Desa Purwosari. Teknik yang digunakan dalam pelatihan pembuatan desain motif ini menggunakan teknik dye bundle. Dari hasil kegiatan ini menghasilkan karya dalam ketrampilan dan kreativitas pembuatan desain motif teknik ecoprint dengan rata rata menggunakan teknik jenis full drop pattern. Hasil nilai estetika kreativitas desain motif pada kain yang dihasilkan dari teknik ecoprint pada karya peserta anggota PKK Desa Purwosari RT 03 berdasarkan nilai estetiknya kreativitas dikategorikan baik dengan perolehan nilai rata-rata 4 (empat) yang ditunjukan dalam indikator penilaian. Kata Kunci : Kreativitas, desain motif, ecoprin
    corecore