3 research outputs found

    MENGENAL KEBUDAYAAN KEO: DONGENG, RITUAL DAN ORGANISASI SOSIAL

    No full text
    Dalam bahasa Kéo, tak ada ungkapan khusus untuk ‘terima kasih’. Namun demikian, hampir dalam semua pendarasan bhéa Kéo senantiasa menyebut nama orang (weta weki) dan mengingat namanya (sa ngara), baik orang hidup maupun yang telah meninggal, untuk segala pemberian material dan rohani yang telah diterima. Senada dengan bhea Keo, ada banyak individu dan institusi yang harus didaraskan bhea untuk mengungkapkan terima kasih. Hal itu tentu akan menjadikan halaman ini terlampau panjang. Maka secara selektif akan kusebut beberapa nama, yang mengungkapkan kesadaranku bahwa telah ada begitu banyak orang yang terlibat dalam merampungkan buku ini. Patut kusyukuri mereka semua. Pertama, terima kasih untuk Pemerintah Daerah Kabupaten Nagekeo, khususnya Bupati Nagekeo Periode 2014 – 2018 (Drs. Elias Djo) dan Bupati Nagekeo Periode 2018 – 2024 (Dr. Johanes Don Bosco Do), Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Tarsisius Djogo, S. Sos) dan Kabid Kebudayaan (Wilibrodus Lasa, A.Md. Par) yang telah mempercayakan saya tugas menulis buku ini. Dukungan dana dan moril sungguh luar biasa untuk dapat merampungkan penelitian dan tulisan ini. Kedua, terima kasih untuk Universitas Katolik Widya Mandira (Unika Widya Mandira) Kupang yang telah memberikan saya kesempatan melakukan penelitian ini dengan risiko beberapa kali harus meninggalkan tugas utama di kampus. Terima kasih juga kepada rekan dosen Didimus Dedi Dhosa, S. Fil, M.A yang menjadi mitra peneliti dan Reginaldo Ch. Lake, ST, MT sebagai editor, layout naskah dan designer cover buku ini; Sekretaris Kristina Yulita, SE dan Yohanes Rogan, S. Fil. Juga terima kasih untuk sekelompok mahasiswa dari etnis Keo yang belajar di Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, antara lain: Aris Koa, Marselina Tin Meo, Petronela Bhudhe, Asri Bhala, Melania Gore, Oliver Siga, Risna Bhoko, Benediktus Kowa, Kapistrano Celina Ceme, Andreas Dako So’o, Muamar Sarifudin Serajawa, Mira Ema). Mereka telah bersedia terlibat dalam beberapa kali kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di kampus dan kegiatan verifikasi di lapangan berhubungan dengan berbagai data dan cerita rakyat Keo di wilayah asal penuturnya masing-masing. Ketiga, terima kasih untuk para informan kunci dan para pemuka adat di ketiga Kecamatan wilayah Keo (Mauponggo, Keo Tengah dan Nangaroro) yang telah meluangkan waktu untuk melakukan beberapa kali Focus Group Discussion (FGD) di pusat Kecamatan. Mereka itu adalah Mikhael Dhae, Arnold Dhae, Alfons Mere, Barnabas Kaka (Mauponggo), Blasius Minggu, Marsianus Bei, Yan Nanga, Ambrosius Fedha, Stanley Jawa, Benediktus Geju (Keo Tengah), dan Wilhelmus Masa, Paulus Pio, Thadeus Dhato, Yeremias Misi, Thomas Tiba Owa dan Yohanes Raja (Nangaroro).Buku ini membahas tentang sejarah masyarakat dan kebudayaan Keo. Beberapa isu utama seperti agama, budaya dan identitas diperbandingkan antara Keo Barat, Keo Tengah dan Keo Timur dengan masyarakat suku lainnya. Suatu realitas yang transformatif, dinamis dan kreatif menurut ideologi lokal bersama beberapa unsur seperti ritual, dongeng dan organisasi sosial diulas dari perspektif antropologis berbasis rumah, kampung dan tanah ulayat atau tanah adat. Gambaran etnografi Kéo dan organisasi sosialnya dalam konteks Indonesia Timur yang diulas dengan rujukan pada masyarakat yang berbasis rumah, kampong dan tanah ulayat, kiranya membantu para pembaca untuk dapat memahami masyarakat dan kebudayaan Keo dalam dinamikanya

    Analisis Faktor-Faktor Eksternal Yang Mempengaruhi Produktivitas Tenaga Kerja Pada Pekerjaan Pembuatan Batako

    No full text
    productivity is the ratio between output and input, or the comparison between product results and the total resources used. Based on several field observations, the productivity of labor spread across the city of Kupang, especially in brick production, varies greatly. As a result of varying productivity, the results obtained are also very varied. This research was completed with a multiple regression analysis method that began with the collection of raw data through site surveys the distribution of questionnaires to respondents including the owners of brick companies and brick workers in the city of Kupang. Of the five external factors that are used to determine how they affect the productivity of brickworkers in Kupang City, the influence factor is the weather. The significant value of the effect of X3 on Y was 0.279 > 0.05 and the t value was 2.095 > t table 2.00758. Thus it can be concluded that H3 is accepted which means there is an influence of X3 on Y. While the other four factors namely the distance of raw materials to the production machine, cleanliness, wages and motivation do not affect the productivity of the brickworkers.

    José e 34 letras através do espelho /

    No full text
    Dissertação (Mestrado) - Universidade Federal de Santa Catarina, Centro de Comunicação e Expressão.Esta dissertação apresenta resultados da leitura, indexação e análise de duas revistas cariocas: José - Literatura, Crítica & Arte (1976-78) e 34 Letras (1988-90). Na primeira revista, que teve dez números publicados sob a coordenação de Gastão de Holanda, percebe-se um projeto ainda atrelado à proposta e aos ícones modernistas (Drummond e Mário), enquanto a segunda, fruto do empenho de um grupo de estudantes da PUC-RJ, circula em sete números com um design gráfico bastante elaborado, abrigando em suas páginas várias tendências e linhagens. Os periódicos servem também para ler a crise e a emergência de dois perfis de intelectual: o legislador e o intérprete
    corecore