26 research outputs found
UJI AKTIVITAS INHIBITOR ENZIM TIROSINASE EKSTRAK DAN FRAKSI BUAH MUNDU (Garcinia dulcis (Roxb.) Kurz)
UJI AKTIVITAS INHIBITOR ENZIM TIROSINASE EKSTRAK DAN
FRAKSI BUAH MUNDU (Garcinia dulcis (Roxb.) Kurz)
Agnes Nabela
2004015007
Garcinia dulcis yaitu dari keluarga Clusiaceae, yang memiliki kandungan
flavonoid dan fenolik. Buah mundu memiliki aktivitas penghambatan tirosinase
karena mengandung senyawa flavonoid. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk
mengetahui aktivitas inhibitor tirosinase pada ekstrak dan fraksi. Ekstraksi
menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 50% dan fraksi menggunakan
kromatografi kolom dengan pelarut N-heksan, etil asetat dan metanol, Untuk
aktivitas inhibitor enzim tirosinase menggunakan microplate reader pada panjang
gelombang yang digunakan yaitu 490 nm. Pengujian ini menggunakan L-DOPA
sebagai substrat dan asam kojat sebagai kontrol positif nya dengan konsentrasi 100;
50; 25; 12,5; dan 6,25 μg/ml. Dari hasil pengujian yang dilakukan pada ekstrak dan
fraksi buah mundu mengandung flavonoid dan memiliki aktivitas inhibitor
tirosinase. Nilai IC50 pada ekstrak yaitu sebesar 77,5438 μg/ml. Hasil IC50 yang
paling terbaik yaitu pada GDF 3 sebesar 71,106 μg/ml dengan potensi relatif
sebesar 0,6 asam kojat.
Kata Kunci: Garcinia, Buah Mundu, Flavonoid, Tirosinas
Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera L.) Menurunkan Kadar Alkali Fosfatase Telur Ayam Berembrio Yang Diinduksi Etanol
Kerusakan hepar menjadi penanda penting untuk keberlangsungan hidup
suatu organisme. Mortalitas akibat penyakit hepar mencapai angka 1 juta jiwa
atau sekitar 2% dari keseluruhan kematian pada tahun 2010 dengan salah satu
penyebab terbanyak yaitu penggunaan alkohol. Mekanisme kerusakan hepar
akibat alkohol terjadi karena etanol dari luar tubuh menyebabkan peningkatan
homocysteine hepar. Metabolisme Homocysteine menjadi cysteine menyebabkan
penurunan glutation sulfhidril (GSH). Selain itu, etanol meningkatkan radikal
bebas dengan metabolisme lipid peroksidase, mengaktivasi xantin oksidase, dan
sitokrom P450-2E1 (CYP2E1). GSH yang menurun menyebabkan
ketidaksimbangan oksidan-antioksidan sehingga mengakibatkan jumlah radikal
bebas tubuh terus meningkat. Radikal bebas menyebabkan stres oksidatif yang
mengaktivasi cPKCs, mengubah fungsi dan struktur yang berhubungan dengan
pembentukan empedu sehingga mengganggu sekresi bilier dan terjadi retensi zat
membentuk empedu. Radikal bebas dari etanol dapat menyebabkan kerusakan
hepatosit yang disebabkan oleh rusaknya membran lipid, protein, dan DNA
hepatosit. Adanya kolestasis dan kerusakan hepatosit menyebabkan peningkatan
kadar ALP.
Ketidakseimbangan oksidan-antioksidan menyebabkan tubuh
membutuhkan antioksidan dari luar tubuh untuk mengurangi efek penurunan
antioksidan alami tubuh. Tanaman kelor (Moringa oleifera L.) merupakan salah
satu tumbuhan yang memiliki banyak senyawa antioksidan seperti alkaloid,
glikosida, flavonoid, fenolik, saponin, tannin, dan vitamin C. Oleh karena itu,
perlu diteliti pengaruhnya pada telur ayam berembrio yang diinduksi etanol.
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun kelor (Moringa oleifera L.) untuk menurunkan kadar ALP telur ayam berembrio
yang diinduksi etanol.
Jenis penelitian ini merupakan true experimental laboratories dengan
rancangan penelitian post-test only control group design. Penelitian menggunakan
sampel berjumlah 25 telur ayam fertil yang diambil dari populasinya
menggunakan teknik simple random sampling. Selanjutnya, dilakukan adaptasi
sampel selama 11 hari di inkubator dengan suhu 37 °C bertempat di Laboratorium
Biokimia Fakultas Kedokteran Universitas Jember. Telur dikelompokkan menjadi
5 kelompok dengan masing-masing kelompok berjumlah 5 butir telur. Kelompok
kontrol (K) tidak diberi perlakuan apapun karena kelompok ini menjadi acuan
kadar ALP normal telur fertil. Kelompok K(-) diberikan etanol dosis 10%,
sedangkan kelompok P1, P2, dan P3 diberikan etanol 10% dan ekstrak etanol daun
kelor (Moringa oleifera L.) dengan dosis masing-masing 0,5 µg/mL, 5 µg/mL, 50
µg/mL di air sac telur. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah dosis ekstrak
daun kelor, sedangkan variabel terikatnya adalah kadar ALP. Analisis data yang
digunakan adalah One Way ANOVA untuk membandingkan kadar ALP antar
kelompok dan uji Post Hoc yaitu LSD (Least Signifficance Different) untuk
mengetahui antar kelompok manakah yang memiliki kadar ALP berbeda.
Hasil penelitian didapatkan kadar rata-rata ALP kelompok kontrol sebesar
13,55 U/L, kelompok yang hanya diberi etanol 10% sebesar 28,87 U/L, kelompok
yang diberi etanol 10% dan ekstrak daun kelor 0,5 µg/mL sebesar 28,48 U/L,
kelompok yang diberi etanol 10% dan ekstrak daun kelor 5 µg/mL sebesar 22,90
U/L, serta kelompok yang diberi etanol 10% dan ekstrak daun kelor 50 µg/mL
sebesar 15,04 U/L. Hasil analisis data didapatkan data yang terdistribusi normal
dan homogen lalu dilanjutkan dengan analisis One Way ANOVA yang
menunjukkan hasil yang signifikan dengan p=0,032 (p<0,05). Hasil uji Post Hoc
LSD menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok yang
diberi etanol dengan kelompok yang diberi etanol dan ekstrak daun kelor dosis 50
µg/mL sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun kelor (Moringa oleifera
L.) dapat menurunkan kadar enzim alkali fosfatase telur ayam berembrio yang
diinduksi etanol
PENGGUNAAN BAHASA PADA SHABIRA ALULA DALAM VIDEO TIKTOK SHABIRA ALULA DAN AYAH
Skripsi dengan judul Penggunaan Bahasa pada Shabira Alula dalam Video TikTok Shabira Alula
dan Ayah ini ditulis oleh Lutfiana Askuri Khoiri Nabela, NIM 12210193047, Program
Studi Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiah dan Ilmu Keguruan yang dibimbing oleh
Ibu Dian Risdiawati, M.Pd.
Kata kunci: penggunaan, bahasa, TikTok
Bahasa sebagai sistem lambang bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia merupakan
fenomena alamiah, tetapi bahasa sebagai alat interaksi sosial di dalam masyarakat manusia
merupakan fenomena sosial. Dalam waktu yang relatif singkat, ilmu bahasa sebagai suatu disiplin
sendiri berkembang dengan pesat. Oleh sebab itu, pentingnya penelitian ini dilakukan karena
dengan mengajarkan kebahasaan yang baik kepada anak dapat memengaruhi perkembangan sikap
dan karakter anak. Teori behavioristik menjelaskan bahwa lingkungan merupakan salah satu
pengaruh terbesar dalam perkembangan bahasa seorang anak. Penelitian ini memfokuskan pada
penggunaan bahasa pada TikTok Shabira Alula dan Ayah, yaitu dalam penggunaan bahasa bidang
fonologi, sintaksis, dan semantik. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan mendeskripsikan
penggunaan bahasa dalam bidang fonologi, sintaksis, dan semantik pada Shabira Alula yang ada
dalam video TikTok Shabira Alula dan Ayah.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan
data menggunakan teknik observasi dan juga simak catat. Observasi yang dipakai pada penelitian
ini berjenis observasi non partisipan, yang mana nantinya peneliti tidak ikut serta dalam lingkup
orang yang diamati, dan secara terpisah berposisi sebagai seorang pengamat. Simak dan catat
dipakai untuk melihat dan mencatat kalimat yang diucapkan Shabira Alula dalam video TikTok
yang mengandung unsur penggunaan bahasa dalam bidang fonologi, sintaksis, dan semantik.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam bidang fonologi Shabira Alula sudah sangat
bagus layaknya bahasa yang digunakan pada anak seusianya, Shabira Alula sudah mampu
mengucapkan kata baku secara utuh maupun hanya berupa kata-kata, serta telah mampu
mengucapkan fonem vokal maupun konsonan dengan cukup baik. Proses fonologis yang dialami
Shabira Alula menunjukkan adanya kesesuaian dengan penggunaan bahasa tipikal yang dialami
oleh anak seusiannya. Dari hasil analisis Shabira Alula kurang sempurna dalam menyebutkan
fonem [r]. Namun, hal ini cukup wajar dialami oleh nak seusianya, sehingga perubahan fonologis
yang mengakibatkan perubahan bunyi [r] menjadi [l]. Dalam bidang sintaksis, Shabira Alula sudah
mampu menggunakan kalimat-kalimat dari ujaran satu kata, dua kata, dan multikata. Selain itu,
kalimat deklaratif, introgatif, imperatif dan interjeksi Shabira Alula juga sudah mampu
melakukanya, meskipun masih banyak yang kelebihan dan kekurangan dalam kesempurnaan
pengucapanya. Dalam bidang semantik, Shabira Alula sudah mampu menenentukan konteks
pembicaraan sehingga respons yang dihasilkan tidak melenceng dari pembicaraan
Pengaruh Fraksi Pericarp Manggis (Garcinia mangostana L) Terhadap Struktur Sel Penyusun Hepar Mencit (Mus musculus) Yang Terpapar 2 Methoxyethnol
Manggis (Garcinia mangostana L.) banyak dikenal sebagai tanaman yangmemiliki banyak manfaat bagi kesehatan, terutama pemanfaatan dari pericarpnya.Penelitian ini bertujuan untuk. mengetahui pengaruh pemberiaan ekstrak fraksipericarp manggis (Gareinia mangostana L.) dengan variasi kepolaran dan dosisterhadap struktur sel penyusun hepar mencit (Mus musculus) yang terpapar 2-Methoxyethanol. Penelitian ini menggunakan 32 ekor mencit starin BALB/Cdengan berat badan 25-30 gram yang dibagi menjadi 8 kelompok; kelompokkontrol positif diberi 0,05 ml larutan CMC 0,05% selama 40 hari, kelompokkontrol negatif diberi 200 mg/kgBB 2-Methoxyethanol selama 35 hari, kelompokperlakuan diberi 200 mg/kg BB 2-Methoxyethanol selama 5 hari, dilanjutkandengan pemberian ekstrak fraksi dan dosis, kelompok PI dan P2 diberi ekstrakfraksi nonpolar pericarp manggis dengan dosis 0,6 mg/kgBB dan 3 mg/kg BBselama 35 har, P3 dan P4 diberi ekstrak fraksi semi polar dengan dosis 4 mg/kgBB dan 20 mg/kg BB selama 35 hari, P5 dan P6 diberi ekstrak fraksi polarpericarp manggis dengan dosis 0,4 mg/kg BB dan 2 mg/kg BB selama 35 hari.Perlakuan diberikan secara sub kutan. Hepar mencit yang didapatkan kemudiandikoleksi, dan dibuat sediaan histologi lalu diamati dengan mikroskop perbesaran400x menggunakan alat bantu graticulae. Hasil penelitian menunjukkan bahwafraksi ekstrak fraksi polar pericarp manggis dengan dosis 0,4 mg/kg BB dan 2mg/kg BB dapat berpengaruh terhadap pemulihan struktur sel penyusun heparmencit setelah terpapar 2-Methoxyethanol
THEMATIC ANALYSIS OF THE DIALOGUES AN ENGLISH TEXTBOOK A SENIOR HIGH SCHOOL
In writing process students or reader are not aware about how the authors
constructed the clause in the sentence and how the authors explore their idea in the
texts. Furthermore, this research have aimed to analyze on how are textual meaning
applied in the dialogue of English textbook for senior high school at X grade.
This research used descriptive qualitative by doing content analysis. This
research discussed about thematic analysis applied in the dialogue. The data in this
research were 21 dialogues from English textbook entitled Bahasa Inggris
SMA/MA/SMK/MAK KELAS X Edisi Revisi 2017. The researcher analyzed Theme�Rheme structure and theme types using thematic analysis based on Halliday’s theory.
The data collection was carried out through document analysis and the analysis used
Lodico procedures.
The result of research reveals that how are textual meaning applied in textbook
senior high school at X grade, the author of textbook are used three kinds of Theme
types. First is Topical Theme, second is Interpersonal Theme and the third is Textual
Theme. Furthermore, the researcher found that the authors considered to use Topical
or Ideational Theme for making dialogue in a clause that was 236 times (Unmarked:
233; Marked: 3). Then followed by Textual Theme was found 60 times (Continuity:
38; Conjunctive: 22), the last was Interpersonal Theme only 23 times (Finite: 18;
Polarity: 2; Comment: 3; whereas Mood Adjunct and Vocative were not found in all
of the dialogues.)
THEMATIC ANALYSIS OF THE DIALOGUES IN AN ENGLISH TEXTBOOK FOR A SENIOR HIGH SCHOOL
In writing process students or reader are not aware about how the authors constructed
the clause in the sentence and how the authors explore their idea in the texts. Furthermore,
this research have aimed to analyze on how are textual meaning applied in the dialogue of
English textbook for senior high school at X grade.
This research used descriptive qualitative by doing content analysis. This research
discussed about thematic analysis applied in the dialogue. The data in this research were 21
dialogues from English textbook entitled Bahasa Inggris SMA/MA/SMK/MAK KELAS X
Edisi Revisi 2017. The researcher analyzed Theme-Rheme structure and theme types using
thematic analysis based on Halliday‟s theory. The data collection was carried out through
document analysis and the analysis used Lodico procedures.
The result of research reveals that how are textual meaning applied in textbook senior
high school at X grade, the author of textbook are used three kinds of Theme types. First is
Topical Theme, second is Interpersonal Theme and the third is Textual Theme. Furthermore,
the researcher found that the authors considered to use Topical or Ideational Theme for
making dialogue in a clause that was 236 times (Unmarked: 233; Marked: 3). Then followed
by Textual Theme was found 60 times (Continuity: 38; Conjunctive: 22), the last was
Interpersonal Theme only 23 times (Finite: 18; Polarity: 2; Comment: 3; whereas Mood
Adjunct and Vocative were not found in all of the dialogues)
Analisis Tren Impor Kedelai di Indonesia dan Faktor - faktor yang Mempengaruhi
Kedelai (Glycine max L. Merril) merupakan salah satu bahan pangan sumber protein yang digemari di Indonesia, konsumsi kedelai yang tinggi tidak diikuti dengan produksi kedelai dalam negeri, sehingga diperlukan impor untuk memenuhi kebutuhan kedelai. Volume impor kedelai selama 32 tahun terus meningkat sebesar 14,50%. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui tren impor kedelai Indonesia 10 tahun ke depan, (2) mengetahui pengaruh faktor-faktor yang mempengaruhi volume impor kedelai di Indonesia, dan (3) mengetahui tingkat elastisitas permintaan volume impor kedelai di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode explanatory research dengan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan yaitu data sekunder tahunan berupa deret waktu (time series) selama periode tahun 1986-2017 (32 tahun). Analisis tren kuadratik digunakan untuk mengetahui peramalan volume impor kedelai Indonesia 10 tahun mendatang, diketahui tren volume impor kedelai terus meningkat sebesar 3,24% per tahun. Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa variabel independen secara simultan berpengaruh positif signifikan terhadap volume impor kedelai di Indonesia. Secara parsial variabel produksi kedelai Indonesia, konsumsi kedelai Indonesia, dan harga kedelai domestik berpengaruh signifikan terhadap volume impor kedelai. Sedangkan variabel harga internasional dan kurs tidak berpengaruh signifikan terhadap volume impor kedelai di Indonesia. Elastisitas permintaan volume kedelai di Indonesia bersifat elastis atau responsif terhadap perubahan konsumsi kedelai Indonesia. Kata kunci: Impor, analisis tren, kedelai, elastisitas
Ekstraksi dan Karakterisasi Enzim Protease dari Buah Mengkudu (Morinda citrifolia L.) dengan Penambahan Stabilisator
Penggunaan enzim dalam industri sedang berkembang pesat sebagai salah satu alternatif untuk menggantikan proses kimiawi. Salah satunya adalah alternatif untuk berbagai keperluan, misalnya bidang industri dan pengobatan. Salah satu jenis enzim yang aplikasinya sangat luas adalah enzim protease yang berfungsi mengkatalis hidrolisis ikatan peptida pada protein. Enzim protease merupakan enzim penting dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena aplikasinya sangat luas. Perdagangan protease mencapai 60% dari total penjualan enzim dunia. Keberadaan enzim protease di Indonesia sangat sedikit untuk memenuhi kebutuhan industri. Dilihat dari harga enzim protease di pasaran cukup tinggi, oleh karena itu perlu adanya pengembangan di produksi enzim protease. Untuk memenuhi kebutuhan enzim protease di Indonesia dapat digunakan buah mengkudu sebagai salah satu alternatif penghasil protease. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan enzim protease yang bersumber dari buah mengkudu. Untuk memperoleh enzim protease pada buah mengkudu salah satu caranya yaitu dengan cara ekstraksi. Di dalam proses untuk mendapatkan ekstrak enzim protease ini akan mempengaruhi aktivitas enzim protease. Untuk menghindari menurunnya aktivitas enzim protease dari buah mengkudu ini maka diperlukan stabilisator. Stabilisator yang digunakan biasanya yaitu asam askorbat dan EDTA. Oleh karena itu pada penelitian ini digunakan stabilisator EDTA, asam askorbat dan gabungan keduanya untuk mempertahankan aktivitas enzim protease yang bersumber dari buah mengkudu. Hasil dari penelitian ini yaitu telah diperoleh enzim protease dari buah mengkudu dengan aktivitas tertinggi terdapat pada perlakuan A3E3 dengan penambahan asam askorbat 0,3% dan EDTA 15 mM sebesar 1,67 U/mg. Enzim dengan aktivitas tertinggi yang dihasilkan diendapkan dengan garam amonium sulfat fraksi terbaik 60%. Enzim hasil pengendapan kemudian didialisis. Tingkat kemurnian enzim hasil dialisis sebesar 3,50 kali. Karakterisasi enzim protease hasil dialisis memiliki aktivitas optimal pada pH 7 dengan kestabilan pH 5-7 dan suhu 600C. Spesifitas substrat optimal berupa kasein. Enzim ini memiliki nilai KM sebesar 0.1159 mg/ml dan VMaks sebesar 2,4096 mg/ml. Aktivitas enzim juga dipengaruhi ion logam MgCl2, FeCl2 dan ZnCl2. Hasil SDS-PAGE enzim protease dari buah mengkudu ini memiliki berat molekul 28,37 kD
HUBUNGAN ANTARA IKLAN DENGAN MINAT BELI KARTU SELULER IM3 PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI TATA NIAGA FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara iklan
dengan minat beli kartu seluler IM3 pada mahasiswa Program Studi Tata Niaga
Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta di Jakarta Timur berdasarkan data
dan fakta yang valid dan reliabel. Metode penelitian yang digunakan adalah
metode survei dengan pendekatan korelasional. Populasi dalam penelitian ini
adalah seluruh mahasiswa Program Studi Tata Niaga Fakultas Ekonomi
Universitas Negeri Jakarta. Populasi terjangkaunya adalah mahasiswa Program
Studi Tata Niaga angkatan 2011 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta 35
orang.Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik acak sederhana
sebanyak 32 orang.
Untuk menjaring data dari kedua variabel digunakan kuesioner model skala likert
untuk iklan(Variabel X) dan minat beli(Variabel Y). Sebelum instrumen ini
digunakan dilakukan uji validitas untuk kedua variabel. Untuk variabel X, dari 30
butir pernyataan setelah divalidasi terdapat 7 butir pernyataan yang drop,
sedangkan yang memenuhi kriteria atau valid terdiri dari 23 butir pernyataan.
Untuk variabel Y, dari 30 butir pernyataan setelah divalidasi terdapat 8 butir
pernyataan yang drop, sedangkan yang memenuhi kriteria atau valid terdiri 22
butir pernyataan. Perhitungan reliabilitas kedua variabel itu menggunakan rumus
Alpha Cronbach. Hasil reliabilitas variabel X sebesar 0,893 dan hasil reliabilitas
variabel Y sebesar 0,929. Hasil ini membuktikan bahwa instrumen tersebut
reliable.
Persamaan regresi yang dihasilkan adalah Ŷ = 34,71 + 0,62X . Uji persyaratan
analisis yaitu uji normalitas galat taksiran regresi Y atas X dengan uji liliefors
menghasilkan Lhitung =0,0689, sedangkan L tabel untuk n = 32 pada taraf signifikan
0,05 adalah 0,157. Karena Lhitung <L tabel maka galat taksiran Y atas X
berdistribusi normal. Uji linearitas regresi menghasilkan Fhitung < F tabel yaitu
0,77<2,34, sehingga disimpulkan bahwa persamaan regresi tersebut linier. Dari uji
keberartian regresi menghasilkan Fhitung > F tabel , yaitu 11,45 > 4,17, artinya
persamaan regresi tersebut signifikan. Koefisien korelasi Product Moment dari
Pearson menghasilkan rxy = 0,526, selanjutnya dilakukan uji keberartian koefisien
korelasi dengan menggunakan uji t dan dihasilkan thitung =3,384 dan ttabel=1,70.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa koefisien korelasi rxy = 0,526 adalah
signifikan. Koefisien determinasi yang diperoleh sebesar 27,63% yang
menunjukkan bahwa 27,63% variasi minat beli ditentukan oleh iklan.
*****************************
This research aims to find out whether there is a connection between the ads with
keen interest to buy a cellular card IM3 on Course Commerce students of the
Faculty of Economics, State University of Jakarta in East Jakarta based on valid
data and facts and reliability. The research method used is survey method with the
correlational approach. Population in this research is all of Course Commerce
Students of the Faculty of Economics, State University of Jakarta, where as the
possible populations who Commerce Courses students force 2011 Faculty of
Economics State University of Jakarta, amounting to 35 people. The technique
which is used in gathering the sample was simple random sampling about 32
people.
To capture data from these two variables are used questionnaire Likert scale
models for Advertisement (variable X) and Purchase Intention (Variable Y).
Before the instrument is used tested the validity for both variables. For variable
X, from 30 points statement after statement validated there are 7 points that drop
invalid, while meeting the criteria or a valid statement consists of 23 points. For
variable Y, from 30 points statement after statement validated contained 8 points
that drop invalid, while meeting the criteria or invalid items comprised 22
statements. Reliability calculation of both variables using Cronbach Alpha
formula. The results of the X variable reliability of 0.893 and the reliability of
variable Y at 0.929. These results prove that the instrument is reliable.
The resulting regression equation is Ŷ=34.71+0.62X. Test requirements analys is
of the normality test error of estimated regression of Y on X to produce Lcount
liliefors test= 0,0689, while the Ltable for n= 32 at 0.05 significant level is 0.157.
Because the Lcount<Ltable then an error estimate of Y on X is normally distributed.
Testing linearity of regression produces Fcalculated<Ftable is 0,77<2.34, so it was
concluded that the linear equation regression. From test significance regression
produces Fcount>Ftable, which is 11.45>4.17, meaning that the regression equation
is significant. Correlation coefficient of Pearson Product Moment generating
rxy=0,526, then performed the test significance correlation coefficient using the t
test and the resulting tcount=3,384 and ttable=1,70. It can be concluded that the
correlation coefficient rxy=0.526 is significant. The coefficient of determination
obtained for 27,63% which shows that 27,63% of the variation of purchase
intention is determined by the advertisement
Phyllanthus acidus (L.) Skeels (Pemanfaatan dan Bioaktivitasnya
Phyllanthus acidus (Phyllataceae) is an underutilized fruits tree (UFT) which has the potential to be developed both as food and traditional medicine. This study aims to explain botany, benefits and bioactivity of P. acidus. The research method is using online library research on Google Scholar using the keywords P. acidus, bioactivity and uses of P. acidus. Local Indonesian people have long been cultivating P. acidus in their yards which are used as food, vegetables and traditional medicine, but on the other hand they contain toxic compounds known as Dichapetalins. The fruits of P. acidus has sour taste, not broken, juicy, 1 cm in diameter, 6-8 lobes, angular, enlarged fruit, hard endocarp. The P. acidus fruit is traditionally used to treat various diseases such as inflammation, rheumatism, bronchitis, asthma, respiratory disorders, liver disease, gastric disorders and diabetes. The use of P. acidus as a traditional medicine is related to its bioactivity as an antioxidant, anti-diabetes mellitus, anti-microbial, hepatoprotective, analgesic, anti-cancer, and diuretic. The toxic dichapetalins cause adverse health effects in higher doses so their use needs to be strictly controlled.Phyllanthus acidus (Phyllataceae) is an underutilized fruits tree (UFT) which has the potential to be developed both as food and traditional medicine. This study aims to explain botany, benefits and bioactivity of P. acidus. The research method is using online library research on Google Scholar using the keywords P. acidus, bioactivity and uses of P. acidus. Local Indonesian people have long been cultivating P. acidus in their yards which are used as food, vegetables and traditional medicine, but on the other hand they contain toxic compounds known as Dichapetalins. The fruits of P. acidus has sour taste, not broken, juicy, 1 cm in diameter, 6-8 lobes, angular, enlarged fruit, hard endocarp. The P. acidus fruit is traditionally used to treat various diseases such as inflammation, rheumatism, bronchitis, asthma, respiratory disorders, liver disease, gastric disorders and diabetes. The use of P. acidus as a traditional medicine is related to its bioactivity as an antioxidant, anti-diabetes mellitus, anti-microbial, hepatoprotective, analgesic, anti-cancer, and diuretic. The toxic dichapetalins cause adverse health effects in higher doses so their use needs to be strictly controlled
