73 research outputs found
KREATIVITAS PENYAJIAN MAKANAN INDONESIA PADA MATA PELAJARAN PENGOLAHAN MAKANAN INDONESIA SISWA KELAS XI SMKN 3 WONOSARI
KREATIVITAS PENYAJIAN MAKANAN INDONESIA PADA MATA
PELAJARAN PENGOLAHAN MAKANAN INDONESIA SISWA KELAS XI
SMKN 3 WONOSARI
Febrian Yusuf Kurniawan
11511244008
Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui kreativitas penyajian
makanan Indonesia pada mata pelajaran pengolahan makanan Indonesia
di SMKN 3 Wonosari ditinjau dari aspek kreativitas kebaruan penyajian
makanan, 2) Mengetahui kreativitas penyajian makanan Indonesia pada
mata pelajaran pengolahan makanan Indonesia di SMKN 3 Wonosari
ditinjau dari aspek kreativitas pemecahan masalah penyajian makanan, 3)
Mengetahui kreativitas penyajian makanan Indonesia pada mata
pelajaran pengolahan makanan Indonesia di SMKN 3 Wonosari ditinjau
dari aspek kreativitas elaboratif penyajian makanan.
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Populasi dalam
penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMKN 3 Wonosari tahun
ajaran 2014/2015 sebanyak 2 kelas dengan jumlah 63 siswa. Sampel
dalam penelitian ini sampling jenuh, dimana seluruh anggota populasi
dijadikan sampel sebanyak 63 siswa. Teknik pengumpulan data yang
digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar pengamatan dan penilaian
kreativitas penyajian makanan. Instrumen diuji menggunakan validitas isi
(judgements expert), uji reliabilitas dengan alpha cronbach. Analisis yang
digunakan adalah analisis deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kreativitas penyajian
makanan siswa kelas XI SMKN 3 Wonosari ditinjau dari aspek kebaruan
kreativitas penyajian makanan berada pada kategori sangat baru dengan
persentase 49,2% atau 31 siswa. 2) Kreativitas penyajian makanan siswa
kelas XI SMKN 3 Wonosari ditinjau dari aspek pemecahan masalah
kreativitas penyajian makanan berada pada kategori sangat mampu
memecahkan masalah dengan persentase 73,0% atau 46 siswa. 3)
Kreativitas penyajian makanan siswa kelas XI SMKN 3 Wonosari ditinjau
dari aspek elaboratif penyajian makanan kreativitas penyajian makanan
berada pada kategori sangat elaboratif dengan persentase 74,6% atau 47
siswa.
Kata Kunci: Kreativitas, Penyajian, Makana
PENGARUH BI RATE, INFLASI DAN NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP HARGA INDEKS SAHAM SYARIAH INDONESIA (ISSI) PADA TAHUN 2020-2022
Skripsi dengan judul “Pengaruh BI Rate, Inflasi dan Nilai Tukar Rupiah
terhadap Harga Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) pada tahun 2020-2022”
yang ditulis oleh Febrian Aris Kurniawan, NIM. 126406201046, Jurusan Bisnis dan
Manajemen, Program Studi Manajemen Keuangan Syariah Fakultas Ekonomi dan
Bisnis Islam dengan Pembimbing Dr. Muhammad Aswad, M.A.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya pasar modal syariah di
Indonesia, seperti halnya melalui Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI).
Meningkatnya pasar modal di Indonesia saat ini juga diimbangi dengan adanya
pasar modal syariah sehingga emiten yangbtergabung harus melewati seleksi yang
sudah ditentukan dengan memenuhi standart dari pasar modal syariah. Indeks
Saham Syariah Indonesia sudah mulai berkembang pasca covid 19. Perkembangan
Indeks Saham Syariah Indonesia juga mulai banyaknya generasi milenial untuk
melakukan investasi jangka panjang. Harga Indeks Saham Syariah Indonesia
sendiri dipengaruhi oleh variabel variabel makroekonomi seperti naik turunnya BI
Rate, inflasi serta nilai tukar rupiah. Perubahan makroekonomi sendiri ada yang
berpengaruh dan tidak berpengaruh terhadap Indeks Saham Syariah Indonesia
(ISSI).
Tujuan penelitian ini yaitu: (1) untuk menguji pengaruh BI Rate terhadap
harga Indeks Saham Syariah Indonesia pada tahun 2020-2022, (2) untuk menguji
pengaruh Inflasi terhadap harga Indeks Saham Syariah Indonesia pada tahun 2020-
2022, (3) untuk menguji pengaruh Nilai Tukar terhadap harga Indeks Saham
Syariah Indonesia pada tahun 2020-2022, (4) untuk menguji pengaruh BI
Rate,Inflasi dan Nilai Tukar terhadap harga Indeks Saham Syariah Indonesia pada
tahun 2020-2022.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian
asosiatif. Sumber penelitian yang digunakan adalah data sekunder yang diambil dari
website resmi OJK yaitu data laporan publikasi bulanan OJK untuk harga Indeks
Saham Syariah Indonesia (ISSI), Bank Indonesia untuk melihat data bulanan inflasi
dan suku bunga serta Bursa Efek Indonesia. Pengolahan data menggunakan EViews-9. Penelitian ini menggunakan uji asumsi klasik, uji hipotesis dan uji regresi
linier berganda.
Hasil penelitian ini menujukkan bahwa (1) inflasi berpengaruh signifikan
dan negatif terhadap terhadap Indeks Saham Syariah Indonesia 2020 – 2022, (2) BI
Rate tidak berpengaruh terhadap terhadap Indeks Saham Syariah Indonesia 2020 –
2022, (3) nilai Tukar Rupiah berpengaruh signifikan dan negatif Indeks Saham
Syariah Indonesia 2020 – 2022, (4) secara simultan dapat disimpulkan bahwa BI
Rate tidak berpengaruh terhadap kenaikan harga Indeks Saham Syariah Indonesia
ketika Inflasi dan BI Rate mengalami kenaikan.
Kata Kunci : BI Rate, Inflasi, Nilai Tukar Rupiah dan Harga Indeks Saham
Syariah Indonesia
LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) UNY DI SMK N 3 WONOSARI
Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan kesempatan bagi mahasiswa
untuk mempraktekkan ilmu yang bersifat teoretis yang telah diterima di perkuliahan.
Pada saat PPL ini mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengaplikasikan teori-teori
tersebut sekaligus mencari ilmu secara empirik dan bersifat faktual, tidak sekedar teoritis
seperti pada saat di perkuliahan. Kegiatan PPL dapat bertujuan untuk mendapatkan
berbagai pengalaman mengenai proses pembelajaran dan kegiatan dalam lingkungan
sekolah yang digunakan sebagai bekal menjadi tenaga pendidik yang memiliki nilai,
sikap, pengetahuan, dan ketrampilan yang digunakan sebagai tenaga pendidik.
Kegiatan PPL ini dilaksanakan oleh mahasiswa kependidikan di Universitas
Negeri Yogyakarta (UNY) untuk melaksanakan pembelajaran PPL langsung pada
lingkungan sekolah. Sekolah yang digunakan sebagai tempat praktek ini adalah Smk
Negeri 3 Wonosari mulai dari tanggal 2 Juli 2014 hingga tanggal 17 September 2014.
Pelaksanaan PPL ini dilakukan dengan mengajar di kelas selama kegiatan pembelajaran
di sekolah tersebut sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Pengajaran di kelas pada
kegiatan PPL ini diharapkan dapat dilakukan minimal 8 kali pertemuan, namun
praktikan dapat melakukan kegiatan pengajaran di kelas sebanyak 24 kali , yaitu kelas
XII TB 1, XII TB 2 dan XI TB 1. Untuk mendukung kegiatan pembelajaran digunakan
beberapa media, antara lain gambar, charta, dan model serta LKS. Banyak kendala dan
hambatan selama waktu dilaksanakannya PPL, baik yang bersifat intern maupun ekstern,
diantaranya dalam pengelolaan kelas yang sulit untuk dikendalikan, karena peserta didik
terlalu ramai. Namun, hal ini merupakan suatu kenyataan bahwa anak usia SMK
memang dalam perkembangan seperti itu, dan hal ini merupakan suatu proses untuk
menuju yang lebih baik.
Dengan adanya kegiatan PPL ini, praktikan mendapat bekal pangalaman
dan gambaran nyata tentang kegiatan dalam dunia pendidikan khususnya di
sekolah. Adanya kerjasama, kerja keras dan disiplin akan sangat mendukung
terlaksananya program-program PPL dengan sukses. Dengan terselesaikannya
kegiatan PPL ini diharapkan dapat tercipta tenaga pendidik yang professional
dan berkualitas
PRARANCANGAN PABRIK PAPAN PARTIKEL DARI TANDAN RNKOSONG KELAPA SAWIT DAN POLYESTER DENGAN RNKAPASITAS PRODUKSI 125.000 TON/TAHUN
Prarancangan pabrik Papan Partikel ini menggunakan bahan baku tandan kosong kelapa sawit dan Polyester. Kapasitas produksi pabrik ini adalah 125.000 Ton/Tahun dengan hari kerja 330 hari/tahun. Pabrik ini direncanakan didirikan di Desa Lingkuang Aua, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat dengan luas tanah 21.130 m2. Bentuk perusahaan yang direncanakan adalah Perseroan Terbatas (PT) dengan menggunakan metode struktur organisasi garis dan staf (tenaga kerja sebanyak 124 orang). Sumber air pabrik ini berasal dari Sungai Batang Pasaman, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat dengan total kebutuhan air sebesar 74.664,631 kg/jam, dan untuk kebutuhan listrik diperoleh dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan generator dengan daya 1.300,217 kW
Pengaruh Penambahan Limbah Plastik Dan Coconut Fiber Ash Sebagai Agregat Beton Terhadap Karakteristik Mekanik Bahan Beton Komposit
Telah dilakukan penelitian tentang penambahan campuran Poly Ethylene Terephthalate (PET) dan Coconut Fiber Ash (CFA) sebagai subsitusi agregat halus untuk melihat karakteristik beton komposit. Dilakukan variasi penambahan persentase berat PET sebesar 3%, 5% dan 8% dan penggunaan persentase berat CFA sebesar 5%, 10% dan 15% menggantikan agregat halus pasir. Penelitian ini menggunakan rancangan campuran beton normal sesuai dengan SNI 03-2834-2000 yaitu yang terdiri dari pasir, batu, semen, dan air. Benda uji berbentuk silinder dengan diameter 10 cm dan tinggi 20 cm. Pengujian yang dilakukan adalah uji densitas beton, uji tekan, uji tarik belah, dan analisis rule of mixture bahan komposit. Pengujian ini dilakukan pada saat beton berumur 28 hari. Dari hasil analisis pengujian diperoleh bahwa semakin banyak penambahan campuran PET dan CFA pada beton menurunkan nilai kuat tekan, kuat tarik belah dan modulus elastisitas beton. Nilai terbaik terjadi pada persentase berat campuran PET 3% dan CFA 5% menghasilkan nilai kuat tekan beton sebesar 19.48 MPa, kuat tarik belah beton 6.86 MPa dan modulus elastisitas 19.993 GPa.
==================================================================================================================================
Research has been done on the addition of a mixture of Poly Ethylene Terephthalate(PET) and Coconut Fiber Ash (CFA) as a substitute for fine aggregate to see the characteristics of composite concrete. Variations were made to increase the weightpercentage of PET by 3%, 5% and 8% and use CFA by weight percentage of 5%,10% and 15% to replace the fine sand aggregate. This study uses a normal concrete mix design in accordance with SNI 03-2834-2000 which consists of sand, stone,cement, and water. The test object is cylindrical with a diameter of 10 cm and a height of 20 cm. The tests carried out are concrete density test, compression test, split tensile test, and analysis of the rule of mixture of composite materials. This test was carried out when the concrete was 28 days old. From the test analysis, it was found that the more addition of a mixture of PET and CFA to the concrete the lower the compressive strength, split tensile strength and modulus of elasticity of concrete. The best value occurred in the percentage of the weight of the mixture of PET 3% and CFA 5% resulting in a concrete compressive strength of 19.48 MPa, a split tensile strength of 6.86 MPa and an elastic modulus of 19,993 GPa
PERENCANAAN ULANG TATA LETAK PADA PABRIK TAHU MURNI BANJARAN KAB. TEGAL
Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan ulang tata letak Tahu Murni Banjaran yang optimal. Penelitian ini menggunakan objek perusahaan Tahu Murni Banjaran yang beralamat di Jalan Raya Utara Adiwerna-Banjaran, Kabupaten Tegal. Dalam penelitian ini dengan melihat berdasarkan masalah yang ada yaitu adanya gerakan bolak-balik pada layout produksi, maka akan dilakukan perbaikan layout pada Tahu Murni Banjaran. Responden dalam penelitian ini adalah 1 orang pemilik Tahu Murni Banjaran dan 5 orang karyawan produksi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif dengan analisis Blocplan. Dari hasil analisis data, dapat ditarik kesimpulan usulan tertinggi terdapat 3 alternatif dengan nilai tertinggi. Hasil perhitungan terjadi penurunan dari segi perpindahan serta jarak perpindahan sudah sesuai dengan desain alternatif yang sesuai dengan yang diinginkan, alasan lain memilih alternatif 3 karena jarak perpindahan barang 2 penurunan jarak perpindahan 1.476,8 m. Hal ini dikarenakan karena pada alternative 3 jarak dan waktu keseluruhan perpindahan material tahu murni Banjaran (layout alternatif 3) untuk total jarak/m yaitu 22,4, total waktu yaitu 608,8 detik, untuk frekuensi yaitu 16, untuk total jarak perpindahan adalah 52,4 meter, dan untuk total waktu perpindahan yaitu 1476,8 detik dan harga pokok produksi tahu putih 203,50 yang diperoleh. Harga satu kilogram kacang kedelai Rp. 6.200. Sedangkan untuk biaya tenaga kerja langsung dihitung berdasarkan jumlah kedelai yang diproduksi per hari. Selain itu selisih ongkos material handling dalam satu bulan alternatif final 3 adalah Rp. - 963.6X (terjadi kenaikan OMH sebesar 12,26 %)
Pengembangan Ekowisata Di Pulau Gili Labak Kabupaten Sumenep (Studi Implementasi Pasal 4 Ayat (1) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 33 Tahun 2009)
Dalam Skripsi ini penulis meneliti tentang pengembangan ekowisata di pulau Gili Labak Kabupaten Sumenep oleh Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumenep ditinjau dari Pasal 4 Ayat (1) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 33 Tahun 2009 tentang Pedoman Pengembangan Ekowisata Di Daerah. Pulau Gili Labak memiliki keindahan pasir putih dan keindahan ekosistem bawah laut yang harus dijaga. Berdasarkan Pasal 4 Ayat (1) Permendagri No.33 Tahun 2009, pengembangan ekowisata harus dilakukan dengan tahap Perencanaan, pemanfaatan dan pengendalian. Perencanaan ekowisata tertuang dalam RPJPD, RPJMD, RKPD. Pemanfaatan ekowisata ialah pengelolaan, pemeliharaan, pengamanan, dan penggalian potensi kawasan ekowisata. Pengendalian ekowisata ialah merupakan tahap penentuan fungsi kawasan, pemanfaatan ruang, pembangunan sarana dan prasarana, keseuaian spesifikai konstruksi dengan desain teknis dan kelestarian kawasan ekowisata. Pengembangan ekowisata pulau Gili Labak sebagai kawasan ekowisata bahari tidak berjalan dengan baik karena terjadi banyak permasalahan yang harus di selesaikan oleh DISBUDPAPORA Kabupaten Sumenep. Permasalahan yang terjadi akibat dari pengembangan yang belum maksimal antara lain : 1. belum adanya aturan terkait kawasan tersebut sehingga terjadi penyimpangan yang dilakukan oleh wisatawan mancanegara yang berbikini dikawasan tersebut dan kerusakan terumbu karang yang semakin bertambah. Hal tersebut tidak sesuai dengan tujuan ekowisata sebagai kegiatan wisata berwawasan lingkungan serta menjaga kearifan lokal dan kebudayaan sekitar, 2. Sarana dan pasarana untuk kawasan ini belum maksimal, 3. Belum terpenuhinya alat transportasi yang aman dan, 4. Pemahaman terhadap dampak negatif dari kegiatan wisatawan terhadap kawasan ekowisata. Dari permasalahan diatasi perlu penulis kaji terkait peran Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumenep sebagai pelaksana pengembangan ekowisata pulau Gili Labak. Untuk menjawab pertanyaan tersebut penulis menggunakan jenis penelitian Yuridis Empiris dengan pendekatan penelitian Yuridis Sosiologis. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan penelitian lapangan dan mengkaji ketentuan hukum yang terdapat di masyarakat. Bahan hukum yang digunakan dalam membantu penelitian ini ialah data primer yang berupa hasil wawancara langsung dengan metode observasi kepada pihak yang terlibat dalam pengembangan ekowisata. Data sekunder dalam membantu kajian ini ialah ddiperoleh dari studi kepustakaan dan internet. Dari metode peenelitian diatas penulis memperoleh jawaban yaitu, tahap perencanaan telah dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep berpedoman kepada pengembangan ekowiata nasional. Dalam tahap perencanaan pengembangan kegiatan kepariwisataan, Pemerintah Kabupaten Sumenep menuangkannya dalam RPJPD, RPJMD, dan RKPD Kabupaten Sumenep. Dalam tahap pemanfaatan yaitu pengelolaan, pemeliharaan, pengamanan, dan penggalian potensi kawasan ekowisata pulau Gili Labak belum berjalan maksimal karena DISBUDPARPORA Kab. Sumenep belum makimal andil dalam pengembangan ekowisata tersebut. Pengembangan masih dilakukan oleh perseorangan atau warga sekitar dengan bantuan Kepala Desa Kombang. Peran DISBUDPARPORA Kab. Sumenep yang belum maksimal tersebut yang menyebabkan tahap pemanfaatan ekowisata belum optimal. Dalam tahap pengendalian kawasan ekowisata pulau Gili Labak juga belum terlaksana secara maksimal karena koordinasi dan konsolidasi antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang lain dengan DISBUDPARPORA Kabupaten Sumenep sebagai pengembang tidak terjalin baik. Hal tersebut disebabkan karena banyaknya SKPD yang terlibat dalam pengembangan ekowisata pulau Gili Labak, namun koordinasi dan sinergitas tidak terjalin. Maka dari itu pengembangan ekowisata bahari di pulau Gili Labak tidak berjalan dengan baik. Dari permasalahan diatas ada pula kendala dari Disbudparpora Kabupaten Sumenep antara lain permasalahan anggaran, alat transportasi, dan koordinasi yang belum terjalin antar SKPD. Hal tersebut diatas juga penyebab tahap pemanfaatan dan pengendalian tidak berjalan optimal sebagaimana yang diamanatkan dalam Permedagri Nomor 33 Tahun 2009. Kesimpulan yang dapat diambil dari permasalahan diatas ialah perlunya peran Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumenep serta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam pengembangan ekowisata di pulau Gili Labak. Dalam mengatasai permasalahan anggaran Disbuddparpora harus membuka peluang investasi kepada para investor, alat transportasi yang aman perlu ditingkatkan, dan pengurangan dampak negatif yang ditimbulkan oleh wisatawan terhadap lingkungan. Hal tersebut dapat diselesaikan dengan cara meningkatkan koordinasi, sinergitas, dan konsolidasi antara Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumenep dengan Satuan Kerja Perangkat Derah (SKPD) Kabupaten Sumenep
Analisis Efisiensi Penggunaan Faktor Produksi Peternakan Ayam Kampung Super (Studi Kasus pada Kelompok Akas)
“analisis efisiensi penggunaan Faktor produksi (studi kasus pada kelompok akas)”. Penelitian dilaksanakan Mulai tanggal 09 Agusutus 2016 sampai 09 september 2016 di kelompok akas Purwokerto, kabupaten banyumas.
Tujuan penelitian 1) menganalisis pengaruh penggunaan faktor produksi (jumlah ternak, jumlah pakan, obat dan vitamin, serta tenaga kerja) terhadap Penerimaan usaha ayam kampung superdan 2) menganalisis efisiensi penggunaan faktor produksi pada usaha ayam kampung super di kabupaten banyumas.
Penelitian dilakukan dengan metode survei. Sasaran penelitian tertuju pada Usaha peternak ayam kampung super kelompok akas farm. metode penetapan sampe menggunakan metode purposive. Kelompok yang terpilih adalah kelompok akas, karena kelompok ini merupakan kelompok yang berjalan secara intensif dalam mengelola para peternak yang ada di Banyumas. Sampel responden yaitu dengan mengambil seluruh responden dari kelompok akas yang berjumlah 40 peternak. Variabel yang diamati antara lain variabel dependen (penerimaan) dan variabel independen (jumlah pakan, obat dan vitamin, jumlah ternak, dan Tenaga kerja.
Hasil analisis efisiensi penggunaan faktor produksi yang berpengaruh Terhadap penerimaan adalah jumlah pakan, dan jumlah ternak, sedangkan obat dan Vitamin, tenaga kerja tidak berpengaruh. Tetapi nilai produk marginal menunjukkan jumlah pakan sebesar -0,71, obat dan vitamin sebesar 2,34, jumlah ternak sebesar 2,48, dan tenaga kerja 0,07. berdasarkan hasil ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan faktor produksi jumlah pakan dan tenaga kerja tidak efisien, dan penggunaan faktor produksi obat dan vitamin serta jumlah ternak belum efisien
Pra Desain Pabrik Olein dari Crude Palm Oil (CPO)
Indonesia adalah negara dengan luas lahan perkebunan sawit terbesar di dunia. Hal ini menempatkan Indonesia sebagai pengekspor utama minyak sawit mentah (CPO). CPO merupakan bahan baku industri pembuatan minyak goreng, margarin, lilin, sabun, berbagai produk perawatan, dan pembuatan biodiesel. pada tahun 2012 pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan perdagangan luar negeri yaitu meningkatkan daya saing produk ekspor melalui diversifikasi produk kelapa sawit. CPO harus diolah menjadi produk-produk turunan yang mempunyai harga jual lebih tinggi. Produk turunan CPO diantaranya olein, asam amino, stearin, PFAD (Palm Fatty Acid Distilat), karoten, dan lain sebagainya. Minyak goreng sawit (MGS)/olein merupakan salah satu komoditas yang mempunyai nilai strategis karena masuk dalam 9 kebutuhan pokok bangsa Indonesia. Permintaan MGS yang tinggi baik di dalam dan luar negeri merupakan indikasi pentingnya peranan komoditas kelapa sawit dalam perekonomian Indonesia. Proses pembuatan Olein dapat diuraikan menjadi 2 tahapan proses, yaitu Proses Refinery dan Proses Fraksinasi. Proses Refinery dapat dibagi menjadi 4 tahapan proses yaitu tahap Degumming, Bleaching, Filtrasi, dan Deodorisasi. Dari tahap ini akan diperoleh produk berupa Refined Bleach Deodorized Palm Oil (RBDPO). Selanjutnya dilanjutkan proses Fraksinasi yang dibagi menjadi dua tahapan proses yaitu kristalisasi dan filtrasi. Pada tahap ini akan diperoleh produk Olein dan Stearin. Pabrik Olein akan didirikan di daerah Palaran, Kalimantan Timur dan siap beroperasi pada tahun 2022. Berdasarkan Analisa ekonomi untuk kapasitas 550.000 ton/tahun, laju pengembalian modal (IRR) pabrik ini sebesar 18,86% pada suku bunga per-tahun 9,75%. Sedangkan untuk waktu pengembalian modal (POT) adalah 4,4 tahun dan titik impas (BEP) sebesar 46,66%.
================================================================================================
Indonesia is a country with the largest oil palm plantation area in the world. This puts Indonesia as the main exporter of crude palm oil (CPO). CPO is an industrial raw material for the manufacture of cooking oil, margarine, candles, soap, various care products, and making biodiesel. in 2012 the Indonesian government issued a foreign trade policy namely increasing the competitiveness of export products through diversification of palm oil products. CPO must be processed into derivative products that have a higher selling price. CPO derivative products include olein, amino acids, stearin, PFAD (Palm Fatty Acid Distillate), carotene, and so on. Palm cooking oil (MGS) / olein is one commodity that has strategic value because it is included in the 9 basic needs of the Indonesian nation. The high demand of MGS both at home and abroad is an indication of the important role of oil palm commodities in the Indonesian economy. The process of making Olein can be broken down into 2 stages of the process, namely the Refinery Process and the Fractionation Process. The Refinery process can be divided into 4 stages, namely stages of Degumming, Bleaching, Filtration, and Deodorization. From this stage, products will be obtained in the form of Refined Bleach Deodorized Palm Oil (RBDPO). Furthermore, the Fractionation process is continued which is divided into two stages, namely crystallization and filtration. At this stage Olein and Stearin products will be obtained. The Olein plant will be established in the Palaran area, East Kalimantan and ready to operate in 2022. Based on economic analysis for a capacity of 550,000 tons / year, the factory's rate of return (IRR) is 18.86% at an annual interest rate of 9.75% . While for the payback period (POT) is 4.4 years and break-even point (BEP) of 46.66%
- …
