102 research outputs found

    Menulis membaca kehidupan

    No full text
    “Titik terendah dalam kehidupan saya terjadi keti ka suami berpulang karena Covid-19, Maret 2020. Tiga hari setelahnya, saya pun harus diisolasi di rumah sakit. Isolasi yang menyelamatkan jiwa, bukan hanya raga.Saya mengisi hari-hari selama 19 hari isolasi dengan menulis. Menulis menguatkan mental saya menghadapi pandemi keluarga ini. Seluruh perasaan saya tumpahkan di notes kecil, entah itu perasaan kecewa, menyesal, sedih, sepi, ataupun rindu yang membaur, menyatu. Writi ng for healing membantu kesehatan mental saya, membantu saya menemukan kepasrahan yang positif, mengembalikan kehidupan saya pada Yang Maha Mengatur. Pesan inilah yang ingin dikuatkan dalam buku ini.Sang penulis buku, Kristin Samah, mengajak pembaca untuk menyelami kehidupan secara lebih arif dan positi f melalui kegiatan menulis. Semoga buku ini dapat menginspirasi pembaca dalam menjalani kehidupan yang dinamis dan menemukan kebahagiaan sejati .”—Prof. dr. Adi Utarini M.Sc., MPH, Ph.D.Dosen FKKMK UGM“Lahir di penghujung tahun 80-an kadang saya merasa bingung dengan generasi manakah saya merasa paling relevan. Saya tumbuh dengan pengetahuan bahwa kognitif adalah ‘raja’ dan menyisakan ruang yang sangat kecil untuk emosional. Pada akhirnya kehidupan yang saya jalani membawa saya pada sebuah kenyataan bahwa yang dibutuhkan adalah keseimbangan, sama seperti alam dan kehidupan itu semua serba-seimbang.Buku ini sama seperti kehidupan itu sendiri, karena di sini semuanya seimbang, sesuai porsi, tidak berat namun tetap berbobot, lahir pada waktu dan tempat yang tepat untuk generasi saya dan seterusnya. Kalau ini sebuah masakan, tiada kata lain untuk menggambarkan buku ini: PAS!

    Duka dari nduga / Kristin Samah

    No full text

    Reinterpretasi Monumen Bagindo Aziz Chan Karya Arby Samah dalam Ikonografi Erwin Panofsky

    Get PDF
    ABSTRACTResearch was entered to trace the Bagindo Aziz Chan monument by Arby Samah trough the iconographicapproach put forward by Erwin Panofsky, as well as to uncover the reason for the contruction of themonument. The research uses qualitative methods of observation interviews and document.The figure Arby Samah described in the “Bagindo Aziz Chan Monument” is indeed a Bagindo figure,which was made using cement plaster technique, making the work began in 1973 by Arby Samah. Reliefsmade in the foundation of the statue tells the sequence of event killed Bagindo Aziz Chan. The use ofthe realist style found by the author on the Bagindo Aziz Chan monument although the cultivation ofthe statue still looks tough, but the delivery of the sign on the statue is the hope and ideals of BagindoAziz Chan during his leadership as mayor of Padang is clearly depicted. The making of the statue uses acement plaster which is a technique commonly technique. Used by sculpture artists in the 1970s. In 2005Bagindo Aziz Chan was awarded as a national hero from west Sumatera by the central government, andalso on July 19 the people of Padang commemorated the day of death of Bagindo Aziz Chan which was atribute to the leader of Padang. And also the name Bagindo Aziz Chan has been enshrined as the name ofa street and a building in the city of Padang.Keywords: Bagindo Aziz Chan Monument, Iconographic, Erwin Panofsky.ABSTRAKPenelitian dimaksudkan untuk menelusuri monumen Bagindo Aziz Chan karya Arby Samahmelalui pendekatan ikonografi yang dikemukakan oleh Erwin Panofsky, serta mengungkapalasan dibangunnya monumen tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitupengamatan, wawancara dan dokumen.Tokoh yang digambarkan Arby Samah pada karya “Monumen Bagindo Aziz Chan” ini memangsosok Bagindo Aziz Chan, yang dibuat memakai teknik plaster semen, pembuatan karya tersebutselesai mulai dilakukan pada tahun 1971 dan selesai pada tahun 1973 yang dibuat oleh ArbySamah. Relief yang dibuat pada landasan patung menceritakan urutan peristiwa terbunuhnyaBagindo Aziz Chan. Pemakaian gaya realis yang didapati penulis pada monumen BagindoAziz Chan walaupun penggarapan patung tersebut masih terlihat kasar, namun penyampaiantanda pada patung tersebut merupakan harapan dan cita-cita Bagindo Aziz Chan selamakepemimpinannya sebagai wali kota Padang tergambarkan dengan jelas. Pembuatan patungtersebut menggunakan teknik plaster semen yang merupakan teknik yang umum dipakai olehseniman patung pada tahun 1970-an. Pada tahun 2005 Bagindo Aziz Chan dianugrahi sebagaipahlawan nasional asal Sumatera Barat oleh pemerintah pusat, dan juga pada tanggal 19 Julimasyarakat kota Padang memperingati hari wafatnya Bagindo Aziz Chan yang merupakanpenghormatan kepada pemimpin kota Padang yang tegas dan berani tersebut. Dan juga namaBagindo Aziz Chan sudah diabadikan sebagai nama jalan dan gedung di kota Padang.Kata Kunci: Monumen Bagindo Aziz Chan, Ikonografi Erwin Panofsk

    Samah seleem: the popular novel and the origins of the novel

    Get PDF
    Bu çalışma öncelikle, Semah Selim’in romancılığın esaslarına dair araştırma ve incelemelerini tanımlamaya yöneliktir. Bu minvalde Arap romancılığına ait başarılı öncü çalışmalarda Avrupa romancılığından etkilenimin, Arap kültüründen ve özellikle Arap halk kültüründen etkilenim ölçüsünde olmadığı betimlenmiştir. Her ne kadar yazar, temelsiz tercümelerin revaç bulmasında popüler romanların baskın etkisini gündeme getirmiş olsa bile yazarların konu seçiminde toplum zevkinin ve ilgisinin önemli rollleri olduğu bir vakıadırThis study primarily aims at introducing Dr. Samah Seleem’s work and academic endeavor concerning the popular novel and its origin/ the origin of novel to the readers. Her work has revealed that the beginnings of that novel are not attributed to the impact of European achievements. Rather, they could be attributed to the Arabian legacy and its popular roots in particular as the audience has played a major role in directing the writers’ attention to their areas of interest. However, the author thinks that the popular novels had tremendously led to the preponderance of fake translations.تسعى هذه الدراسة أّواًل للتعريف بجهود الدكتوره سماح سليم، واشتغاًلتها بالبحث عن أصول الرواية، والتي انتهت فيها إلى أ ّن إرهاصات ال ِّرواية العربّية ًل تعود ُّرها بالتراث العربي، ُّرها بالنتاجات األوروبية، بقدر ما هي تعود إلى تأث لعالقة تأث اب حول وخا َّصة ال ّشعبي. حيث كان لذائقة الجمهور الدور الكبير في توجيه ال ُكتَّ رى المؤلفة أن الروايا ِت ال َّشعبي َة الموضوعات التي يهتمون بها، وإن كانت َت كان لها دو ٌر ُمهٌّم في رواج الترجمات الكاذبة

    Game Changing: Transformasi BCA 1990-2007

    No full text
    Banyak yang menduga, BCA menjadi bank besar karena jumlah nasabahnya paling banyak. Ada juga yang menebak, posisi BCA sebagai bank swasta nasional yang besar karena mesin ATM-nya ada di mana-mana. Kalau dilihat dari angka statistik, jumlah nasabah BCA bukan yang terbanyak. Demikian juga jumlah mesin ATM BCA, bukan yang terbanyak. BCA berhasil bangkit dari keterpurukan pada masa krisis, tetap berada pada deretan bank terbaik di Indonesia, karena mampu menempatkan diri menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Begitu mudahnya bertransaksi di BCA sehingga nasabah dengan sukarela menjadi duta-duta BCA. Bagaimana menerjemahkan teknologi perbankan menjadi kemudahan bagi masyarakat, itulah yang menjadi salah satu kunci sukses BCA. Pengakuan terhadap kinerja BCA bukan hanya datang dari dalam negeri, tetapi juga dari lembaga rating internasional. Performance BCA dinilai solid dalam industri perbankan. BCA disebut sebagai bank terbesar di Asean yang memilih pasar domestik dan berfokus pada nasabah. Di balik kesuksesan BCA di era 1990-2007, peran Aswin Wirjadi tak bisa diabaikan. Buku ini memberi gambaran bagaimana BCA masuk ke jurang krisis, kemudian bangkit kembali menjadi raksasa perbankan hingga saat ini. “Pak Aswin adalah teman yang ‘boen boe tjoan tjay’, ahli ilmu silat dan ilmu surat karena kontribusi beliau bukan hanya mengerti teknologi yang saat itu masih langka, tetapi juga jagoan operasional perbankan. Dengan demikian, saya sebagai kolega sangat merasakan manfaat dan kontribusi Pak Aswin untuk BCA. Buku ini akan memberi manfaat karena bersumber langsung dari pelaku sejarah

    Menangis & Tertawa bersama Rakyat : Megawati dalam catatan wartawan

    No full text
    xii+228 hlm.;21 c

    Filosofi Bisnis Matahari

    No full text
    Hari Darmawan tergolong dalam sedikit pengusaha yang mendasarkan usahanya pada filosofi. Berawal dari pertanyaan ?Untuk apa berbisnis??, secara sederhana, filosofi dapat diartikan sebagai kebijakan dan dasar-dasar pengetahuan untuk mengembangkan kehidupan. Dalam hal bisnis, kebijakan dan dasar-dasar pengetahuan itu ditujukan untuk mengembangkan bisnis itu sendiri. Filosofi sebagai dasar kebijakan inilah yang memengaruhi perilaku, sikap, dan langkah korporasi yang akan dilakukan pebisnis dalam mengembangkan usahanya. Dari filosofi itu pula akan diimplementasikan berbagai nilai yang mendasari bisnis seperti tujuan, etika, dan budaya organisas

    Menangis dan tertawa bersama rakyat megawati dalam catatan tertawa

    No full text
    228 hlm.;20 c
    corecore