1,720,960 research outputs found

    Field Work Practice Report at PT Perkebunan Nusantara III Kebun Bangun

    No full text
    55 HlmPengalaman Praktek Kerja Lapangan (PKL) di PT. Perkebunan IlI Kebun Bangun sangat menambah pengetahuan lapangan tentang perkebunan kelapa sawit dan karet. Kegiatan selama Praktek Kerja Lapangan yaitu pada tanaman Menghasilkan Kelapa Sawit mulai dari penunasan, panen serta tap inspeksi dirasakan sangat menambah wawasan dan pengalaman lapangan untuk perkebunan kelapa sawit. Sama halnya juga pada Tanaman Karet mulai dari pentotolan dan pengendalian hama penyakit tanaman serta pada Tanaman Menghasilkan Karet mulai dari penyiangan, stimulansia hingga tap speksi di rasakan sangat bermanfaat dan menambah pengetahuan serta pengalaman dalam mengelola perkebunan karet. Saran, sebaiknya untuk para mahasiswa yang akan melakukan kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL), mahasiswa sebelumnya sudah lebih mengetahui profil kebun yang akan dikunjungi. Dengan begitu mahasiswa sudah dapat merancang dengan matang tentang rancangan kegiatan yang akan dilakukan nantinva di kebun. Sehingga, kegiatan yang akan dilakukan sudah dipersiapkan diawali dan juga terstruktur

    Pengaruh Aplikasi IAA, Kinetin dan Paklobutrazol pada Tanaman Karet belum Menghasilkan Klon PB 260

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lAA, Kinetin dan Paklobutrazol yang diaplikasi sendiri-sendiri dan kombinasi terhadap perturnbuhan karet semasa TBM, untuk menentukan perlakuan yang tepat bagi pertumbuhan karet semasa TBM dan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh positif ZPT terhadap penekanan atau mempersingkat umur non produk.'1:if pada tanaman karet. Penelitian ini dilaksanakan di PTP. Nusantara I Kebun Karang lnong di Aceh Timur, berlangsung selama 6 bulan, 28 September 1997 sampai dengan 28 Maret 1998. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) Faktorial, yang diulang empat kali. Faktor pertama adalah Paklobutrazol sebagai petak utama yaitu Po= kontrol (tanpa paklobutrazol), P1 = aplikasi melalui tanah (500 ppm) dan P2 = aplikasi melalui daun (500 ppm). Faktor kedua adalah hormon IAA dan Kinetin sebagai anak petak yaitu A = tanpa honnon, B = IAA ( 500 ppm), C = Kinetin (50 ppm) dan D = IAA + Kinetin (B + C). Plot percobaan dipilih pada areal karet klon PB 260 umur ± 2,0 tahun dengan mengelompokkan tanaman yang dianggap homogen dan kemudian membuat petak utama serta anak petak. Dilakukan pengamatan awal untuk semua parameter yang diamati. Aplikasi paklobutrazol melalui tanah diberikan hanya sekali pada awal percobaan, aplikasi melalui daun diberikan lima kali mulai awal percobaan dengan interval 14 hari. Aplikasi IAA dan Kinetin sesuai dengan perlakuan berupa pasta yang dioles pada batang yang lebih <lulu telah disecrab pada dua tempat, yang diberikan 4 kali mulai awal percobaan dengan interval sebulan sekali. Parameter jumlah cincin pembuluh lateks, diameter cincin pembuluh lateks pada batang dan jumlah klorofil pada daun tidak menunjukkan respon terhadap kedua faktor perlakuan. Aplikasi paklobutrazol melalui daun menghambat pertambahan tinggi tanarnan pada 4,5 dan 6 BSP, dengan terjadinya penghambatan tinggi lanarnan rnaka dapat meningkatkan pertambahan lilit batang pada 3 dan 6 BSP, sedangkan terhadap luas daun pada 6 BSP menjadi lebih mengecil bila dibandingkan dengan aplikasi melalui tanah dan tanpa paklobutrazol. Aplikasi hormon !AA + Kinetin (D) meningkatkan pertambahan-lilit batang, tebal kulit dan tinggi tanaman pada 3 dan 6 BSP, sedangkan luas daun agak mengecil. Dengan aplikasi !AA (B) cenderung meningkatkan jumlah cincin pembuluh lateks dan diameter cincin pembuluh lateks sedangkan terhadap luas daun dan tinggi tanaman aplikasi honnon !AA justru mengharnbat luas daun (luas daun terkecil) dan tinggi tanarnan yang paling rendah. Pertambahan li1it batang dan luas per daun menunjukkan rcspon tcrhadap kombinasi paklobutrazol dengan honnon. Pertambahan lilit batang pada tanaman karet ini sangat dipengaruhi oleh keadaan hormonal tanaman dimana zat tumbuh yang diberika:1 saling berinteraksi di dalarn rneningkatkan pertambahan lilit batang. Zat tumbuh IAA, Kinetin dan paklobutrazol yang diberikan nyata mempengaruhi pertarnbahan lilit batang. Pada aplikasi paklobutrazol melalui daun dengan aplikasi hormon IAA + Kinetin (P2D) diperoleh pertambahan lilit batang terbesar. Disimpulkan bahwa perlakuan terbaik untuk kornbinasi perlakuan adalah aplikasi paklobutrazol melalui daun dengan hormon IAA + Kinetin (P2D), sedangkan untuk perlakuan sendiri-sendiri adalah perlakuan aplikasi paklobutrazol rnelalui daun (P2) dan perlakuan hormon IAA + Kinetin (D) terhadap pertumbuhan tanaman karet sernasa TBM. Dan masa non produktif tanaman karet belum menghasilkan dapat dipersingkat kurang dari empat tahun dengan aplikasi IAA, Kinetin dan paklobutrazol baik secara sendiri maupun terkombinasi101 HalamanTesis Magiste

    PERAN PAKLOBUTRAZOL TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN DAN FISIOLOGI LATEKS BEBERAPA KLON KARET

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pertumbuhan tanaman, anatomi dan karakter fisiologi lateks beberapa klon karet pada penyadapan awal dengan penggunaan zat pengatur tumbuh paklobutrazol. Paklobutrazol merupakan zat penghambat pertumbuhan yaitu suatu senyawa organik yang mampu menghambat pemanjangan batang dan dapat meningkatkan diameter batang, sehingga memperpendek tanaman belum menghasilkan. Penelitian dilaksanakan di Kebun Karang Inong PT Perkebunan Nusantara I, Aceh Timur dan PT Perkebunan Nusantara III. Penelitian disusun berdasarkan Rancangan Tersarang (Nested Design) dua faktor, yaitu faktor klon karet dengan lima taraf yaitu K1= PB 260, K2= PB 330 dan K3= PB 340, K4= IRR 107 dan K5= IRR  5 dan faktor paklobutrazol dengan tiga taraf yaitu P0 = Kontrol (tanpa paklobutrazol), P1 = 500 ppm paklobutrazol melalui tanah dan P2 = 500 ppm aplikasi paklobutrazol melalui daun. Aplikasi paklobutrazol melalui tanah diberikan hanya dua kali yaitu pada saat pelaksanaan penelitian dan enam bulan setelah perlakuan (BSP), sedangkan aplikasi paklobutrazol melalui penyemprotan permukaan daun diberikan sebanyak 10 kali mulai dari pelaksanaan penelitian dengan interval satu bulan sekali. Pengamatan dilakukan pada awal penelitian (umur 28 bulan) dan dilanjutkan pada umur 46 bulan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon masing-masing klon dan aplikasi paklobutrazol  menunjukkan pengaruh yang berbeda terhadap parameter pertumbuhan tanaman, produksi lateks dan karakter fisiologi lateks. Aplikasi paklobutrazol melalui tanah nyata menekan pertambahan tinggi tanaman, tetapi  dapat meningkatkan diameter batang, tebal kulit dan diameter pembuluh lateks. Interaksi antara perlakuan klon dan paklobutrazol  terhadap parameter produksi tertinggi (22,81 g/p/s), untuk parameter KKK (36,47%) yang dijumpai pada klon PB 340 tanpa paklobutrazol (K3P0), fosfat anorganik (4,92 mM) dan Thiol (0,38 mM) tertinggi terdapat pada perlakuan K4P1 dan indek penyumbatan terendah terdapat pada K3P2 (18,71%). Hasil penelitian ini menjadi salah satu solusi untuk memperpendek tinggi tanaman belum menghasilkan (TBM), karena dapat menghambat pertambahan tinggi dan mempercepat pertambahan lilit batang tanaman

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist

    No full text
    We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
    corecore