29 research outputs found

    Penggunaan Algoritma Dijkstra Dalam Menentukan Rute Terpendek Wisata Di Kabupaten Jember

    Get PDF
    Kabupaten Jember merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur yang memiliki banyak destinasi wisata baik wisata alam atau wisata buatan. Kabupaten Jember yang sangat luas memungkinkan antar tempat wisata memiliki beberapat rute alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mencari rute terpendek dari tempat pemberangkatan menuju semua lokasi wisata di Jember bagian selatan dan utara. Data diperoleh dari Maimun Travel yang menyediakan paket wisata ke Jember bagian selatan dan utara. Dalam mencari rute terpendek tersebut, peneliti menggunakan algoritma Dijkstra dengan merepresentasikan tempat wisata dengan titik dan rute yang menghubungkan antar tempat wisata dengan sisi. Dalam penelitian ini diperoleh rute terpendek yang dapat dipilih Maimun Travel untuk menuju semua titik lokasi di Jember Selatan dan Jember Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan algoritma Dijkstra memperpendek rute wisata ke Jember selatan dan Jember Utara berturut-turut sebesar 0.52% dan 6%

    Pelabelan Rata-Rata pada Beberapa Kelas Graf

    No full text
    This paper aims to prove that some certain graphs, such as triangular book graphs, ladder graphs, snail graphs, and Cartesian product graphs between cycles and paths, belong to the category of mean graphs. We chose these graph classes because it is still an open problem. To prove the above, we use two main approaches, such as the axiomatic descriptive method and the pattern detection method. The axiomatic descriptive method is used to describe the basic properties of graphs and organise them into formal arguments, while the pattern detection method is used to observe and generalise the structural properties of graphs in a more exploratory manner. Based in the results of the analysis and proof, we conclude that the four classes of graphs studied, to be triangular book graphs, ladder graphs, snail graphs, and Cartesian product graphs of cycles and paths, are proven to satisfy the characteristics of mean graphs.Graf G dengan p simpul dan q sisi adalah graf rata-rata jika terdapat fungsi injektif f:V(G)→{0,1,2,…,q} dan menghasilkan fungsi bijektif f^*:E(G)→{1,2,…,q}, maka f^* (u,v)=((f(u)+f(v)))/2 jika f(u)+f(v) genap dan f^* (u,v)=((f(u)+f(v)+1))/2 jika f(u)+f(v) ganjil. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa graf buku segitiga, graf tangga, graf siput, dan graf hasil kali Cartesian siklus dan lintasan merupakan graf rata-rata. Metode yang digunakan dalam membuktikan graf rata-rata dengan menggunakan metode deskriptif aksiomatik dan metode pendeteksian pola. Dalam paper ini didapatkan bahwa graf buku segitiga, graf tangga, graf siput, dan graf hasil kali Cartesian siklus dan lintasan merupakan graf rata-rata

    Pelabelan L(3, 1) Pada Graf Kecebong dan Graf Lolipop

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai minimum span pada pelabelan L(3,1) untuk dua kelas graf, yaitu graf kecebong dan graf lollipop. Pelabelan L(3,1) pada graf G didefinisikan sebagai fungsi yang memetakan setiap simpul dari graf G dengan syarat setiap pasangan simpul yang berjarak satu memiliki perbedaan label minimal tiga, sedangkan pasangan simpul yang berjarak dua memiliki perbedaan label minimal satu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif aksiomatik yang dipadukan dengan teknik pendeteksian pola untuk menemukan formula nilai minimum span. Proses penelitian dilakukan dengan menganalisis struktur graf kecebong dan lollipop serta melakukan pengujian pola pelabelan secara bertahap pada setiap kelas graf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai minimum span untuk graf kecebong adalah 6, sedangkan untuk graf lollipop diperoleh formula umum 3m-3, dengan m adalah jumlah simpul pada graf lengkap di graf lolipop. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi penelitian lanjutan untuk mengkaji pelabelan L(3,1) atau pelabelan serupa pada kelas graf lainnya dengan karakteristik berbeda

    Nilai Minimum Span pada Graf Gurita, Graf Siput, dan Graf Ubur-Ubur

    Get PDF
    Teori graf merupakan salah satu cabang matematika yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan merepresentasikan objek dengan titik dan hubungan antar objek dengan sisi. Pelabelan graf adalah salah satu topik graf yang memetakan anggota graf berupa titik, sisi, atau keduanya kebilangan bulat non negatif dengan kaidah tertentu. Pelabelan L(2,1) merupakan salah satu contoh pelabelan titik graf dengan syarat titik yang berjarak satu memiliki mutlak selisih label minimal dua dan titik yang berjarak dua memiliki mutlak selisih label minimal satu. Label terbesar dari pelabelan L(2,1) disebut span. Setiap graf pasti memiliki lebih dari satu span, sehingga dalam topik ini terfokus dalam mencari nilai minimal span atau dinotasikan dengan λ2,1. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai minimal span pada graf gurita, graf siput, dan graf ubur-ubu

    Pelabelan Koprima pada Beberapa Kelas dan Hasil Amalgamasinya

    No full text
    Penelitian ini berutujuan untuk mendapatkanminimum coprime numberpada graf amalgamasi titik dari graf roda ganjil, graf komplit dan graf berlian.Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan batas bawah dariamalgamasi titik pada graf roda ganjilAmal(Wn, v0, t)adalah(n+ 1)t+ 1,sedangkan untuk batas atasnya peneliti membagi menjadi dua kasus yaitun≡1mod 4dann≡3 mod 4.Batas atas untuk kasusn≡1 mod 4adalah(n+ 1)t+ 1, sedangkan untuk kasusn≡3 mod 4dann≥23peneliti tidakmendapatkan fungsi pelabelan secara umum, sehingga hal tersebut masih menjadimasalah terbuka.Graf amalgamasi titik pada graf komplitAmal(Kn, v0, t)mempunyaiminimum coprime numbersebesarp((n−3)t+2)atau(n−3)t+ 2bilangan prima pertama.Minimum coprime numberpada graf berlianBrnadalah3n−2untuknganjil dan3n−1untukngenap.Minimum coprime numberpada graf hasil amalgamasi titik pada graf berlian sebagai berikut.Untuknvii ganjil didapatkanminimum coprime numberpada grafAmal(Brn, v0, t)sebesar(3n−3)t+ 1. Sedangkan untuk kasusngenap dann≥12pada grafAmal(Brn, v0, t), peneliti tidak mendapatkan fungsi pelabelan secara umum.Sehingga batas atasminimum coprime numberpada grafAmal(Brn, v0, t)untukngenap dann≥12masih menjadi masalah terbuka.Prof. Drs. Slamin, M.Comp., Sc., Ph.D. Dr. Kristiana Wijaya, S.Si., M.Si

    PEMANFAATAN APLIKASI CANVA UNTUK MENGENALKAN HURUF DI TK DEWI MASYHITHOH III CAKRU

    Get PDF
    Pendidikan anak usia dini adalah pendidikan yang usianya mulai 0-6 tahun. Usia 0-6 tahun sangat efektif untuk memberikan stimulasi pendidikan untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan pada anak. Pemberian pendidikan yang utama pada anak usia dini pengenalan huruf. Pengenalan huruf pada anak usia dini sangatlah penting untuk komunikasi pada teman sebayanya atau dengan orang dewasa. Pengenalan huruf dengan media digital mempermudah pelafalnya pada anak usia dini. Media digital yang digunakan pada anak usia dini media audio dan visul. Pengabdian ini dilaksanakan di TK Dewi Masyhitoh III Cakru berdasarkan tempat digunakan dalam penelitian ini metode EBR dengan tahapan ECA-EVARED (Exploration, Creation, Action, Evaluation, and Dissemination) analisis data yang digunakan menggunakan kuantitatif deskribtif. Hasil yang didapatkan oleh peneliti dalam indikator kemampuan mengenal huruf adalah 55% berkembang sangat baik dan kemampuan menirukan huruf 70% berkembang sangat baik. Terdapat 5% anak belum berkembang. Sebagai pendidik tetap memberikan motivasi dan semangat belajar

    PEMANFAATAN TEORI GRAF DALAM MENDESAIN STRUKTUR KURIKULUM DAN KETERKAITAN ANTAR KOMPETENSI DASAR MATEMATIKA KELAS XI DI SMK AL ISHAQI

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan teori graf dalam mendesain struktur kurikulum serta memetakan keterkaitan antar kompetensi dasar (KD) mata pelajaran Matematika kelas XI di SMK Al Ishaqi Jember. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan dukungan analisis kuantitatif berbasis teori graf. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi, wawancara, dan validasi ahli yang melibatkan guru matematika dan dokumen kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori graf mampu merepresentasikan keterkaitan logis antar KD secara efektif dengan struktur hierarkis dari KD 3.1 hingga KD 3.10. Rantai utama menunjukkan alur pembelajaran yang progresif, sedangkan KD 3.3–3.5 membentuk klaster prosedural, dan KD 3.2 bersifat independen dengan hubungan lemah terhadap KD 3.9. Analisis berbasis graf membantu memvisualisasikan hubungan prasyarat antar KD sehingga guru dapat merancang pembelajaran yang lebih terstruktur dan efisien. Penelitian ini menyimpulkan bahwa teori graf dapat berfungsi sebagai alat analisis sekaligus visualisasi dalam pengembangan kurikulum untuk menciptakan pembelajaran yang lebih koheren dan saling terhubung

    Pengaruh Modifikasi Karambol Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Gradien Kelas X MAN 2 Jember

    Get PDF
    Gradien adalah kemiringan suatu garis yang membandingkan komponen ordinat Y dan komponen absis X. Gradien sebagai pemecah masalah grafik pada kehidupan sehari-hari seperti kemiringan rambu lalu lintas, menentukan waktu serta jarak dari suatu kecepatan, dan menentukan grafik naik turun suatu data. Materi gradien merupakan materi yang masih dianggap sukar oleh beberapa siswa. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di MAN 2 Jember hasil belajar siswa dalam mempelajari gradien adalah 100% dibawah KKM. Mengatasi permasalahan tersebut maka peneliti mengusulkan modifikasi permainan karambol sebagai media pembelajaran gradien. Penelitian ini tergolong penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah desain eksperimen true experimental design dalam bentuk posttest only control design. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas X IPA 5 MAN 2 Jember Tahun 2022 yang berjumlah 36 siswa dengan sampel berjumlah 100% populasi. Sampel akan dibagi menjadi dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Setelah diberi perlakuan berbeda, setiap kelas akan diberi soal post test. Secara statistik nilai signifikan penerapan modifikasi permainan karambol kurang dari 0,05 yakni pada nilai 0.00. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa, modifikasi permainan karambol berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa dalam memahami materi gradien

    PENDAMPINGAN PERAN ORANG TUA UNTUK MENINGKATKAN PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA DINI DI KB TUNAS HARAPAN KECAMATAN JOMBANG

    Get PDF
    This project aims to increase the role of parents in supporting early childhood cognitive development through parenting activities and the use of bridging books at KB Tunas Harapan, Jombang District. The method used is Participatory Action Research (PAR) which involves parents and teachers actively in planning, implementation, evaluation, and reflection. The results showed an increase in parental involvement in children's learning process at home and the creation of effective communication between school and family. This activity has a positive impact on children's cognitive development and is expected to be replicated in other educational institutions

    Perbandingan Hasil Belajar Matematika Antara Pengajaran Konvensional Dan Pembelajaran Berbasis Proyek di SDN 04 Kencong

    Get PDF
    The purpose of this study was to compare the mathematics learning outcomes of third-grade students at SDN 04 Kencong using project-based learning (PjBL) and conventional learning. This study used a quasi-experimental method. The research sample consisted of two classes: an experimental class using the PjBL model and a control class using the conventional method. Each class consisted of ten students. Pre-tests and post-tests were used to collect data, and the t-test results showed a significant difference between the mathematics learning outcomes of the two groups. With a significance level (p < 0.05), the post-test scores of the experimental class were higher than those of the control class. The results indicate that the PjBL model is more effective than the conventional learning model in improving students' mathematics skills. The PjBL model is recommended as an innovative and contextual alternative learning strategy at the elementary school level.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan hasil belajar matematika siswa kelas III SDN 04 Kencong dengan pembelajaran berbasis proyek (PjBL) dan pembelajaran konvensional. Studi ini menggunakan metode eksperimen semu. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas: kelas eksperimen yang menggunakan model PjBL dan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional. Setiap kelas terdiri dari sepuluh siswa. Tes awal dan tes akhir digunakan untuk mengumpulkan data, dan hasil uji-t menunjukkan perbedaan signifikan antara hasil belajar matematika kedua kelompok. Dengan nilai signifikansi (p < 0,05), nilai post-test kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol. Hasil menunjukkan bahwa model PjBL lebih efektif daripada model pembelajaran konvensional dalam meningkatkan kemampuan matematika siswa. Model PjBL layak direkomendasikan sebagai strategi pembelajaran alternatif yang inovatif serta kontekstual di tingkat sekolah dasar
    corecore