33,951 research outputs found
Kirkpatrick, Dan interview for the Miami Valley College of Nursing and Health Oral History Project
Donna Miles Curry interviewed Dan Kirkpatrick on February 1, 2021 about his experience both as a nurse and as faculty at Wright State University. In the interview, Dan Kirkpatrick discusses his experience as a nurse at various levels, locations, and types of assignments while enlisted in the Air Force and while teaching both at Wright State and the School of Aerospace Medicine
Model Evaluasi Kirkpatrick pada Diklat Fungsional Calon Kepala Madrasah di Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan,
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil penerapan model evaluasi Kirkpatrick pada Diklat Fungsional Calon Kepala Madrasah Angkatan I dan II tahun 2019. Penelitian ini bersifat evaluatif dengan melakukan evaluasi penyelenggaraan diklat menggunakan model evaluasi Kirkpatrick dalam empat tahap yaitu, reaksi, belajar, perilaku dan dampak. Data diperoleh dari angket, penilaian dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu secara kuantitatif deskriptif. Data diperoleh dari 60 peserta berasal dari 12 Provinsi di Indonesia. Proses penyelenggaraan Diklat Fungsional Calon Kepala Madrasah terdiri atas: Bimbingan Teknis, On Job Training I (OJT I), In Job Training I (IJT I), On Job Training II (OJT II) ) dan In Job Training II (IJT II). Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi penyelenggaraan diklat pada tahap reaksi peserta diklat terhadap penyelenggara dan narasumber memberikan reaksi positif dari kualifikasi ?Memuaskan? sampai dengan ?Sangat Memuaskan?. Demikian halnya pada tahap belajar, peserta lulus dengan rata-rata kualifikasi ?Memuaskan?. Hasil evaluasi pada tahap perilaku peserta berdasarkan persepsi atasan, rekan sejawat dan siswa, dan pada tahap dampak diklat terhadap peserta termasuk dalam kualifikasi ?Sangat Baik?. Berdasarkan perbandingan kriteria keberhasilan dengan kinerja evaluasi Kirkpatrick maka penyelenggaraan Diklat Fungsional Calon Kepala Madrasah Angkatan I dan II tahun 2019 berhasil dengan sangat baik. Model evaluasi Kirkpatrick mampu menggambarkan hasil evaluasi yang mencakup seluruh aspek diklat sehingga layak direkomendasikan sebagai model evaluasi penyelenggaraan diklat pada Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaa
EVALUASI IMPLEMENTASI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) MENGGUNAKAN MODEL KIRKPATRICK
The purpose of this community service activity is to improve student skills relatedto the application of occupational safety and health in the field of weldingengineering. Implementation activities are carried out using face-to-facemethods, simulations and direct field work practices. This activity was attendedby 24 participants from Vocational High Schools (SMK). The activity was carriedout at the Madiun Indonesian Railways Polytechnic Workshop and Workshopand BLK. Evaluation of learning activities is carried out using the Kirkpatrick FourLevel method. The results of this activity can increase participants\u27understanding of welding safety and health.
Keywords: Occupational Health & Safety, Welding, Kirkpatrick Four LevelsTujuan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untukmeningkatkan keahlian siswa terkait penerapan keselamatan dan Kesehatankerja pada bidang teknik pengelasan. Kegiatan implementasi dilaksanakandengan metode tatap muka, simulasi dan praktik kerja lapangan secaralangsung. Pada kegiatan ini diikuti oleh peserta berjumlah 24 Peserta dariSekolah Menengah Kejuruan (SMK). Kegiatan dilaksanakan di Bengkel danWorkshop Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun dan Balai Latihan Kerja(BLK) Madiun. Evaluasi pada kegiatan pembelajaran dilakukan denganmetode Kirkpatrick Empat Level. Hasil dari kegiatan ini dapat meningkatkanpemahaman peseta terhadap keselamatan dan Kesehatan kerjapengelasan.
Kata Kunci: Keselamatan & Kesehatan Kerja, Pengelasan, Kirkpatrick EmpatLeve
EVALUASI PROGRAM PELATIHAN SUMBER DAYA MANUSIA BIDANG SISTEM INFORMASI DAN TELEKOMUNIKASI BAGI APARATUR DAN MASYARAKAT DENGAN MODEL KIRKPATRICK PADA DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA PROVINSI PAPUA
Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan program pelatihan sumber daya manusia bidang sistem informasi dan telekomunikasi bagi aparatur dan masyarakat dengan model Kirkpatrick. Subyek penelitian ini adalah dampak dari peserta pelatihan, pengambilan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi dan kuesioner. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelaksanaan program pelatihan berjalan baik dengan pencapian sesuai tujuan. Hasil dari Program pelatihan bagi aparatur dan masyarakat pada dinas komunikasi dan informatika pada pelaksanaannya berdampak baik sekali pada peserta
Implementasi Evaluasi Model Kirkpatrick (Level 1 dan 2) Diklat Teknis Substantif Pembina Kegiatan Ekstrakurikuler Keagamaan pada SMP di Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Evaluasi Model Kirkpatrick Level 1 dan 2 Diklat Teknis Substantif Pembina Kegiatan Ekstrakurikuler Keagamaan pada SMP di Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan. Level 1 dan level 2 untuk Evaluasi Model Kirkpatrick masing-masing dilakukan penilaian dengan alat penilaian yang berbeda. Tes tertulis (pre test dan post test) digunakan untuk menilai aspek pengetahuan peserta diklat. Penilaian kinerja digunakan untuk menilai aspek keterampilan peserta diklat. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah peserta diklat Teknis Substantif Pembina Kegiatan Ekstrakurikuler Keagamaan SMP berjumlah 30 orang yang berasal dari perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Seluruh Indonesia. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan angket dan observasi. Observasi dilakukan untuk mengetahui nilai sikap. Tes tertulis digunakan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan kinerja digunakan untuk mengetahui tingkat keterampilan peserta. Evaluasi belajar peserta diperoleh dengan menggunakan rubrik penilaian kinerja. Hasil penelitian menggambarkan bahwa Evaluasi Model Kirkpatrick Level 1 dan Level 2 Diklat Teknis Substantif Pembina Kegiatan Ekstrakurikuler Keagamaan pada SMP sangat efektif untuk menilai tingkat kepuasaan peserta diklat dan tingkat pemahaman peserta diklat terhadap materi yang disampaikan
EVALUASI PELATIHAN TEKNIK PENANAMAN CEMPAKA BERDASARKAN TEORI THE FOUR LEVELS KIRKPATRICK
Abstrak. Cempaka merupakan jenis kayu yang memiliki keterikatan erat dengan budaya masyarakat suku Minahasa karena digunakan dalam pembuatan rumah adat. Pasokan bahan baku kayu cempaka sudah semakin terbatas karena keberadaannya sudah semakin berkurang. Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk mendukung kegiatan pengembangan cempaka adalah melalui penyebarluasan informasi melalui kegiatan pelatihan teknik penanaman cempaka. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi kegiatan pelatihan tenik penanaman cempaka berdasarkan teori The Four Levels yang dikembangkan oleh Kirkpatrick pada level I dan II. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terhadap seluruh peserta kegiatan pelatihan dari 3 (tiga) kabupaten (Minahasa,Minahasa Utara, dan Minahasa Selatan) dengan jumlah peserta masing-masing kabupaten adalah berjumlah 15 orang. Data untuk evaluasi pada level 1 ditabulasi dan selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Evaluasi pada level 2 dilakukan dengan membandingkan data hasil kuesioner pre test dan post test menggunakan uji t sampel berhubungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan tenik penanaman cempaka dapat terlakasana dengan baik (evaluasi level 1). Pelatihan mampu meningkatkan pengetahuan peserta yang ditandai dengan adanya peningkatan nilai hasil evaluasi dari kuesioner sebelum dan setelah pelatihan sebesar 22 persen di Kabupaten Minahasa; 20 persen di Kabupaten Minahasa Utara, dan 13 persen di Kabupaten Minahasa Selatan (evaluasi level II).Abstract. Cempaka (Elmerrillia sp.) is a type of woods that has a close attachment to the culture of the Minahasa community because it is used in the making of traditional houses. The supply of cempaka wood raw materials has become increasingly limited because its existence has diminished. One of the things that can be done to support the preservation of cempaka is with the dissemination through training in cempaka planting techniques. This study aims to evaluate the training activities of cempaka planting techniques based on The Four Levels theory developed by Kirkpatrick at level I and II. Data collection was carried out by interviewing all training participants from 3 (three) districts (Minahasa, North Minahasa, and South Minahasa) with 15 participants in each district. Data for evaluation at level 1 were tabulated and then analyzed descriptively. Evaluation at level 2 is carried out by comparing the results of the pre-test and post-test questionnaire using the corresponding sample t test. The results showed that the training in cempaka planting techniques was carried out well (level 1 evaluation). The training was able to increase participants' knowledge which was marked by an increase in the value of the evaluation results from the questionnaire before and after the training by 22 percent in the Minahasa District; 20 percent in North Minahasa District, and 13 percent in South Minahasa District (level II evaluation)
PROGRAM MAGANG DENGAN EVALUASI KIRKPATRICK DI PT ANUGERAH JAMBI COALINDO (AJC) KECAMATAN PAUH KABUPATEN SAROLANGUN PROVINSI JAMBI
Artikel pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program magang mahasiswa di PT Anugerah Jambi Coalindo (AJC) Kecamatan Pauh Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi dengan menggunakan pendekatan evaluasi Kirkpatrick Model. Latar belakang kegiatan ini adalah pentingnya program magang sebagai jembatan antara teori akademik dan praktik dunia kerja. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Narasumber terdiri dari 20 pihak, termasuk mahasiswa magang, supervisor, manajer HRD, dosen pembimbing, serta tokoh masyarakat. Hasil menunjukkan bahwa: (1) pada level Reaction, peserta magang merasa puas terhadap fasilitas dan bimbingan; (2) pada level Learning, peserta memperoleh peningkatan kompetensi teknis dan soft skills; (3) pada level Behavior, terdapat perubahan perilaku kerja yang lebih profesional; (4) pada level Results, program magang memberikan kontribusi positif bagi perusahaan dan kesiapan kerja mahasiswa. Artikel ini menegaskan bahwa evaluasi Kirkpatrick dapat menjadi instrumen efektif dalam menilai keberhasilan program magang dan memberikan dasar rekomendasi untuk peningkatan keberlanjutan program
Evaluation of the Cakap Baca Program Using the Kirkpatrick Model at SMP Negeri 1 Banjarmasin
The Cakap Baca literacy program is a program that has been implemented at SMP Negeri 1 Banjarmasin as part of the Teaching Assistance activities. This literacy program falls under the category of basic literacy, specifically reading literacy. This study aims to evaluate the effectiveness of the Cakap Baca program at SMP Negeri 1 Banjarmasin, which is designed to improve participants’ abilities to understand, analyze, and evaluate reading texts, using the Kirkpatrick evaluation model.
The method used is qualitative, employing the model developed by Donald Kirkpatrick, which consists of four levels: reaction, learning, behavior, and results. Data were collected through observation, interviews, and document studies. Observations were conducted in stages: during the preparation of the teaching assistance work program, during the implementation of the Cakap Baca program, and after the program was completed. Interviews were conducted throughout the research process, involving 27 students and 2 educators as respondents to obtain in-depth data about their experiences and perceptions of the program. Document studies focused on analyzing students’ work as material for evaluating the program’s success.
The study showed positive results across all four levels of the Kirkpatrick evaluation. At the reaction level, students responded enthusiastically and enjoyed the fun and interactive methods. At the learning level, there was an improvement in reading ability and communication skills, although challenges remained in summarizing and critical thinking. At the behavior level, positive changes were observed in reading habits and increased visits to the school’s literacy facilities, although ongoing support is still needed. At the results level, the program impacted the improvement of subject comprehension, especially in Indonesian language, and encouraged the growth of a literacy culture.
The positive outcomes of the Cakap Baca program demonstrate its potential as a sustainable literacy initiative that effectively enhances reading skills and fosters a culture of literacy among students. Further support and development are necessary to address challenges in critical thinking and summarizing skills
Evaluasi Peningkatan Karakter dan Kapasitas Organisasi melalui Model Kirkpatrick bagi Pengurus Koperasi di Banjarmasin
Koperasi di Banjarmasin sedang mengalami kesulitan untuk mempertahankan eksistensinya. Kurangnya pendidikan koperasi khususnya pelatihan bagi pengurus dan anggota tentang perkoperasian juga membuat permasalahan baru khususnya bagi pengurus. Pelatihan yang pernah diadakan dianggap tidak menyentuh akar permasalahan yang sebenarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peningkatan karakter dan kapasitas organisasi melalui Model Kirkpatrick. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Model Kirkpatrick melibatkan empat level evaluasi: reaksi, pembelajaran, perilaku, dan hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta memberikan respons positif terhadap pelatihan (level 1), dan terjadi peningkatan pemahaman terkait penguatan karakter (level 2). Pada implementasi perubahan perilaku (level 3) terdapat dukungan dari organisasi dan dukungan waktu pelatihan. Pada level hasil (level 4), terdapat hasil yang efektif terhadap peningkatan kinerja koperasi. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk peningkatan desain pelatihan, seperti penguatan materi praktis dan pemantauan berkelanjutan, guna memastikan keberlanjutan perubahan yang diharapkan
Improving Floodplain Management: Implications for Salmon, Public Safety, and Global Warming
Current floodplain management policies in Puget Sound have led to significant development in floodplains, loss of aquatic and riparian habitat, and diminished floodplain function. The consequences include costly floods, declines of salmon and orca populations, and heightened risk to public safety. Climate change is likely to make these problems worse. A recent Biological Opinion details floodplain management problems in Puget Sound and the role that the National Flood Insurance Program plays in influencing development decisions.
DeeAnn Kirkpatrick from NMFS, who wrote the Biological Opinion, and Dan Siemann of the National Wildlife Federation, which filed the lawsuit that led to the Biological Opinion, will co-present.National Wildlife Federation's Pacific region. Washington State Habitat Office of National Marine Fisheries Service (NMFS)
- …
